Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
episod 9


__ADS_3

"kasih". Rendi memanggil dan menghampiri kasih.


"eh ka Rendi. kakak sudah lama nunggu ?".


"enggak. baru nyampe juga..ayoo". Rendi memegang tangan kasih membawanya kearah mobil mewahnya. kemudian membuka pintu mobil untuk kasih.


"kita kemana dulu ?". ucap Rendi


"terserah Kaka aja"


"makan ?"


"hmm"


Rendi melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari sekolah kasih. layaknya pasangan kekasih. Rendi membuka pintu untuk kasih. kemudian memegang lembut tangan kasih. dan mengajaknya masuk kedalam restoran.


"silahkan tuan dan nona. tempat yang anda pesan sudah kami siapkan". sambut salah satu pelayan dengan hangat.


Rendi sudah menjadi pelanggan tetap restoran V 1 tahun belakangan ini. karena satiap hari Sabtu Rendi pasti akan mengajak kasih makan disana. jadinya dia bisa membooking tempat dari jauh hari.


kasih tidak terlalu suka dengan keramaian. jadi Rendi selalu memesan kursi yang terletak di pojok dekat jendela.


"kamu mau makan apa"


"serah ka Rendi aja"


stik daging jadi menu pilihan Rendi.


tidak berapa lama pelayan datang bersama menu pesananan mereka. bau yang tercium dari makanan itu. membuat cacing dalam perut kasih meronta tak sabar. untung saja tidak sampai berbunyi. kalau tidak itu akan sangat memalukan.


kasih begitu lahap menyantap makannya. karna memang dia sudah sangat lapar.


Rendi tersenyum tipis melihat tingkah kasih yang tanpa malu- malu melahap semua makanannya tanpa tersisa. menurutnya itu sangat manis.


"apa kamu sangat lapar"


"iya ka". kasih tersenyum malu


"habiskan kalau gitu". Rendi memberikan stik miliknya pada kasih".


"makasih ka". kasih tersenyum sembruwing. menurut nya Rendi adalah pria romantis.


senyumm itu.. aihhh...kapan kau bisa jadi milik ku kasih. batin Rendi yang menatap kasih tanpa berpaling sedikit pun.


memang sudah menjadi kebiasaan Rendi. memesan 2 porsi makanan tapi hanya kasih yang menghabiskan. awalnya kasih protes. tapi lama-kelamaan jadi terbiasa. entahlah menurut Rendi hanya dengan melihatnya makan saja perutnya sudah kenyang. huhhhh cinta emang konyol.


tidak butuh waktu lama bagi kasih untuk menghabisi makananya. setelah membayar mereka kembali kemobil.


"mau kemana lagi ?"


"serah kaka aja"


"apa kita langsung pulang ?"


"tidak. aaaaa. anuuu"


"ada apa ?" menatap heran kasih


"ka boleh kasih minta tolong ?"


"katakan saja apa yang kamu mau". Rendi mengusap lembut rambut kasih.


"ka bisa antarkan kasih ke Agraha Wijaya Gruf ?"


Rendi terkejut dengan perkataan kasih. dia menatap kasih dengan tatapan penuh pertanyaan.


"untuk apa kesana ?"


"kasih ingin ketemu seseorang."


"siapa ?"

__ADS_1


"Kaka tidak perlu tau."


"laki-laki ?"


"iya"


"deg..deg". jantung Rendi berdetak tak karuan.


"apa dia kekasih mu ?" . tanya Rendi dengan suara yang sedikit meninggi. bagaimana tidak orang yang dicintainya akan menemui laki-laki lain. sementara kasih diam tidak menjawab.


Rendi mengikuti permintaan kasih. dia mengantar kasih ke Agraha Wijaya Gruf dengan kecepatan lumayan tinggi. tidak ada pembicaraan sepanjang perjalanan baik kasih atau Rendi. mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


sampai di depan Agraha Wijaya Gruf. Rendi membuka pintu untuk kasih. kasih kaluar dari mobil.


"kasih apa aku harus mengalah dan merelakan kamu lagi dengan laki-laki lain ?" ucap Rendi terdengar kecewa.


"ka bisa antarkan kasih ke dalam. kasih minta tolong" ucap kasih memohon


Rendi mengikuti kehendak kasih. dengan berat hati. Rendi mengantar kasih sampai ke bagian resepsionis.


