
Suara Naru kecil, tapi itu masih bisa didengar oleh 4 orang tertentu. Li Mo sendiri berbalik menatap Naru dengan rumit.
“Xiao Ru, mereka tidak bergizi.”
Naru menatap Li Mo dengan kepala yang sedikit dimiringkan seolah tak percaya.
“Benarkah? Aku lihat kultivasi mereka lumayan bagus. Organ dalam mereka pasti enak.”
Naru menatap 3 pemuda tertentu dengan mata berbinar seolah melihat makan lezat, yang langsung membuat mereka bergidik.
“Oh Dewa, lelucon macam apa ini?”
“Sungguh. Apakah kakak pernah berbohong padamu?”
“Tidak sih, tapi aku benar-benar ingin mencicipi mereka.”
Naru tetap ngotot, tapi sebelum Li Mo membalas ucapannya, Naru dengan kecepatan tangannya melempar shuriken dan itu sukses membunuh sesuatu yang tidak jauh di belakang 3 pemuda tertentu.
Naru dengan senyum lebar berlari melewati ketiganya dan mengangkat 3 ekor unggas yang tampak 3 kali lebih besar dari unggas pada umumnya. Meskipun terlihat seperti monster iblis atau monster spiritual, tapi Naru tahu dengan jelas, unggas yang dia bunuh bukan jenis keduanya, melainkan hewan tanpa pikiran dengan kultivasi yang tinggi.
Li Mo yang melihat itu hanya menggeleng dan menghampiri Naru yang kelewat bahagia.
Ketiga pemuda yang tadi mengira mereka salah paham dengan maksud Naru, langsung menghela napas lega. Mereka mengira jika makanan yang dimaksud Naru adalah mereka bertiga, tapi siapa sangka itu adalah 3 ekor kalkun kipas yang merupakan lauk terenak di dunia atas, dan sangat sulit ditemukan.
“Kakak.”
“Hmp”
Li Mo mengelus kepala Naru dengan lembut dan terkekeh ringan.
“Masak bumbu rica-rica?”
“Baiklah.”
Li Mo mengambil alih ketiga kalkun itu, dan dia kembali mendengar Naru berbicara.
“Organ dalam mereka, bisakah kakak memasaknya secara terpisah menjadi saus lava?”
Li Mo tampak berpikir, dia kemudian mengangguk.
“Kau tidak keberatan jika dicampur dengan beberapa jenis jamur?”
Naru tersenyum cerah dan mengangguk. Dia dengan senang mengecup pipi Li Mo.
“Kakak, kau yang terbaik.”
Li Mo tertegun, kemudian dia tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“Jika Che tahu, dia akan mengejarku.”
“Hahaha.”
Tidak lagi peduli dengan Li Mo, Naru mendekati ketiga pemuda yang menatap mereka dalam diam.
“Siapa kalian? Mengapa kalian mengikuti kami?”
Ketiganya merasa malu mendengar pertanyaan Naru. Awalnya mereka ingin pergi ke ibukota Kekaisaran Yun, tapi mereka mendengar percakapan Naru dan Li Mo, kemudian memilih untuk mengikuti dari belakang karena penasaran.
“Maaf, kami tidak bermaksud mengikuti, kami hanya agak tertarik dengan percakapan kalian, terlebih bahan pakaian kalian juga menandakan jika kalian bukan dari kalangan biasa, sangat tidak mungkin jika kalian tidak memiliki pengawal dan pelayan, padahal salah satu dari kalian adalah sosok nona muda yang bahkan tidak ingin menunggang kuda.”
Naru memutar matanya, dan mengembungkan pipinya.
“Aku tidak suka pelayan dan pengawal, lagi pula kakak bisa menggendongku.”
Ketiga pemuda itu tidak tahu harus bereaksi seperti apa, hingga sosok pengawal bayangan muncul dan berlutut di depan Naru.
Wajah Naru seketika menjadi datar.
“Ada apa?”
“Nona pertama, Tuan Muda meminta saya untuk memberikan hal ini pada Anda dan Tuan Muda kedua, harap Anda dan tuan muda kedua membaca surat yang diberikan Tuan Muda dan menerima pemberiannya.”
Naru terdiam, Tuan muda kedua? Hingga dia menyeringai dan menepuk pundak pengawal bayangan itu sambil terkekeh pelan.
“Kerja bagus, tapi jangan mengikutiku! Kau bisa kembali, katakan pada Dage, jika aku sangat merindukan dirinya, kau tahu, sudah berbulan-bulan dia tidak pernah menemuiku.”
