
hari telah berganti. seperti hari sebelumnya hari ini kasih akan menghabiskan setengah harinya disekolah dengan beberapa pelajaran yang mungkin sangat menguras otak.
kasih sudah terlihat rapi menggunakan baju putih abu-abunya dengan tas ransel di dibelakang.
"kasih sayang. ayo kita berangkat"
"iya Tante"
kasih dan gina berjalan keluar menuju teras rumah.
"gapppp"
tiba-tiba tangan nan kekar memegang pergelangan tangan kasih dengan kuat dan menariknya dengan kasar sehingga kasih terpuntal mundur.
"kasih. nanti sore jam 3 Jarot akan jemput kamu. dia ingin mengajak mu fitting baju. jadi pastikan kamu ada dirumah sebelum jam 3. kau mengerti".
ucap Bondan. kemudian melepaskan tangannya dengan kasar dan meninggalkan kasih dan gina. kasih terdiam tanpa berkata apa-apa. lagi-lagi tangan Bondan meninggalkan bekas ditubuh kasih..tanda merah hasil cengkraman kuat dari bondan melingkar dipergelangan tangannya.
disekolah Dira sudah menunggunya didepan gerbang seperti biasa.
"kasih Lo udah datang". ucap Dira penuh semangat
"pagi Tante"
"pagi dir. titip kasih ya dir. tolong jagain kasih untuk Tante selama disekolah. maaf Tante setiap hari merepotkan mu. dan terimakasih kemarin sudah antar kasih pulang.
Dira hanya tersenyum dan mengangguk. semangatnya seketika hilang setelah mendengar kata kemarin. bagaimana tidak kemarin adalah hari yang paling buruk dalam hidupnya. hari yang ingin dia lupain secepatnya.
jika Tuhan ngijinin gue bakal jagan kasih sampai dia nemuin kebahagiannya Tante. batin dira
__ADS_1
kasih dan Dira berjalan menuju kelas. tidak ada percakapan diantara Mereka. terlihat ekpresi sendu diwajah kasih. pagi hari seharusnya memberi semangat pada setiap orang untuk melakukan aktivitasnya. namun lain halnya dengan kasih. kesedihan sudah mengambil semangat nya dipagi hari.
"kasih" suara panggilan dari arah belakang
"kak Rendi" jawab kasih yang sudah sangat mengenal suara dari rendi
" Kakak kenapa disini?"
"kasih kamu kenapa" Rendi menatap kening dan ujung bibirnya yang masih membiru
"dia jatuh ren. kesenggol bak sampah yang ditaroh disamping pintu kelas kemarin" jawab Dira tanpa memberitahu beberapa luka diwajah kasih disebabkan hal lain.
"apa. jatuh. siapa yang menyimpan bak sampah disitu. sialll". Rendi kesal dan marah.
Dira hanya menggelengkan kepala tanda tidak tau.
"ayok kita kerumah sakit". ajak Rendi yang terlihat khawatir
"makanya lain kali kalau Lo jalan pake mata sih. biar ga kebla-blasan kaya gtu lagi. kan semua orang jadi repot". ketus Dira
senyum dibibir kasih seketika berubah.
"maaf ya dir. maaf ya ka. terlalu banyak merepotkan kalian. maaf" kasih pergi meninggalkan mereka berdua.
Dira yang tadi kesal, sadar. kedua tangannya menutup mulutnya. dia sadar dengan apa yang barusan dia katakan. sebenarnya dia tidak bermaksud menyakiti hati kasih. hanya saja dia khawatir dengan sikap keteledoran kasih. Dira memang suka asbun kalau berbicara. alias asal bunyi.
"gila Lo dir. ga punya hati lo". ucap Rendi menatap tajam Dira.
Rendi berlari mengejar kasih. Rendi memegang tangan kasih. kasih menolak karna tidak ingin merepotkan lagi. namun Rendi tidak memperdulikan.
__ADS_1
rendi memegang paksa tangan kasih dan mengantar nya sampai kedepan kelas. disana Rendi mengatakan dengan tegas pada anak-anak yang lain agar tidak menyimpan bak sampah sembarangan.
"dia yang teledor kenapa kita yang kena sasaran nya. dasar wanita perayu" ucap beberapa orang yang tidak suka dengan kasih.
Rendi bramajaya. 20 tahun. adalah anak dari pemilik SMA xx Herman bramajaya dan Hera bramajaya. Rendi bertemu dengan kasih 2 tahun yang lalu saat kasih mendaftarkan diri sebagai siswi baru disekolah miliki ayahnya. Rendi yang berada disekolah untuk mengambil ijazahnya jatuh cinta pandangan pertama dengan kesederhaan kasih. cantik sempurna itulah kasih dimatanya.
diam- diam dia membantu kasih hingga akhirnya dia diterima. setelah sebelumnya sempat ditolak. karna sekolah itu tidak cocok untuk kasih. meskipun kasih masuk dengan bantuan beasiswa prestasi. tapi para guru dengan berat hati menolaknya dengan alasan lain. kasih yang mengetahui bahwa Rendi telah membantunya. menyapa dan berterima kasih dan itu menjadi awal perkenalan dan kedekatan mereka berdua. sampai sekarang Rendi masih tetap mengejar cinta kasih. meski beberapa kali ditolak. bahkan Rendi memilih kampus yang letaknya tidak jauh dari sekolah kasih dan menolak tawaran ayahnya yang ingin memasukannya ke universitas terbaik di luar negeri.
"kasih nanti siang aku jemput kamu. aku antar kamu pulang" ucap Rendi
rendi laki-laki baik. kasih tidak punya alasan untuk menolak. karna memang dalam seminggu Rendi pasti akan mengunjungi nya dan mengantar nya pulang untuk 1 tahun belakangan ini.
"kasihh gue minta maaf sama Lo. gue ga bermaksud nyakitin hati Lo. gue cuman khawatir". Dira mendekati kasih penuh penyesalan.
"kamu kenapa sih dir..aku ga marah ko. aku tau kamu itu sayang sama aku. bagaimana bisa aku marah sama orang yang sayang sama aku" jawab kasih sambil tersenyum pada Dira.
Dira yang mendengarnya. seketika senyum bahagia terukir diwajahnya. hal yang paling menyiksa bila kasih ngambek padanya. mereka saling berpelukan satu sama lain.
"Tante jemput lo ga nanti"
" nanti aku pulang sama ka Rendi"
" o iya gue lupa. sabtukan jadwal dia antar Lo"
"kamu ga mau pulang bareng kami dir"
"gila Lo. gue ga mau jadi obat nyamuk Lo bedua".
"apaan sih dir".
__ADS_1
______________
"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