
Bzt
Naru dan Qin Yun kembali muncul di Asrama milik Ouyang Mo Xie. Dengan Taotie di pundaknya.
Saat ini Beichen Li sedang menjelaskan apa itu Taotie pada Sakura, Sasuke dan Karin.
Begitu mereka melihat Naru dan Qin Yun muncul, pandangan mereka tertuju pada pundak Qin Yun dimana Taotie sedang duduk dengan santainya..
Merasa di perhatikan, Taotie membuka matanya dan menatap orang-orang yang memperhatikannya.
"Apa? Apakah ada sesuatu yang bisa dimakan?"
Sudut mulut Beichen Li berkedut-kedut, Ouyang Mo Xie memiliki expresi datar dan mengalihkan pandangannya dari Taotie, Xuanyuan Che dan Di Hao Jue tampak tersenyum kaku.
Mereka tidak asing lagi dengan tingkah Taotie yang seperti itu.
"Ayolah, aku sudah lama tidak makan. Masa gak ada yang bisa di makan sih."
Qin Yan memutar bola matanya bosan dan mengeluarkan banyak Lingzhi kelas atas. Tidak hanya itu, dia juga mengeluarkan banyak material persenjataan yang entah kapan dia kumpulkan. Satu hal yang ada pikiran Naru dan Qin Yun adalah Qin Yan mengambilnya menggunakan kemampuan pencuri ilahinya.
"Aku tahu, ini belum cukup untuk mengisi celah di gigimu tapi hanya ini yang kami punya sekarang.."
Taotie segera melompat dari bahu Qin Yun menuju dimana tumpukan makanannya berada.
Bila hal ini di lihat oleh Liu Rong dan yang lainnya, bisa di pastikan jika mereka akan sakit hati melihat material langka yang hanya di jadikan makanan saja.
Benar saja, tidak cukup semenit. Semua yang di keluarkan oleh Qin Yan telah habis di makan oleh Taotie..
"Han, foodymu tidak berkurang rupanya.."
"Hei, ini kebutuhan untuk aku hidup tahu.."
"Hilih, kebutuhan hidup? Kau di segel masih bisa hidup tanpa makanan kok.."
Dengan ejekan dari Naru, Taotie hanya bisa pundung. Pasalnya Naru kalau sudah mulai mengejek, dia tidak akan menang..
"Jadi, ini Taotie. Kok jelek amat ya.."
Sakura dengan wajah polos bin imut mengatakan jika Taotie jelek..
"Hei, aku tampan tahu.." Taotie yang dalam wujud binatangnya berubah menjadi pria tampan yang lumayan menyilaukan
Tidak memperdulikan Taotie lagi, semua tatapan tertuju pada Naru.
"Jadi si rubah berperut hitam itu tersegel dalam dirimu Naru?"
Ouyang Mo Xie dengan PD mengatakan. Si Rubah berperut hitam.
Juubi dalam diri Naru memiliki tanda keringat jatuh mendengar julukan lamanya.
Naru juga cuma bisa tersenyum kaku.
"Ya, dia selalu bersamaku.."
__ADS_1
"Bagus kalau begitu, kita tidak perlu mencari keberadaannya.." Che mendekati Naru kemudian memeluk pinggangnya.
"Semua, aku masih banyak urusan jadi aku harus pergi. Kalian beristirahatlah untuk persiapan besok.."
Beichen Li seketika menghilang dari pandangan semuanya.
"Aku juga harus pergi, aku baru saja mendapat kabar jika ******** yang pernah meracuniku telah di ketahui keberadaannya.."
"Baiklah, berhati-hatilah Gege.."
Naru, Qin Yun dan Qin Yan hanya mengangguk.
"Oh ya Gege, jangan lupa bawakan kami Lingzhi. Kami telah kehabisan semuanya.."
"Tenanglah, nanti aku akan meminta bawahanku untuk membawakan kalian.."
"Xuan kau tidak lama kan?"
"Kalau semua sudah selesai aku akan datang mengunjungimu lagi.."
"Baik.."
Qin Mo Xuan mendaratkan kecupan di kening Karin. Dia juga ingin mencium ketiga adiknya tapi ketiga gadis itu sudah di sembunyikan di belakang kekasih mereka.
Dengan tidak rela, Qin Mo Xuan menghilang dan menyisahkan Karin yang tampak bodoh.
Semua pergi, meninggalkan Ouyang Mo Xie dan Qin Yun di asrama itu.
...
