
Brak
Pintu yang terbuat dari bahan berkualitas hampir rubuh karena di buka dengan tidak elitnya oleh ketiga gadis kecil itu.
"Gege berikan kami 10 bawahanmu lagi 5 perempuan dan 5 pria!!"
Qin Mo Xuan hampir terjengkang karena terkejut akibat suara pintu yang di dobrak dan teriakan cempreng Qin Yun bahkan penjaga bayangan hampir terjatuh dari tempatnya bersembunyi..
"Astaga kalian membuatku sangat terkejut dan bukankah aku telah mengirim banyak bawahanku pada kalian?"
"Hehehe kami ingin menjadikannya pelayan di restauran yang rencananya akan kami buka, tidak mungkin jika kita keluar dan mengunjungi restaurant di ibu kota dan memakan hidangan mereka yang sangat buruk itu.."
Mendengar celotehan Naru yang panjang lebar membuat Qin Mo Xuan menjatuhkan rahangnya. Pasalnya baru kali ini dia mendengar adiknya yang sangat irit bicara dengan senang hati berceloteh.
"Baiklah kakak akan memanggil 10 bawahan lagi untuk kalian tapi bagaimana dengan koki untuk restauran kalian? Tidak mungkin kalian yang akan menjadi kokinya kan.."
"Hehehe untuk itu gege bisa tenang hanya tinggal mencari tempat yang strategis.. "
"Untuk tempat biarkan gege yang mencarinya tapi dari mana koki itu?"
Naru tersenyum lebar dan mengeluarkan kunai dari cincin yang di berikan oleh Qin Mo Xuan.."
"Ini seperti ini, gege perhatikan!"
Sraack
Naru mengiris telapak tangannya dan menjatuhkan dua tetes darah secara terpisah. Tindakan Naru sukses membuat Qin Mo Xuan dan penjaga bayangannya terkejut bahkan Qin Yan juga.
Naru dengan cepat membuat segel tangan dan dari darah tersebut terbentuk duplikat Naru.
"Bos apa perintahmu?"
"Kalian rubahlah penampilan kalian menjadi pemuda dan gadis berusia 25 tahun untuk menjadi koki di restaurant yang akan kami buka.."
"Baik bos.."
Kedua chi bunsin tersebut telah mengubah penampilan mereka dan itu membuat Naru tersenyum cerah.
"Koki sudah beres hehehe.."
Tapi Naru akhirnya sadar dengan suasana aneh yang berada di ruang tersebut membuat Qin Yun menjelaskan lagi tentang kemampuan unik Naru.
"Hehe Gege tidak perlu heran, aku tahu apa yang gege pikirkan. Mereka berdua adalah Blood Shadow yang di buat Jiejie dari darahnya dan mereka memiliki pikiran mereka sendiri.."
Dengan penjelasan Qin Yun, barulah Qin Mo Xuan dan yang lainnya lega.
"Lain kali jangan membuat panik.."
Dia melototi Naru dengan mata ungunya.
"Hehehe tidak akan, sekarang gege harus mencarikan kami tempat yang cocok. Kami ingin membersihkan diri lalu memasak untuk makanan kita.."
"Pergilah.."
Sebelum ketiganya keluar dari ruang baca mereka mendaratkan kecupan ringan di pipi Qin Mo Xuan. Selepas kepergian ketiga gadis kecil itu wajah Qin Mo Xuan kembali menjadi dingin dan datar.
"Mo Yi pergilah cari lokasi yang strategis untuk restaurant mereka.."
Sorang penjaga bayangan muncul berlutut dengan satu lutut di depan Qin Mo Xuan
"Baik yang mulia, tapi yang mulia bisakah bawahan ini bertanya?"
Qin mo Xuan melirik sejenak dan mengangguk.
"Apakah masakan nona muda sangat lezat?"
Qin Mo Xuan menaikan alisnya dan tersenyum kecil.
"Kau juga akan merasakannya nanti, aku hanya akan mengatakan jika hidangan di dunia atas dan dunia tengah ini hanyalah sampah di bandingkan masakan mereka. Kau boleh pergi sekarang.."
Selepas kepergian Mo Yi, Qin Mo Xuan keluar dari ruang belajarnya dan berkeliling manor dan kembali tercengang melihat area pelatihan yang di buat ketiga adiknya.
2 penjaga bayangan lainnya sangat penasaran dengan penggunaan semua jenis metoda pelatihan yang mereka lihat dan tidak bisa tidak bertanya.
