
“Kebetulan ini adalah kesempatan, bagaimana dengan memilih sekte berbeda dengannya?”
Hinata tampak terdiam, dia menatap Mo Ye yang masih tersenyum lembut padanya, entah mengapa jantungnya berdegup kencang. Dia kemudian menatap Neji yang tersenyum sedih.
“Nii, maaf.”
“Tidak masalah, asal kau bahagia. Aku juga akan berusaha untuk menghapus perasaan ini.”
Mo Ye menghela napas, mengapa perasaan begitu rumit? Tapi tanpa perasaan, dunia tidak akan indah. Menatap Hinata, sejujurnya sejak pertama melihat gadis bermata bulan tersebut saat mereka pertama kali muncul di Akademi saat itu, dia telah jatuh pada pesona gadis tersebut. Namun, dia bisa menutupi dengan baik perasaannya. Bahkan dia tidak mengamati Hinata secara diam-diam, tapi jika ada kesempatan bertatap muka, dia akan menggunakan kesempatan tersebut untuk melihat Hinata lebih banyak.
Melihat permen kapas yang dipegang Hinata akan habis, Mo Ye mengeluarkan 1 lagi dan memberikannya pada Hinata.
“Terima kasih, sepertinya saranmu bagus untuk tidak berada di satu sekte dengannya.”
“Apakah perasaanmu sudah lebih baik?”
“Sedikit.”
“Kalau begitu, aku akan kembali ke tempatku.”
“Uhm.”
Mo Ye terkekeh dan mengusap lembut kepala Hinata, kemudian dia mengatakan beberapa kata lagi sebelum pergi.
“Baiklah jangan sedih lagi, kau adalah gadis baik, kelak kau akan menemukan pria yang mencintaimu dan kau juga mencintainya.”
“Ya, semoga.”
Mo Ye kembali ke tempatnya dan berdiri di samping Naru, Naru sendiri terkekeh dan menyenggol lengan Mo Ye.
“Bagaimana?”
“Terlalu rumit.”
“Ya, terlalu rumit.”
Mo Ye terkekeh, dia mencubit pipi tembem Naru yang sukses mendapat tatapan tajam dari Naru dan Che.
“Mo Ye, Naru itu milikku.”
“Aku tahu, tapi apakah salah jika aku juga menyukainya?”
Pletak
Dan Mo Ye sukses mendapat jitakan dari Li Mo.
“Mo Ye, tidak ada pria yang menyukai wanita bertingkah sepertimu.”
“Hahahahaha.”
Segera kelompok mereka tertawa, dan Che hanya tersenyum tipis sambil mengusap pipi Naru yang tampak merah.
“Masih sakit?”
__ADS_1
“Uhm.”
Cup.
Che mengecup pipi Naru yang tampak merah itu, membuat Naru tersipu.
“Sekarang bagaimana?”
“Sudah lebih baik.”
Beberapa orang yang melihat keduanya memiliki bibir berkedut, mereka sendiri tahu, jika Che paling suka mencuri kesempatan dalam kesempitan hanya untuk mencium Naru.
Mo Ye yang baru saja menghibur gadis yang dia sukai, bahkan tidak melirik ke arah Hinata, dan ikut tertawa bersama yang lain termasuk mengganggu Liu Qian dan Feng Xue yang membuat Mo Ye merasa mendapat hiburan baru.
“Mo Ye, daripada kau menjahili kekasihku, lebih baik kau mencari pasanganmu sendiri.”
Mo Ye menatap Liu Rong dan berkata dengan percaya diri.
“Hei, aku ini tampan, tidak perlu mencari dan para gadis akan berdatangan padaku.”
“Cih, Narsis.”
Mo Ye tentu tahu ada yang menatap dirinya dengan rumit, dan meski dia tidak melihat atau mencari tahu, dia tahu siapa pemilik tatapan tersebut.
“Aku harap kau menyadari perasaanku padamu, Hinata.”
Sementara itu, beberapa anggota tim Mo Ye, terkejut dengan tindakan Mo Ye.
Selain selalu menunjukkan wajah tanpa ekspresi, Mo Ye akan menebar senyum lembut, yang bahkan mereka para gadis akan jatuh cinta pada ketua mereka, tapi mereka tahu jika dalam senyum lembut yang ketua berikan, itu hanya akan ada kesialan bagi musuh mereka, sebab dalam senyum lembut itu, tidak ada kelembutan sama sekali, hanya menyembunyikan kedinginan. Bahkan mereka para gadis dalam tim, berusaha untuk tidak jatuh cinta pada ketua mereka, jika pun itu terjadi mereka akan berusaha menguburnya segera mungkin.
