Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 32


__ADS_3

Aura pemuda itu sangat mengerikan, bahkan sang kepala Akademi berkeringat dingin.. rambut di kepala mereka seolah berdiri karena aura mengerikan tersebut.


Mereka akui jika mereka ceroboh kali ini, sehingga 5 tikus Paviliun Surgawi berhasil lolos.


Para guru dan tetua akademi bahkan tidak berani menelan ludah mereka. Keringat telah membanjiri kening mereka.


Pemuda yang tidak lain adalah pemilik Akademi hanya menatap dingin pada semuanya.


"Bagaimana pun caranya, kalian harus membunuh 5 tikus itu.."


Para guru dan tetua semakin takut, bagaimana mereka akan membunuh bahkan identitas 5 orang tersebut tidak mereka ketahui.


Merasa tidak ada respon, pemuda tersebut semakin geram..


"Ckckckck tempramenmu semakin buruk saja A Li.."


Sontak semua mengalihkan fokus mereka pada suara magnetis tersebut.


Seisi ruangan dapat melihat pria bertopeng dengan hanfu dan jubah putih di kawal oleh 2 orang berpakaian hitam.


Sontak para guru segera berlutut di hadapan pemuda bertopeng tersebut. Sedangkan sang pemilik Akademi hanya menatap geram pada pemuda bertopeng itu.


"Saudara Xuan, ada perlu apa kau datang kemari?"


"Aku datang karena mendapat kabar dari ketiga adikku jika ada 5 tikus Paviliun Surgawi berhasil menyusup.."


Pemuda yang di sebut A Li menatap penuh selidik pada pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Qin Mo Xuan sang Raja Neraka


"Adik?"


A Li sangat bingung. setahunya, Qin Mo Xuan tidak memiliki saudari.."


"Aku mengangkat mereka beberapa tahun lalu dan memberikan esensi darahku menjadikan mereka adik kandungku. Saat ini mereka sedang belajar di Akademi ini, aku hanya ingin mengatakan jika 5 tikus itu, biarkan mereka yang mengurus. Lagi pula Kultivasi mereka dapat menambah nutrisi ketiga adikku.."


A Li mengangguk saja dan kemudian memerintahkan para guru untuk segera pergi dari ruangan.


Bahkan pengawal Qin Mo Xuan juga keluar menyisahkan kedua pemuda itu yang saling menyapa dengan serius.


"Segel pohon dewa kegelapan di Kekaisaran Zhao semakin melemah.." A Li lebih dulu membuka suara.


"Aku tahu, untuk sekarang tidak perlu khawatir tentang itu. Yang perlu kita khawatirkan adalah Paviliun Surgawi yang semakin gencar merekrut kekuatan lain ke sisi mereka.


"Cih, wanita tua itu masih belum menyerah. Setelah membunuh adikku dan 2 adik angkatku, dia masih belum puas.."


"Dia tidak akan puas sebelum menguasai seluruh kekuatan dan menjadi yang terkuat.."


"Aku dengar, dia sangat terobsesi denganmu.."


Seketika wajah Qin Mo Xuan menjadi gelap, tapi dengan cepat kembali seperti semula.

__ADS_1


"Mereka bertiga telah terlahir kembali dan baru mendapatkan separuh ingatan mereka. Kekasih mereka juga telah terbangun dari tidur panjang dan saat ini menemani mereka.."


Seketika tubuh A Li gemetar saat menerima informasi yang di berikan sahabatnya itu.


"Xuan jangan bercanda denganku"


"Aku tidak bercanda, Naru adikmu dulu telah lahir kembali dan kini menjadi adikku begitu pula dengan Yun dan Yan.."


Brak


A Li dengan bringas menyerang Qin Mo Xuan.


"Brengsek, kenapa kau tidak mengatakan padaku.."


"Saat aku mengangkat mereka menjadi adikku, aku tidak tahu jika itu mereka karena ingatan mereka belum kembali. Berhenti menyerangku ********.."


A Li seketika berhenti dan kemudian berpikir kembali.


"Pantas kau mengatakan untuk tidak khawatir tentang segel Pohon dewa kegelapan yang semakin melemah.."


"Begitulah adanya, karena pemiliknya telah kembali. Aku juga ingin memberitahu satu fakta tentang ketiga gadis nakal itu.."


"Katakan!"


