Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 34


__ADS_3

"ufufufufu. sepertinya, hidup-hidup lebih enak.."


"Kalian yakin?"


"Kami yakin Sakura.."


Sasuke mengendurkan bahu acuh, begitu pun dengan yang lainnya. Hanya Beichen Li yang menatap ketiga gadis itu penuh minat.


Beberapa saat kemudian kelima sosok itu akhirnya terbangun tapi tidak bisa bergerak.


Senyum manis di bibir ketiga gadis itu pun semakin lebar.


"Sudah bangun rupanya, ini akan semakin seru.." Qin Yun tanpa basa-basi langsung mendekat mengambil targetnya.


Target yang diambil Qin Yun merupakan seorang gadis yang cukup cantik.


"Sayangnya, kecantikan kecil. Kau akan menjadi santapanku.."


Kraaasss


Aaaaaaaarrrrrggg


Tanpa belas kasihan, Qin Yun menggali sebelah mata gadis di tangannya dan melemparkan bola mata itu kedalam mulutnya.


Mata Qin Yun seketika berbinar dan senyumnya semakin lebar.


"Orang-orang Paviliun Surgawi memang tidak mengecewakan.."


Qin Yun melanjutkan menggali bola mata yang tersisa dan suara kesakitan kembali terdengar dari mulut gadis yang kini menjadi makanan Qin Yun.


Empat orang yang tersisa memandang takut pada Qin Yun. Naru dan Qin Yan semakin menjilati bibir mereka.


"Tolong jangan bunuh kami.."


Qin Yan langsung mematahkan tangan orang yang meminta tolong untuk di lepaskan.


Kembali, suara teriakan kesakitan bergema didalam asrama milik Ouyang Mo Xie.


"Melepaskan kalian? Sama saja kejam pada diri kami. Akan lebih berguna jika kalian menjadi makanan kami.."


Naru juga tidak hanya menyaksikan kedua adiknya makan dengan lahap, dia juga mengambil satu orang dan perlahan memakan daging korbannya yang membuat orang itu berteriak kesakitan.


2 sisanya menatap kosong pada 3 gadis yang dengan lahap memakan teman mereka.


Jika mereka tahu akan seperti ini pada akhirnya, mereka tidak akan ceroboh dan menahan semua informasi sampai waktunya mereka bisa keluar dari Akademi untuk melakukan misi.


Beichen Li menyaksikan ketiganya dengan santai memakan manusia, kini wajahnya sangat pucat. Beberapa kali dia ingin muntah tapi berhasil ditahan.

__ADS_1


Qin Mo Xuan meski masih belum terbiasa tapi dia lebih santai dari Beichen Li.


2 pengawal milik Qin Mo Xuan yang menyaksikan nona muda mereka dengan santai memakan manusia, kini telah menghilang entah kemana.


Sakura dan yang lainnya sangat santai bahkan mereka saat ini tengah menikmati kue kering dan meminum teh sambil menyaksikan Naru, Qin Yun dan Qin Yan.


Mereka tidak khawatir suara jeritan kesakitan terdengar oleh orang lain. sebab, mereka telah memasang pelindung.


...


Jiang An dan Mu Xue Rong tyang menduduki peringkat pertama dan peringkat 15 di papan peringkat Jenius Akademi. Saat ini keduanya tengah berada di kantin Akademi menikmati waktu santai mereka.


"Heh, siapa yang berpikir jika ketiga gadis kembar itu adalah adik Raja Neraka dan gadis berambut merah adalah kekasih Raja Neraka. Rong'er kali ini kau ceroboh.."


"Sepupu maaf, aku hanya kesal melihat ****** itu sangat dekat dengan Che. Bahkan Che memberikan perhatian lebih padanya.."


"Gadis bodoh, kau terlalu dibutakan oleh ambisimu pada bocah Xuanyuan itu. Kau tidak perlu memikirkan dia sekarang, sekarang kau hanya perlu mempersiapkan diri untuk besok dan mempertahankan peringkatmu, paham?"


"Ya.."


"Gadis yang dapat merebut perhatian Xuanyuan, aku tidak bisa melihat tingkat praktiknya. Bukan hanya dia tapi juga pemuda yang mengatakan dapat merebut posisiku jika dia mau. Kelompok mereka tidak sederhana, jika kau berhadapan dengan salah satu dari mereka, sebaiknya kau menyerah.."


