Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja
episod 11


__ADS_3

di ruang meeting.


"anda benar tuan saya tidak melihat mobil anda. dan mungkin anda benar saya tidak punya mata. Anda benar tuan. mata saya tidak seberuntung mata anda yang bisa melihat apa yang anda inginkan. saat yang saya lihat hanya gelap bagaimana bisa saya melihat mobil anda"


kata-kata itu menari-nari dipikiran Bastian. dengan posisi menyandar kebelakang kursi dan menatap kearah atas. sangat terlihat bahwa ada sesuatu yang ia pikirkan. pikiran yang membuatnya sama sekali tidak fokus pada agenda meeting yang sedang berlangsung. semua yang di jelaskan oleh para klayen tidak ada satupun terdengar olehnya.


melihat sikap Bastian yang menurut mereka tidak seperti biasa dan aneh. para client hanya bisa menarik nafas panjang dan saling menatap satu sama lain. tidak ada yang berani memprotes. lebih baik melihat Bastian yang seperti ini dari pada melihatnya seperti sijago merah yang membakar jika berani mengganggunya..


"siapa gadis itu?. apa yang terjadi padanya?. mengapa dia tidak bisa melihat?. pertanyaan yang muncul dipikiran Bastian"


1 jam telah berlalu. namun meeting hanya berjalan dengan keheningan. tidak ada yang bicara. namun tidak ada juga yang berani keluar dari ruangan itu. semua hanya duduk manis ditempatnya tanpa berkomentar dan berharap raga tuan Bastian segera kembali ketubuhnya. agar meeting ini bisa dilanjutkan.


"sialllll..plakkk". satu pukulan pada meja.


"astaga"


"ya Allah"


"ya Tuhan"


teriakan dari mereka yang terkejut melihat aksi Bastian yang tiba-tiba. membuat mereka gemetar ketakutan.


Bastian yang mendengar spontan menoleh kearah mereka. ia menatap orang-orang diruangan itu dengan tajam.


"apa yang kalian lakukan disini"


"tuu..tuann.. ki..kita sedang meeting". jawab Winda sekertaris Bastian.


Bastian melihat sekilas ke arah winda. ia baru sadar kalau tadi dia sedang meeting dengan client. dia menatap client nya satu persatu. dan mereka masih berada disana.. mata yang tadi penuh amarah seketika berubah menjadi dingin..

__ADS_1


"berapa lama kita berada diruangan ini"


"1 jam lebih tuan..jawab Winda"


"apa". teriak Bastian. lalu berdiri. mambuat mereka yang ada disitu semakin ketakutan.


"meeting kita lanjutkan dilain waktu". ucap Bastian kemudian beranjak pergi.


mereka yang ada diruang metting mengelus dada merasa sangat lega. tidak ada yang lebih baik selain jauh dari si jago merah.. itulah julukan dari para client untuk bastian.


Bastian meninggalkan Agraha Wijaya Gruf bersama Zen dan Jay. di dalam mobil.


"tuan kita akan kemana" tanya zen


"pulang ke mansion"


"what..pulang ke mansion". batin Jay menatap zen.


zay hanya mengangguk. paham akan tatapan Zen.


Rendi dan kasih telah sampai di depan rumah kasih. Rendi membuka pintu mobil untuk kasih. dan berniat bertamu menemui gina bibinya kasih.


"bukkkk.. Bukk". 2 pukulan seseorang melayang tepat di wajah Rendi. membuatnya terjatuh ketanah dengan posisi terbaring.


"Rendi. Rendi". teriak kasih terkejut dan panik mendekati Rendi. ia memegang wajah rendi..


"kasih". panggil bondan kemudian menarik tangan kasih menjauh dari Rendi.


"berani sekali kau mengajak wanita ku berkencan" teriak Jarot penuh amarah. orang yang tiba-tiba memukulnya.

__ADS_1


Jarot sudah berada dirumah kasih sejak pukul 2.30 tadi siang. Jarot sengaja datang lebih awal agar bisa bercengkrama dengan bondan dan gina. namun sampai sore kasih belum pulang juga. Jarot menjadi khawatir dan meminta anak buahnya untuk melacak keberadaan kasih. karna tanpa kasih ketahui Bondan sudah menaruh alat pelacak didalam tas ranselnya atas permintaan Jarot. hal itu dilakukan untuk melindungi kasih. termasuk dari Rendi.


Jarot begitu marah ketika mendapat laporan dari anak buahnya bahwa kasih pergi bersama laki-laki lain. Jarot menunggu kasih dipekarangan rumah. karna sudah mendapat kabar bahwa kasih dan Rendi sudah menuju kerumah. Rendi yang sedari pulang dari Agraha Wijaya Gruf terus menerus memperhatikan kasih disertai senyum bahagia dibibirnya. karna saat dia mengatakan pada Zen kalau dirinya kekasih kasih..kasih tidak menolaknya. sampai-sampai dia tidak memperhatikan pria yang sudah menunggu mereka didepan rumah kasih.


mendengar perkataan jarot. Rendi bangun dan berjalan mendekati Jarot. ia mencekram kerah baju Jarot.


"apa maksud mu. kasih adalah kekasih ku. dia adalah wanita ku" ucap Rendi dengan sedikit penekanan.


plakkk..plakkk.. dua tamparan kembali melayang diwajahnya. membuat Rendi terplanting mundur. Rendi merasa tidak terima dan ingin membalas. namun kedua tangannya dipegang oleh kedua anak buah Jarot.


"Rendiii".. teriak kasih disela Isak tangisnya. meronta dan memohon agar Bondan melepaskannya. namun semakin kuat dia meronta semakin kuat pula Bondan memegang tangannya. membuatnya meringis kesakitan.


"lepaskan aku brengseknya"...teriak Rendi


"kau dengar anak ingusan. kasih adalah milik ku. kau dengar. dia adalah milik ku hanya milik ku. dia wanita ku. dan dia adalah calon istri ku" . tegas Jarot dengan tatapan elangnya


"apa..apa kamu bilang.. itu tidak mungkin. kau bohong..kasih adalah milik ku". jawab rendi tak kalah menatap tajam Jarot.


namu seketika tubuhnya menjadi lunglai. hatinya sakit setelah mendapat pengakuan dari Jarot bahwa kasih adalah calon istrinya.


"aku akan menikahi nya Minggu depan" dan kau jangan pernah mendekati calon istri ku. kau PAHAM. tegas Jarot dengan penuh penekanan


"tidak itu semua tidak benar.. kasihh... katakan apa semua ini benar. katakan semua ini hanya candaan.. kau ingin mengerjai ku hahh" teriak frustasi Rendi yang menatap kasih. terlihat wajah yang sangat amat kecewa disana.


"tidak ka.. tidak ka Rendi" jawab kasih sambil menggelengkan kepalanya.


"antara anak ingusan ini pulang kerumahnya..dan pastikan dia tidak mendekati wanita ku lagi" ucap Jarot sambil menatap tajam rendi


kedua anak buah Jarot menyeret rendi. membawanya masuk kedalam mobilnya..dan membawa pulang kerumahnya.

__ADS_1


____________


"hello readers.. author masih dalam tahap belajar. mohon bantuan, kritik dan sarannya baik yang bagus maupun tidak. author akan menerima dengan senang hati"..😁😁😁😁😁


__ADS_2