Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 59


__ADS_3

Di asrama Naru, Naru dan Qin Yun menatap Qin Yan.


“Ketika kita tiba di Kerajaan Zhao, apakah kau ingin mengambil Mumu?”


“Tentu, tapi aku akan meminta izin pada paman Liu terlebih dahulu, biar bagaimanapun juga, Mumu tersegel di istana Kerajaan Zhao.”


Liu Qian yang mendengar itu mengernyit, dan langsung bertanya.


“Siapa Mumu, mengapa kalian harus meminta izin pada ayahku?”


Ketiganya langsung menatap Liu Qian dan mereka tersenyum.


“Setelah Rong Ge dan Weiwei tiba, aku akan menjelaskan tentang siapa Mumu.”


Liu Qian hanya mengangguk, dia segera kembali ke kamar miliknya dan membereskan barang pribadi miliknya yang tidak berada di dalam cincin ruangnya.


Menyelesaikan semuanya, dia kembali ke ruang tamu dan melihat beberapa orang telah berkumpul, tapi dia belum melihat Liu Wei dan Liu Rong, hanya ada kelompok Li Mo.


Setelah beberapa saat, Liu Wei dan Liu Rong muncul, ketika melihat semua orang di ruangan tersebut, keduanya mengernyit.


“Di mana Che, Xie, dan Jue?”


“Mereka tidak ikut dengan kita, mereka memiliki urusan sendiri. Karena tadi A Qian bertanya tentang siapa Mumu, maka kalian semua bisa menatap mataku. Aku terlalu malas untuk berbicara panjang lebar.”


Dalam sekejap mata biru Naru berubah menjadi merah dengan tiga tomoe menghiasi mata merah itu.


Mereka semua sontak menatap mata Naru, dan melihat peperangan puluhan ribu tahun lalu. Ketika mereka melihat Qin Yan dengan pohon dewa kegelapan melahap musuh yang mengepung mereka, mereka terkejut. Sosok pohon dewa kegelapan yang merupakan sosok yang tersegel di Kerajaan Zhao, dan sosok yang berdiri di samping pohon dewa kegelapan merupakan sosok yang mereka kenal, hanya saja wajah itu tampak dewasa, tidak seperti sekarang.


Terlebih, mereka tidak hanya melihat sosok Qin Yan versi dewasa, tapi juga ada Naru dan Qin Yun yang bertempur dengan sengit. Tidak hanya itu, selain ketiga gadis tersebut, mereka melihat Xie, Jue dan Che yang sama kejamnya dalam membunuh musuh. Pertempuran yang melibatkan banyak orang, tentu mereka tahu jika hal tersebut adalah peperangan. Perang yang sama sekali tidak kecil.

__ADS_1


Namun, Liu Qian tidak terlalu memperhatikan tiga pasangan tertentu, dia memperhatikan sosok pemuda yang bertempur dengan puluhan orang berpakaian putih, matanya tidak hitam seperti saat ini, tapi merah seperti darah, pakaian yang dikenakan pemuda itu serba hitam, dan aura hitam mengelilingi pemuda tersebut. Yang paling mencolok adalah tanduk di atas kepalanya.


“Kalian Paviliun Surgawi adalah kelompok munafik, mengatasnamakan kesucian untuk membunuh mereka yang tidak bersalah. Bahkan aku yang merupakan ras iblis, tidak membunuh secara membabi buta atau membunuh mereka yang tidak bersalah.”


Perang besar itu menewaskan banyak orang, termasuk 3 gadis versi dewasa. Ketiganya meninggal di pelukan pria yang mereka cintai. Ada pun sosok yang Liu Qian lihat, dia juga meninggal dengan tragis dan hanya menyisakan kelompok yang semua berpakaian putih.


Di tengah-tengah kelompok itu, ada seorang wanita yang tampak anggun dan cantik, tapi bibirnya dihiasi oleh seringai keji dan dia tertawa terbahak-bahak.


“Hahahaha, sudah aku katakan, kalian yang menentang aku, semua akan mati. Paviliun Surgawi akan menjadi pemimpin semua kekuatan dan menguasai alam ini.”


Setelah melihat gadis tersebut, mereka kembali sadar dan terdiam.


“A Qian, apakah kau tahu siapa Mumu saat ini?”


Liu Qian menatap Qin Yan dan mengangguk, dia kemudian menatap Liu Rong dan Liu Wei.


