Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 93


__ADS_3

Mereka saling melirik dan langsung berjalan menuju gedung administrasi untuk mengambil seragam dan kunci kamar mereka.


Begitu sampai di ruang administrasi, mereka melihat banyak hal seperti pil, senjata, dan telur binatang spiritual serta binatang iblis. Semua hal ini dapat dimiliki dengan menukar poin.


Di meja depan, mereka dapat melihat wanita paruh baya sedang menulis sesuatu di buku, ketika mengetahui banyak murid yang datang, dia tidak bertanya apa yang mereka inginkan.


“Laporkan nama kalian!”


Naru menaikkan alisnya penuh minat, hanya dengan melaporkan nama saja? Apakah semua sekte telah mengetahui tentang mereka.


Satu persatu mulai melaporkan nama mereka, dan betapa ajaibnya, wanita itu langsung mengetahui di asrama mana mereka ditempatkan.


Setiap memberi seragam dan kunci pada murid, wanita itu akan mengatakan kalimat yang sama.


“Sekte hanya memberi 2 pasang seragam, jika seragam kalian rusak, kalian bisa memiliki yang baru dengan menukar poin konstribusi yang kalian miliki.”


Ada murid yang tampak bingung dan bertanya.


“Bagaimana cara memperoleh poin?”


“Dengan melakukan misi, membantu merawat kebun herbal, menambang bijih besi atau merawat binatang spiritual dan binatang iblis, yang terakhir kalian bisa membantu membersihkan perpustakaan.”


Murid itu tampak terdiam dan kembali bertanya.


“Apakah dengan menjual pil dan senjata yang kami buat dapat membuat kami memperoleh poin?”


“Tentu saja.”


“Kalau begitu terima kasih guru.”


Murid itu menerima seragam dan kunci kamar miliknya dan langsung keluar, beberapa murid yang mendengar hal tersebut juga diam-diam mencatat dalam benak mereka.


Setelah mereka menerima seragam dan kunci kamar mereka, mereka langsung berjalan menuju asrama yang telah ditetapkan untuk mereka.


Naru memiliki kamar yang sama dengan Cai Ling, begitu mereka memasuki kamar mereka, mereka melihat 2 ranjang 1 badan, ada juga lemari dan meja serta kursi.


Dekorasi kamar tersebut cukup sederhana, dan terlihat tidak nyaman. Namun, ketika melihat 2 botol porselen di atas meja, mereka mengambil masing-masing 1. Ketika mereka membuka penutup botol, mereka dapat mencium aroma pil yang dapat membantu kultivasi. Dengan tidak peduli, keduanya melempar botol tersebut ke dalam ruang masing-masing.


“A Ling, kau masukkan semua ini ke dalam ruang milikmu, ini terlalu tidak nyaman.”

__ADS_1


“Oke.”


Cai Ling melakukan apa yang diminta oleh Naru hingga membuat ruangan tersebut sangat kosong.


Melihat ruangan telah kosong, Naru membuat banyak tiruan, dan mengeluarkan wallpaper hijau dengan gambar keropi.


“Minna, tempelkan wallpaper ini ke dinding.”


“Siap.”


Semua tiruan mulai bekerja menempelkan wallpaper untuk menghias dinding kamar mereka. Ada juga wallpaper dengan nuansa langit biru dan awan untuk di tempelkan di langit-langit. Naru juga mengeluarkan lampu kerlap-kerlip untuk ditaruh di sudut langit-langit dan dinding.


Setelah semua hal itu selesai, Naru meminta tiruan untuk membersihkan lantai, dan dia langsung mengeluarkan karpet bulu berwarna hijau dengan pola kepala keropi. Setelah menghamparkan karpet bulu itu, dia mengeluarkan springbed susun untuk 1 orang, dan Naru mengeluarkan 2. Tentu saja untuk Cai Ling 1 beserta seprei dan bed cover serta bantal. Miliknya tentu saja memiliki motif keropi yang entah bagaimana memiliki sedikit warna jingga.


Ada juga 1 lemari pakaian untuk menaruh pakaian miliknya dan Cai Ling, 2 meja rias, dan 1 sofa panjang serta meja.


