
Setelah memasukkan semua mayat, Naru dengan santai duduk di pundak Li Mo dan keduanya kembali melanjutkan perjalanan.
Cukup lama mereka berjalan, dan hari hampir gelap. Li Mo menatap sekitar dan tidak menemukan gua untuk mereka gunakan sebagai tempat berteduh.
Naru sendiri melihat tanah yang cukup lapang, langsung melompat dari pundak Li Mo. Dia hanya menghentakkan kakinya di tanah, dan beberapa saat kemudian sebuah pondok sederhana terbentuk.
Naru melambaikan cakarnya hingga muncul ranjang yang terlihat nyaman, ada juga meja dan kursi serta kompor dan peralatan masak. Dia juga mengeluarkan beberapa bahan masakan dan memanggil Li Mo.
“A Mo, kemari!”
Li Mo dengan santai mendekat, dan Naru menaruh cakar kecilnya di kening Li Mo. Segera Li Mo memiliki pengetahuan tentang memasak di benaknya. Dia kemudian menatap Naru dengan wajah datar.
“Gadis pemalas. Baiklah, tunggu saja di kasur nyamanmu.”
“Hehehehe.”
Nari melompat ke ranjang empuk miliknya, dan membiarkan Li Mo memasak untuk mereka.
Pertama Li Mo memasak Nasi, dan dia hanya melihat beberapa ekor daging bebek dan langsung memotongnya menjadi potongan kecil.
Melihat bumbu yang tersedia, Li Mo terkekeh, dan mulai mengupas bawang merah, bawang putih, lengkuas, sedikit jahe, cabai rawit, cabai keriting, sereh, dan terakhir adalah daun kemangi.
Dia menghaluskan semua bumbu selain daun kemangi, bumbu dengan jumlah terbanyak adalah lengkuas dan cabai rawit.
Untuk kemangi, dia hanya mengambil pucuk dan daunnya saja, dan membuang batangnya.
Menyalakan kompor lainnya, dia melihat nasi yang hampir matang. Dia memanaskan kuali dan memasukkan minyak goreng. Menunggu minyak goreng panas, dia memasukkan semua bumbu yang telah dia haluskan. Dia menumis bumbu tersebut hingga aroma wangi hampir membuatnya bersin. Setelah itu dia memasukkan bebek yang telah dia potong kecil-kecil dan telah dia cuci bersih ke dalam kuali di mana bumbu telah siap.
Melihat Nasi telah matang, dia memadamkan api yang digunakan untuk memasak nasi, dan melanjutkan mengaduk rata bebek yang dia masak. Cukup lama dia mengaduk hingga dia merasa kematangan cukup dan Li Mo memasukkan garam dan penyedap rasa, lalu kembali mengaduk rata, terakhir dia memasukkan pucuk dan daun kemangi pada bebek yang hampir matang. Kembali mengaduk rata hingga kematangan bebek yang dia masak pas.
Merasa jika bebek yang dia masak telah matang, dia meniriskan di wadah termasuk nasi.
__ADS_1
Menata di meja makan, termasuk piring, dia membangunkan Naru yang tengah bergelung di ranjang.
“A Ru, kau bisa bangun, makanan sudah jadi.”
Naru melompat dari ranjang dan segera dia berubah menjadi sosok gadis cantik dengan surai pirang.
Menyendok Nasi ke piring dan juga bebek rica-rica yang dimasak Li Mo, Naru tidak lupa mengeluarkan air mineral dari ruang.
Mereka berdua makan dengan tenang dengan wajah yang bercucuran keringat.
Selesai makan, mereka meminum 2 botol air, tapi rasa pedas belum juga hilang. Melihat masih banyak, Naru langsung membagi menjadi beberapa porsi dan langsung memasukkan ke dalam ruang miliknya, jika dia ingin makan, mereka tidak perlu masak.
Ketika Naru ingin memejamkan matanya, ingatan dari tiruan yang mengikuti salah satu anggota berpakaian hitam juga telah sampai ke markas mereka.
Kebetulan semua anggota organisasi itu juga lengkap, dan dia bisa melihat jika pemimpin sangat marah.