Qin Mo Xuan jelas tahu apa yang di pikirkan oleh penjaga bayangannya dan menjelaskan.
"Aku tidak tahu apa fungsi jaring lebar itu dan kawat yang di buat sangat dekat jaraknya dengan tanah tapi bola besar itu dan boneka kayu aku pernah melihatnya. Jika kalian ingin mengetahui kalian bisa menyaksikan mereka jika mereka sedang berlatih.."
"Terima kasih yang mulia.."
"Bila perlu kalian bisa mencobanya.."
Seringai jahil menghiasi bibir Qin Mo Xuan. Meskipun ketiga adiknya masih kecil dan sangat muda di bandingkan dirinya yang telah berusia ribuan tahun tapi dia tahu pelatihan tersebut merupakan pelatihan Neraka. Dia juga berniat bergabung dengan latihan sang adik untuk merasakan sendiri sensasinya.
"Yang mulia bawahan ini telah mendapatkan tempat yang sesuai dengan keinginan nona muda.."
"Kerja bagus, kau boleh mundur.."
Qin Mo Xuan tanpa membuang waktu langsung memanggil 10 bawahannya lagi yang berasal dari dunia atas. Dia membagi tugas mereka masing-masing dan membiarkan mereka untuk pergi mencari bahan berkualitas untuk restauran sang adik.
Naru, Qin Yun dan Qin Yan yang tidak terbiasa di layani agak kikuk mendapati layanan pribadi. Penampilan mereka yang berantakan telah bersih dan menjadi sosok yang anggun.
Setelah berpakaian mereka langsung berjalan menuju dapur dengan Qin Yun dan Naru memasak sedangkan Qin Yan menyaksikan keduanya.
"Sepertinya untuk koki di kediaman kita harus mengajarinya.."
"Jiejie ada benarnya.."
Qin Yun setuju dan memanggil koki yang di sediakan oleh Qin Mo Xuan.
"Siapa namamu?"
"Bawahan ini bernama Qin Ge nona Ruru.."
"Kemari!!"
Meski bawahan tersebut jago bela diri dia termasuk salah satu koki handal di manor Raja Neraka.
__ADS_1
Tuk
Naru mengetuk dahi koki itu mengirimkan semua pengetahuan tentang cara memasak berbagai hidangan yang berasal dari dunia shinobi dan dunia dimana Qin Yun dan Qin Yan berasal.
Koki tersebut tertegun dengan berbagai pengetahuan cara memasak memasuki pikirannya.
"Kali ini biarkan kami yang memasak, kau cukup memperhatikan dari samping atau duduk menonton bersama Yan'er.."
"Baik Nona Yunyun tapi sebelum itu terima kasih atas kemurahan Nona Ruru dan Nona Yunyun untuk mengajari bawahan ini cara memasak hidangan yang lezat."
Naru dan Qin Yun memasak banyak makanan karena mereka juga menghitung untuk para bawahan Qin Mo Xuan yang menjadi pelayan mereka.
Selagi Naru dan Qin Yun memasak, sang koki keluar meninggalkan dapur untuk mencari Qin Mo Xuan.
"Yang mulia.."
"Qin Ge ada apa?"
"Bawahan ini ingin mengatakan jika Nona Ruru hanya menjetikan jarinya di dahi bawahan ini dan banyak pengetahuan tentang cara mereka memasak tertanam di benakku.."
"Ya kau boleh kembali.."
Dengan kepergian Qin Ge, Qin Mo Xuan mengerutkan dahinya berpikir tentang kemampuan Naru.
"Seberapa kuat Naru hingga hanya perlu menjetikan jarinya di kening dan dia bisa mengirim pengetahuan kedalam benak seseorang, hehehe dengan begini aku akan memanggil Koki di manor ku agar Ru'er dapat mentransferkan pengetahuan memasak pada mereka.."
Mo San muncul berlutut dengan satu lutut di hadapan Qin Mo Xuan.
"Yang mulia apakah anda tidak berniat untuk mengetahui kemampuan asli nona Ruru?"
Qin Mo Xuan hanya bisa melihat kemampuan Qin Yun dan Qin Yan, awalnya saat melihat Qin Yun yang memiliki kemampuan tinggi untuk anak seusianya tapi dia dengan cepat pulih tapi dia tidak pernah melihat apa tingkatan asli Naru
"Idemu tidak buruk, baiklah setelah makan aku akan bertukar pukulan dengannya hehehe"
Para penjaga bayangan sedikit bersemangat dan tidak sabar ingin melihat kemampuan Naru.
