
Setelah melewati robekan ruang, Naru dan Qin Yun muncul tepat di hutan kematian. Bersamaan dengan munculnya Naru dan Qin Yun di hutan kematian, Waktu di dimensi itu kembali berjalan.
Mereka memandang sekeliling yang ternyata masih damai dan tenang. Keduanya menyusuri hutan kematian dengan santai.
Beberapa binatang iblis dan binatang spirit yang bertemu mereka akan menghampiri dan melepas rasa rindu mereka.
Keduanya terus melangkah hingga mereka sampai di sarang para serigala perak bersayap.
"Kami pulang.."
Yin Jiang yang dalam bentuk serigalanya menoleh ke asal suara, begitu pula dengan serigala lainnya.
Sontak mereka merasa bahagia melihat 2 sosok yang merupakan bagian dari kelompok mereka kembali.
"Selamat datang kembali.."
Naru dan Qin Yun segera menerjang Yin Jiang dan membaringkan tubuh mereka di sekitar tubuh besar Yin Jiang.
"Ayah kami merindukanmu.."
"Ayah juga merindukan kalian, ngomong-ngomong kenapa kalian datang?"
"Ayah, mungkin permintaan kami saat ini tidak masuk akal. Aku berencana membuat desa kecil di hutan kematian ini untuk rekanku yang dimensi milik mereka telah hancur..."
Mendengar penuturan Naru, Yin Jiang terdiam. Bukannya dia tidak ingin menyetujui tapi dia khawatir jika orang-orang itu akan membawa dampak buruk di hutan kematian.
"Jika ayah khawatir mereka akan mencelakakan penghuni hutan kematian. Ayah tenang saja, mereka sangat bersahabat dengan binatang buas seperti kita.."
Yin Jiang memandang kedua putrinya itu dan kemudian memandang kelompoknya.
Mereka terdiam cukup lama, tapi beberapa saat kemudian Yin Jiang akhirnya setuju.
"Baiklah, tapi dengan adanya mereka. Kami ingin selama mereka berada di hutan ini. Kami ingin mereka berpartisipasi dan mengelola Paviliun Binatang Buas, Dimana kami dan mereka hidup secara berdampingan tanpa ada paksaan untuk menjadikan kami binatang kontrak kecuali atas inisiatif dari kami para Demonic Beast dan Spirit Beast.."
Keduanya memiliki senyum indah di bibir mereka dan memeluk Yin Jiang dengan penuh semangat.
"Ayah kau yang terbaik.."
__ADS_1
"Baik, Yun dan Ru'er bisa lepasin ayah dulu! Ayah akan membawa kalian ke lokasi yang cocok untuk dijadikan pemukiman.."
Melepaskan pelukan mereka, ketiganya segera pergi ke lokasi dimana yang nantinya akan berdiri Paviliun Binatang Buas.
Hingga beberapa saat kemudian mereka tiba di tanah lapang dengan rumput dan bunga memenuhi penglihatan mereka sejauh mata memandang.
Hanya tempat ini yang tidak pernah didatangi Naru dan Qin Yun selama mereka berada di hutan kematian. Bukannya tidak ingin, hanya saja hutan kematian sangat luas. Meski mereka mengetahui segala seluk beluk hutan kematian tapi ada sebagian kecil yang pasti luput dari perhatian mereka.
"Bagaimana?"
"Ini terlihat indah ayah.."
"Bagus jika kalian menyukainya. Yun, setelah Ru'er membangun rumah untuk mereka. Segera keluarkan mereka dari ruang dimensi mu.." Yin Jiang tahu pasti jika orang-orang yang dimaksud oleh Naru dan Qin Yun berada di dalam dimensi Qin Yun.
"Baik ayah.."
"Kalau begitu lanjutkan kegiatan kalian, ayah ingin menginformasikan pada penghuni lainnya tentang penghuni tambahan ini.."
"Baik.."
Naru memandang sekeliling dengan raut wajah bahagia. Puas mengamati pemandangan, dia mulai membentuk segel tangan untuk elemen Mokuton.
Tidak berhenti sampai disitu, Naru juga mulai membuat banyak rumah yang agak kecil dari bangunan utama.
Dia menghabiskan waktu hingga 5 jam untuk menyelesaikan semuanya. Dengan wajah pucat dan kelelahan, dia berbaring di hamparan rumput hijau itu.
