
Kenyataan ini terlalu menyakitkan sehingga membuat hatiku bingung dalam memilih peran!.
...~Alghifari...
Aku perlahan membuka mataku dan menatap disekitarku.
Akh aku masih berada dikamar yang sama! tapi tunggu, kenapa badanku susah sekali untuk digerakkan?.
Aku lalu mencoba menggerakkan tangan dan kakiku namun nihil! aku bahkan merasakan tubuhku kaku!.
Apa yang sebenarnya terjadi?.
Aku lalu melirik sejenak, seluruh tangan dan kakiku diikat menggunakan tali.
Akh apa ini kerjaan al?! why?! kenapa dia mengikatku seperti ini?!.
Aku lalu mencoba kembali menggerakkan tanganku dan tanpa sengaja tanganku menyentuh kepala seseorang, aku lalu menoleh ke samping dan mendapati al yang tertidur dengan kepalanya yang menyender diatas kasur tepat disampingku.
Akh al kau mengikatku seperti ini tapi kau masih merasa khawatir?!.a
Aku tersenyum kecil kearahnya namun, aku sedikit menelan ludah saat melihat al yang tertidur dengan memegang pisau lipat.
Menyeramkan sekali!! waakhh!! bagaimana mungkin saat tidur pun ia memegang pisau?! apa dia benar-benar berniat ingin membunuhku?!.
Aku terperanjat dan langsung menutup mataku saat melihat kepala al yang bergerak.
Jika al tiba-tiba ingin membunuhku maka biarkan aku mati dalam keadaan menutup mata seperti ini daripada harus menyaksikannya secara langsung!.
"Akh leherku!!"
Aku berteriak dan spontan membuka mataku saat al menarik dengan kasar plaster yang menempel dileherku.
"Tidak bisakah kau tidak kasar?! kau fikir leherku tidak sakit?!"
Aku memicing kearahnya.
"Bangun!! aku tidak menyuruhmu untuk terus tidur!!"
Aku membuang muka lalu melirik kearah jam dinding, Pukul 06:15!.
"Masih sepagi ini dan kau sudah ada disini?! sedang apa?! mau menyiksaku sepagi ini?! akh atau apa kau semalaman tidur disini?!"
Aku tersenyum jail kearahnya.
Alghifari terlihat membuang muka.
"Akh bagaimana aku tidak bingung dalam memilih peran jika dia bersikap seperti ini?! tidak al!! fokus!! dia adikmu!! buang jauh-jauh perasaanmu terhadapnya!! kau ingin menghabisi nyawanya bukan?! ingat tujuan awalmu al!! balas dendam al!! balas dendam!!"
Batin alghifari.
"Kenapa kau membuang muka seperti itu?! bukankah kau ingin menyiksaku?! lakukan!! kenapa diam saja?!"
__ADS_1
"Kau bisa diam?! tidak usah banyak bicara!! dan tidak usah gr!! untuk apa aku tidur semalaman disini?! dan ini masih pagi jadi jangan berisik!! telingaku sakit mendengar suaramu!!"
"Baiklah, aku akan diam!"
Aku memutar bola mata malas.
Ciihh!! dia bahkan tidur semalaman disini dan bahkan dengan memegang pisau tapi tidak mau mengakuinya!!.
Hening.
Akh ya geisha! aku melupakannya! dimana dia?.
"Al?"
"Apa?"
"Dimana geisha? kau tidak menyiksanya bukan?"
Alghifari hanya diam tak menjawabku.
"'Al?"
Ia tetap diam tak menjawabku.
"Al!!"
Aku melirik kearahnya.
Aku berteriak kaget dan menutup mataku saat melihat alghifari yang dengan santai membuka bajunya dan menggantinya.
"Kenapa?! aku kakakmu bukan?!"
"Aakhh jadi kau sudah mengganggapku sebagai adikmu?!"
Aku tersenyum kearahnya namun, al dengan cuek melangkah pergi.
"Yah!! al!! kau mau kemana?! kau meninggalkanku dalam keadaan seperti ini?! buka talinya al!!"
Aku berteriak kearahnya tapi al tak menggubrisnya.
Ais menyebalkan!!.
"Kakak!!"
Tiba-tiba geisha berlari masuk, aku tersenyum menyambutnya.
"Ada apa? kenapa kau diikat seperti ini kak? apa ini perbuatannya kak al?! biar aku yang membukanya kak!"
"Tidak perlu sha! tidak apa-apa! biarkan al melakukan apa yang dia suka!"
"Aaiss!! aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan fikirnya! apa otaknya sudah buntu?! apa ia tidak bisa berfikir dengan jernih?! kenapa dia harus menjadi pria menyeramkan seperti ini?!"
__ADS_1
Aku tertawa kecil.
"Akh maafkan aku kak! aku tidak bisa membantumu membuka tali ini! aah aku tidak tega melihatnya!"
"Tidak masalah sha! meskipun ini juga berat untukku tapi, aku tetap merasa bahagia karena sudah menemukan kakakku! dan lebih bahagianya lagi kakakku adalah alghifari! akh siapa sangka? pria kaku dan dingin itu ternyata kakakku!"
Aku tersenyum.
"Akh tetap saja kak! aku tidak menyukai cara kak al yang seperti ini!"
"Ahahah! oh ya sha, al tidak menyentuhmu bukan? maksudku dia tidak menyiksamu bukan?"
"Tidak kak!"
"Akh syukurlah! aku khawatir dia melukaimu!"
"Eemm kak? apa menurutmu paman hameed akan datang menolong kita? atau kita akan terus terjebak ditempat kak al ini?"
"Entahlah sha! tapi aku percaya jika kak al mampu memiliki seribu satu cara untuk membawaku pergi maka ayah juga pasti memiliki seribu satu cara untuk menemukanku dan membawa kita pergi dari sini! jadi kau tidak perlu khawatir! cepat atau lambat ayah pasti akan datang!"
"Aakhh tapi kak....,! ais pria menyebalkan itu!!"
Geisha menggerutu.
"Aku mendengarnya!!"
Alghifari berdiri menyender dipintu.
"Keluar sha! kalian berkumpul hanya untuk menggosipi aku!"
Geisha lalu melirik kearah alghifari.
"Yah!! tidak bisakah kau tidak menjadi laki-laki yang kejam kak?! apa kau tidak memiliki hati nurani?!"
"Hem! kau tau bukan? aku seorang psikopat! tentu saja mereka yang memiliki jiwa psikopat tidak memiliki hati nurani!!"
Geisha hanya terdiam menatap kearah alghifari.
"Tunggu, bukankah kak al menyukai kak syeza? bagaimana perasaannya saat ia mengetahui kebenaran ini?! apa ia terluka? akh ia pasti terluka bukan?! tentu saja geisha! ini hal yang tidak mudah! akh semoga kau baik-baik saja kak! meskipun aku sendiri tidak yakin dengan hal itu!"
Batin geisha.
"Kenapa kau diam saja?! aku menyuruhmu keluar!"
Geisha menggenggam tanganku dengan erat dan tersenyum kecil, aku ikut tersenyum dan mengangguk kecil.
Geisha lalu memasang wajah kesal kearah alghifari dan beranjak keluar, ia lalu berhenti didepan pintu dan memicing kearah alghifari.
"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau menyakiti kak syeza!!"
Geisha berbicara dengan nada dingin dan melangkah keluar.
__ADS_1
Alghifari hanya terdiam.