Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 51


__ADS_3

Semua penonton tercengang melihat kemampuan Sakura yang hanya dengan sekali pukul menggunakan tinju kecilnya, dan arena langsung hancur berkeping-keping.


Sakura memang tidak memiliki banyak teknik elemen, tapi kemampuan medisnya adalah nomor satu di generasi mereka yang hanya menempatkan Naru di urutan kedua dan tinjunya yang bahkan mampu merobohkan bangunan kokoh membuatnya mendapatkan julukan monster pink.


Setelah pemenang diumumkan, Sakura dan gadis pengguna belati itu turun dari arena, tapi sebelum itu, Sakura menyempatkan untuk memperbaiki arena yang telah dia hancurkan. Setelah itu, dia bertanya pada gadis pengguna belati.


“Aku Sakura, kau?”


“Bai Lan.”


Setelah itu, mereka berpisah dan kembali ke tempat mereka masing-masing, dan Sakura langsung dibuat tak berdaya dengan pertanyaan beberapa sahabatnya yang khawatir tentangnya.


“Hehehe, jangan khawatir, aku baik-baik saja. Luka kecil seperti itu, tidak ada artinya untukku.”


Semua akhirnya menghela napas lega, dan hal itu membuat Feng Liu Lu dan Luo Zhi Lan semakin menatap tak suka pada kelompok Naru dkk.


“Selanjutnya peserta dengan bola biru, silakan naik ke arena.”


Karena arena telah diperbaiki oleh Sakura, jadi para guru dan penyelenggara tidak repot-repot turun tangan.


Mendengar jika peserta dengan bola biru dipersilakan naik ke panggung, Sasuke menggunakan shunsin elemen untuk mencapai arena.


Berdiri di tengah-tengah Arena, dia menatap semua lawannya yang kini menatap dirinya dengan waspada. Pasalnya mereka telah melihat kemampuan Sakura dan yang lainnya, dan Sasuke yang berasal dari kelompok yang sama tentu tidak bisa lebih lemah dari itu.


Melihat semua orang menatapnya, Sasuke tersenyum sinis, dan begitu suara instruktur terdengar, dia mengubah mata hitamnya menjadi Mangekyou sharingan dan langsung menjebak semua peserta yang menatapnya ke dalam ilusi yang begitu menyiksa.


TSUKOYOMI


Segera lebih dari setengah peserta yang menatap mata Sasuke jatuh dan berteriak kesakitan sambil memegang kepala mereka.


Segera beberapa yang masih sadar menghindari untuk menatap mata Sasuke, karena mereka segera sadar, jika mata Sasuke bisa membawa mereka ke dalam ilusi yang menyakitkan itu.


Namun, Sasuke yang tidak ingin membuang banyak waktu di atas arena, langsung mengarahkan tangannya ke langit, dan segera naga petir yang serupa dengan milik Naru langsung terlihat melayang di langit, tapi kekuatan naga petir kali ini tidak sekuat yang Naru keluarkan, karena Sasuke telah mengontrol kekuatan yang terkandung dalam jutsunya.


KIRIN

__ADS_1


Segera Sasuke mengarahkan naga petir itu ke peserta yang masih bertahan dan membuat mereka pingsan dan hanya menyisakan Sasuke di atas arena.


Segera juri langsung mengumumkan jika Sasuke adalah pemenang kali ini dan dia langsung kembali ke tempatnya.


“Sangat cepat!!!”


Beberapa orang segera seolah meragukan kehidupan mereka melihat betapa cepatnya Sasuke menyelesaikan pertandingan.


“Terlalu cepat.”


Bahkan ada yang ragu dapat mengalahkan Sasuke di final nanti, padahal Sasuke hanya menunjukkan 2 jutsu sederhana miliknya. Setidaknya itu yang dipikirkan oleh Sasuke.


Naru dan yang lainnya terkekeh melihat tingkah malas Sasuke yang menyerupai teman mereka yang selalu memiliki tidur dalam urutan pertama dalam daftar kegiatannya.


Setelah Sasuke, peserta yang memegang bola Cyan yang maju bertanding, Naru dkk sendiri tidak berminat untuk menontonnya, karena pertarungan di arena tidak terlalu mengasyikkan.


“Nee, Sasuke, mengapa kau terlalu cepat mengakhiri pertandingan?”


Ouyang Mo Xie bertanya dengan penasaran.


