Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 50


__ADS_3

Keesokan harinya, pertandingan kembali berlangsung. Di luar perkiraan, pertandingan yang harusnya selasai dalam waktu sehari ternyata di tunda kerena kejadian mengejutkan yang dibuat oleh Naru.


Pertandingan berlangsung seperti biasa, karena pertandingan kali ini adalah pertandingan kemarin yang tertunda, maka hari ini yang bertanding adalah mereka yang memegang bola kuning.


Di arena telah berdiri para senior dan tentu juga ada Li Mo, Qing Wen dan Lan Yue. Ketiganya menatap datar pada musuh mereka.


Tidak ada ketakutan dimata mereka walaupun sebagian besar lawan mereka adalah senior.


Dengan jatuhnya suara instruktur, mereka semua segera bergerak. Hanya Li Mo, Qing Wen, dan LAN Yue yang hanya berdiri di tempat mereka. Tidak satupun musuh yang mendatangi mereka hingga seekor Demonic Beast yang merupakan binatang kontrak dari peserta bergerak menyerang ketiganya.


Sontak ketiga sosok tersebut segera menghindar. Qing Wen mencabut pedangnya dan berlari ke arah dimana Demonic Beast berada.


Demonic Beast yang mereka lawan berbentuk kijang dengan ekor berbentuk ular. Demonic Beast tersebut adalah Demonic Beast yang memiliki kelainan genetik sehingga membuat wujudnya tidak normal.


Kijang berekor ular tersebut ahli dalam membuat ilusi, membuat lawannya masuk kedalam ilusi dimana mereka akan melihat keinginan terdalam mereka.


Tidak sulit untuk kabur dari ilusi tersebut, cukup kau hanya perlu sadar dan memiliki mental cukup kuat.


Ya pada dasarnya. Apapun itu, kekuatan mental yang sangat di perlukan.


Dragon Dance Slash


Qing Wen memasukan Qi kedalam pedang dan mengedarkan Qi nya dan menyebut nama teknik miliknya.


Tebasan pedang yang diarahkan pada kijang berekor ular tersebut memiliki penampilan seekor naga menari dan mengaum kearah kijang.


Sraaaassshh.


Qing Wen berhasil membuat kijang berekor ular terluka meskipun tidak parah.


Tak memperdulikan sekitarnya, Qing Wen terus menyerang Demonic Beast tersebut hingga pemilik kijang berekor ular itu keluar dari arena.


Bersyukur, jika pemiliknya tidak keluar arena. Bisa dipastikan jika Kijang berekor ular akan segera sekarat.


Saking fokusnya dirinya, dia tidak menyadari jika ada serangan lain yang mengarah padanya.


Water Wall


Beruntung, Lan Yue mengeluarkan tekniknya untuk melindungi Qing Wen.


"Heh, kau lumayan beruntung nona manis. Bagaimana jika setelah ini kau menjadi kekasihku.." ujar seorang pemuda yang tidak tampan tapi juga tidak jelek.


Dari token pengenal yang digunakan oleh orang tersebut, bisa dipastikan dia seorang senior.


"Maaf saja, aku tidak tertarik dengan orang manja dan lemah.."


Karena provokasi Qing Wen, senior tersebut sangat marah dan menyerang Qing Wen dan Lan Yue secara brutal.


Mereka terus bertarung dan bertukar jurus hingga Li Mo yang saat ini juga telah menjatuhkan beberapa kawan mengeluarkan teknik yang berbahaya.


windstorm

__ADS_1


Dalam sekejap badai angin tercipta dari teknik Li Mo yang langsung menerbangkan banyak peserta yang hanya menyisakan dirinya, Qing Wen dan Lan Yue.


Tepat setelah itu, waktu yang di tentukan untuk mereka habis. Menjadikan ketiganya pemenang dalam regu kuning.


Dari awal pertandingan regu kuning, pandangan Liu Qian tidak pernah lepas dari Li Mo.


Sontak Liu Wei dan Liu Rong menyentil dahinya.


"Kami tidak melarangmu jatuh hati pada seseorang, tapi ingat untuk berhati-hati.."


Liu Qian sontak memeluk kedua kakaknya itu.


"Kalian memang yang terbaik.." Naru dan yang lainnya juga tersenyum.


"Regu Hijau silakan naik ke Arena!" Ucapan Instruktur menyudahi acara mengobrol mereka.


Mereka melirik ke arah Sakura dan memberinya semangat. Sakura hanya memberi senyum tipis dan membentuk segelas tangan.


Jutsu yang dia gunakan adalah Shunsin dan dirinya langsung berpindah ke Arena dengan sedikit kepulan asap.


Teknik Sakura mengundang decak kagum dari beberapa murid yang menatapnya. Seraya menunggu peserta lain naik ke Arena, Sakura mengeluarkan kunai dari Guinnes penyimpanan miliknya.


