Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 67


__ADS_3

“Aku tahu, tapi setidaknya bersemangatlah sedikit.”


Beberapa orang memutar mata mereka, dan hanya menatap Qin Yun yang dengan santai berjalan ke arah pintu.


Mata semua orang fokus pada Qin Yun, ingin mengetahui apa yang dilakukan Qin Yun pada pintu itu, atau mendengar jawab yang keluar dari mulut Qin Yun.


“Baiklah Pintu, kali ini kau harus terbuka, jawaban dari soal tak masuk akalmu itu adalah Tukang becak yang membawa penumpang.”


Semua menatap Qin Yun dengan aneh, karena pintu itu tidak terbuka, dan membuat sudut bibir Qin Yun berkedut.


“Tukang Becak membawa penumpang.”


Melihat pintu yang terbuka, mereka sangat bahagia, tapi mereka tidak tahu apa itu tukang becak? Hanya Qin Yan yang mengerti.


“Sialan, pertanyaan ini jika tidak ada kau atau aku, itu tidak akan terjawab. Meski aku akui jika untukku akan membutuhkan waktu yang lama.”


“Ya.”


Siapa juga yang akan berpikir sejauh itu, terlebih soalnya bahkan sangat tidak masuk akal.


Begitu mereka masuk, mereka kembali menemukan banyak rak, dengan segala jenis bibit tumbuhan herbal, tumbuhan beracun dan banyak bibit herbal langka yang mereka temukan.


Selain herbal dan tumbuhan beracun, ada juga bibit dari segala jenis varietas bunga, buah-buahan, sayuran, bahkan ada juga bibit tanaman yang mereka tidak kenal. Yang sangat tidak masuk akal adalah tumbuhan rumput laut yang bisa berbuah.


Tanpa perintah, Qin Yun memasukkan langsung ke dalam ruang.


Setelah semua selesai, Li Mo bertanya.


“Sekarang apa yang harus kita makan?”


Qin Yun menghela napas, dia kemudian mengeluarkan banyak ayam pengemis, bahkan mereka makan tanpa nasi. Beberapa orang, ada yang mengambil 2 ekor, ada juga yang mengambil 3 ekor.


Selesai makan, mereka kembali melanjutkan untuk menaiki 100 anak tangga lagi.


Siksaan kali ini lebih menyakitkan, karena ketika mereka menapak, mereka seolah menginjak api dan itu langsung seperti membakar tubuh mereka.

__ADS_1


Rasa terbakar yang membuat dirimu ingin berteriak keras. Mereka bahkan memiliki ilusi jika mereka bisa mencium bau tubuh mereka yang telah terbakar dalam api.


Karena Paviliun Surgawi mulai mencari 3 sosok dengan nama keluarga Yin dan Luo, itu membuat Qin Mo Xuan diam-diam menghela napas lega.


Dia tidak bisa mengagumi keputusan sepihaknya saat itu mengubah darah ketiga adiknya hingga menjadikan mereka bagian dari keluarga Qin dan mengubah nama keluarga mereka yang semula menjadi Qin.


Baik dia dan Beichen Li telah mendengar banyak gadis yang memiliki nama keluarga Yin dan Luo menghilang secara misterius.


Di Paviliun Binatang Buas, Yin Jiang dan Jenderal Luo saling menatap. Mereka tentu tahu tentang insiden menghilangnya banyak gadis yang memiliki nama keluarga Yin dan Luo, dan diam-diam bersyukur atas tindakan Qin Mo Xuan saat itu. Jika tidak, ketiga gadis itu pasti telah masuk dalam daftar buruan Paviliun Surgawi.


Untuk kali ini mereka membutuhkan waktu setengah bulan lebih 3 hari untuk menyelesaikan 100 anak tangga, dan mereka masih memiliki bayangan psikologis tentang rasa terbakar itu.


Tidak ada waktu untuk beristirahat, pertanyaan langsung muncul di depan mereka semua.


*Dunia berputar, Hewan tersiksa, Manusia bersenang-senang. Sebutkan arti dari kalimat tersebut!*


Mereka kembali menghela napas, apakah tidak ada soal yang normal, semua soal seperti meremas otak mereka.


