
Karena dibantu oleh 2 tiruan miliknya, acara memasak Li Mo tidak terlalu lama, dan itu hanya membutuhkan 1 jam untuk memasak 3 hidangan dengan menggunakan 3 kompor terpisah.
Yang membutuhkan waktu paling lama agar matang lebih baik adalah kalkun bumbu rica-rica.
Melihat semua hidangan sudah siap, Li Mo mengeluarkan meja bulat dan 5 bangku. Setelah itu, dia mulai menyajikan masakan di atas meja beserta jus serta buah untuk makanan penutup.
Dia tidak menyajikan semuanya, hanya seperempat dari yang dia masak, hanya seperempat saja, dia tidak yakin jika mereka bisa menghabiskan semuanya.
Setelah menyimpan sisanya di dalam ruang, dia memanggil Naru dan 3 pemuda tertentu untuk makan bersama.
Naru dengan semangat menghampiri meja makan, dan melihat hidangan yang dia sukai di meja.
Li Mo terkekeh dan mengambil mangkuk Naru, dia mengisi Jamur jeroan saus lava di dalam mangkuk, kemudian mengisi piring Naru dengan Nasi di satu sisi dan di sisi lain, dia mengisi Kalkun bumbu rica-rica.
Ada juga Jus untuk Naru sudah dia sediakan, baru kemudian dia mengisi miliknya baru mempersilakan 3 pemuda tertentu untuk mengambil jatah mereka.
“Selamat makan.”
Setelah semua memiliki makanan mereka di piring, mereka mulai makan. Naru makan dengan senang hati, dan ketika mencoba Jamur jeroan saus lava, dia berbinar dan memberi jempol pada Li Mo.
Daging kalkun juga sangat enak, bahkan lebih enak dari bebek yang di masak.
3 pemuda tertentu seolah mereka baru menemukan makanan, kalkun memang pada dasarnya memiliki daging yang enak, tapi cara memasak Li Mo membuat rasanya semakin enak.
“Saudara Li Mo, bagaimana caranya Anda membuat makanan seenak ini”
Li Mo memutar matanya bosan, dan mengatakan sesuatu yang membuat ketiga pemuda itu terdiam.
“Bukankah kalian melihatku memasak? Mengapa masih bertanya?”
Naru sendiri tidak ingin tahu, dia hanya asyik memakan makanannya sendiri. Ketika dia selesai, dia keluar dari pondok dan bersiul panjang hingga seekor bangau putih yang merupakan monster spiritual muncul di depan Naru.
“Menunggu kakakku selesai makan, bisakah kau mengantar kami ke depan gerbang ibukota Kekaisaran Yun?”
“Tentu, Nona.”
Naru sudah tidak ingin membuang waktu di perjalanan lagi, dia ingin cepat-cepat sampai ke ibukota Kekaisaran.
Ketika Li Mo dan 3 pemuda tertentu keluar dari pondok, mereka terkejut melihat bangau putih yang merupakan monster spiritual tingkat tinggi.
__ADS_1
“Sudah?”
“Ya, kau tinggal menghilangkan pondok ini.”
Naru mengangguk dan langsung membatalkan tekniknya, dia melihat Li Mo.
“Kakak, kita akan duduk di punggungnya dan dia akan mengantar kita untuk ke ibukota Kekaisaran.”
“Baiklah.”
Li Mo melihat ke arah 3 pemuda tertentu dan berkata.
“Kita akan berpisah di sini, aku dan Xiao Ru akan pergi lebih dulu.”
Ketiganya belum menjawab, dan Li Mo langsung melompat ke punggung bangau putih itu, lalu tanpa basa-basi mereka meninggalkan 3 pemuda tertentu yang masih tercengang.
Tidak butuh 3 hari untuk mereka sampai ke ibukota Kekaisaran melalui udara, itu hanya 4 jam dan mereka akhirnya sampai di depan gerbang.
Naru memberikan sesuatu pada bangau putih itu untuk berterima kasih, dan bangau putih kembali terbang. Andai dia tidak memiliki keluarga, dia akan dengan senang hati mengikuti Naru, tapi dia masih memiliki 2 anak yang masih dalam pengawasan.