Saat semua peserta telah berada di Arena, Instruktur segera mengumumkan jika pertandingan dimulai.


Lawan Sakura juga ada beberapa senior dan junior. Segera Sakura menyerang lawan terdekatnya menendang mereka jatuh dari Arena.


Trank


Pandangan keduanya terkunci dan ada senyum tipis di bibir masing-masing. Keduanya mundur dan kembali saling menyerang.


Entah apa yang terlintas dipikiran keduanya hingga serangan mereka terus meleset dan mengenai peserta lainnya.


Hingga seorang peserta langsung menyerang Sakura dengan cakar besi di tangannya.


Bruk


Naas, ditempat semula dimana Sakura berdiri kini telah terganti dengan potongan kayu.


"Hah?" Semua orang tercengang kecuali beberapa orang tertentu masih memiliki senyum di bibir mereka.


Pertandingan terus berlangsung, beberapa peserta hijau sudah ada yang pingsan dan ada yang keluar Arena.


Sakura dari awal sampai saat ini hanya menggunakan taijutsu, dia tidak mengeluarkan teknik miliknya.


Di bangku penonton, Sasuke hanya menatap datar begitu pun dengan Naruto dan yang lainnya.


"Hn, dia terlalu banyak bermain.."


"Aku setuju, apakah Saki tidak bosan dengan melompat seperti badut kesana kemari di atas arena.."


Pletak

__ADS_1


"Itaaai, kenapa kau menjitak Sasuke-kun?"


"Jangan mengatakan dia badut, awas saja jika kau juga sepertinya nanti yang hanya bermain dan tidak serius."


"Hmmp.." Karin cuma membuang muka kesal dan melipat tangan di dadanya serta wajah yang cemebrut.


Jleb


Tusukan pedang berhasil mengenai perut Sakura hingga menembus punggungnya.


"Uhuk.."


Sakura memuntahkan darah dari perutnya tapi tidak ada kekhawatiran dari Sasuke, Karin dan Naru. Berbeda dengan yang lainnya langsung berdiri dari tempat mereka duduk dan berteriak panik.


"SAKURAAAAAAA"


"Tenanglah, tidak perlu panik. Tikaman seperti itu tidak berarti apapun padanya.." Naru menjelaskan dengan malas yang dihadiahi tatapan tak percaya.


"Apa yang dikatakan Naru benar, sebaiknya kalian duduk dan perhatikan.."


Pemuda yang berhasil melukai Sakura tersenyum remeh, termasuk Feng Liu Li, Luo Zhi Lan, dan dua orang lainnya. Mereka mencibir pada Sakura yang hanya menggunakan beladiri biasa tanpa mengeluarkan teknik dan dengan mudahnya tertikam oleh pedang.


Sakura mengelap darah yang keluar dari mulutnya dan menyeringai serta tatapan dingin di berikan pada pemuda yang menikamnya.


Gadis yang tadi menggunakan belati untuk menyerang Sakura tampak khawatir melihat Sakura tertibkan oleh pedang.


Sakura menyimpan kembali kunai miliknya. Dia segera menendang pemuda yang menikamnya hingga terpental jauh sebab kaki yang menendang pemuda itu telah di lapisi cakra, sakura kemudian mencabut pedang yang menikam perutnya dengan kasar dan membuangnya sembarang arah. Dia dengan cepat


Membuat segel tangan yang sangat cepat.


Byakugo


Sontak tanda belaketupat di keningnya menjalar menjadi garis panjang yang menyebar ke seluruh tubuh Sakura.


Dengan cepat, luka tikaman pedang yang disebabkan pemuda tadi hingga menembus tubuh Sakura menutup dan sembuh seolah tidak pernah mengalami luka sejak awal.


Pemandangan tersebut membuat semua tercengang, teknik menyembuhkan diri sendiri dan regenerasi yang terjadi begitu cepat sehingga beberapa Instruktur menatap tak percaya.


Melihat tidak ada waktu lagi, Sakura menarik gadis pengguna belati berlindung di belakangnya. Dia kemudian memusatkan Cakra pada tinjunya.


Shanaaaaaarooooooo


Teriakan membahana Sakura juga bertepatan dengan suara Arena yang hancur tak berbentuk.


Akibat teknik tersebut, segera para peserta lainnya terhempas hanya menyisahkan Sakura dan gadis pengguna belati.


Melihat itu, Sakura membatalkan Jutsunya dan garis di tubuhnya perlahan menghilang dan kembali berkumpul membentuk tanda belaketupat di dahinya.


Waktu yang di berikan untuk mereka juga telah habis dan instruktur langsung mengumumkan kemenangan mereka.


.....

__ADS_1


__ADS_2