Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 100


__ADS_3

Ada 100 murid sekte Jiayou berkumpul di alun-alun, mereka menatap serius pada pemimpin sekte yang berdiri di podium.


“Kalian yang berdiri di sini akan memasuki alam percobaan. Ingat, apa pun yang ada di dalam tidak lebih penting dari hidup kalian. Meski Guru tahu di alam percobaan memiliki kesempatan, tapi hal itu juga memiliki bahayanya.”


“Ya.”


Para murid merasa terharu. Meski mereka akan memasuki alam percobaan, tapi pemimpin tidak memaksa untuk mendapatkan apa pun melainkan mengutamakan keselamatan mereka.


“1 hal lagi, karena alam percobaan akan terbuka, akan ada beberapa kekuatan yang akan mengirim orang seperti paviliun surgawi, bakat yang dikirim oleh Kekaisaran Yun, Kekaisaran Shui dan Istana Raja Neraka. Ada juga 2 kekuatan baru yang membuat paviliun surgawi menjadi waspada. Jika kalian bisa, kalian harus menghindari paviliun surgawi, tapi kalau tidak bisa, kalian sebaiknya membunuh mereka, jangan mati di tangan mereka, mengerti?”


“Kami mengerti Guru besar.”


“Bagus kalau kalian mengerti. Ayo berangkat.”


Beberapa dari mereka menggunakan artefak terbang, ada juga yang menggunakan binatang kontrak mereka.


Semua mengikuti arah pemimpin sekte membawa mereka, tentu saja mereka tidak boleh ketinggalan.


Naru tentu saja tidak ingin menarik perhatian, karena Xiao Bai tidak bisa terbang, jadi dia naik bersama Che menggunakan binatang kontrak Che.


Masih berada di ketinggian, mereka bisa melihat pegunungan yang puncaknya telah banyak orang berkumpul.


Lu An meminta Wyvren miliknya untuk turun, dan segera semua murid yang mengikuti dari belakang juga ikut turun.


Menapak di tanah, para murid langsung meminta binatang kontrak mereka untuk kembali, dan yang menggunakan artefak terbang, langsung mengembalikan hal tersebut ke dalam cincin penyimpanan mereka.


Setiap murid dari setiap sekte, tentu mengenakan seragam kebesaran sekte mereka, paviliun surgawi tentu mengenakan pakaian serba putih.


Dari paviliun binatang buas, tentu saja mereka memiliki bulu binatang di pakaian mereka sebagai simbol.


Pasukan Anbu, mereka berpakaian hitam dengan topeng rubah menutupi wajah mereka, ada juga bakat yang dikirim oleh 3 wilayah, mereka tidak terlalu identik dalam pakaian, tapi mereka memiliki bros yang menempel di dada mereka sebagai tanda.


Melihat semua telah berkumpul selain mereka, Lu An hanya memasang wajah datar. Jangan salahkan dia, dia tidak datang terlambat, hanya orang-orang itu yang datang lebih awal.

__ADS_1


Cai Ling sendiri setelah turun dari artefak terbang miliknya, dia mendekati sang guru. Dia juga setia dengan cadar di wajahnya, yang bahkan murid sekte tidak tahu jalan pikiran gadis cantik itu.


“Ada apa?”


“Guru, aku ingin bergabung dengan yang lainnya.”


Lu An menatap muridnya yang wajah bagian bawahnya tertutup cadar, dia kemudian mengangguk.


“Pergilah, tapi jangan buka cadarmu di depan orang lain selain di depan saudara dan saudari seperguruanmu.”


“Ya.”


Cai Ling melangkah mundur dan langsung bergabung dengan Naru dan yang lainnya.


Lu An menatap punggung Cai Ling yang pergi menjauh, ada cahaya lembut di kedua matanya yang melihat tingkah elegan Cai Ling ketika bertemu dengannya perlahan berubah menjadi kekanak-kanakan ketika bergabung dengan rekannya.


Dia menggeleng pelan dan melangkah ke tempat di mana para pemimpin berkumpul.