Mereka semua berjalan menuju ruang makan bertepatan dengan selesainya Naru dan Qin Yun masakan.
"Ah gege sudah datang, ayo kita makan!!"
"Baiklah, setelah ini Ru'er temani Gege bertukar pukulan denganmu ya.."
"Hehehe baiklah dengan senang hati.."
Tanpa mengetahui tujuan Sang kakak, Naru tanpa ragu-ragu menyetujui permintaan Qin Mo Xuan.
Qin Yun dan Qin Yan hanya menggeleng lemah. Ah Jiejie kau terlalu polos.. sedangkan Qin Mo Xuan telah menyeringai licik..
Mereka makan dengan tenang, setelah menyelesaikan makan mereka, mereka kembali kekamar untuk mengganti pakaian dengan pakaian latihan sedangkan pelayan juga mulai memakan makanan yang masih tersisa.
Reaksi mereka sama seperti Qin Mo Xuan begitu merasakan rasa masakan tersebut.
"Memang benar apa yang di katakan yang mulia, makanan lain adalah sampah.."
"Makanlah yang cepat agar tidak kehilangan pertunjukan menarik.."
...
Saat ini mereka sedang berada di area pelatihan Naru dan Qin Mo Xuan telah berada di tengah-tengah area dimana di sediakan untuk sparing.
Naru merangkai segel tangan untuk membuat kekai mengurung semua yang ingin melihatnya dan Qin Mo Xuan bertukar pukulan dan membuat kekai untuk menghalangi semua guncangan menyebar keluar dari manor.
"Ru'er apa yang kau lakukan?"
"Hehehe hanya membuat penghalang agar tidak ada yang terganggu.."
"Jadi kau ingin mengeluarkan semua kemampuanmu?"
"Bukankah ini tujuan gege.."
Naru menyeringai dan membuat sudut bibir Qin Mo Xuan berkedut
"Ternyata dia tahu.."
Naru melepas semu pemberat di tubunya membuat semua tercengang.
Bang
Debu bertebaran akibat semua pemberat yang melekat di tubuh Naru terlepas.
"Berapa semua beban di tubuhmu Ru'er?"
"2000 kg"
Glug
Yang ingin menyaksikan pertandingan di pinggir lapangan meneguk ludah mereka paksa, Qin Mo Xuan tertegun.
Naru langsung menghilang dari tempatnya detik berikutnya dia muncul dihadapan Qin Mo Xuan dan melayangkan tinjunya
Bang
Qin Mo Xuan terkejut tapi beruntung dia berhasil menahan tinju milik Naru membuatnya mundur 3 langkah.
Glug
"Kemampuan Nona Ruru sungguh menakutkan bahkan yang mulia mundur 3 langkah dari tempatnya..."
"Hehehe itu masih awal, jiejie belum mengeluarkan semua kemampuannya.."
Yun menyeringai membuat semua terdiam
"Tetap perhatikan."
Bzzt
Naru kembali menghilang mendekati dimana Qin Mo Xuan berdiri saling bertukar pukulan jika Naru akan terkena pukulan dia akan langsung menghilang dan muncul di tempat lain
__ADS_1
Hanya dalam beberapa menit keduanya telah bertukar 100 pukulan. Merasakan kekuatan Naru, Qin Mo Xuan menyeringai.
"Benar-benar kuat, kemungkinan aku akan keluar 25%.."
Naru mundur kembali ketempat dengan senyum lebar.
"Hehehe gege memang sangat kuat, tapi itu masih lah pemanasan.."
Naru dengan cepat membentuk segel tangan rumit.
Fire Birth
Burung api kecil dalam jumlah banyak menyerang Qin Mo Xuan, Qin Mo Xuan dengan cepat menghindari serangan tersebut. Tidak berhenti sampai di situ Naru kembali mengeluarkan serangan lanjutan
Ice Spear
Tombak es buatan Naru menyerang secara beruntung menghasilkan ledakan besar.
Boom
Boom
Karena Qin Mo Xuan hanya ingin melihat kemampuan penuhnya dia tidak akan berbelas kasih dan mengeluarkan semua kemapuannya..
Rasenshuriken
Energi besar menyusul setelah tombak es dan menimbulkan ledakan besar
Booom.
Dhuaarr.