Banyak orang yang ingin masuk ke ibukota Kekaisaran melihat hal itu, dan menatap takjub pada Naru dan Li Mo yang bisa menunggangi monster spiritual tingkat tinggi itu.
Karena tidak banyak orang yang ingin masuk, jadi giliran mereka akhirnya tiba.
Untuk orang baru yang ingin memasuki ibukota Kekaisaran, mereka harus membayar biaya masuk yang hanya sebesar 50 koin emas.
Mata uang di dunia atas sendiri tidak jauh berbeda dengan mata uang di dunia tengah.
10 Koin perak \= 1 koin emas
100 Koin emas \= 1 spirit stone tingkat rendah (Putih)
10 Spirit Stone tingkat rendah \= 1 Spirit stone tingkat menengah (Hitam)
10 Spirit stone tingkat menengah \= 1 Spirit stone tingkat tinggi (Merah)
10 Spirit stone tingkat tinggi \= 1 Spirit stone tingkat Atas (Biru)
Li Mo memberi kristal putih pada penjaga gerbang, yang menandakan pembayaran miliknya dan Naru.
__ADS_1
Dia tentu saja telah mengetahui perbedaan mata uang di dunia atas, karena sudah lebih dari sebulan mereka tiba.
Memasuki kota, Naru menatap takjub, bahkan belum jauh Li Mo melangkah, desas-desus tentang 4 restoran yang baru buka beberapa saat lalu memiliki rasa tiada taranya.
Bahkan anggota Kekaisaran datang untuk menikmati hidangan di 4 restoran ini.
Mendengar kabar seperti itu, Naru dan Li Mo menyunggingkan senyum, karena mereka tahu siapa yang membuka 4 restoran tersebut.
Naru menghentikan salah satu pejalan kaki untuk menanyakan alamat, dan pejalan kaki langsung menunjukkan jalan untuk sampai ke alamat tersebut.
Begitu sampai, Naru melihat kediaman yang begitu besar, bahkan sudah ada penjaga gerbang.
Penjaga gerbang yang melihat kedatangan Naru langsung membungkuk hormat.
“Selamat datang di kediaman Tuan Muda kedua dan Nona muda pertama.”
Naru bahkan tidak menggunakan kunci yang diberikan, dan langsung mengikuti penjaga pergi ke halaman yang disediakan untuk mereka berdua.
Tentu saja halaman keduanya terpisah, dan Li Mo sendiri bingung tentang penyebutan Tuan Muda kedua, hingga Naru memberikan surat yang diberikan Qin Mo Xuan pada mereka, agar Li Mo dapat menyiapkan diri ketika proses penggabungan dengan keluarga Qin begitu dia memasuki kamarnya.
Memasuki halaman miliknya, Naru masuk ke dalam paviliun yang disediakan khusus untuknya. Paviliun itu tampak rapi dan memiliki desain yang sederhana, tapi elegan.
Memilih untuk memasuki kamarnya, Naru memilih mandi lalu beristirahat sejenak.
Karena hari sudah sore, dia tidak ingin keluar, lebih baik dia beristirahat dengan baik, lalu menjelajahi kota keesokan harinya.
Li Mo sendiri yang baru selesai membaca surat tersebut memiliki suasana hati yang rumit, tapi beberapa saat kemudian dia membuat keputusan dalam hatinya, jika dia akan bergabung dengan keluarga Qin dan mengubah namanya menjadi Qin Li Mo.
Merasa mantap dalam keputusan, dia berbicara di udara hingga ruang tampak berfluktuasi.
Qin Mo Xuan menatap Li Mo dengan tersenyum, dia kemudian bertanya sekali lagi.
“Apa kau yakin bersedia menjadi adikku dan menjadi Tuan Muda kedua Qin?”
“Aku yakin, Dage.”
“Oke buka mulutmu.”
Li Mo mengikuti apa yang dikatakan Qin Mo Xuan, dan selanjutnya Qin Mo Xuan mengiris pergelangan tangannya hingga darah berwarna emas yang merupakan esensi darah milik Qin Mo Xuan menetes dan langsung tertelan oleh Li Mo.
__ADS_1
Meski di pergelangan tangan, tapi karena itu adalah esensi darah Qin Mo Xuan, jadi hanya keluar setetes saja.