Sementara yang lain terdiam, Qin Yun dan Qin Yan masih memiliki bayangan tentang becak.


Keduanya duduk untuk menenangkan gejolak rasa sakit yang masih terbayang-bayang di benak mereka.


Mereka mendengarkan saran Qin Yan dan mulai duduk membentuk lingkaran, Qin Yan juga kembali berbicara.


“Jawaban dari soal kali ini mungkin masih berhubungan dengan kendaraan.”


Neji yang sedari tadi diam, akhirnya bersuara, dan mereka kembali terdiam.


Jika berhubungan dengan kendaraan itu akan mudah.


“Mari kita ibaratkan dengan Dunia berputar sebagai Roda, dan manusia bersenang-senang adalah penumpang, maka hewan menderita adalah...”


Daripada berpikir sendiri, mengapa mereka tidak bertikar pikiran? Dengan begitu suatu pertanyaan akan dengan cepat terjawab, dan dari ucapan Che mereka segera memiliki senyum di wajah mereka.


“Oke, biarkan aku yang menjawab.”

__ADS_1


Tenten berdiri dan berjalan ke arah pintu, dia dengan percaya diri mengatakan jawaban yang telah berada di pikirannya sejak Che mengatakan hal tersebut.


“Kereta Kuda.”


Benar saja, pintu itu terbuka secara otomatis, dan ketika mereka semua masuk, mereka melihat banyak senjata dengan kualitas tinggi. Senjata tersebut bukan senjata tingkat rendah, dan semua senjata yang ada di ruangan ini adalah artefak tingkat tinggi yang bahkan telah memiliki roh.


Tenten dan Liu Qian yang melihat berbagai jenis senjata di depan mereka menjadi sangat bersemangat.


“Pilih senjata yang kalian suka, dan sisanya akan disimpan oleh Xiao Yun.”


Mereka semua langsung bergerak, Qin Yan bergerak mencari belati yang cocok untuknya. Tidak hanya belati melainkan ada beberapa senjata tersembunyi yang dia pilih.


Naru sendiri maju dan memilih dengan perasaannya, hingga pilihan pertama jatuh pada belati pendek. Menyentuh belati itu dengan lembut seraya bergumam lembut


“Ke depannya kau akan menjadi salah satu rekanku.”


Seolah merespon, belati itu tampak bergetar dan itu membuat senyum Naru semakin melebar.


Dia menyimpan belati tersebut ke dalam cincin ruang dan kembali memilih. Pilihan kedua jatuh pada cambuk 7 warna, cambuk ini tidak seperti cambuk, dia terlihat lebih indah.


“Kau juga akan menjadi rekanku dalam pertempuran kelak, jadi mari bekerja sama.”


Segera cambuk itu melukai tangan Naru dan menyerap darah Naru. Setelah itu, kontrak antara mereka terbentuk dan cambuk tersebut segera berubah menjadi ikat pinggang dan melingkari pinggang Naru, itu juga membuat Naru terkekeh.


Terakhir dia tidak memilih senjata penyerang, tapi berjalan ke arah perisai. Naru baru berhenti ketika berdiri di depan perisai yang tampak indah dan elegan. Perisai itu berwarna perak dengan sinar jingga samar, dihiasi oleh 7 permata misterius.


Dia mengelus perisai itu dan terkekeh, kemudian mengangkat perisai yang tidak terlalu besar itu.


“Di masa depan, keselamatanku akan diserahkan padamu.”


Perisai itu juga tampak merespon, dan langsung berubah menjadi anting-anting yang langsung menghiasi telinga kanan Naru.


Melihat semua telah selesai memilih, maka senjata lainnya langsung dimasukkan ke dalam ruang milik Qin Yun.


Kali ini Qin Yan mengeluarkan banyak Yakiniku yang telah dibakar dan membagikannya pada yang lain.

__ADS_1


Naru sendiri dengan tenang mengeluarkan ramen jumbo pedas dan menuangkan yakiniku ke dalam mangkuknya dan mulai makan dengan tenang.


Tidak ada yang memedulikan Naru, setidaknya mereka kenyang dan kembali melangkah untuk menaiki 100 anak tangga berikutnya.


__ADS_2