Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
episod 27


__ADS_3

"zennnnnnnnn".


teriak Bastian yang datang tiba-tiba. membuat mereka yang berada diruang keluarga sontak terkejut. Zen mendekati Bastian.


"ada apa Tian?'


"bukkkkk". 1 tamparan melayang diwajah Zen. membuat yang lain shok berteriak menghampiri mereka berdua.


"Tian kenapa kamu sayang?".. tanya Herlin yang memeluk tubuh Bastian dari depan. sedangkan Harun dan Jay memegang kedua tangan nya.


"lepaskan aku kalian semua. aku akan membunuh laki-laki penghianat ini".


"tidak Tian dia kakak mu"


"tidak mah dia bukan kakak ku atau sahabat ku. dia penghianat. dia mempermainkan ku mah. dia membohongi ku. lepaskan". teriak bastian sambil meronta membuat ketiga orang yang memegangnya terpelanting menjauh darinya.


"bukk...bukkk..Bukk". pukulan berkali-kali melayang ke wajah Zen.


"Tian maafkan aku. aku tidak bermaksud menyembunyikan hal apapun pada mu. maafkan kakak"


"mendengar kata kakak. membuat Bastian menghentikan aksinya. dan meninggalkan mereka".


"darrrrrrrrrrrr". suara bantingan pintu yang "


ditutup dengan keras.


"prang...krengggggg.. tringgggg". suara pecahan barang2 dari balik pintu kamar Bastian.


"tian pah".. teriak panik Herlin yang berlari menuju kamar bastian diikuti Jay dan Harun.


"Tian apa yang kamu lakukan nak". tanya Herlin mendekati Bastian. semua barang yang ada diruangan itu telah menjadi sampah yang layaknya dibuang.


"hentikan Tian, sadar nak". Herlin memeluk Bastian dari belakang. Herli dapat merasakan amarah dari Bastian. tubuh gemetar dan otot yang menegang.


"mah Zen menghianati ku. dia mempermainkan ku. dia membohongiku. dia sama saja dengan penghianat itu". ucap Bastian penuh amarah.


"sabar sayang. jangan seperti ini. apa yang dilakukan Zen".

__ADS_1


flashback


seperti biasanya. Tian banyak menghabiskan waktu dikamar saat berada dirumah. bergulat dengan laptop nya. apalagi kalau tidak Masalah pekerjaan. hidupnya setelah kejadian 3 tahun yang lalu hanyalah tentang pekerjaan. pekerjaan dan pekerjaan.


"dretttt.. dretttt". handphonep bergetar


"hallo"


"hallo sayang"


"sappppp...deg..deg".. seketika darah Bastian naik ke ubun-ubun dan jantungnya berdetak cepat. mendengar suara dari balik telfon yang jelas masih dia ingat.


"KAMU"


"iya sayang. aku kembali"


"beraninya kamu menghubungi ku" ucap Bastian dengan nada penuh tekanan amarahnya


"aku kembali karena aku tau kamu masih mencintai ku. bahkan Zen sudah mengatakan nya pada ku sayang".


Bastian yang mendengar nama Zen. seketika membanting handphone dan labtopnya sehingga hancur berkeping-keping. kemudian dia keluar kamar dan turun kelantai 1 mencari keberadaan Zen dengan berteriak-teriak.


"kelaur kalian dari kamar ku. sebelum ada yang aku habisi malam ini. keluarrrr". teriak Bastian penuh penekanan. sambil menendang serpihan barang-barang yang hancur berserakan.


Herlin, Harun dan Jay dengan berat hati terpaksa keluar dari kamar Bastian. saat ini Bastian sedang menjadi sijago merah yang siap membakar siapa saja tanpa terkecuali.


"berani sekali kau kembali kenegara ini wanita murahan. berani sekali kau kembali dalam hidup ku. aku akan menemukan mu dan menghancurkan mu berkeping-keping".


kau telah membunuh kepercayaan ku terhadap wanita, cinta dan perasaan. dan sekarang kau ingin mengembalikan kepercayaan itu lagi. tidak akan pernah. semua wanita hanya penghianat. hanya penghianat. aku bahkan membunuh nama wanita dalam hidup ku".


"dan kau Zen. beraninya kau mengatakan pada nya kalau aku masih mencintainya. kau sama bejatnya dengan wanita ular itu. kau menghianati ku". gumam Bastian berbicara sendiri.


"Zen apa yang terjadi?". tanya Harun sedikit menegas.


"apa yang kamu lakukan Zen. penghianat siapa yang dimaksud Bastian?". lanjut Herlin


"Lisa mah. Lisa Swidia Tambrin"

__ADS_1


Harun dan Herlin terdiam mendengar nama Lisa. kedua mata mereka terbelalak menatap Zen.


"kamu menemui wanita iblis itu Zen?. diam-diam?". tanya herlin dengan tatapan tajam menatap zen.


"maafkan Zen mah. Zen salah. Zen hanya tidak mau wanita yang sudah menghancurkan hidup Tian kembali mengganggu lagi mah. Zen hanya memperingatinya".


"kapan?"


"kemaren siang mah"


"apa yang kamu bilang meeting"


"iya mah maafkan Zen. pah maafkan Zen". sebenarnya tidak ada jadwal meeting. hanya saja Zen tidak ingin kelaurga zen tau terlebih lagi Tian mah". jawab Bastian penuh penyesalan.


"dan kamu Jay. tau semuanya"


Jay menganggukan kepalanya


"hikss..hiksss. gina berlalu meninggalkan Zen, Jay, dan suaminya tanpa berkata lagi".


"pah maafkan Zen"


"Zen papah tau niat mu baik. tapi seharusnya kamu jujur pada Bastian. kamu tau Bastian sangat membenci kebohongan apalagi penghianatan".


"Zen paham pah. tolong maafkan Zen".


"urus masalah mu dengan adik mu. papah tidak mau kalian selisih paham lebih lama lagi".


"baik pah".


Harun meninggalkan Zen dan Jay. sementara keduanya pergi ke kamar masing-masing.


Tian maafkan kakak mu ini. tidak ada maksud dihati menghianati apalagi membohongi mu. aku hanya tidak ingin Lisa menemui mu lagi. aku melakukan semua ini untuk ku Tian. tapi mengapa kau salah paham pada ku". batin Zen dibalik kamarnya.


"aku harus cari alasan biar besok gak ikut kekantor. aku gak mau jadi korban ke dua siraja hutan. ya ampun ka Tian mengapa sekarang kakak menjadi menakutkan. huhhh". batin Jay yang menarik nafas panjang dibalik kamarnya.


_____________

__ADS_1


Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁


__ADS_2