
Tidak terasa waktu seminggu telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana mereka yang lulus dalam ujian perekrutan telah berkumpul di lapangan luas.
Qin Mo Xuan juga ada di sana untuk melihat kepergian sang adik, hingga Sakura, Karin, Sasuke dan Che menghampiri kelompok mereka.
Karin dengan semangat menggandeng tangan Naru dan mencubit pipinya yang kini tidak lagi memiliki tanda kumis kucing.
"Ehem.." Qin Mo Xuan berdehem agar keberadaannya tidak di lupakan.
Naru tersenyum lebar dan memperkenalkan kakaknya pada 3 sahabatnya.
"Gege, mereka adalah sahabatku yang pernah aku ceritakan padamu hingga kau memiliki perasaan pada gadis berambut merah dengan kacamata, dan inilah orangnya.." Karin tercengang, Qin Yun dan Qin Yan terkikik geli sedangkan yang lainnya terkekeh pelan.
Pletak.
Saking malunya, Qin Mo Xuan menjitak kepala Naru.
"Gege kau kejam.."
"Siapa yang menyuruhmu mengatakan hal itu hmmp?"
Karin memerah mendengar apa yang di katakan Naru dan dengan malu-malu mengintip pada Qin Mo Xuan.
"Gege sebaiknya selesaikan urusanmu sebelum kami pergi.."
Qin Mo Xuan tanpa aba-aba menarik lengan Karin dan berjalan menjauh dari Naru dkk. Sasuke dan Sakura tercangang dan menatap Naru
"Tenang saja, gege tidak akan melakukan hal buruk pada Karin karena dia mencintai Karin saat pertama melihatnya dalam ingatanku.."
Sakura dan Sasuke menghela nafas lega, mereka tahu jika kekuatan kakak Naru sangat kuat mungkin setara dengan Sasuke jika menggunakan kekuatan full mereka.
Che mendekati Naru dan memeluk pinggangnya.
"Nanti kita akan menggunakan binatang terbang yang sama.." Naru mengangguk pelan
"Milikmu atau milikku?"
"Pake milikmu saja.." Che mengacak surai perak Naru, Naru mengangguk dan memanggil Naga miliknya yang masih dalam ukuran mini.
Naru dan Che yang selalu akur membuat iri Ouyang Mo Xie yang masih harus menahan hati karena Qin Yun belum mengingatnya.
Kecemburuan Liu Rong pada Che secara bertahap menghilang, dia sadar jika dia tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan Naru.
Qin Yan dan Jue sendiri tengah bermesraan dan tidak memperdulikan yang lainnya. Dan hal itu sukses menambah rasa iri Ouyang Mo Xie.
__ADS_1
...
Di sisi lain Qin Mo Xuan mengajak Karin menjauh dan berbicara dengan serius.
"Bagaimana kalian bisa mencapai dunia ini?"
Karin terkejut tapi dengan cepat tenang.
"Ini menggunakan kemampuan Sasuke yang dapat membuka dimensi lain tapi sepertinya itu hanya berlaku untuk kesini dan kami tidak bisa kembali ke sana lagi.."
"Jadi seperti itu.." Qin Mo Xuan mengangguk tanda mengerti.
"Darimana kau tahu jika aku bukan penghuni dunia ini.."
"Tentu saja Naru yang memberitahu padaku dengan memperlihatkan ingatannya dan di sanalah aku mengetahui dan langsung menyukaimu.." pernyataan Frontal Qin Mo Xuan mengejutkan Karin
"Be..ri a..aku wa..ak..ktu.." Karin seketika menjadi gagap mendengar pernyataan Qin Mo Xuan..
Qin Mo Xuan tersenyum dan mengelus surai merah Karin.
"Tidak perlu terburu-buru. apapun keputusanmu, aku akan menerimanya.."
Wajah Karin semakin merah menyaingi warna rambutnya. Dia menatap Qin Mo Xuan sejenak kemudian mengulurkan tangannya untuk membuka topeng yang di kenakan Qin Mo Xuan.
Qin Mo Xuan tidak melarang tapi membiarkannya dan dia melupakan jika dandanannya saat ini lebih mirip seorang gadis ketimbang seorang pemuda.
