
Perlahan mereka semua mulai terbangun, bergerak cepat menuju asrama masing-masing untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian tentunya.
Kelompok Naru kembali berkumpul dan berjalan bersama menuju arena. Saat mereka sampai, tripod pemurnian senjata serta material juga telah tersusun rapi
Mereka juga melihat, jika bukan hanya mereka yang telah sampai tapi sudah banyak murid menempati kursi mereka.
"Mereka ini bangun jam berapa?"
"Jangan tanya padaku Sakura.."
"Hn, bisa saja mereka sudah di sini sejak subuh tadi.."
"Sudahlah, sebaiknya kita mencari bangku dan menyaksikan pertandingan.." suara malas yang di keluarkan oleh Liu Wei membuat Naru, Sasuke, Sakura dan Karin tiba-tiba mengingat Shikamaru..
Mereka langsung g saja mencari tempat duduk yang lumayan banyak yang kosong. Sedangkan Liu Qian berjalan ke arena untuk bersiap bersama peserta lainnya.
Secara alami, pemurnian senjata agak berbeda dengan penyulingan pil, jadi hanya perlu satu tahap saja.
Senjata buatan dan kualitas terbaiklah yang akan memenangkan pertandingan.
"Andai disini ada Tenten, dia pasti akan sangat menyukai pertandingan ini.."
"Kau benar Naru, Tenten sangat menyukai senjata.."
"Kalian berdua, jangan bahas dia. Aku jadi merindukannya.."
"Hn.."
Mendengar pembicaraan Naru, Sakura, Karin dan Sasuke. Yang lain memilih diam saja karena tidak tahu siapa yang dibicarakan.
"Bagaimana jika pertandingan selesai, kita tengok mereka?"
Semua menatap Naru dengan tak percaya dan padangan mereka mengatakan 'kau gila?'
"Jangan menatapku seperti itu!"
"Kau, idemu terlalu jauh Naru.."
"Hei, kemana otak jenius kalian? Orang elemental Nation mungkin tidak bisa kesini tapi kita bisa kesana dengan syarat tidak sesering mungkin.."
"Katakan!"
Che, Xie, Jue dan yang lainnya sudah penasaran dengan apa yang di rencanakan Naru.
"Teme, coba kau panggil Aoda!"
Sasuke dengan sigap memanggil Aoda yang dalam bentuk mininya.
"Sakura, Karin dan kau teme. Apa yang kalian pikirkan dengan Aoda?"
Sasuke dan Karin masih memandang Aoda yang tidak tahu apa-apa kenapa dirinya dipanggil padahal dia lagi tiduran dan bersantai..
Sakura berbinar dan menatap Naru dengan mata yang blink-blink.
"Naru, jangan-jangan.."
Naru tersenyum misterius dan memandang Sakura lalu mengangguk.
__ADS_1
"Uhm, nanti kita bicarakan lagi setelah pertandingan selesai.."
Sasuke dan Karin sendiri masih dengan bodoh menatap Aoda yang tampak tak tahu apa-apa.
"Teme, suruh Aoda kembali.."
"Hn"
Meski kesal belum tahu jawabannya, dia tetap meminta Aoda kembali. Sementara itu, pertandingan sudah setengah jalan dan sudah banyak yang gagal.
Liu Rong, Feng Xue dan Liu Wei tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Naru tapi mereka memilih mengabaikannya. Mereka berpikir jika Naru dan yang lainnya ingin memberitahu mereka pasti akan tahu.
...
Dunia Shinobi
Kakashi yang saat ini menjabat sebagai Hokage di buat pusing dengan berita beberapa Shinobi tertentu hilang secara misterius.
"Hah, andai Team ku masih disini. Masalah ini pasti akan cepat terpecahkan..
Tidak hanya di Konoha tapi juga di semua desa besar juga kehilangan beberapa shinobi hebat mereka.
"Bahkan calon Istri Kasekage yang baru diumumkan juga hampir di culik."
...
Pertandingan pemurnian senjata tidak terlalu mengejutkan layaknya pertandingan penyulingan pil kemarin.
Liu Qian juga hanya menyabet juara dua dan itu sudah termasuk kemajuan besar untuknya.
"Kami akan berlatih untuk mempersiapkan pertandingan besok. Kalian juga jangan sampai kalah besok.."
"Tentu.." Che, setelah menyetujui keinginan Liu Rong. Mereka juga segera kembali ke Asrama miliknya.
Saat mereka sampai, mereka memandang Sakura dan Naru dengan serius.
