
"tok..tokk...kasih...sayang".
"ceklekk. iya Tante". kasih membuka pintu kamarnya. terlihat mata kasih yang sembab. mungkin semalaman dia menangis tanpa henti.
"sayang. Jarot sudah menunggu mu didepan. dia bilang kalian akan fitting baju pernikahan hari ini. benarkah?".
"Tante tolong tinggalkan kasih sendiri".
"sayang jika kamu tidak mau Tante akan mengatakannya pada jarot. tante tidak akan membiarkan mu menikah dengannya. bagaimanapun caranya".
"Tante katakan pada pak Jarot.. kasih akan bersiap-siap". ucap kasih tersenyum pada gina. kemudian ia mengambil tongkatnya dan beranjak perlahan-lahan menuju kamar mandi.
"kasih sayang. tolong jangan mengambil keputusan yang bodoh. Tante tidak ingin hidup mu lebih menderita sayang. Tante akan membantu mu". ucap gina dari balik pintu kamar mandi. sambil mengetuk-ngetuk.
"Tante kasih sudah memutuskan untuk menikah. pak Jarot orang yang baik. kasih akan belajar mencintai nya. kasih yakin setelah menikah kasih akan jatuh cinta padanya". sahut kasih meyakinkan.
gina menjadi bingung kenapa kali ini kasih tidak menolak. bukankah kasih tidak suka dengan Jarot. gina keluar dari kamar kasih dengan perasaan heran melihat perubahan kasih.
didalam kamar mandi. tangisan kasih kembali pecah. namun ia tahan dengan sekuat-kuatnya agar tidak terdengar.
"mamah tolong kasih.. jemput lah kasih mah. kasih mohon. kasih tidak sanggup lagi. jemput kasih pah". batin kasih yang sudah mulai rapuh.
30 menit kemudian. kasih keluar dari kamarnya. dengan menggunakan celana jins kaos lengan panjang. rambut terurai. sedikit liptin dan bedak bayi pada wajahnya sudah membuat wajahnya begitu cantik.
Jarot tersenyum melihat kasih. dia mendekati kasih. dan mencium kening kasih.
"kamu sangat cantik sayang". memeluk kasih
namun tak ada jawaban dari kasih.
__ADS_1
Jarot memegang tangan kasih dengan lembut. kemudian berpamitan pada Bondan dan gina. mereka masuk kedalam mobil dan beranjak pergi.
"mas kenapa kasih hari ini jadi aneh. kenapa ia tidak menolak ajakan Jarot. apa yang terjadi padanya" . ucap gina penuh pertanyaan dengan sikap kasih
"sudahlah dek. mungkin dia sudah mulai menerima takdir nya. seharusnya dia bersyukur dibalik matanya yang buta. Tuhan ngasih dia wajah yang cantik buat menarik laki-laki tampan dan kaya raya seperti jarot". jawab Bondan yang membuat gina menatapnya penuh rasa kesal.
Bondan meninggalkan gina tanpa ingin berdebat dengannya. terpampang senyum licik diwajahnya. bagaimana tidak. ancamannya pada kasih ternyata manjur juga.
flashback
tengah malam kasih merasa lapar. kemudian ia keluar kamar berjalan menuju dapur. memeriksa sesuatu yang bisa ia makan diatas meja.
ternyata gina sudah menyiapkan makanan untuk nya disana. gina sudah mengira kasih akan bangun. karna sedari sore ia tidak makan apa-apa. Bondan yang mendengar suara dari dapur bangkit dari tidurnya. ia berpikir ada maling yang masuk rumahnya. ia bergegas keluar dan terkejut ternyata disana adalah kasih..
kasih yang mendengar kehadiran bondan sangat terkejut. spontan berdiri dengan ekspresi wajah ketakutan. kedua tangannya menutupi wajahnya.
"Om ampun.. ampun.. maafkan kasih" perlahan berjalan mundur.
kasih yang mendengar ancaman Bondan. berjalan mendekati dan bersujud dikakinya.
"om kasih mohon jangan sakiti Tante" kasih mohon hikss...hiksss"
"tidak akan jika kamu nurut"
"bagaimana bisa kasih nikah sama orang yang nggak kasih cinta om" kasih tidak menyukai nya. kasih nggak mau".
Bondan sangat geram dan ingin sekali rasanya mencekek gadis yang ada didepannya saat itu juga. tapi dia masih sayang dengan nyawanya.. ancaman Jarot tempo hari sepertinya bukan main-main
"kasih dengar kan om. cinta bisa tumbuh belakangan. berilah dia kesempatan. dia sangat mencintai mu". ucap Bondan dengan lembut
__ADS_1
"tapi om kasih... kasih"
"kasih jangan buat om berbuat nekat. om tidak mau sampai membunuh tante mu" sekarang terserah pada mu. keselamatan Tante mu ada ditangan mu"..om tidak main-main. ucap Bondan memotong perkataan kasih kemudian pergi meninggalkan kasih..
"jangan om kasih mohon. kasih akan nurut. apapun itu". ucap kasih memohon
"anak baik. sekarang tidurlah"
flashback off
didalam mobil kasih hanya terdiam tanpa bersuara. sedangkan Jarot ia merasa bahagia melihat gadisnya bersedia duduk satu mobil dengannya. ini untuk pertama kalinya ajakannya diterima oleh kasih tanpa penolakan. ia bahkan tidak melepaskan sedikit pun tangan kasih dari genggaman nya. sesekali ia mencium tangan kasih.
"sayang aku mencintaimu". ucap Jarot menatap kasih penuh cinta. sedangkan kasih hanya menatap luar jendela. entah apa yang dia pikirkan.
dibutik beberapa orang menyambut kedatangan mereka. dan mempersilahkan mereka masuk.
"tolong bantu calon istri ku. aku ingin dia mengenakan baju yang sudah ku pilih sebelumnya". ucap Jarot pada para pelayan
"baik tuan. mari nona".
kasih berjalan di bantu para pelayan butik. baju kebaya modern berwarna merah. menjadi pilihan Jarot. baju yang sangat pas dibadan kasih. dengan bagian depan yang sedikit terbuka membuat jenjang lehernya yang putih mulus terlihat jelas.
kasih keluar dari ruang ganti dengan baju pengantin nya. Jarot yang melihat penampilan kasih tak berkedip sedikit pun. sesekali ia menelan salivanya melihat bagian depan kasih. ia mendekati kasih dan memeluknya..
"kau sungguh sempurna sayang. kau sungguh cantik. aku mencintaimu mu. aku sangat mencintaimu". kasih tak menjawab sepatah katapun. dia pasrah dengan perlakuan Jarot.
tak hentinya Jarot mengungkapkan perasaan cintanya pada kasih. untuk meyakinkannya bahwa ia benar-benar mencintai kasih.
______________
__ADS_1
"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