Namun, ketika menghibur gadis bernama Hinata, mereka melihat ketua mereka tersenyum lembut, bahkan tatapan ketua juga sangat lembut, dan sama sekali tidak memiliki kedinginan yang tersembunyi.
“Ya, ketua akhirnya memiliki gadis yang dia sukai. Sayangnya itu bukan aku.”
Salah satu gadis mengatakan hal tersebut dengan antusias.
Hinata sendiri bahkan tidak menyadari tingkahnya yang saat ini mencuri-curi pandang ke arah Mo Ye, dan bukan ke arah Shikamaru. Neji yang melihat itu kembali menghela napas, tapi dia tidak lagi tersenyum sedih.
Namun, ketika dia berbalik melihat Mo Ye yang tampak bercanda dengan Naru dan yang lainnya, dia langsung sweatdrop.
“Hinata?”
“Ya, Nii.”
“Apakah perasaan menyukai Shikamaru dengan perasaan yang kau rasakan pada Mo Ye itu memiliki perbedaan?”
Hinata terkejut, matanya membola dan dia menatap Neji dengan ngeri, kemudian dia tampak terdiam.
“Nii, kau tahu, aku sudah lama menyukai Shikamaru, dan sering menguntitnya secara diam-diam, tapi aku tidak pernah merasa jika jantungku memiliki gangguan dan itu berdetak secara normal. Namun, tadi ketika melihat senyum lembut Mo Ye, dan sensasi dia mengusap kepalaku, aku merasa aku terkena serangan jantung. Nii, apakah aku sakit?”
Lagi Neji dibuat sweatdrop dengan ucapan terakhir Hinata, hingga Hinata histeris sendiri.
“Oh tidak, jika jantungku memiliki gangguan, aku sebaiknya mencari Sakura-chan.”
__ADS_1
Oke, kali ini Neji sukses kehilangan perasaan cinta antara pria dan wanita untuk Hinata. Gadis yang bahkan tidak menyadari perasaannya sendiri lebih sulit ditaklukkan dari pada gadis tsundere.
“Hinata, lebih baik kau tidak mencari Sakura, tapi pergilah bergabung dengan Naru dan yang lainnya. Bukankah Naru juga ahli dalam medis.”
Hinata berkedip, dia kemudian mengangguk.
“Baiklah, tapi Nii, kita mungkin akan berbeda sekte nantinya.”
“Tidak masalah.”
Hinata meninggalkan kelompoknya, dan itu membuat Gaara mengangkat alisnya sambil menatap Neji.
“Ya, Shika tidak menyadari telah kehilangan gadis yang tulus mencintainya.”
“Begitulah, alih-alih menyadari perasaan Hinata, dia malah mengejar Temari yang jelas-jelas mencintai Kakashi, dan Kakashi juga sangat jelas memiliki perasaan pada Temari.”
Hinata yang saat ini bergabung dengan Naru terlihat biasa saja. Padahal jantungnya telah berdetak sangat kencang.
“Naru.”
“Ya, ada apa Hinata-chan?”
“Setelah ini bisakah kau membantuku memeriksa.”
“Oke.”
Hinata menghela napas lega begitu mendapatkan persetujuan Naru, dia kemudian tersenyum tipis melihat interaksi orang-orang di depannya, bahkan melihat Sakura dan Karin yang melambai padanya.
Dia menatap langit cerah, dan menatap Shikamaru yang masih sibuk bercanda sambil menarik perhatian Temari.
Naru sendiri terkekeh begitu menyadari tatapan Hinata jatuh pada Shikamaru.
“Hinata?”
“Ya.”
“Apakah sulit melupakannya?”
“Entahlah, tapi memiliki sahabat seperti kalian lebih berharga daripada harus mengejar cintanya.”
Naru, Che, Liu Rong yang mendengar perkataan Hinata langsung terkekeh. Nyatanya jika kau tidak terpaku pada satu hal, kau akan menyadari betapa berharganya hal-hal di sekitarmu.
Mo Ye juga tersenyum tipis mendengar ucapan Hinata, tapi dia berpura-pura tidak peduli, dan memilih berbincang dengan Liu Wei dan Jiu Feng.
“Aku penasaran, kapan penilaian akan dimulai, dan bagaimana cara menilai orang sebanyak ini?”
Jiu Feng tampak berpikir, dengan ucapannya, semua tidak lagi terfokus pada Hinata, dan merenungkan bagaimana cara perekrutan nanti.
“Entah, mungkin saja sama dengan cara akademi merekrut kita waktu itu.”
Liu Wei menanggapi dan langsung dibantah oleh Mo Ye.
“Aku rasa cara mereka berbeda dengan cara Akademi merekrut kalian waktu itu.”
__ADS_1