
Sementara itu Naru dan Li Mo telah puas berkeliling membeli semua jajanan pinggir jalan. Bahkan 5 sosok yang mereka selamatkan juga mengikuti mereka dengan beberapa jajanan pinggir jalan di tangan Situ Xin dan Yin Luo. Padahal keduanya yang merupakan nona muda di keluarga besar tidak pernah membeli jajanan pinggir jalan semacam ini.
“Apakah sudah puas?”
Naru mengangguk dan Li Mo menghela napas lega.
“Kalau begitu kita cari penginapan.”
“Uhm.”
Naru tidak berbicara, dia hanya bergumam, karena mulutnya penuh dengan makanan ringan.
Padahal kalau dilihat dari pakaian yang dia kenakan, seharusnya orang seperti dia tidak membeli sesuatu di kios pinggir jalan, karena bahan pakaian yang dikenakan adalah identitas pemakainya.
Memasuki penginapan, Naru turun dari pundak Li Mo dan menatap Resepsionis.
Resepsionis sendiri menatap Naru dari atas sampai bawah, tapi ketika matanya menatap gantungan giok di pinggan Naru, matanya melebar karena terkejut.
“Nona muda, bisakah saya melihat giok pinggang Anda?”
Naru yang memegang makanan ringan di kedua tangannya langsung menatap Li Mo.
“Berikan giok pinggangku padanya!”
“Hei A Ru, mengapa aku berpikir jika aku ini bawahanmu?”
“Bwahahahaha, kau baru sadar? Ck, lamban.”
Tidak ingin peduli dengan ejekan Naru, Li Mo mengambil giok pinggang Naru dan memberikannya pada Resepsionis itu.
Resepsionis sendiri ketika mendengar Li Mo memanggil nama Naru, dia sudah yakin, tapi dia ingin memastikan.
Melihat ukiran Qin di bagian depan, dan ada karakter Naru di bagian belakang, resepsionis itu pada dasarnya langsung yakin.
Dia dengan hormat mengembalikan giok pinggang itu dan memberikan Naru kunci ruangan.
“Nona Ruru, ini adalah kunci kamar Anda, dan untuk rekan Anda, mereka akan diberi diskon 50%”
Naru berkedip, dia menatap resepsionis itu dengan heran.
“Ya, saya bawahan kakak Anda, dan penginapan ini adalah miliknya.”
“Baiklah kalau begitu.”
Naru menyimpan semua makanan ringan miliknya ke dalam ruang, dan mengambil kunci serta giok pinggang miliknya.
“Ngomong-ngomong, kamarku di bagian mana? Bisa meminta seseorang untuk mengantar?”
“Tentu, Nona Ruru.”
__ADS_1
Naru berbalik menatap Li Mo dan 5 sosok yang selalu mengikutinya.
“Kalau begitu aku duluan, kalian selamat istirahat.”
Naru mengikuti seorang pelayan, meninggalkan 6 orang yang menatap dengan tak percaya.
“Mo Ge, bukankah kalian baru saja tiba dari dunia tengah, bagaimana caranya A Ru memiliki kakak di dunia, atas ini?”
Resepsionis mendengar pertanyaan Yin Luo, langsung menjawab.
“Tuan Muda memang dari kecil tumbuh di dunia atas, tapi dia memiliki 3 adik perempuan yang lahir di dunia tengah.”
Mereka mengangguk mengerti, tidak mungkin mereka mengetahui dengan detail, tapi Li Mo tahu siapa sosok kakak ini.
Dia mengambil kunci yang diberikan resepsionis setelah membayar harga penginapan.
Namun, sebelum Li Mo pergi, dia menatap 5 orang yang sedari tadi mengikuti mereka.
“Sebaiknya kita berpisah di sini, aku dan A Ru masih harus mencari teman-teman kami.”
Xu Jin dkk saling memandang, mereka kemudian mengangguk, Xu Jin sendiri memberikan token identitasnya pada Li Mo.
“Saudara Mo, jika Anda memerlukan sesuatu, Anda bisa mencariku di ibukota Kekaisaran.”
Li Mo juga tidak menolak, dia dengan tenang mengambil token identitas tersebut dan langsung pamit pada mereka berlima.
Mereka tentu ingin membalas dermawan mereka, tapi bagi Li Mo, dia hanya mengambil dan membuang token tersebut sembarang arah di dalam ruang miliknya.
Keduanya masih tinggal di kota praktisi selama 3 hari, dan memutuskan untuk pergi.
Tes perekrutan masih kurang dari 2 bulan, mereka masih bisa menjelajahi dunia atas ini sebelum sampai di ibukota Kekaisaran Yun.