Melihat masih ada ruang yang tersisa, Naru membuat sekat untuk dijadikan dapur, tentu saja dia menggunakan kompor gas. Dia juga mengeluarkan set perlatan masak dan makan, penanak nasi dan ceret untuk merebus air panas. Karena kedua benda itu membutuhkan listrik, ada juga lampu kerlap-kerlip, Naru mengeluarkan panel surya, stafol, dan segala jenis pendukung untuk mendapatkan listrik.


Mengerjakan semuanya, dan begitu selesai, semua tiruan itu menghilang dan Naru langsung jatuh lemas.


“Ini terlalu melelahkan ttebayo.”


Tentu saja benda-benda tersebut Naru mengambilnya dari si kembar 3 bawahan kakaknya.


“Naru, apakah kau memiliki kulkas?”


Naru berkedip, dan langsung mengeluarkan kulkas serta minuman kalengan dan botolan untuk didinginkan.


Tentu saja bukan cuma kamar milik mereka saja, tapi milik Qin Yan dan Qin Yun juga diubah secara besar-besaran.


Yang lain juga sama, meski tidak seperti kamar milik 4 gadis tersebut, tapi benda-benda yang ada di dalam kamar membuat mereka nyaman dan sesuai dengan referensi mereka masing-masing.


Tentu saja, sebelum mereka pergi, mereka membeli semua barang pribadi seperti ranjang dan sebagainya untuk kenyamanan mereka.


Meski mereka tidak takut menderita, tapi mereka akan menggunakan setiap kesempatan untuk kenyamanan mereka.


Tentu saja, karena mereka sendiri rata-rata berasal dari keluarga bangsawan yang terbiasa dilayani, meski tidak ada pelayan, dengan kenyamanan kamar sudah bisa membuat mereka menikmati waktu santai.


Karena hari masih malam, jadi mereka memilih untuk istirahat lebih dulu.

__ADS_1


Keesokan harinya, karena itu adalah kebiasaan, jadi mereka bangun lebih awal dan mulai latihan pagi.


Selesai latihan pagi, Cai Ling langsung memasuki kamar mandi, tapi sebelum itu, dia bertanya pada Naru.


“Xiao Ru, apakah kau memiliki sabun, sampo, pasta gigi dan sikat gigi masih segel?”


“Ada, kau mau?”


“Tentu.”


Naru mengeluarkan hal yang diminta oleh Cai Ling. Setelah Cai Ling memasuki kamar mandi, dia sendiri memasuki ruang miliknya dan mulai membersihkan diri.


Setelah Cai Ling selesai, dia langsung ke dapur untuk membuat sarapan. Pas selesai, dia juga melihat Naru muncul dari ketiadaan.


“Sarapan dulu.”


“Uhm.”


Mereka berdua memakan sarapan mereka dalam diam. Meski hanya sarapan sederhana seperti roti isi dan susu, itu sudah sangat nikmat.


Menyelesaikan sarapan mereka, Cai Ling kembali bertanya.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”


“Bagaimana dengan berkeliling dulu, aku sedikit penasaran dengan gedung pertukaran.”


“Oke.”


Mereka mengambil jubah yang merupakan seragam mereka. Jubah mereka berwarna biru dengan pola Naga berwarna emas yang menandakan mereka merupakan murid asrama Dragon King.


Keluar dari kamar mereka, mereka menyusuri koridor hingga sampai di lobi asrama.


Di lobi asrama, mereka melihat beberapa murid tengah duduk berbincang, ada yang mereka kenali dan tidak.


Yang tidak mereka kenali tentu merupakan murid lama. Cai Ling juga tidak lagi mengenakan cadar miliknya, karena dia telah berada di dalam sekte, dan tentu cadar tidak diperlukan.


“Pagi.”


Suara Naru yang kelewat ceria menarik atensi beberapa orang dan juga membalas ucapan selamat paginya.

__ADS_1


“Selamat pagi juga. Kalian murid baru? Oh ya, ada pesan dari kepala asrama tentang penyambutan murid baru yang akan dilakukan dalam 3 hari, selain kita murid lama akan melakukan pertunjukan, kalian murid baru juga akan melakukannya.”


__ADS_2