Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
episod 8


__ADS_3

Dikantor Agraha Wijaya Gruf


"tok..tok".. seseorang mengetuk pintu


"masukkkk"


"selamat pagi tuan". menunduk memberi hormat


"maaf tuan kamaren saya dan jay tidak bisa mendampingi tuan".


tentu saja mereka berdua sudah tau apa yang terjadi pada Bastian. karna Leo sudah menceritakan semuanya.


"brengsekkkkkk. gappp"


Bastian mencengkram baju Zen dan Jay dengan kedua tangannya. matanya merah menyala. tatapannyan lebih tajam dari pisau. terlihat dia merapatkan giginya dengan kuat menahan amarah.


"maaf tuan keadaan mendesak. karena ada masalah dikantor cabang yang ada di kota x dan z".


sebenarnya mereka sudah menelfon Bastian untuk memberitahukan. namun telfon tiba-tiba terputus. membuat Zen dan Jay begitu khawatir. karena Bastian mengatakan pergi tanpa supir. mereka sudah mengira kalau terjadi sesuatu padanya. dengan cepat zen menelfon leo yang sebelumnya sudah ia hubungi untuk menemui Bastian dikantor utama agar segera menyusul Bastian.


" kalian tau. gara-gara kalian aku hampir saja membunuh gadis sialan itu. PERGILAH dari hadapan ku". teriak Bastian dengan penuh amarah sembari melepaskan genggaman tangannya. Bastian kembali duduk di kursi kekuasaannya dengan posisi membelakangi zen dan Jay.


zen dan jay tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk kabur dari ruangan yang membuat nafas jadi sesak. berhasil keluar dari ruangan Presdir sama saja berhasil lolos dari ledakan 1000 bom.


"brother..aku pikir kita berdua ga bakal hidup hari ini". ucap jay yang mengelus dada merasa lega berhasil lolos dari amukan si raja hutan.


"ne semua salah kamu. seharusnya kemaren sebelum berangkat kita ketemu dia dulu dan ajak Leo buat nematin dia ketemu

__ADS_1


client".


"ko salah aku sih. kan itu kesepakatan kita bedua. si raja hutan aja yang emosiannya tingkat dewa " jawab jay sambil memicingkan matanya ke Zen.


"jlitakkk".. satu jitakan keras mendarat di dahi Jay.


"aduhhh sakit brother" Jay melototi zen


"kamu kalau mau mati ga usah ngajak. aku masih mau idup. kalau Bastian dengar julukan dari itu. bukan cuman kamu yang ****** aku juga".


"makanya jangan nyalahin aku mulu".


"salah kamu karna ga ngingatin ****". ketus Zen meninggalkan Jay..


"hello.. ****-**** gini aku adik mu brother" jawab Jay yang mengikuti Zen dari belakang.


jaya Kusuma wijaya 25 tahun dan zendi Wijaya 29 tahun. adalah tangan kanan Bastian dikantor utama. mereka berdua ibarat bayangan dari Bastian. orang yang paling dipercaya oleh Bastian. mereka sahabat Bastian sekaligus saudara bastian..pertemuan mereka bermula saat Zen dan Jay tinggal dipanti asuh milik keluarga wijaya. Bastian kerap kali berkunjung ke panti mengikuti sang ayah harun wijaya. dari sekian banyak anak yang ditampung dipanti. Bastian tertarik dengan Zen dan jay. mereka kerap bermain bersama. bahkan hampir setiap hari setelah pulang sekolah Bastian berkunjung ke panti hanya untuk sekedar bermain dengan Jay dan Zen.


melihat kedekatan Antara Bastian, Zen dan Jay. Harun kemudian menjadikan mereka berdua bagian dari keluarga Wijaya yaitu anak angkatnya bersama Herlin. dan dari sejak itu Zen dan Jay tinggal bersama keluar Wijaya.


"drutt..drutt" ponsel Zen bergetar


"hallo tuan"


"keruangan ku SEKARANG"..tut..Tut.


panggilan terputus

__ADS_1


"si raja hutan ya brother ?". menatap zen


"hmmm. aku kesana dulu. kamu urus yang lain".


"ok..ok baiklah brother"


zen segera bergerak menuju keruangan Bastian.


"tok. tok"


"masuk"


"permisi tuan" zen menunduk memberi hormat.


"ada apa tuan ?".


"brengsek.. sudah ku katakan jangan menunduk pada ku. kau sahabat bahkan saudaraku bukan pelayan ku". ucap Bastian menatap dingin zen


meskipun dikantor dia adalah bosnya. Bastian tidak pernah bersikap formal pada zen dan Jay. baginya dimanapun mereka berada tidak mengubah kenyataan bahwa mereka adalah keluarga. namun lain halnya dengan Zen dan Jay. bagi mereka dikantor Bastian adalah Presdir yang harus mereka hormati. bahkan kedua orang itu tidak pernah menghiraukan permintaan Bastian agar bersikap biasa saja padanya baik itu dikantor atau tidak.


" aku ingin kau mencari tau informasi tentang gadis itu. lakukan dengan segera. sebelum q meminta leo segera melenyapkan mereka. aku ingin tau siapa mereka". ucap Bastian dengan wajah dinginnya.


baiklah tuan. akan segera saya lakukan. zey menunduk dan keluar dari ruangan bastian. tanpa bertanya. karna Zen sudah tau siapa gadis yang dimaksud.


tidak butuh lama baginya mengetahui tentang identitas mereka. bahkan jika mereka diujung dunia sekalipun Zen akan mengetahui dengan mudah. namun Zen seketika tidak tega jika harus menghancurkan mereka..


"dia sangat cantik. dan terlihat sangat polos. bagaimana bisa kamu berurusan dengan orang macam Bastian wanita cantik..kasian sekali kamu". ucap Zen menatap salah satu foto yang dipegangnya sembari tersenyum.

__ADS_1


_____________


"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁


__ADS_2