Segera yang lainnya tak bisa berkata-kata dengan ucapan Sasuke.


Teknik keduamu serupa dengan teknik Naru kemarin kan? Tapi kenapa kali ini lebih lemah?”


“Tentu saja aku mengontrol Qi yang terkandung di dalamnya, aku tidak mungkin menghancurkan dan membunuh mereka semua kan?”


Mereka semua mengangguk tanda mengerti, dan tidak berbicara lagi. Pertandingan di arena sendiri telah selesai menyisakan hampir setengah dari peserta termasuk Jiu Feng, Jiang An dan Mu Xue Rong, dan kini giliran peserta dengan bola ungu yang harus maju sekaligus pertandingan terakhir sebelum final.


Karin yang memegang bola ungu menyeringai, dia akhirnya bisa menunjukkan kemampuannya saat ini, meski dia tidak ingin berlebihan.


“Ingat, jangan banyak bermain!”


Sasuke memperingatkan, dan Karin menanggapi dengan bosan.


“Aku mengerti.”

__ADS_1


Karin juga tidak ingin membuang banyak waktu, jadi dia berencana menyelesaikan dengan cepat, meski dia tidak sekuat Sasuke, Naru dan Sakura, tapi bagi dirinya yang telah melewati perang besar, tidak jadi masalah jika hanya untuk pertandingan resmi seperti ini.


Dia dengan tenang naik ke arena sambil melepas kacamata yang selalu bertengger manis di hidung mancungnya.


Tindakannya membuat Naru, Sasuke dan Sakura menaikkan alis mereka. Pasalnya mereka tidak pernah melihat Karin melepas kacamatanya, dan mereka tidak mengetahui kemampuan Karin selain rantai cakra dan kemampuan khusus Karin yang dapat memulihkan cakra dengan cara menggigit dirinya.


Perlahan pupil hitam Karin berubah menjadi biru muda dengan membentuk pola salju di tengahnya. Bibirnya yang pink alami secara perlahan berubah menjadi merah yang membuat pesona Karin semakin terlihat.


Ketika ucapan juri selesai, semua orang memusatkan pandangan mereka pada Karin yang tampak tenang dengan senyum menggoda di bibirnya.


Begitu seseorang ingin menyerangnya, Karin mengangkat tangannya ke atas dan menggumam pelan.


BADAI SALJU


Segera salju lebat turun dari langit dan menutupi area arena dan Karin sang pengendali melayang di udara menatap remeh pada lawan yang tertutup salju di bawah.


BEKU


Segera salju perlahan membeku menjadi es yang membungkus sebagian tubuh lawan di arena, dan Karin dengan tenang mengeluarkan rantarantai cakra yang saat ini telah menjadi rantai Qi miliknya untuk mendorong semua lawannya keluar dari arena.


Dia sendiri kembali menapakkan kakinya di arena dan langsung membatalkan jurus pembekuan yang dia arahkan pada lawan.


LEPAS


Dengan hanya dirinya yang bertahan di arena, dia secara alami menjadi pemenang. Karin kembali memakai kacamatanya dan perlahan matanya kembali normal dan bibirnya tidak lagi berwarna merah darah.


Untuk sesaat, tidak ada yang bereaksi karena kemampuan Karin yang begitu mengejutkan. Orang yang menatap remeh pada Karin menjadi terdiam.


“Aku tidak menyangka Karin menyembunyikan kemampuannya begitu dalam.”


Naru terkekeh, dan Sakura juga menggeleng tak berdaya. Siapa yang menyangka di balik kacamata yang selalu dikenakan Karin akan menyembunyikan mata yang begitu indah dan menyimpan kekuatan besar. Bahkan teknik tersebut tidak membutuhkan segel tangan. Normalnya teknik elemen yang tidak perlu segel tangan diperlukan kontrol yang sangat tinggi, tapi Karin dapat melakukan dengan mudah.


“Secara alami nyonya masa depan Raja Neraka tidak akan lemah. Tentu saja aku yakin Karin memilih memperlihatkan kekuatannya, karena dia ingin diakui dan bisa berdiri berdampingan dengan saudara Xuan bukan hanya berlindung di belakangnya.”


Ucapan Sasuke memang benar, terlebih dengan karakter Karin yang pemarah dan blak-blakan, tentu dia tidak hanya ingin menggunakan punggung pria untuk berlindung, tapi berdiri berdampingan dengan pria yang dia cintai dengan kekuatannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2