Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
episod 18


__ADS_3

"tidak mungkin. tidak mungki kau meninggalkan ku kasih. aku tidak akan membiarkan mu menikah dengan laki-laki tua itu. aku tidak akan membiarkan mu jadi milik orang lain lagi. kau milik ku".


sudah cukup ku mengalah kasih. membiarkan mu menjadi milik orang lain 1 tahun yang lalu. hanya agar melihat mu tersenyum. karna kau juga menyukai nya dan itu alasan mu menolak ku berkali-kali. sampai akhirnya penghianatan itu datang dan melukai perasaan mu. membuat mu menangis dan tidak ingin menerima cinta lain yang selalu mengetuk pintu hati mu".


"itu salah ku. seharusnya aku tidak memberikannya kesempatan. meski ku tau kau menyukai nya. seharusnya aku sadar laki-laki playboy seperti nya tidak pantas mendapatkan cinta mu. seharusnya aku memperjuangkan cinta mu. bukan malah menyerahkan cinta mu pada orang lain.


ucap laki-laki dari balik kamar mewah berukuran luas. laki-laki yang duduk diujung kasur berukuran king size. yang memegang sebuah foto seorang gadis ditangan. terlihat sedang mengusap-usap foto itu dan sesekali menciumnya penuh cinta.


"kasih. aku tidak akan melepaskan mu lagi. aku akan memperjuangkan mu. tidak akan ku biarkan rentenir itu menikahi mu. kalau perlu aku akan membawa mu keluar negeri. dan kita akan tinggal disana.


"ehhh bang.. ga usah gila deh. ga usah ngomong Ama foto". ocehan seseorang sontak membuat Rendi terkejut dan menatap kearahnya.


"kamu ngapain kesini ?. masuk kamar orang ga peke ketuk pintu" ucap Rendi kesal menatap tajam resa.


"bang ini tangan Ampe mau bengkak ketuk pintu tapi ga ada yang respon. ne coba Abang lihat". menyodorkan tangannya pada wajah Rendi.


"kamu mau ngapain kesini" Abang lagi malas ngobrol sama kamu". jawab Rendi kesal.


"aku kesini bawa ini buat obati muka Abang". memperlihatkan apa yang ia bawa. Rendi melihat sekilas apa yang resa bawa kemudian kembali menatap foto yang ada ditangannya.

__ADS_1


flashback


saat Rendi pulang dari rumah kasih. resa sedang tertidur pulas dikamarnya. rasa lelah membuat Resa tertidur cukup lama. resa terkejut melihat jam ditangannya yang sudah menunjukan pukul 6 sore. dan merasakan cacing dalam perutnya sudah meronta minta makan.


resa bergegas pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. setelah itu ia keluar kamar berjalan menuju ruang makan. cacing yang sudah menari-nari tidak sabar membuatnya makan lebih dulu tanpa menunggu Rendi.


"bii bang Rendi mana ?"


"dikamar non. seperti aden sakit"


"hahhh..sakit apa dia bi ?"


"seperti nya habis berkelahi non. muka Aden biru-biru semua".


"bibi tidak tau non"


resa merasa khawatir dan sedikit bingung. bagaimana mungkin Rendi berkelahi dengan seseorang. Rendi orang yang paling tidak suka mencari masalah pada orang lain apa lagi sampai berkelahi. setelah selesai dengan ritual makannya. resa memutuskan kekamar Rendi dengan membawa alkohol dan kapas untuk mengobati luka Rendi. sekaligus menanyakan apa yang terjadi.


ia mengetuk pintu berkali-kali namun tidak ada respon dari dalam. akhirnya dia memutuskan untuk menyelonong masuk tanpa perintah. dan benar saja orang yang dia khawatir kan sedang berbicara sendiri seperti orang gila. tanpa bertanya lagi resa sudah tau penyebabnya luka yang ada diwajah abangnya.

__ADS_1


flashback off


"ga usah" jawab Rendi membuat resa memonyongkan bibirnya kesal melihat Rendi.


"bang ga usah mikirin cewek buta itu lagi. resa ga suka Abang dekat dia. dia ga pantas buat Abang" tegas resa yang sontak membuat mata rendi membulat besar melotot padanya.


"apa maksud mu?. tau apa kamu tentang kasih ?. ga usah ikut campur" jawab Rendi penuh penekanan


"bang dia itu buta. keluarga kita bakalan malu. aku malu punya Kaka ipar yang buta. jawab resa dengan suara yang sedikit meninggi.


Rendi yang mendengar perkataan resa. mengepalkan kedua tangannya menahan amarah dan berdiri mendekati resa. menatap Resa dengan tatapan elang yang siap mencakar nya. membuat resa keringat dingin ketakutan.


"keluar kamu dari kamar ku" bentak rendi sambil menunjuk pintu keluar dengan jari telunjuk nya.


resa yang mendapat perlakuan kasar dari Rendi. kelaur dengan berlinang air mata dari kamar rendi. dia tidak menyangka Rendi akan sekasar itu padanya. ia berlari menuju kamarnya dan menutup pintu dengan keras..


"awas aja lo kasih gue bakal bikin lo nyesal udah bikin gue dibentak sama Abang gue" tunggu az Lo disekolahan besok" ketus resa penuh amarah dendam dengan kasih.


resa brahmajaya 18 tahun. adik Rendi brahmajaya. resa salah satu siswi disekolah kasih. sebenarnya resa tidak ingin sekolah disana karena sekolah itu milik keluarga nya. namun setelah kedua orang tuanya memutuskan tinggal diluar negeri untuk urusan pekerjaan, rendi lah yang menjadi kepala keluarga. Rendi yang memutuskan resa sekolah disana. agar mudah baginya memantau resa adik kesayangannya. resa sangat tidak menyukai kasih karena kasih hanya gadis buta yang menggunakan wajahnya yang lumayan cantik (menurut resa) untuk menarik perhatian para lelaki termasuk Rendi abangnya. bahkan cowok yang dia suka juga menyukai kasih.

__ADS_1


____________


"Hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁


__ADS_2