Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
Takdir Luka


__ADS_3

Jika waktu bisa diputar, lebih baik dari awal kita tak saling mengenal satu sama lain! lebih baik kita seperti orang asing! dengan begitu aku sedikit lebih mudah untuk menerimamu!.


...~Alghifari !...


Aku menarik nafas panjang, akh aku tidak tau entah sudah berapa lama aku terkurung dengan seluruh badan diikat seperti ini.


Pria dingin itu benar-benar tidak berniat untuk membuka tali yang mengikat adiknya ini!.


Aku sendikit menoleh saat mendengar suara pintu yang terbuka.


Seorang pria tersenyum kecil lalu melangkah masuk.


"Selamat sore nona!"


Aku balas tersenyum.


"Aakhh kau, siapa namamu?"


"Aku? akh alex nona!"


"Alex? akh apa kau orang kepercayaan dan orang terdekatnya alghifari?"


"Aakhh iyh nona!"


"Apa kau datang untuk membuka ikatan ini?"


"Aah iyh nona! tuan muda memintaku untuk membuka talinya!"


"Terima kasih!"


Aku tersenyum.


Alex ikut tersenyum lalu membuka tali yang mengikatku.


"Mari nona!"


"Kita mau kemana?"


"Tuan muda menyuruh nona untuk menemuinya"


"Akh sudah seperti raja saja dia!"


Aku memasang wajah kesal.


Alex hanya tertawa kecil.


"Akh lex, aku boleh mandi sebentar? sudah beberapa hari aku tidak mandi, aku merasa seluruh badanku sangat lengket! dan aku tidak ingin tuan mudamu mengomentari rambutku!"


"Akh iyh baik nona!"


"Akh terima kasih! aku tidak menyangka kau jauh lebih hangat daripada tuan mudamu!"


Alex hanya tertawa kecil lalu melangkah keluar.


"Aku akan menunggu diluar nona!"


Aku mengangguk lalu melangkah masuk kekamar mandi.


...----------------...


"Lex ayo!"


Aku melangkah keluar menghampiri alex namun alex hanya terdiam dan menatapku.


"Ada apa lex?"


"Akh bukan apa-apa nona! mari!"


Aku lalu mengikuti langkah alex.


_"Akh tuan semoga kau tidak kaget melihat penampilan nona muda!"_


Batin alex.


"Alex kenapa kau lama sekali?!"


Alghifari yang sedang duduk diatas meja memicing kearah alex.


"Maaf tuan, nona syeza meminta waktu sebentar untuk membersihkan diri"


"Dan kau mengizinkannya?! ais apa kau sudah berpihak kepadanya?!"


"Aih apa suka memarahi bawahan-bawahanmu seperti ini?! jangan terlalu kasar! alex juga pasti sudah banyak membantumu!"


Aku menimpali.


"Aku tidak menyuruhmu berbicara!!"


Alghifari melirik kearahku dan terlihat kaget.


"Apa yang kau lakukan?!"


"Memangnya apa yang aku lalukan? apa kau tidak bisa melihat? aku sedang berdiru!"


"Bajuku!! kau memakai bajuku!!"


Aku nyengir kearahnya.


"Ehehe aku tidak memiliki baju jadi aku meminjam bajumu!"

__ADS_1


"Siapa yang menyuruhmu memakainya?!"


"Aku sudah mengatakannya aku tidak memiliki baju jadi aku....,"


"Aku tidak memberimu izin!!"


Alghifari memotong ucapanku.


Aku terdiam.


"Kenapa kau lancang sekali memakai bajuku?!"


Alghifari beranjak dari duduknya lalu berjalan kearahku dengan membawa sebuah tali.


Tunggu, apa yang mau dia lakukan dengan tali itu?!.


"Aku bertanya kenapa kau lancang?!"


"Bukankah karena aku....,"


"Cukup!!"


Alghifari membentakku, ia lalu memukul tali tersebut kelantai tepat disamping kakiku.


Aku terperanjat, nafasku mulai tersenggal naik turun tak beraturan.


"Kau mau mengatakan bahwa karena kau adikku?! sehingga kau bebas memakai bajuku?! aku tidak menyukainya syeza!!"


"Aakhh!!"


Alghifari memukul punggungku dengan tali.


Airmataku mulai mengalir.


"Kau tau?! aku membencimu!!"


Alghifari kembali memukulku.


"Kau bukan adikku!!"


Alghifari kembali memumulku.


"Aku benar-benar membencimu!!"


Plaakk!! plaakk!! plaakk!!.


Tali tersebut terus menerus menyentuh tubuhku.


Aku hanya berdiri terdiam dengan airmata yang terus mengalir dan membiarkan alghifari terus melakukan aksinya.


"Kenapa kau harus tertakdir sebagai adikku?!!"


Plaakk!! plaakk!!.


Akh ayah tolong aku! rasanya sakit sekali! aku tidak kuat ayah! akh aku seharusnya mendengarkanmu ayah! dan tidak pergi dari rumah! maaf! maafkan putrimu! ayah aku mohon datanglah! seluruh badanku terasa sakit ayah! tolong bawa putrimu pergi dari hadapan putramu ayah!!.


"Kenapa za?! kenapa kau harus tertakdir sebagai adikku?!!"


Alghifari jatuh tersungkur dilantai.


Aku menghapus airmataku lalu duduk dihadapannya.


Akh sesakit itukah al? ada apa? kenapa denganku sehingga kau merasa sesakit ini dengan takdirnya?.


"Kakak....,"


"Jangan memanggilku kakak!!"


