
"kasih aku mau bicara"
"ka Rendi"
"aku mau bicara penting dengan mu kasih"
"ka pergi dari sini. mulai sekarang jangan temui atau hubungin kasih lagi". tegas kasih.
"tidak kasih aku gak akan pergi. apalagi meninggalkan mu". tegas Rendi balik.
"pergi ka pergi". kasih berjalan menjauhi Rendi. namun lagi-lagi Rendi menahan dengan memeluknya dari belakang
"tidak kasih. jangan pernah pergi dari ku. aku sangat mencintai mu. sangat mencintai mu".
"lepaskan ka". kasih meronta-ronta.
"aku gak akan pernah lepasin kamu sih. aku pernah kehilangan cinta mu dan aku tidak mau kehilangan lagi".
"Pak Rendi". panggil seseorang. membuat Rendi menoleh kearah suara namun tak melepas pelukannya dari kasih.
"Bu Amel. ada apa?".
"kak lepaskan". ucap kasih yang merasa tidak enak dengan Amel. namun tak digubris oleh Rendi.
"maaf pak. kebetulan bapak disini. kepala sekolah butuh bertemu dengan anda. beliau sudah menghubungi anda sejak kemarin tapi tidak bisa".
setelah orang tuanya tinggal diluar negeri. Rendi lah yang menangani semua urusan yang berkaitan dengan sekolahan. dibantu oleh orang kepercayaan papahnya
"baiklah. aku akan kesana".
__ADS_1
"baik pak". amel berlalu meninggalkan mereka berdua.
"dasar anak muda zaman sekarang. main peluk-pelukan aja. main mesra-mesraan tidak tau tempatnya". batin Amel
"kak lepaskan. lupakan kasih" ucap kasih memohon.
"sudah aku katakan. aku gak akan lepasin kamu. gak akan. aku sangat mencintai mu. tegas Rendi membuat kasih terkejut
"tapi aku gak cinta sama kakak. aku gak cinta. aku mencintai orang lain". tegas kasih balik.
"siapa dia. apa laki-laki tua itu hah". tanya rendi penuh penekanan.
"tidak ka, bukan. kasih menggeleng kepalanya".
lalu?.. OOO aku tau apa laki-laki diwaktu itu? yang kamu temui di Agraha Wijaya Gruf. hahhh?. bentak Rendi penuh amarah
"iya kak. kakak benar. dia orang yang aku cintai. aku jatuh hati dengan tuan Bastian saat pertama kali bertemu dengan nya. jadi mulai sekarang kakak jangan berharap lagi dengan kasih. karena kasih hanya anggap kakak kaya saudara kasih sendiri. kasih sayang kakak tapi kasih gak cinta sama kakak. ka Rendi seharusnya mengerti kenapa aku selalu nolak kakak. bagaimana bisa aku nerima Kaka tanpa cinta". jawab kasih. kemudian pergi meninggalkan Rendi.
"kasih pulang bareng nanti yu. entar kalau Lo udah nikah boro-boro kita bisa pulang bareng. ketemu aja mungkin udah jarang banget".
"apa sih dir. gak ada yang bakal berubah. kita tetap bakal kaya gini" jawab kasih meski sebenarnya dia tau setelah menikah Mungkin tak akan bisa bersama Dira lagi. apalagi setelah dia dipindahkan ke kelas privad.
"ya moga aja sih".
kasih dan Dira berjalan menuju gerbang sekolah. namun bukannya taxi/angkot yang dipesan yang datang melainkan mobil mewah yang berhenti tepat didepan mereka berdua. siapa lagi kalau bukan rentenir jarot
"sayang ayo masuk'. ucap jarot yang memegang tangan kasih.
"tapi pak".
__ADS_1
"sayang aku ingin bicara penting dengan mu. masalah pernikahan kita".
kasih tanpa komentar lagi mengikuti permintaan Jarot dan masuk kedalam mobil. sementara Dira memilih naik ojek karena tidak ingin menjadi obat nyamuk antara kasih dan Jarot. meskipun sebenarnya Dira tidak setuju jika kasih dengan Jarot. tapi menurutnya Jarot juga laki-laki yang baik.
"ada apa pak?"
"aku sudah memutuskan untuk pernikahan kita".
kasih yang mendengar hanya terdiam. tatapannya lurus kedepan. Jarot yang menyadari sikap kasih. mengambil tangan kasih dan menariknya dengan lembut sehingga keduanya duduk sangat berdekatan. dan posisi kasih menghadap Jarot.
"aku sangat mencintai mu kasih. sungguh sangat. entah bagaimana caranya aku menjelaskan nya pada mu. aku ingin membahagiakan mu. hanya itu. bahkan aku akan melakukan apapun untuk mu". menatap kasih penuh cinta. sementara kasih hanya menundukan kepalanya.
"termasuk memenuhi permintaan mu untuk menunda pernikahan kita 1 Minggu lagi".
"apa?. bapak serius?". jawab kasih dengan mata terbelalak menatap Jarot.
"iya sayang. aku setuju. asal kau bahagia"
kasih yang mendapat jawaban setuju dari Jarot. tentu saja hatinya begitu senang. bahkan senyum dibibirnyapun tak dapat di sembunyikan. senyum yang begitu iklas diwajahnya tanpa harus dipaksa.
Jarot yang melihat. hatinya ikut bahagia. meski sebenarnya dia sangat ingin pernikahan ini dilaksanakan dengan cepat. namun kebahagiaan dan kenyamanan kasih adalah prioritas utamanya menikahi kasih. dia sangat tidak ingin membuat kasih merasa terpaksa atau dipaksa menikah dengannya.
dua hari yang lalu. kasih memberanikan diri berbicara dengan Jarot. untuk menunda pernikahan mereka 1 Minggu lagi. dengan alasan kasih masih ingin meyakinkan diri dan memantapkan diri untuk menerima kenyataan akan pernikahannya. dia tidak ingin timbul rasa menikah karena paksaan atau merasa terpaksa. dalam waktu satu Minggu kasih akan berusaha menerima jarot sebagai bakal suaminya.
"sayang apa kamu bahagia?"
"iya pak. makasih pak". jawab kasih penuh senyum kebahagian.
Jarot menarik kasih dalam pelukannya. mencium pucuk kepalanya. dan terus mengatakan bahwa ia sangat mencintai kasih.
__ADS_1
______________
Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