Naru menghela napas dan berkonsentrasi pada dahinya. Perlahan tapi pasti, di dahinya muncul mata ketiga layaknya mata Kaguya.
"Beberapa bulan lalu, aku secara tidak terduga membuka mata ini. Karena panik, aku tidak sengaja pergi ke gunung Myobokuzan. Di sana aku bertemu paman gamabunta dan yang lainnya. Iseng-iseng, aku mencoba pergi kedunia Shinobi..."
Sakura, Karin dan Sasuke memandang Naruto dengan antusias tapi tidak dengan 5 sosok yang lainnya.
"Apakah kau berhasil kesana?" Karin sangat bersangat.
"Ya, tapi aku tidak lama. Di sana juga dalam keadaan darurat di sebabkan karena banyak Shinobi hilang secara misterius. Aku ingin mengatakan pada kalian, tapi aku tidak ingin kalian khawatir sebelum aku menguasai betul kemampuan mata ini.."
"Naru, jangan terlalu berbelit, cepat katakan! Apakah kau kita bisa kesana?"
"Bisa, tapi aku hanya bisa membawa satu orang bersamaku.."
Mereka semua menjadi lesuh dan tidak bersemangat.
"Lalu bagaimana kita menyelamatkan mereka disana.."
Qin Yan dan yang lainnya seketika memandang Qin Yun penuh arti.
"Jiejie, jika kau hanya bisa membawa satu orang. Kau hanya perlu membawa Yun Jie, sedangkan kita akan tinggal di dalam dimensi miliknya. Bagaimana?"
__ADS_1
Seketika Sasuke dkk kembali cerah dan bersemangat.
"Kalau begitu sekarang Yun, masukan mereka kedalam.."
Qin Yun baru saja ingin memasukan mereka semua kedalam dimensi. Dua sosok tampak muncul dengan tiba-tiba.
"Kami ikut, kami ingin melihat dunia seperti apa Naru tumbuh.."
"Baik.."
Qin Yun tidak menunda lagi, dia memasukan semua kedalam dimensi miliknya. Naru dengan sigap memegang tangan Qin Yun dan mereka menghilang, kembali muncul di gunung Myobokuzan.
Para katak di gunung melihat kemunculan Naru dan Qin Yun segera menyambutnya.
"Hime, selamat datang kembali.."
"Hehehe aku hanya mampir paman. Aku pamit, aku ingin menjenguk nenek Tsunade.."
"Pergilah.."
"Jaa ne.."
Qin Yun sendiri tidak bersuara karena shok melihat penghuni Myobokuzan yang isinya katak semua.
Katak juga merupakan ketakutan tersendiri bagi Qin Yun, dia tidak pernah memberitahu pada Naru bahkan sejak mereka kecil.
Keduanya kembali menghilang seolah tersedot oleh sesuatu dan muncul di udara. Sontak Naru dan Qin Yun melebarkan sayap mereka.
Qin Yun memandang kebawah yang tampak masih banyak pepohonan sama seperti dimensi yang saat ini mereka tinggali.
"Kita muncul di sekitar kuil api ternyata. Yun kau bisa mengeluarkan mereka sekarang.."
"Disini masih asri, tidak seperti di dunia modern. Masih banyak pohon dan sungainya pasti masih sangat jernih.."
"Begitulah, sekarang keluarkan mereka.."
"Hehehehe, tapi kita harus cari tempat untuk turun. Nanti mereka bisa jatuh loh.."
"Kau benar, ayo kesana!" Naru terkekeh pelan dan keduanya terbang menuju pinggiran sungai yang lumayan jauh dari kuil api, dan mengeluarkan semua orang yang berada di dimensi pribadi milik Qin Yun.
Xuanyuan Che, Ouyang Mo Xie, Di Hao Jue, Beichen Li, Qin Mo Xuan memandang sekitar yang ternyata adalah hutan. Qin Yan sendiri tampak santai tapi sinar matanya terlihat antusias.
Sakura, Karin dan Sasuke tersenyum kecil dan menghirup udara seolah mereka sudah lama tidak merasakan udara.
"Ini bau hutan yang berada di sekitar kuil api.." bahkan Karin menghafal aroma hutan dimana mereka berada.
"Hn, kita harus segera menuju Konoha."
"Pimpin jalan.."Qin Mo Xuan
Sakura, Karin, Sasuke sontak melompat ke pohon dan mengarahkan Cakra ke kaki mereka.
Naru juga mengikuti tanpa bicara, sudah lama dia tidak menikmati suasana seperti ini.
Xuanyuan Che juga memilih mengikuti cara mereka dengan mengedarkan Qi di kaki mereka.
...
__ADS_1