
kasih yang sedari pulang dari butik. memilih mengurung diri di kamar. apalagi yang bisa ia lakukan selain mengadu duka pada airmata nya. membayangkan hidupnya yang akan berakhir dengan pernikahan.
"mah, pah. apa ini akhir dari hidup kasih ?. apa kasih tak pantas bahagia mah ?. apa kebahagiaan tidak ada untuk kasih ?. apa seumur hidup kasih hanya akan menangis ?. mengapa mah ?.. mengapa?. mengapa Tuhan membenci kasih pah ?. apa salah kasih?. apa ?" hikss..hiksss. rengekan kasih yang mengadu pada seseorang. seseorang yang hanya terpampang difoto yang ia pegang. foto yang menjadi satu-satunya kenangan dari kedua orang tuanya.
gina yang tidak sengaja mendengar perkataan kasih dari luar kamar. kedua lutut nya menjadi lemas membuatnya terkulai lemah meringkuk dilantai depan pintu kamar kasih. airmatanya seketika membanjiri membahasi pipinya. hatinya hancur mendengar duka yang dipendam oleh kasih. tanpa basa basi gina menerobos masuk kedalam kamar. membuat kasih terkejut dan dengan cepat mengusap airmata nya.
"Tante".
"kenapa sayang. kenapa kamu memendam sendiri luka ini. kenapa tidak berbagi dengan Tante.. hikss.hiksss" gina terduduk didepan kasih. kedua tangannya memegang lutut kasih.
"Tante..jika kasih ceritakan. apakah takdir kasih akan berubah?. apa kasih tidak akan menikah dengan pak Jarot?. tidak kan Tante ?. takdir kasih tidak akan berubah kan?. tidak kan?. jadi apa lagi yang harus kasih katakan ?. jawab kasih yang terlihat putus asa. airmatanya kembali perlahan-lahan menetes.
"sayang..setidaknya Tante bisa mengatakannya pada jarot kalau kau belum siap menikah".
"hanya belum siap kan Tante ?. tapi akhirnya dengan takdir yang sama. kasih akan tetap menikah dengannya kan ?. lalu apa bedanya Tante ?. takdir kasih tetap tidak akan berubah kan ?. tidak kan?. sekarang kasih akan menikah tante. kasih akan menerima takdir ini".
Jarot yang sudah sejak lama berdiri didepan pintu kamar kasih. sangat terkejut mendengar perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut kasih. airmatanya menetes. ia terkulai lemas menyandarkan diri di dinding dekat pintu kamar.
__ADS_1
"mengapa ?. mengapa kau tidak bisa mencintai ku?. mengapa sayang?. mengapa kau tidak bisa merasakan begitu besar cinta ku pada mu ?. aku hanya ingin membahagiakan mu. membawa mu pergi dari rumah terkutuk ini. tapi mengapa ?. mengapa rasa cinta ku malah membuat mu terluka dan menderita ?. mengapa ?" batin Jarot dengan perasaan hancur.
hari ini Jarot bermaksud mengajak kasih ketoko emas untuk membeli cincin kawin. karena kebetulan hari ini kasih memutuskan ijin tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. diluar rumah Jarot mengetuk dan memanggil gina dan kasih namun tidak ada sahutan. akhirnya jarot memutuskan untuk masuk dan mencari keberadaan calon istrinya dan gina. karena pintu rumah juga dalam keadaan terbuka. didepan pintu kamar kasih, Jarot melihat gina yang posisinya duduk membelakangi pintu dan kasih sedang mengobrol. ia bermaksud mengetuk namun terhenti ketika ia melihat airmata kasih mengalir dan memilih mendengar kan percakapan keduanya.
dengan perasaan kecewa Jarot memutuskan untuk pergi dari rumah gina dan kembali pulang ke rumahnya.
"prang...prang"
Jarot membanting semua barang berharga yang ada diruang tamunya..hal itu dilakukannya untuk melampiaskan amarah dan kekecewaan nya setelah mendengar perkataan kasih..
"lepaskan brengsek. lepaskan"
"tidak juragan. juragan bisa terluka.. hentikan"
"lepaskan atau ku bunuh kalian" bentak Jarot. namun tidak dihiraukan. amarah Jarot semakin memuncak. ia meronta-ronta sekuat tenaganya. membuat anak buahnya kewalahan.
"HENTIKAN JURAGAN. KALAU JURAGAN TERLUKA JURAGAN TIDAK BISA MENIKAHI NYONYA KASIH" teriak salah satu dari mereka yang seketika membuat Jarot tersadar dan terkulai dilantai. ia menyandarkan diri disofa. terlihat wajah frustasi dan airmata yang lolos dari pelupuk matanya.
__ADS_1
"kasih..kasih.. mengapa kau tidak bisa mencintai ku. mengapa. teriak jarot sambil mengacak kasar rambutnya dengan kedua tangannya.
"hei kalian katakan pada ku. apa yang kurang dari ku. KATAKAN. mengapa gadisku tidak mencintai ku". Jarot benar-benar frustrasi.
"juragan. cinta benar-benar membuat anda gila. gadis buta itu benar-benar membuat anda terlihat bodoh". batin salah satu dari mereka.
"juragan mungkin sekarang nyonya kasih belum bisa mencintai juragan. tapi percayalah seiring berjalannya waktu dia akan mencintai anda juragan. apalagi setelah menikah nanti. kami yakin nyonya akan mencintai juragan.
"yaa.. juragan. nyonya pasti akan mencintai juragan". ucap masing-masing dari mereka yang berusaha menenangkan Jarot
"benarkah ?. benarkah begitu ?. beriring nya waktu dia akan jatuh cinta pada ku ?" apa itu benar akan terjadi ?. seketika wajah yang terlihat frustasi kembali tersenyum meski airmata masih menetes disana.
kedua anak buahnya hanya menjawab dengan anggukan. kemudian keduanya memapah Jarot dan mengantar nya kedalam kamar. Jarot terlalu lelah dengan drama percintaan nya sehingga membuat tenaganya terkuras habis. mereka membaringkan Jarot dikasurnya. tak lama jarot pun terhanyut dalam alam tidurnya.
_______________
"Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁
__ADS_1