Melihat hal itu, Qin Yun menghela napas. Dia mulai mengeluarkan semua orang dari dalam ruang dimensinya.
Ketika orang-orang itu keluar, mereka terpana dengan bentuk bangunan yang mereka lihat di depan mata mereka.
Qin Yun yang melihat Naru telah tertidur, dia mendekati Sasuke dan yang lainnya guna menjelaskan perjanjian mereka dengan Yun Jian.
Mereka semua mendengarkan dengan tenang penjelasan dari Qin Yun.
"Jadi kita harus hidup berdampingan dengan binatang buas hutan ini? Apakah itu tidak berbahaya?" Ino dengan tenang bertanya. Kali ini dia menggunakan bahasa yang di gunakan di dunia saat ini mereka berada.
Tidak perlu heran, karena Sasuke menanamkan secara paksa bahasa dunia kultivator didalam benak penduduk elemental Nation.
__ADS_1
"Tenang saja, mereka tidak berbahaya kok. Bangunan yang besar itu merupakan bangunan utama Paviliun Binatang buas. Kalian yang telah berkeluarga bisa memilih satu rumah untuk kalian. Sedangkan yang belum berkeluarga, bisa tinggal di rumah susun yang berada di pohon besar itu.."
Setelah Qin Yun selesai mengarahkan setiap orang, dia mendekat kearah Ouyang Mo Xie dan yang lainnya.
"Dimana Naru?"
"Dia tertidur disana?"
Naru tertidur dimana semua kewaspadaannya lepas, tidak seperti saat dia berada di asrama Akademi.
Dia tidur dengan nyenyak bahkan dengan tenang memeluk beruang besar yang entah kapan munculnya.
Beruang itu juga memperlakukan Naru dengan lembut dan tak ingin membangunkannya.
Karena jarak yang cukup jauh di tambah ada seekor beruang yang menghalangi tubuhnya dari penglihatan Xuanyuan Che dan yang lainnya. Maka tidak ada yang melihat keberadaannya.
Che dkk melihat kearah dimana Naru tertidur tapi hanya melihat beruang yang entah apa yang dilakukannya dengan gaya agak aneh.
"Kau yakin dia di sana? Disana hanya ada beruang tingkat tinggi dengan gaya anehnya.."
Qin Yun berbalik dan melihat beruang yang memiliki gaya aneh dan kembali menatap Che.
"Itu Xiao Mo, jika aku atau Jiejie tertidur dan itu bukan di sarang para serigala. Dia pasti akan datang untuk menjaga kami, dan gayanya seperti itu karena Jiejie memeluk dan merasa nyaman seperti itu hingga Xiao Mo tidak bergerak. Dia tidak ingin membangunkan Jiejie.."
Gaara, Kakashi, Tsunade yang baru bergabung setelah memilih rumah untuk mereka tinggali juga mendengar apa yang di katakan oleh Qin Yun.
"Tunggu! Yun kau mengatakan jika rumah kalian ada di sarang serigala dan jika kalian tertidur di luar makan beruang itu yang akan menjaga kalian? Aku merasa kalian sangat akrab dengan hutan yang terlihat menyeramkan ini.."
Qin Yun tersenyum dan memandang Gaara yang bertanya padanya.
"Aku dari lahir memang tumbuh besar di hutan ini, sedangkan Jiejie saat itu telah berusia 1 tahun. Kami tumbuh besar bersama dan dirawat oleh serigala perak bersayap seperti anak mereka sendiri. Makan apa yang mereka makan baik itu daging binatang ataupun manusia bejat yang mati di luar hutan ini. Bisa di bilang hutan kematian yang sangat ditakuti ini adalah rumah kami.."
Mereka yang baru tahu langsung terdiam mendengar penjelasan Qin Yun memandang tak percaya pada Qin Yun dan Naru. Qin Yan yang berada dalam pelukan Jue juga tersenyum kecil.
Grrrrr (Yun, aku membawa makanan untuk tamu kita)
Suara Geraman rendah mengagetkan mereka. Mereka melihat keasal suara dan mendapati seekor singa yang memiliki 3 warna pada bulunya mendekat kearah mereka dengan seekor kijang di mulutnya.
__ADS_1
Qin Yun tersenyum tapi berbeda dengan para Shinobi yang melihat itu. Mereka merasa dingin di punggung mereka karena takut dengan singa yang ukurannya tidak normal itu. Namun, tidak mereka pungkiri jika mereka kagum dengan warna bulu sang singa.
....