“A Mo, Ayo pergi basmi organisasi aneh itu, daripada banyak orang tak bersalah mati hanya karena mereka salah target.”
“Oke.”
Segera keduanya menghilang di tengah malam dan muncul di markas organisasi Laba-laba Hitam.
Li Mo melayang di udara dan melihat ke bawah pada pemimpin yang sangat marah, karena beberapa bawahan yang gagal.
“A Mo, langsung saja.”
Suara Naru mengejutkan semua orang yang ada di dalam ruangan, dan pemimpin juga langsung waspada.
“Siapa kalian?”
“Oh, kami hanya orang yang dikira target dari organisasi busuk ini, kalian yang asal menyerang orang tanpa menyelidiki terlebih dahulu, harus dihilangkan, daripada banyak orang yang tidak bersalah yang disangka target kalian mati begitu saja.”
__ADS_1
Tidak menunggu orang-orang itu menyerang, Li Mo membentuk banyak bilah angin dan langsung memenggal semua orang di dalam ruangan itu.
“A Ru, kau ingin menyimpan mereka atau tidak?”
“Musnahkan saja.”
Segera Naru menggunakan katon untuk membakar semua mayat di ruangan itu dan mereka sekali lagi menghilang.
Tepat ketika mereka menghilang, seorang pemuda tampak licik dan lihai keluar dari persembunyiannya. Dia sendiri gemetar melihat kekejaman yang ditunjukkan oleh Li Mo, bahkan dia tidak bisa melihat kekuatan Li Mo. Tidak hanya Li Mo, bahkan serigala di pundak Li Mo juga terlihat sangat kejam.
“Nah, awalnya pangeran ini ingin memusnahkan organisasi rendahan ini, tapi siapa sangka mereka menyinggung keberadaan seperti itu?”
Pemuda itu tersenyum licik dan melambai hingga muncul beberapa bawahannya.
“Kita tidak perlu repot-repot memusnahkan organisasi milik permaisuri licik itu, karena mereka telah menyinggung keberadaan yang tak bisa disinggung.”
3 hari kemudian, Li Mo dan Naru kembali memusnahkan kelompok bandit yang ingin merampok mereka. Memusnahkan kelompok bandit ini juga disaksikan banyak orang, dan saat itu, nama A Mo dan A Ru bergema menjadi sosok menakutkan yang tidak harus disinggung. Bahkan ada rumor jika kedua nama itu juga telah memusnahkan organisasi Laba-laba Hitam yang salah menargetkan mereka.
Mereka juga mendengar jika kedua nama itu pernah memusnahkan kelompok berpakaian putih, hanya karena berani menunda perjalanan mereka.
Hingga sebulan, nama keduanya telah terdengar di seluruh dunia atas. Banyak yang penasaran bagaimana wajah sosok A Mo ini, bahkan serigala hitam dengan nama A Ru.
Meski nama mereka terdengar di mana-mana, keduanya tidak terlalu ambil pusing, pasalnya Li Mo tidak pernah memperlihatkan wajahnya, dan Naru tidak lagi dalam bentuk serigala miliknya.
Di sebuah restoran, Qin Yan, Qin Yin, Che, Jue, Xie, Mo Ye, dan Chu Xing duduk menikmati makanan mereka. Mereka tidak menyangka akan ada restoran yang memiliki rasa yang akrab di lidah mereka.
Mendengar percakapan orang-orang di sekitar, wajah ketujuh orang itu tampak datar.
“Ya, aku tidak menyangka rumor keduanya bahkan terdengar di seluruh dunia atas.”
“Itu wajar, Naru yang paling tidak suka hama pengganggu. Dan aku tidak menyangka hanya ada mereka berdua di kelompok mereka.”
__ADS_1
Jue, Xie, Chu Xing dan Mo Ye terkekeh, mereka tidak menyangka dengan hanya mereka berdua, bahkan telah menakuti penduduk dunia atas.
Jika mereka tinggal lebih lama, tidak tahu prestasi apa yang akan keduanya dapatkan dari perilaku mereka.