Ada seringai jahil menghiasi wajah tampan Qin Mo Xuan yang tidak tertutup topeng.


"******** jangan menguji kesabaranku.."


A Li terus menatap tajam Qin Mo Xuan agar memberitahu fakta tersebut..


"Baiklah baiklah, aku akan mengatakannya. Ketiga gadis kecil itu tidak akan segan memakan manusia sampai hanya menyisahkan tulang.."


Seketika tubuh A Li menegang dan kaku, wajahnya pucat pasi membayangkan adik kesayangannya yang dulu lemah lembut saat ini menjadi sesuatu yang tidak pandangan bulu untuk memangsa manusia..


"Jangan bercanda!"


"Aku tidak bercanda, mereka telah menemukan identitas 5 tikus itu dan berniat memakan mereka. Kalau kau tak percaya, kau bisa mengamatinya. Aku bahkan telah melihat dengan mataku sendiri.."


"Baiklah aku percaya padamu, sebaiknya kita keluar dan memulai pembukaan pertandingan tahunan mereka.."


"Baik.."


Kedua pemuda itu menghilang dari ruangan dan menuju podium tertinggi yang memang di sediakan untuk mereka.


Mereka melihat banyaknya murid yang berkumpul di sekitar Arena.


Saat keduanya muncul, para guru segera memberi hormat begitupula dengan para murid yang memang mengenali sosok A Li sebagai pemilik Akademi.


Semua murid berlutut memberi hormat hanya menyisahkan 9 sosok tertentu yang masih berdiri tidak menyadari situasinya.

__ADS_1


Dengan kepribadian mereka, mereka tidak akan mau berlutut pada apapun Nyang tak layak.


Diatasnya podium tertinggi, Qin Mo Xuan tertawa dan menggeleng.


"Lihat, bahkan dengan kehadiranmu. Mereka tidak mau berlutut.."


Pandangan A Li langsung mengarah pada 9 orang dan berhenti pada 3 gadis berambut perak.


Wajah familiar itu tidak akan pernah lepas dari ingatannya. Tapi dia menatap Qin Yan yang juga berambut perak.


"Kenapa Yan juga berambut perak?"


"Ufufufufu, dia dipaksa oleh Naru dan Yun mengubah warna rambut dan matanya agar mereka terlihat seperti kembar 3.."


"Hahahaha" sontak tawa A Li pecah dan membuat bingung para guru dan murid yang berlutut.


"Kalian semua berdiri.."


Di kejauhan Naru, Qin Yun dan Qin Yan menegang dan terpaku saat melihat wajah akrab di samping kakak mereka.


Perlahan air mata mereka menetes melihat sosok akrab itu.


"Li Gege, dia selamat dari bencana itu.."


Qin Yun yang akhirnya sadar langsung bergumam..


Setelah semua berdiri. Naru, Qin Yun dan Qin Yan mengepakkan sayap mereka kecuali Qin Yan yang bergabung dengan Xiao Ju.


Ketiganya terbang menuju podium tertinggi di mana A Li dan Qin Mo Xuan berada. Xie, Che dan Jue tidak mengikuti mereka.


Ketiga gadis itu terbang dengan kecepatan tinggi dan menerjang A Li.


Bruk


A Li terjatuh dengan kursinya yang juga terbalik.


Para guru dan tetua tercengang tapi saat merikutnya mereka berkeringat dingin mengasihani ketiga gadis kecil itu yang entah mengapa memiliki sayap.


A Li yang tadi sibuk tertawa terkejut dengan 3 sosok yang menerjangnya kemudian dia tersenyum lembut. Saat menyadari ketiganya memiliki sayap, dia akhirnya mengernyit bingung.


"Li Gege, syukurlah kau selamat dari musibah itu.."


A Li memandang Qin Mo Xuan untuk membantunya berdiri dan menenangkan ketiga gadis perak yang masih memeluknya dengan posisi tidak elit.


Ketiga menangis dan menumpahkan kerinduan mereka, mereka bahagia bisa melihat sosok yang mereka sayangi.


Berbagai emosi tumbuh di hati Naru dan kedua gadis lainnya hingga Naru dan Qin Yun tidak bisa mengontrol perubahan mereka.


Sebelum semua sadar, Qin Mo Xuan melambai dan membawa mereka keruangan pribadi milik A Li.

__ADS_1


....


__ADS_2