Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 75


__ADS_3

Perdebatan kecil keduanya kembali mengundang senyum geli dari beberapa orang yang mereka selamatkan, mereka juga bisa melihat jika hubungan keduanya sangat baik.


Meski keduanya sering berdebat, tapi cahaya memanjakan dari kedua mata Li Mo tidak bisa disembunyikan dari mereka.


Begitu Naru tertidur, gadis yang masih pingsan itu juga terbangun.


Ketika dia sadar, dia melihat rekannya, dan semua lengkap, dia menghela napas lega. Ketika dia melihat Li Mo sedang mengelus bulu serigala hitam, dia mengernyit.


“Jin Ge, bagaimana dengan penyerang itu?”


Segera mereka membantu gadis tersebut untuk duduk dengan benar. Yang dipanggil Jin Ge juga langsung menjawab.


“Mereka telah berada di perut serigala kecil itu.”


Gadis tersebut menatap serigala kecil yang sedang tertidur, seketika dia terpesona dan ingin memilikinya.


Melihat keinginan di mata gadis itu, Li Mo terkekeh.


“Jika kau ingin mengelusnya, aku tidak masalah, tapi jangan berpikir untuk memilikinya, karena dia akan marah. Bahkan jika dia tidak marah, tunangannya yang akan marah.”


Naru membuka sedikit matanya, dan menatap tak suka pada Li Mo.


“Berisik.”


Bibir Li Mo sekali lagi berkedut, dan memberikan Naru pada gadis yang baru sadar dari pingsan itu.


“Sebelum aku membiarkanmu menjaganya, bisakah kalian semua memperkenalkan diri kalian? Aku bahkan telah memberitahu namaku.”


Naru langsung membuka matanya lebar dan menatap Li Mo dengan aneh.


“Idiot.”


Li Mo terlalu malas meladeni Naru, dan yang lainnya berusaha menahan tawa, tapi mereka juga agak malu karena belum memberitahu nama mereka pada penyelamat mereka.


“Namaku Yin Luo, Terima kasih telah menolong kami.”


Mendengar nama gadis yang dia sembuhkan, bibir Naru berkedut dan langsung berpindah ke pelukan Yin Luo.


“Aku Xu Jin, gadis di sebelahku adalah Situ Xin, pemuda berpakaian hijau itu adalah Huang Zhen, dan yang terakhir adalah Lu Bo.”


Naru menatap mereka semua, kemudian berbicara.


“Aku Qin Naru, panggil saja aku A Ru.”


Li Mo menatap semua orang dan langsung bertanya.


“Apa yang kalian lakukan di hutan ini, sampai kalian dikejar oleh tikus paviliun surgawi itu?”


Mereka saling menatap, dan dari ucapan Li Mo, mereka tahu jika Li Mo dan A Ru pasti sangat membenci kelompok munafik itu.


“Kami ingin mengikuti penilaian sekte, tapi kami harus memiliki monster kontrak sebagai syarat pendaftaran. Jadi kami memasuki hutan gelap untuk menangkap monster iblis ataupun monster spiritual.”

__ADS_1


Mata Naru menyipit, dan menatap Li Mo.


“A Mo, selain telur itu, apakah kau sudah memiliki monster kontrak?”


Li Mo terkekeh dan berkata dengan tenang.


“Mengapa repot-repot dengan monster kontrak? Bukankah aku memilikimu, A Ru?”


Naru terkekeh, dan membalas ucapan Li Mo.


“Aku tidak masalah, tapi apakah Gege dan Che akan marah, aku tidak akan bertanggung jawab.”


Seketika wajah Li Mo berubah datar, dan langsung menjadi serius.


“Hei, kalau begitu, kalau nanti aku mencari monster kontrak, juga bantu mereka.”


Naru kemudian menatap 5 orang tertentu dan berkata dengan serius.


“Aku bisa membantu kalian untuk menemukan monster yang kalian inginkan, tapi aku harap kalian tidak memperbudak mereka, karena ketika aku membantu kalian melakukan kontrak, hidup dan mati kalian terikat.”


Mereka berlima saling menatap, dan mengangguk dengan serius.


“Baik.”


Naru melompat turun dari pelukan Yin Luo dan langsung mengubah ukuran tubuhnya, 9 ekor yang dia sembunyikan langsung terungkap, dan kristal 7 warna berbentuk rubah di keningnya juga muncul.