Alghifari mendorongku sehingga aku jatuh tersungkur kebelakang.


"Kakaakk!!"


Terdengar suara geisha yang berteriak dan berlari kearahku.


"Diam!!"


"Akh!!"


Alghifari mengancungkan talinya hingga mengenai tubuh geisha dan membuat geisha berdiri terdiam dengan ekspresi kaget, airmatanya mulai mengalir dari kedua kelopak matanya.


"Al apa yang kau lakukan?!"


Aku membentaknya


Alghifari tak peduli, ia lalu beranjak berdiri dan berjalan menghampiri geisha.


Geisha terlihat ketakutan dan berjalan mundur.


"Jangan ikut campur!! ini tidak ada urusannya denganmu!! jadi, lebih baik kau diam jika tidak ingin tali ini mengenai tubuhmu lagi!!"


"Aku tidak akan diam sampai kau berhenti menyiksa kak syeza!!"


"Akh kau benar-benar gadis yang keras kepala!!"


Plaakk!! plaakk!!.


Tali alghifari kembali mengenai tubuh geisha.


"Al!!"

__ADS_1


Aku berteriak dan berlari kearah geisha dan menghalangi tubuhnya.


Plaakk!! plakk!!.


Tali itu mengenai tubuhku.


"Akh rupanya kau lebih menyayangi sahabatmu daripada tubuhmu sendiri!!"


Alghifari tersenyum sinis lalu kembali memukulku.


"Kakaak!! Kak syezaa!!"


Geisha menangis meronta dengan kedua tangannya yang sudah dipegangi oleh dua orang pengawal.


"Alex! bawa nona mudamu ini, aku ingin melihat nona mudamu kedinginan dan perlahan membeku!!"


Alex hanya terdiam.


"Alex kau tidak mendengarkanku?!!"


Alghifari memicing kearah alex namun, alex hanya berdiri terdiam dengan menundukkan kepalanya.


"Akh kau tidak berani lex?! baiklah!! kalau begitu biar aku saja!!"


Alghifari lalu menarikku dengan kasar.


"Kau mau membawa kak syeza kemana?!!"


Geisha berteriak marah namun alghifari tak menggubris, ia terus saja menarikku.


Apa-apaan ini?! apa yang mau al lakukan?.


"Percayalah ini tidak akan menyakitimu!!"


Alghifari tersenyum manis lalu membuka pintu kulkas dan mendorong aku masuk kedalam.


"Al??"


Alghifari tak menggubrisku, ia lalu mengunci pintu kulkas dari luar.


Akh apa otaknya sudah tidak waras? aku bisa mati kedinginan dan kehabisan nafas dalam kulkas ini! akh bagaimana ini?!.


"Al aku mohon, jangan menyiksaku seperti ini! kau boleh memukulku tapi, tolong aku tidak ingin mati dalam kulkas ini!"


Aku berteriak.


Alghifari hanya tersenyum memandang kearahku.


"Al aku mohon jangan membunuhku dengan cara seperti ini!!"


Aku terus berteriak meminta tolong padanya dan terlihat geisha juga yang sedang berontak dari pegangan pengawal.


Satu menit, dua menit.


Akh aku sudah tidak kuat lagi!.


Suaraku pun sudah melemah, nafasku mulai tersenggal!.


Akh sesak sekali! apa aku akan mati dalam kulkas ini?.


"Kak al! aku mohon buka kulkasnya!! kau akan membuat kak syeza mati dalam kulkas itu!!"


Geisha terus berteriak.


Lima menit berlalu.


Akh cukup! aku sudah tidak kuat! jika memang dengan cara seperti ini al bisa menerimaku sebagai adiknya maka tidak masalah!.


Tubuhku mulai melemah, aku lalu melirik kearah alghifari dan tersenyum kecil kearahnya.


Akh al aku sungguh tidak mengerti dengan jalan fikirmu! apa yang membuatmu sesakit ini menerima kenyataannya?.


Tubuhku semakin mendingin, udara disekitarku pun mulai pengap lalu dengan perlahan mataku mulai berat lalu semuanya terlihat gelap.


"Lepaskan!!"


Geisha menghentakkan tangannya dari pegangan para pengawal.


"Kak al!! apa kau tidak memiliki hati?! lihatlah, dia sahabatmu kak!! kak syeza adikmu!! dan bukankah dia gadis yang kau cintai?!"


Alghifari terdiam.


"Dan apa kau juga melupakan janjimu kepada zidan?! bukankah kau berjanji untuk menjaga kak syeza?! apa begini cara kau menjaganya?! dengan cara menyiksanya seperti ini?!"


Alghifari terlihat mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku mohon kak, aku tau tidak mudah berada diposisimu! kau pasti terluka dengan kenyataan ini! kau pasti merasa sakit dengan takdir ini! tapi tolong kak, kalau memang kau membenci kak syeza sebagai adikmu maka ingatlah ia sebagai gadis yang kau cintai kak!! dengan begitu amarahmu bisa reda kak!!"


Geisha menghapus airmatanya.


Alghifari terlihat menarik nafas panjang dan melirik kearah kulkas.


"Apa yang sudah kau lakukan al?! dia gadis yang kau cintai!!"


Batin alghifari.


"Alex buka kulkasnya!!"


Alghifari lalu melangkah pergi.

__ADS_1


Alex lalu dengan spontan berlari dan membuka kulkasnya, ia lalu mengendong nona mudanya dan membawanya kekamar diikuti geisha.


__ADS_2