Di luar Asrama sudah menunggu sahabat mereka. Liu Qian juga melihat kedua kakaknya yang tampak bersemangat.
Naru segera menghampiri Che dan menggandeng tangannya..
"Ayo!"
Selain mereka ada juga beberapa kelompok yang datang bersama menuju area arena.
Mereka yang ingin bertanding di bidang Array ingin segera tiba dan mendaftarkan nama mereka.
Setiap orang hanya boleh mengikuti 1 bidang pertandingan tidak boleh lebih.
Naru yang awalnya ingin mendaftar di bidang Array langsung membatalkan niatnya.
Saat tiba di arena, mereka telah melihat beberapa orang berdiri di tengah arena.
Ternyata jumlah murid yang mendaftar di bidang Array hanya sekitar 200 murid.
Kelompok Naru hanya menyaksikan dari podium penonton dengan tidak tertarik.
Sangat cepat pertandingan berakhir dan mengeluarkan seorang pemuda dengan nama Xue Huang sebagai pemenang.
Setelah melihat pemenang hari itu, semua murid bubar dan kembali ke asrama masing-masing.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka kembali ke arena, kali ini adalah penjinakan binatang buas. Qin Yan memilih mengikuti pertandingan kali ini.
"Baik, untuk para peserta silakan bergerak menuju tempat kalian. Setiap orang akan menjinakkan binatang buas peringkat tinggi.."
Qin Yan dengan santai maju di ikuti oleh peserta lainnya.
"Kalian maju secara bergiliran mengambil kertas yang tertulis binatang apa yang harus kalian jinakkan.."
Semua mengangguk. Beberapa memandang Qin Yan dengan remeh termasuk para senior yang telah lama mengunci diri untuk berkultivasi.
Satu persatu maju, dan sekarang merupakan giliran Qin Yan. Qin Yan mengambil satu kertas dan memberikan pada instruktur.
"Ular Sisik Merah.."
Mendengar suara instruktur. Banyak yang mengasihani Qin Yan. Wajar mereka merasa kasihan.
Ular Sisik Merah merupakan ular palimg beracun dan paling ganas. Ular tersebut bahkan memiliki ingatan kuat untuk mengingat musuhnya.
Setelah semua mendapatkan bagian, secara perlahan kandang yang mengurung binatang buas itu di bawa keluar oleh petugas.
Satu persatu maju menjinakkan binatang buas yang menjadi tugas mereka.
Beberapa orang gagal dan bahkan ada yang kehilangan hidupnya saat menjinakkan binatang buas.
Beberapa menjadi gila karena energi mental mereka tidak cukup.
Kini giliran Qin Yan yang maju. Dia menatap Ular Sisik Merah yang memandangnya dengan permusuhan.
Qin Yan hanya menunjukkan senyum tulus. Melihat senyum Qin Yan, Ular Sisik Merah menjadi bingung dan berpikir apakah gadis di depannya ini gila.
"Jangan takut, biarkan aku melakukan tugasku.." Ular Sisik merah memandang Qin Yan dengan tajam.
Keduanya saling berhadapan dan saling bertatapan hingga Ular Sisik Merah menurunkan kepalanya.
Qin Yan tersenyum dan melangkah mendekati kandang Ular Sisik merah. Dia mengulurkan tangannya menyetuh kepala ular Sisik merah tanpa perlawanan dari ular Sisik merah.
Perlahan sinar 7 warna mengelilingi ular Sisik merah dan dengan cepat meredup.
"Aku sudah menjinakkan Ular Sisik merah, siapa yang ingin mengontraknya bisa maju.."
Seorang Tetua yang berhasil menangkap ular itu maju mengajukan diri.
Secara alami tidak ada yang mengatakan jika Qin Yan curang meskipun ular Sisik merah tampak patuh.
Tetua tersebut maju dan melakukan kontrak. Lingkaran kontrak perlahan terbentuk di bawakan kaki keduanya, beberapa saat kemudian keduanya telah menjalin kontrak hingga tetua tersebut merasakan energi spiritual miliknya mengamuk.
"I..Ini.."
Dia segera bermeditasi dan fokus pada kenaikan peringkatnya. Dia sangat gembira setelah 5 tahun tidak bisa menerobos, dia akhirnya menerobos dengan gampang setelah mengontrak Ular Sisik merah.
Semua memandang takjub pada Qin Yan dan secara alami Qin Yan yang mendapat juara pertama di bidang penjinakan binatang.
....
__ADS_1