Penjaga bayangan Qin Mo Xuan dan semua bawahannya yang telah di sulap menjadi pelayan manor bergidik ngeri dengan serangan beruntun, mereka berdoa agar serangan Nona Ruru tidak membunuh Yang mulia.
Qin Mo Xuan yang tidak di beri kesempatan berkeringat dingin dengan serangan skala besar Naru.
"Ru'er aku ini kakakmu yang paling tampan, kenapa kau tidak memiliki belas kasihan padaku.."
Qin Mo Xuan hanya bisa menangis bombai dalam benaknya. Untuk menghindari serangan terakhir Naru, Qin Mo Xuan langsung terbang ke udara.
Seringai Naruto melebar, perlahan matanya berubah ungu dengan pola riak air.
"Ini yang terakhir gege hahaha."
Naru merentakan tangannya kedepan lalu dia mengepalkan tinjunya.
Chibaku Tensei
Tanah yang hancur dengan kecepatan tinggi langsung mengurung Qin Mo Xuan dan hanya menyisahkan kepalanya.
Gleg.
"Yang mulia kalah.."
"Itu karena gege tidak mengeluarkan semua kemampuannya di tambah dia lengah.."
Qin Yan menimpali dengan seringai lebar, dia merasa darahnya mendidih. Sedangkan Qin Mo Xuan yang terlambat menghindar itu karena dia terkejut melihat perubahan mata Naruto.
Saat ingin melepaskan dirinya dia kembali terkejut karena tidak bisa melepaskan diri bahkan dia hampir mengeluarkan semua kemampuannya. Dia merasa seolah Qi miliknya tersedot.
"Hahaha gege apa kah kau ingin menyerah, percuma berjuang keras karena bola itu akan menguras semua Qi milikmu.."
"Baiklah, kau menang!!"
Naru melepas jutsunya dan jatuh terduduk, dirinya terengah-engah akibat mengeluarkan jutsu tingkat tinggi secara berturut-turut.
Karena tubuhnya yang kecil belum bisa menanggung semuanya apa lagi cakra milik Kaguya sangat besar. Saat dia terjatuh semua kekai yang di buat menghilang, menggunakan sisa kekuatan terakhirnya dia memperbaiki arena yang rusak tampak seperti semula lalu dia jatuh pingsan..
Melihat Naru pingsan, Qin Mo Xuan langsung berteleport mencegah Naru jatuh di tanah..
Naru sebenarnya belum terlalu menguasai kekuatan mata Rinnegannya dan menguras banyak cakranya.
"Ru'er hei.."
Tanpa membuang waktu lagi, Qin Mo Xuan dengan pakaian compang-camping dengan luka memar serta goresan langsung membawa Naru kembali kehalamannya.
...
Konoha
Sasuke yang ingin berkonsentrasi merasakan cakra Naruto yang sangat samar hanya sepersekian detik lalu menghilang.
"Sialan, kenapa terlalu samar. Aku jadi tidak bisa menentukan lokasi pastinya, aku tidak boleh menyerah.."
Dia kembali berkonsentrasi untuk menemukan arah tepat di mana Naruto berada..
...
"Sungguh kekuatan yang besar.."
"Nona Ruru mengeluarkan semuanya dan pingsan karena kelelahan padahal dia telah melepas semua beban pemberat di tubuhnya, ugh aku tidak bisa membayangkan bagaimana kekuatan nona Ruru di masa depan.."
"Aku tidak akan memiliki keraguan pada ketiga nona muda kita lagi, dan sekarang aku hanya menantikan nyonya masa depan kita yang akan menaklukan hati yang mulia.."
Percakapan antara bawahan Qin Mo Xuan membuat Qin Yan dan Qin Yun tersenyum kecil..
Di halaman milik Naru dalam kamar miliknya, Qin Mo Xuan membaringkan Naru dengan hati-hati..
"Cepatlah bangun, tidak peduli kemampuan dan Qi aneh apa yang kau miliki kau tetap akan menjadi adikku.."
Qin Mo Xuan memberikan pil pemulih stamina tingkat tinggi pada Naru dan membantunya menggunakan Qi miliknya untuk mencerna pil.
Sebelum keluar dia menyelimuti Naru, mengecup singkat keningnya. Tepat setelah Qin Mo Xuan keluar, Naru membuka matanya..
Hatinya merasa hangat, saat di dunia shinobi dia adalah anak tunggal tanpa seorangpun saudara.
"Arigatou Nii"
__ADS_1
Naru tersenyum kecil dan kembali memejamkan matanya.