Melihat penampilan Naru seperti itu, mereka semua terpesona, dan Li Mo yang telah sering melihat penampilan Naru masih saja terpesona.


“Groaaaarrr.”


Segera mereka bisa mendengar banyak suara langkah kaki yang berlari, hingga Xu Jin dkk menatap Li Mo.


“Suara apa itu?”


“Bukan apa-apa, A Ru hanya memanggil monster iblis dan monster spiritual agar kita bisa memilih yang mana yang kita inginkan.”


“Semudah itu?”


Situ Xin bertanya dengan tak yakin, tapi ketika mereka melihat puluhan atau mungkin ratusan monster iblis dan monster spiritual berkumpul di depan mereka, bahkan berlutut di depan Naru, mereka tercengang.


“Grrrrr.”


Naru menggeram rendah pada semua yang berlutut di depannya, hingga membuat mereka semua berdiri dan menatap 6 orang tertentu. Mereka juga segera membalas geraman Naru dengan nada penuh hormat.


“A Ru, bolehlah aku memilih 2?”


Naru menatap Yin Luo, dia kemudian mengangguk.


“Ya, tapi kau harus memperlakukan mereka sebagai keluarga, jangan menganiaya mereka. Jika tidak, kau tahu sendiri konsekuensinya.”


“Aku mengerti.”

__ADS_1


Naru tentu tidak memanggil mereka yang telah memiliki anak dan keluarga, hanya memanggil mereka yang masih lajang. Jadi tidak masalah sama sekali.


Yin Luo maju dan langsung memilih, tapi dia masih sempat bergumam pelan.


“Sebenarnya aku menginginkanmu, tapi kau tak bisa aku miliki.”


Bibir Naru berkedut dan monster lainnya menatap Yin Luo dengan aneh.


Pilihan Yin Luo sendiri jatuh pada rubah api yang memiliki ekor 5, dan serigala berbulu emas.


“Aku ingin keduanya.”


“Baiklah.”


Segera mereka semua memilih, dan setiap mereka memilih 2, tapi Li Mo hanya memilih 1, dan pilihannya sendiri jatuh pada seekor monster yang tampak malas seperti kucing.


Melihat itu, bibir Naru berkedut, tapi ketika melihat lebih dekat pada monster tersebut, dia terkejut. Karena garis darahnya dan kucing hitam itu hampir setara, hanya saja kucing hitam itu masih berada 1 tingkat di bawahnya.


Segera Naru membantu 5 orang tertentu untuk melakukan kontrak, dan 5 orang tersebut terkejut dengan kenaikan tingkat mereka sekaligus.


Setelah membantu kelimanya, Naru menatap Li Mo.


“Aku tidak ingin memaksanya, biarkan dia sepertimu menjadi temanku yang lain. Aku tidak ingin merebut kebebasannya.”


Naru terkekeh dan menggeram rendah, hingga monster yang tidak terpilih langsung kembali ke tempat mereka. Naru juga memberikan mereka beberapa pil untuk dijadikan hadiah.


Sedangkan kucing hitam terus menatap Naru hingga Naru terkekeh dan mengelus kepala kucing itu dengan cakarnya.


Dia bertanya pada kucing hitam itu menggunakan bahasa hewan.


“Mengapa bangsawan sepertimu berada di sini?”


“Kau tahu, aku sedang tertidur untuk menunggu yang ditakdirkan menjadi masterku, tapi mendengar panggilanmu, aku terbangun, dan menjadi pilihan pria yang menggendongku.”


“kalau begitu anggap saja dia yang terpilih.”


Kucing itu menatap Naru dan Li Mo bergantian, dan kembali berbicara.


“kau dan dia tidak memiliki hubungan kontrak?”


“Tidak.”


“Aku mengerti.”


Setelah bercakap-cakap sebentar, Naru mengubah ukuran tubuhnya dan menyembunyikan 9 ekor serta permata di keningnya. Dia kemudian melompat ke pundak Li Mo.


“Ayo keluar dari hutan, aku ingin menikmati empuknya kasur ttebayo.”


Naru dengan santai bergelung di pundak Li Mo dan itu membuat kucing hitam menatapnya dengan rasa ingin tahu.


“Oh ya, Mo Ge, kau dan A Ru tinggal di mana?”

__ADS_1


__ADS_2