"Hahahahaha siapa yang mendandanimu seperti ini.." Akhirnya Qin Mo Xuan teringat jika di telah di dandani oleh ketiga adiknya sebagai hukuman.
"Tertawalah sepuasmu, ini semua karena kesalahanku hingga Naru dan kedua adikku mendandaniku seperti ini.."
Karin berhenti tertawa dan memandang Qin Mo Xuan dengan apresiasi.
"Kau begitu menyayangi mereka hee.."
"Tentu saja, mereka bertiga adalah adik perempuan ku yang paling imut meski kebiasaan makan mereka yang tidak biasa.."
Karin mengangguk dan tersenyum tipis.
"Beri aku waktu 2 minggu untuk memikirkan semuanya. Setelah itu kau bisa datang dan menemuiku, tentunya itu tidak akan terlalu sulit buatmu bukan?"
"Sepakat.." Qin Mo Xuan tanpa menunggu lama langsung menjawab.
"Sebaiknya kita kembali, mungkin sudah waktunya kami kembali ke Akademi.."
__ADS_1
"Jaga dirimu dan aku titip mereka bertiga padamu.."
Karin mengangguk dan mereka kemudian kembali dimana Naru dan yang lainnya berada.
Melihat kedua orang itu kembali, mereka tersenyum misterius dan Qin Mo Xuan pamit pada mereka kemudian menghilang di udara tipis.
Tidak ada yang merasa aneh dengan Qin Mo Xuan yang menghilang dengan tiba-tiba seperti itu.
Tepat saat Qin Mo Xuan menghilang seorang Intruktur memberi isyarat jika saatnya pergi.
Sasuke seperti biasa mengeluarkan elang dan naik bersama Sakura. Karin mengeluarkan Owlnya dan dengan santai melompat kepunggung Kuchiyose tersebut.
Naga Naru yang tadi kecil sekarang memperbesar ukurannya. Qin Yan meminjamkan elang kontraknya pada Liu berasaudara dan Feng Xue sedangkan dia menggunakan naga milik Jue.
Melihat ada 3 naga di sana, semua tertegun dan menatap kelompok Naru dengan wajah tercengang.
Semua tahu jika Naga merupakan binatang buas yang paling sombong dan bangga dan Naga juga sangat jarang di temui tapi sekarang mereka melihat 3 ekor dengan sangat jelas.
Feng Liu Li dan Luo Zi Lan serta orang-orang yang berada di peringkat jenius benua phoenix tidak dapat berkata-kata saat melihat 3 ekor naga itu.
Sebelum mereka pergi, Naruto berlari kearah Sasuke.
"Keluarkan Aoda, aku sangat merindukannya.." Sasuke mengangguk dan mengkuchiyose Aoda.
Aoda muncul dengan wujud raksasanya dan Naru langsung melemparkan dirinya kearah Aoda.
"Aoda lama tak bertemu.."
Aoda menatap Naru kemudian mengendus tubuhnya. Beberapa menit kemudian dia bebinar dan mendasis mengecilkan tubuhnya kemudian mekingkar nyaman di bandan Naru.
"Hahaha aku tahu kau juga merindukanku kan, untuk sementara tetap bersamaku.."
Sasuke dan Sakura tersenyum tipis dan membiarkan Aoda bersama Naru.
"Seperti keinginan anda Oujo-sama.." Aoda berbicara menggunakan bahasa Jepang yang membuat semua tidak mengerti apa yang mereka ucapkan.
Naru kembali di sisi Che dan Che menggendongnya terbang kepunggung Naga milik Naruto.
Qin Yun dengan santai duduk di punggung Naganya sendiri mengabaikan Oyang Mo Xie. Meski begitu dia merasa aneh dengan hatinya ada yang meremas saat melihat wajah sedih Ouyang Mo Xie.
Qin Yun akhirnya menghela napas dan memanggil Ouyang Mo Xie untuk satu tunggangan dengannya.
Empat orang tertentu melihat hal itu tersenyum. Mereka berharap semoga Qin Yun segera mendapatkan kembali ingatannya.
__ADS_1
Siswa yang tidak memiliki binatang terbang di ijinkan menggunakan binatang terbang milik Akademi.
Kelompok tersebut pergi meninggalkan Benua Naga Biru Timur dan menuju Akademi Awan Merah dengan wajah penuh keantusiasan.