"Tidak mungkin. Biar bagaimanapun, aku harus merebut perhatian Che.."


"Terserah kau! Yang jelas, aku telah memperingatimu.."


"Bagaimana menurutmu?"


Mendengar pertanyaan Feng Liu Li mereka semua menggeleng kecuali Luo Zi Lan yang semakin marah.


"Kita sebaiknya tidak mencari masalah dengan mereka. Saat ini, aku bahkan tidak bisa melihat tingkat praktik Qin Yan yang awalnya masih bisa aku lihat, walaupun itu samar.." Li Mo bahkan telah berniat mengambil jarak aman untuk tidak mencari masalah dengan kelompok Naru.


"Kalian terlalu pengecut, jika kalian tidak ingin berurusan dengan mereka. Biar aku dan Lan'er yang berurusan dengan mereka.."


Setelah berkata seperti itu, Feng Liu Li mengajak Luo Zi Lan untuk pergi.


Sedangkan Li Mo dan yang lainnya hanya menatap datar pada kepergian sepasang bebek Mandarin itu.


"Hah, bagus kalau mereka pergi. Aku sudah lama tidak menyukai mereka.."


Gu Fan yang sudah muak dengan keduanya, akhirnya bisa bernafas lega.


"Ayo kembali, kita harus mempersiapkan stamina dan mental kita untuk pertandingan besok. Aku juga penasaran sejauh mana ketiganya meningkat.."


Ada senyum tipis di bibir Jiu Feng, dari awal mereka bertemu. Dia sudah yakin jika ketiga gadis itu tidak sederhana.


Jika mereka adalah gadis biasa, tidak mungkin diumur yang baru 10 tahun atau sebelas tahun, ketiga gadis itu akan berkeliaran di luar dengan bebasnya tanpa khawatir sedikitpun.

__ADS_1


Yang lain akhirnya setuju dengan Jiu Feng dan kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Kembali ke Naru dkk.


Naru, Qin Yun dan Qin Yan akhirnya menyelesaikan makanan mereka yang hanya menyisahkan tumpukan tulang putih dengan bercak darah yang menempel.


Ketiganya bersendawa kemudian. Menyeka bibir mereka yang masih berlumuran darah.


Che, Jue dan Xie menghampiri mereka mengelap wajah dan tangan ketiganya dengan kain basah untuk membersihkan kekasih mereka dari noda darah.


"Pergi bersihkan tubuh kalian, bau darah terlalu menyengat.."


Che dengan lembut membelai kepala Naru.


Ketiganya mengangguk dan menghilang di udara tipis. Setelah ketiganya menghilang, Qin Mo Xuan melambaikan tangannya pada tumpukan tulang. Dalam sekejap tumpukan tulang tidak lagi terlihat, bahkan jejak darah juga telah menghilang.


"Setidaknya para tikus itu telah lenyap.."


Beichen Li kemudian melihat kearah Sakura dan yang lainnya yang masih santai menikmati cemilan.


"Kalian tidak mual?"


Sakura menggeleng dan tersenyum.


"Kami sudah biasa, jadi bukan hal baru lagi.."


Karin yang asik menikmati cemilannya tidak sadar remah beberapa kue kering menempel di sudut bibirnya.


Qin Mo Xuan mendekat dan membersihkan remah tersebut.


"Makannya jangan berantakan.."


Blussh


Karin langsung saja menunduk dengan wajah yang merona. Sangat berbeda dengan karakternya yang galak.


Qin Mo Xuan terkekeh dan mengangkat Karin kemudian mendudukkan Karin di pangkuannya..


Beichen Li tercengang melihat tingkah Qin Mo Xuan yang dengan santainya memangku seorang gadis.


"Untunglah ada gadis yang kau sukai. Kau tahu, aku selalu berpikir jika kau menyukaiku yang membuat aku selalu menghindarimu.."


Sontak Qin Mo Xuan menatap tajam pada Beichen Li.


"Kau terlalu percaya diri, aku dekat denganmu karena kau sudah seperti kakak untukku."


Beichen Li tersenyum kecil dan ikut menikmati cemilan. Sekejap matanya berbinar cerah dan tak ingin berhenti memakan kue kering di depannya.

__ADS_1


....


__ADS_2