Bagi mereka yang tidak jeli, mereka tidak akan melihat token pinggang yang tampak tak mencolok itu, tapi bagi Yun Feng yang memiliki penglihatan tajam, dia bisa dengan jelas melihat token pinggang tersebut, dia kemudian menatap Naru, Qin Yun, Qin Yan dan Li Mo dengan tatapan rumit.


Bahkan Ai Meng turun tangan sendiri untuk memimpin bawahannya yang akan memasuki alam percobaan, dan tatapannya terus mengarah pada Qin Mo Xuan yang tampak datar dan dingin.


Karin yang berada dalam barisan murid sekte Jiayou tentu melihat tatapan obsesif milik Ai Meng pada Qin Mo Xuan. Segera wajahnya menjadi sangat buruk, dan bibirnya yang tadi tersenyum tampak mengerucut.


“Naru, apakah kita sudah boleh membuka penyamaran kita? Aku tidak tahan wanita tua di sana menatap Xuan dengan tatapan memuja.”


Naru menatap Karin dan pada Ai Meng, segera aura posesif miliknya langsung menguar, dan perasaan dingin nan mencekam membuat orang-orang di sekitarnya meneguk ludah paksa.


“Heh, si nenek tua itu sangat berani menginginkan Dage, dia bisa melewati tubuhku dulu. Juga karena kultivasinya lumayan tinggi, cocok untuk nutrisi aku, Xiao Yun dan Yan'er.”


Mengatakan itu, Naru menjilat bibirnya seolah mengidamkan makanan. Di sampingnya Qin Yun dan Qin Yan juga menatap lapar pada Ai Meng.


“Heh, daging nenek tua itu meski sudah tua, tapi organ dalamnya pasti masih segar. Lumayan untuk menambah nutrisi kita.”

__ADS_1


Qin Yun juga memberi pendapat tentang daging Ai Meng, mereka berbicara tanpa melihat sekitar mereka dan beberapa murid sekte menatap mereka dengan horor, bahkan Cai Ling dan Yun Feng mundur selangkah.


Melihat rekan mereka tampak pucat, Che menggeleng tak berdaya.


“Tidak apa-apa. Mereka hanya memakan daging musuh, dan mereka yang memprovokasi ketiganya.”


Mendengar itu, mereka menghela napas lega, tapi mereka masih menatap tak percaya pada 3 gadis kembar itu. Hingga mereka melihat Karin dengan wajah datar dan aura hitam melangkah keluar dari barisan menuju barisan wilayah gelap.


Namun, ketika melewati barisan paviliun surgawi, Karin berhenti sejenak dan menatap Ai Meng dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan, bahkan seringai di bibirnya tampak merendahkan.


Naru, Qin Yun, Qin Yan, Li Mo dan Qin Mo Xuan menyeringai melihat tingkah provokatif Karin. Bahkan Lu An yang sebagai pemimpin sekte sampai sweatdrop dengan tingkah Karin hingga dia memukul keningnya pelan. 3 pemimpin sekte lainnya terkekeh dengan tindakan provokatif Karin, mereka bahkan mengagumi Karin yang dengan berani menantang Ai Meng yang tidak lain adalah pemimpin Paviliun Surgawi.


“Cantik sih, tapi sayang, itu hanya tampilan luar. Juga nenek tua yang sudah berumur.”


Mengatakan itu, Karin mengibaskan rambut merahnya dan melangkah menjauh dari barisan Paviliun Surgawi.


“Pffffttt.”


Banyak tawa tertahan dapat didengar. Wajah Ai Meng sendiri sudah sangat buruk.


“Berani! Ya, sangat berani. Hanya domba kecil yang tidak takut serigala.”


Karin menghentikan langkahnya, tapi tidak berbalik.


“Heh.”


Dia hanya terkekeh sinis dan melanjutkan langkahnya. Ketika sampai di barisan wilayah gelap, para bakat dari wilayah gelap langsung membungkuk hormat.


“Nyonya!!”


Karin terkekeh geli melihat reaksi mereka semua, dia hanya mengangkat tangan kanannya dan semua bakat itu kembali berdiri dengan lurus.


Reaksi para bakat dari wilayah gelap itu mengejutkan semua orang yang hadir kecuali orang-orang tertentu yang sudah mengetahui hubungan Karin dan Raja Neraka.

__ADS_1


__ADS_2