
“Selamat datang di pagoda 7 Duka dan 7 Suka. Untuk membuka pintu, silakan jawab setiap pertanyaan yang diajukan ketika mencapai pintu berikutnya.”
Suara itu hilang, dan pertanyaan yang ditulis dari butiran pasir muncul di depan semua orang.
*Dia ditakuti banyak orang, tapi dicari sebagian orang. Ketika dia datang, kau tidak bisa menghindar tidak peduli di mana dan kapan.*
Selesai membaca pertanyaan tersebut, mereka semua saling memandang, tapi sepertinya mereka tidak tahu jawaban pertama ini.
Cukup lama mereka semua terdiam, hingga suara bariton terdengar.
“Kematian.”
Mereka semua segera menatap Kiba yang tampak tak percaya ketika dia menjawab pertanyaan tersebut.
Segera pintu terbuka, dan mereka langsung memasuki pintu tersebut. Ketika mereka memasuki pagoda tingkat pertama, mereka takjub melihat isi dari lantai pertama. Itu bukan hal lain, tapi perak, emas dan spirit stone.
Seketika mereka mengerti mengapa nama pagoda ini begitu aneh, karena untuk mencapai ruangan pertama, mereka harus mengalami siksaan di anak tangga hingga mereka seolah tampak sangat lelah.
Namun, begitu dia memasuki ruangan, mereka dibuat takjub dengan isi ruangan.
Segera mereka menatap Qin Yun dan Qin Yun mengerti. Dia langsung memasukkan semua hal ke dalam ruang miliknya, karena hanya ruangnya saja yang tak terbatas.
Setelah memasukkan semua harta itu ke dalam ruang, Qin Yun mengeluarkan meja dan bangku, kemudian mengeluarkan banyak makanan.
Melihat makanan di meja, mereka semua duduk di kursi dan mengambil piring masing-masing kemudian mulai menikmati makanan yang tersaji.
Di meja hanya ada nasi, ikan goreng saus asam manis, lobster saus lava, serta sayur sup ayam. Semua dalam porsi besar, karena mereka banyak orang.
Naru menyendok nasi ke piringnya, dan menyiram nasi menggunakan sayur sup. Melihat lobster yang cukup besar, dia berkedip, kemudian melihat Che yang juga menatapnya.
“Ingin aku kupaskan?”
“Tidak, bantu aku menghilangkan tulang pada ikan.”
Che tersenyum dan mengangguk, Naru sendiri membuat segel sebelah tangan dengan sangat singkat hingga membentuk bunshin biasa miliknya.
__ADS_1
“Bos?”
“Bantu aku mengupas lobster.”
“Siap.”
Naru mengambil 1 lobster dan langsung mengupasnya, bunshin Naru juga mengambil 1 lobster besar dan mulai mengupasnya untuk Naru.
Begitu dia selesai mengupas lobster, bunshin Naru langsung menghilang. Secara alami ada 2 ekor lobster tambahan di piring Naru. Melihat itu, dia mulai makan dengan senang hati.
Semua melihat Naru memanfaatkan bunshin untuk mengupas lobster tercengang, pasalnya Naru bisa berpikir sampai ke sana.
Menggigit daging lobster, mata Naru berbinar.
“Enak, pedasnya mantap.”
Che dan yang lainnya terkekeh, dan Che menyuapkan ikan ke mulut Naru. Li Mo dan yang lainnya seolah baru menemukan makanan seumur hidup mereka. Meski pedas, mereka tetap menikmati.
Melihat semua makan dengan senang, Qin Yun segera mengeluarkan 1 kardus minuman bersoda botolan. Minuman ini tentu diberikan oleh Vina bersaudara.
Dia juga mengeluarkan pipet agar memudahkan mereka minum.
Selesai mengisi perut mereka, Mereka semua mulai duduk bermeditasi untuk memulihkan kekuatan mereka.
Naru juga bermeditasi, bahkan dia tanpa sadar menyerap cakra alam. Perlu diketahui, hanya Naru sampai saat ini yang masih memiliki cakra. Untuk yang lainnya, cakra mereka telah berubah menjadi Qi.
Cukup lama mereka bermeditasi, hingga mereka memilih melanjutkan perjalanan mereka.
Mereka berjalan menuju pintu lain, dan langsung melihat anak tangga yang masih memiliki jumlah yang sama dengan anak tangga untuk naik di lantai pertama.