"makasih kaa"


Rendi tidak menjawab dan melepaskan tangan kasih. ia berjalan kearah pintu keluar gedung.


"kaaa.. kaa Rendi".


Rendi menghentikan langkahnya. berbalik menghadap kasih.


"dia bukan pacar kasih". kasih tersenyum pada Rendi


Rendi yang mendengar melebarkan senyumnya. dia kembali berjalan mendekati kasih.


"benar kah"


kasih membalas dengan anggukan


"cupppp".. rendi mencium kening kasih dengan lembut" kasih terkejut dan malu dengan perlakuan Rendi barusan. sementara puluhan mata yang melihat pura-pura tidak tau.


"kaa rendi"...kasih memukul dada Rendi


Rendi hanya terkekeh melihat wajah kasih yang merah merona. kemudian keluar dari gedung itu menuju mobilnya.


"ada yang bisa kami bantu nona ?". ucap resepsionis pada kasih.


"apa saya bisa bertemu dengan tuan Bastian Anggara Wijaya ?".


"apa anda sudah membuat janji sebelumnya ?"


"tidak"


"baiklah. tunggu sebentar. saya akan membuat janji untuk anda"


terdengar resepsionis itu sedang berbicara dengan seseorang di balik telefon.


"hallo"


"hallo tuan zen. maaf saya mengganggu waktu anda"


"hmm. ada apa ?"


"ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan presiden direktur tuan"


"siapa ?"


"maaf nona siapa nama anda ?"


"kasih"


"nona kasih tuan Zen"


"apa" . Zen yang mendengar nama kasih tersontak kaget dan berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"suruh dia menunggu diruang tunggu lantai 2".


"baik tuan"


"Tut..tut". panggilan terputus


"nona silahkan ikut teman saya. dia akan mengantar anda ke ruang tunggu lantai 2"


"baiklah. terimakasih."


"silahkan nona saya akan mengantar anda". kasih dan wanita itu menaiki lift menuju lantai 2.


"nona silahkan tunggu disini. duduklah disini . saya permisi nona". kemudian meninggalkan kasih diruangan tunggu sendiri.


"sial.. kenapa gadis cantik itu kesini. mau apa dia" batin zen yang khawatir sambil berjalan menuju ruang Presdir. Zen memang sangat posesif. hal yang berkaitan dengan Bastian baik pribadi maupun pekerjaan harus terlebih dahulu diketahui nya. dia tidak ingin kejadian masa lalu terulang kembali. karena kelalaiannya membuat adiknya terluka.


"tok..tok".


"masuk"


"permisi tuan". Zen menunduk memberi hormat.


"maaf tuan. ada orang yg ingin bertemu dengan anda"


"siapa ?"


"nona kasih tuan".


Bastian menatap zen penuh tanya


"siapa kasih ?.apa client baru ?"


"tidak tuan. dia adalah gadis tempo hari yang hampir anda tabrak".


"sappppp". darah Bastian seketika naik ke ubun-ubun. "prangg". suara bantingan barang pecah yang dilemparnya.


"berani sekali gadis sialan itu menginjakan kakinya dikantor ku. dimana dia ?"


"diruang tunggu lantai 2 tuan"


Bastian menatap layar monitor cctv yang ada dimeja kerjanya. terlihat seorang gadis cantik yang masih menggunakan baju seragam sekolah. duduk manis disana.


Bastian semakin geram. wajahnya merah sambil merapatkan kedua giginya dengan kuat.


"aku akan mencekek mu gadis brangsek".


"aku akan kesana". Bastian berdiri dan bermaksud ingin menemui kasih.


"tidak tuan. 10 menit lagi anda akan ada meeting dengan client".


"batalkan"


"tidak tuan. ini client penting"


"kau berani membatah ku. haahhh". bentak Bastian".


"tidak tuan. aku akan mengurus wanita itu. tuan bisa menemuinya setelah meeting


selesai"


"berapa lama meeting ini berlangsung ?".


"hanya 30 menit tuan"


"suruh Jay menggantikan ku".


"tidak bisa tuan. karna meeting ini harus anda sendiri yang menghadiri"


"sialll. sial.. pranggg. kembali barang yang tidak punya salah dimeja kerja menjadi korbannya.


"baiklah pastikan 30 menit kedepan gadis itu masih berada disana".

__ADS_1


______________


"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁


__ADS_2