Sementara itu, Li Mo berhasil melakukan kontrak dengan kucing hitam yang ternyata adalah Monster kuno yang bahkan hampir setara dengan Naru dan Qin Yun jika keduanya berubah menjadi wujud serigala.
Kucing hitam itu sendiri memilih tinggal di ruang milik Li Mo, karena dia tidak ingin berada di luar yang di mana Naru saat ini menggunakan wujud serigala dan itu cukup mengintimidasi.
Kucing hitam itu juga merasa aneh, ketika Naru dalam wujud manusia, dia tidak bisa merasakan aura monster yang lebih tinggi darinya, tapi ketika dia dalam wujud serigala, dia tidak bisa mengetahui jika serigala itu bahkan bisa berubah menjadi manusia.
Bisa dikatakan jika Naru dalam bentuk manusia, dia memang manusia, dan begitu juga sebaliknya. Seolah dia adalah kedua jenis ras tersebut.
Ketika keduanya jauh dari kota praktisi, mereka segera dikepung oleh kelompok orang berpakaian hitam. Mata Li Mo menyipit ketika melihat tanda yang menempel di baju mereka. Itu berbentuk Laba-laba dengan mata merah.
Dia bisa menebak jika sekelompok orang ini adalah anggota dari sebuah organisasi.
Yang dia merasa heran, karena jumlah mereka bahkan hampir mencapai 100.
“A Ru.”
Naru yang bergelung di pundak Li Mo membuka matanya sedikit.
__ADS_1
“Ada apa?”
“Ayo bermain, kau setengah dan aku setengah, bagaimana?”
Naru melihat sekelompok orang tersebut, dan mengangguk.
“Ya, mereka lumayan banyak untuk menghalangi dan menunda waktu kita, jika kita tidak mengatasi mereka dengan cepat.”
Naru dan Li Mo asyik berbicara, sedangkan kelompok berpakaian hitam juga sedang berdiskusi.
“Apakah kau yakin mereka adalah target kita?”
“Ya, aku sendiri tidak yakin, yang dikatakan oleh pelanggan adalah seorang pemuda dan gadis, tapi itu hanya seorang pemuda.”
“Lihat pakaian pemuda itu, itu sama seperti yang dikatakan oleh pelanggan.”
Sementara itu, di tempat tertentu di atas pohon. Seorang gadis dan pemuda tampak pucat sedang bersembunyi. Warna pakaian yang dipakai pemuda itu sama dengan warna pakaian yang dipakai Li Mo.
“Ge, apakah kau tidak ingin membantu mereka?”
“Jika kita keluar, kita tidak mampu mengatasi orang-orang itu, tapi aku merasa agak bersalah.”
Keduanya menghela napas, dan di seluruh tubuh keduanya banyak luka yang telah mengering, bahkan pakaian mereka juga telah rusak di beberapa tempat.
Naru dan Li Mo tentu memiliki pendengaran tajam, dan mereka tahu jika sekelompok orang-orang ini salah menargetkan mereka. Meski begitu, karena sekelompok orang bodoh ini menghalangi mereka, maka jangan salahkan mereka.
Begitu kelompok berpakaian hitam itu maju menyerang, Li Mo hanya menyeringai sambil melambaikan tangannya menimbulkan badai angin langsung mencabik-cabik mereka yang menyerang.
Sedangkan Naru sendiri dengan kecepatan miliknya langsung mendaratkan cakar kecilnya di setiap leher orang berpakaian hitam.
Dia bahkan tidak mengubah ukuran tubuhnya, dan menggunakan tubuh kecilnya untuk terus menyerang.
Keduanya bahkan tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengalahkan kelompok orang-orang berpakaian hitam dan meninggalkan 1 yang hidup dengan tubuh gemetar.
Naru yang melihat itu menatap Li Mo.
“A Mo, kita masih menyisakan 1.”
“Tentu A Ru, aku tidak ingin waktu perjalanan kita tertunda, jadi biarkan dia membimbing kita ke markas milik kelompok mereka.”
“Baiklah.”
Naru bahkan telah menempatkan 1 tiruannya yang berbentuk semut di badan orang itu.
Li Mo menatap mayat yang berjatuhan di depan mereka, dan menatap Naru.
“A Ru, apakah mereka akan dimusnahkan atau menyimpan sebagai persediaan untuk kau dan kedua adikmu?”
“Tentu saja sebagai persediaan.”
__ADS_1
Naru hanya melambaikan cakarnya dan kelompok mayat itu menghilang dari pandangan mereka.
Untuk 2 orang yang bersembunyi, mereka tidak ingin repot dan Naru dengan santai melompat ke pundak Li Mo.