100, mereka perlu melewati 100 anak tangga untuk mencapai lantai 2. Mereka tidak tahu siksaan seperti apa yang akan mereka hadapi di anak tangga kali ini.
“Biar aku yang mencoba.”
Kali ini Gaara yang mencoba lebih dulu. Dia tidak ingin gadisnya menjadi kelinci percobaan sekali lagi.
__ADS_1
Begitu menginjak anak tangga pertama, wajah Gaara langsung menjadi sangat datar. Bibirnya sendiri agak gemetar, menahan siksaan anak tangga kali ini.
“Tidak apa-apa, hanya seperti dicambuk oleh cambuk berduri.”
Segera semua orang tiba-tiba bergidik, tapi mereka harus melewati ujian untuk mencapai tingkat 2.
Walaupun mereka takut, tapi mereka bertekat untuk maju. Untuk mencapai kesuksesan, mereka harus menerima rasa sakit.
Setelah Gaara terus melangkah, mereka juga mulai menapakkan kaki mereka di anak tangga.
Segera rasa sakit memenuhi tubuh mereka, rasa sakit seolah kau dicambuk menggunakan cambuk berduri. Di setiap langkah mereka, mereka di penuhi keringat dingin dan terus menggertakkan gigi mereka.
Naru juga mendengar suara erangan tertahan dari beberapa orang yang tidak bisa menahan suara, karena terlalu sakit.
Untuk melewati anak tangga kali ini, mereka tidak secepat melewati anak tangga ketika mereka ingin menginjak lantai pertama.
Berbeda dari Tim Monster, 4 Tim lainnya juga muncul di tempat berbeda. Mereka tidak bertemu pagoda seperti Tim monster, tapi Tim Akar terus melawan hal yang tidak dapat mereka prediksi.
Entah itu binatang spiritual, tumbuhan kanibal, atau bayangan hitam. Mereka bahkan belum beristirahat untuk sejenak, pakaian mereka juga beberapa telah robek.
Namun, itu hanya berlaku untuk para anggota baru, dan berbeda dengan anggota lama. Di situ juga mereka mengerti tentang kesenjangan para anggota Tim dengan murid akademi biasa.
Jiang An yang telah lama berada di posisi teratas papan peringkat di Akademi, selalu merasa jika dia tidak terkalahkan. Namun, sebuah tamparan baginya ketika dia dikalahkan oleh Sasuke dengan mudah. Saat itu dia akhirnya sadar, jika di dunia ini masih ada yang lebih kuat. Dia akhirnya tahu, jika dia sangat lemah dibandingkan para senior yang bahkan belum memiliki keringat.
Hal yang sama juga di alami oleh Feng Liu Li. Di Kerajaan Nancheng, selain Pangeran Ming, dia adalah yang terkuat, dan masuk di peringkat genius benua phoenix selatan. Namun, ketika dihadapkan dengan kompetisi, dia tahu jika dia sangat lemah, dan masih harus berlatih lebih keras.
Bergabung dengan Tim Akar membuatnya lebih sadar akan situasi.
Ketika pertama kali menghadapi tumbuhan kanibal para senior tidak ada yang turun tangan.
Senior mengatakan pada mereka dengan wajah datar tanpa emosi.
“5 Tim terkuat Akademi sebenarnya belum saatnya mengambil anggota baru, tapi pemilik Akademi mengatakan jika banyak murid berbakat yang muncul, dan meminta kami untuk datang dan mengambil anggota baru. Membuka alam rahasia sebelum waktunya juga untuk kalian berlatih, maka tunjukkan pada kami, seberapa berbakat kalian.”
Feng Liu Li merasa malu. 50 besar memang adalah yang terkuat di Akademi, tapi itu tidak sebanding dengan para senior.
__ADS_1
Dia bersyukur karena Luo Zhi Lan tidak terpilih. Bukan karena dia membenci wanita yang telah menjadi tunangannya, dan memilih berpisah ketika dia mengatakan akan melepas posisi putra mahkota.
Dia juga akhirnya mengerti, wanita itu sama sekali tidak mencintainya, melainkan mencintai gelar yang dia miliki. Saat itu, dia belum menjelaskan mengapa dia memilih untuk melepas gelar putra mahkota, tapi Luo Zhi Lan sudah sangat marah dan tidak setuju, hingga mengatakan padanya jika dia melepas gelar tersebut, mereka akan berpisah.