Segera pengawal bayangan itu menghilang, dan Naru menatap kembali pada 3 pemuda tertentu.
“Kalian belum mengatakan siapa kalian!”
Ketiganya saling melirik langsung memperkenalkan diri.
“Aku Mu Chen.”
Pemuda yang tampak genit itu memperkenalkan dirinya lebih dulu. Disusul oleh kedua sahabatnya yang memperkenalkan diri sebagai Hong Bing dan Wen Ming.
Naru mengangguk, dia juga kemudian memperkenalkan dirinya dan Li Mo.
“Kalian bisa memanggilku Naru dan kakakku kalian bisa menyebutnya Li Mo.”
Ketiga pemuda itu mengangguk, mereka menebak jika Naru tidak memberitahu nama keluarga pada mereka hingga suara Li Mo terdengar.
“Xiao Ru, datang dan bikin pondok, aku ingin memulai memasak.”
“Aku segera datang.”
__ADS_1
Naru kembali menatap ketiganya dan kembali berbicara.
“Kalian bertiga bisa bergabung.”
“Terima kasih.”
Naru beranjak dari tempatnya dan mendekati Li Mo, dia segera menggunakan kemampuan mokuton miliknya untuk membangun pondok sederhana.
Li Mo juga mulai mengeluarkan peralatan memasak dari dalam ruang miliknya sendiri, termasuk beberapa bahan yang diperlukan.
Namun, ketika beberapa bahan yang terlihat kurang, dia menatap Naru.
“Xiao Ru, berikan jamur dan cabai besar dan cabai keriting.”
“Ya.”
Naru juga dengan sigap mengeluarkan apa yang diperlukan Li Mo. Dia sendiri terlalu malas untuk memasak, jadi biarkan Li Mo yang mengurus semuanya.
Setelah itu, Naru duduk di kursi malas sambil membaca surat yang diberikan oleh Qin Mo Xuan.
Membaca kata demi kata membuat Naru agak mengernyit, kemudian dia menatap Li Mo yang sedang sibuk dengan senyum misterius di bibirnya.
“Kuro, ini menarik jika Li Mo menjadi bagian dari keluarga Qin.”
“Hanya kau yang mengatakan menarik, dan hanya Raja Neraka itu yang sangat kurang kerjaan hingga ingin orang-orang yang dia sukai menjadi adiknya begitu saja.”
“Bukan kurang kerjaan, tapi mungkin dia terlalu sibuk untuk mengurus kami, hingga ingin mengambil seorang lagi menjadi kakak kami dan itu membuatnya membagi beban penjagaan kami.”
“Hmp, Aku tidak peduli.”
Naru tidak ingin lagi berdebat dengan Jubi di dalam dirinya, dan melanjutkan membaca surat, hingga dia melihat kalimat jika Qin Mo Xuan membiarkan mereka tinggal di salah satu kediaman miliknya yang ada di ibukota Kekaisaran Yun.
Sementara Naru sibuk membaca surat, 3 pemuda tertentu sibuk menyaksikan Li Mo yang memasak dengan serius.
Selain memasak kalkun bumbu rica-rica dan jamur jeroan saus lava, dia juga memasak Nasi dan membuat jus jeruk sebagai minuman.
Berpikir jika dia sendiri yang melakukan semuanya, itu akan memakan waktu lama, dia kemudian mengingat segel tangan singkat yang selalu digunakan Naru dalam membentuk tiruan biasa, dia segera mencoba untuk melakukannya.
Ajaib, dia hanya melakukan sekali, dan 2 tiruan miliknya langsung terbentuk.
“Bos?”
“Bantu aku mengolah bahan agar tidak memakan waktu lama.”
“Ya.”
Tiga sosok Li Mo sibuk mengolah bahan, dan 3 pemuda tertentu tercengang dengan teknik yang digunakan oleh Li Mo. Mereka tahu jika teknik tersebut membutuhkan kontrol pada Qi spiritual yang baik, hingga duplikat dapat bertahan.
__ADS_1
Namun, teknik tinggi seperti itu hanya digunakan untuk membantu memasak, sungguh sia-sia.
Berbeda dengan 3 pemuda tersebut, Naru sendiri mengangkat alisnya dan tersenyum kecil. Ternyata Li Mo adalah pengamat yang baik, bahkan dapat menggunakan bunshin dengan sangat baik.