Liu Rong menatap rumit pada 3 gadis itu, dan mereka mengangguk. Tidak ada dari mereka yang pernah berpikir, jika 3 gadis yang merupakan sahabat mereka adalah 3 pahlawan wanita yang gugur saat itu, sedangkan kekasih mereka memilih menunggu ketiganya bereinkarnasi dengan tidur panjang.


Kelompok Li Mo sendiri juga begitu takjub dengan kejadian yang mereka lihat, kemudian mereka menatap Li Mo dengan rumit. Selama mereka mengenal Li Mo, mereka tidak pernah melihat Li Mo menggunakan kekuatan gelap di depan mereka. Itu hanya murni menggunakan qi spiritual seperti mereka.


Li Mo sendiri menatap 3 gadis tertentu dengan aneh. Dia sendiri mengetahui jika dirinya memiliki kekuatan gelap, tapi dia tidak pernah menggunakan kekuatan itu. Namun, baru-baru ini dia mendapatkan sebagian ingatan tentang masa lalu, tapi setelah melihat perang besar itu. Dia mendapatkan semua ingatannya yang tersegel.


Liu Qian sendiri menatap Li Mo, dia juga melihat Li Mo yang gagah dalam pertempuran dan tak kenal kata mundur, meski musuh telah mengepung di segala arah. Meski jati diri Li Mo sendiri adalah ras iblis, dia tidak munafik untuk menghindari Li Mo karena ras, tapi menghormati Li Mo yang merupakan Ras Iblis, karena ras iblis masih memiliki hati nurani daripada kelompok yang mengatakan diri mereka adalah orang suci, tapi membunuh secara membabi buta hanya untuk kekuasaan.


Merasakan tatapan itu, Li Mo mengalihkan pandangannya dari Naru, Qin Yun dan Qin Yan. Melihat siapa yang menatapnya begitu dalam dan penuh kekaguman, membuat bibirnya melengkung dengan senyum tipis.


Melihat senyum itu, jantung Liu Qian berdebar kencang, dan dia berdiri langsung dari posisi duduknya, kemudian berseru penuh semangat.


“Sudah aku putuskan!”

__ADS_1


Semua yang terdiam mencerna informasi menatap Liu Qian dengan aneh, termasuk Liu Rong, Liu Wei dan Feng Xue.


“Qian'er, apa yang kau putuskan?”


Feng Xue tampak penasaran, dan itu juga merupakan pikiran yang ada pada semua orang di dalam ruangan tersebut.


Semua menatap Liu Qian, menunggu jawaban Liu Qian dengan wajah penasaran, termasuk Li Mo.


Dia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh gadis yang dia sukai sekaligus yang dia cintai. Melihat raut wajah serius itu, dia merasa gemas ingin mencubit, tapi suara menggoda di telinganya langsung menyadarkan dirinya. Dia segera menatap gadis yang berbisik di telinganya dengan ganas.


“Coba kau katakan, atau aku akan mengatakan padanya jika kau menyukainya.”


“Mo Ge, aku bercanda.”


Qing Wen langsung memberikan senyum menyanjung membuat Naru dan yang lainnya memiliki sudut mulut berkedut.


Mereka kemudian kembali menatap Liu Qian. Segera ucapan Liu Qian detik berikutnya membuat mereka tercengang, dan beberapa orang tertawa terbahak-bahak.


“Aku memutuskan, Li Mo akan menjadi tunanganku.”


Dia mengatakan hal tersebut dengan percaya diri dan begitu arogan yang mencerminkan dirinya ketika berada di Kerajaan Zhao. Apa pun yang dia inginkan, harus menjadi miliknya, dan apa pun keputusannya, tidak ada yang berani menentangnya, karena kalau keputusannya ditentang, dia pasti akan membuat seluruh istana dalam kepanikan.


Setelah tercengang dengan keputusan sepihak Liu Qian, beberapa orang yang tidak lain adalah Naru, Qin Yan dan Qin Yun serta Feng Xue langsung tertawa terbahak-bahak.


Liu Rong dan Liu Wei sendiri memiliki wajah yang begitu rumit. Keduanya berdiri dan Liu Wei langsung menjitak kepala Liu Qian, sedangkan Liu Rong menjewer telinga Liu Qian.


“Aduh.”


“Qian’er, apakah kau sadar dengan keputusan yang kau buat, dan apakah kau sudah mempertimbangkan perasaan orang yang terlibat? Ini bukan istana di mana kau akan membuat seluruh istana panik ketika ada yang menentang keputusanmu. Tentu statusmu sebagai putri tidak lagi dihitung.”

__ADS_1


__ADS_2