Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 55


__ADS_3

Bola api dikeluarkan oleh Luan api terus menyerang Naru dan Naru tidak menghindar, tapi menyerap bola api itu dan langsung memukul Luan Api menggunakan salah satu ekornya. Begitu Luan api mendarat ke tanah, Naru dengan cepat menghampiri Luan Api dan menaruh cakarnya di kepala Luan api kemudian meraung keras.


Cahaya 7 warna menyelimuti Luan Api ketika Naru meraung keras, dan kontrak antara Luan Api dan gadis berbaju merah langsung terputus. Hal itu juga membuat Luan Api kembali sadar dan jatuh pingsan.


Di sisi lain, Li Mo yang tidak memberi ampun pada gadis berbaju merah langsung memberi serangan telak, tapi masih bisa dihindari oleh gadis berbaju merah.


“Heh, karena kau merupakan bagian dari paviliun surgawi, maka kau tidak bisa dibiarkan.”


Suara Li Mo tidak keras, tapi beberapa orang tertentu dapat mendengar apa yang dikatakan Li Mo, dan seketika wajah mereka tidak baik. Ternyata masih ada ikan yang lolos dari jaring.


Beruntung tidak ada peraturan dilarang membunuh saat pertandingan.


Wajah wanita yang awalnya tanpa emosi agak berubah, tapi dia masih tidak peduli dan terus menyerang Li Mo. Meski beberapa orang tidak tahu kebencian apa yang dimiliki Li Mo pada paviliun surgawi, tapi mereka cukup senang jika ikan yang lolos itu bisa mati.


Saling serang terus terjadi, tapi karena kekuatan Li Mo berada di bawah musuhnya, Li Mo masih belum bisa langsung menghabisi gadis berbaju merah, tepat saat gadis berbaju merah akan mencekik Li Mo, gerakannya terhenti dan langsung memuntahkan darah.


Li Mo melihat ke arah Naru yang telah berhasil, langsung mematahkan leher musuhnya tanpa ampun.


Naru mengangguk pada Li Mo, dan langsung membawa Luan api ke punggungnya dan menghilang dari arena.


Dengan matinya gadis berbaju merah itu, Li Mo dinyatakan menang.


Ketika Li Mo turun, banyak yang mengira jika serigala berekor 10 adalah binatang kontrak Li Mo, dan itu tidak membuat keributan.


Hanya saja luka bekas memegang cambuk iblis di telapak tangan Li Mo yang awalnya tidak terlalu parah, perlahan mulai tampak seperti luka bakar yang sangat parah.


Meski begitu, Li Mo tidak memiliki perubahan apa pun di wajahnya dan menggunakan qi spiritual miliknya untuk menyembuhkan bekas luka itu, tapi bekas luka belum sembuh hingga Naru yang masih dalam bentuk serigala mini muncul di pangkuan Li Mo dan menaruh cakarnya di tangan Li Mo.


Aura hijau langsung menyelimuti telapak tangan Li Mo dan luka bakar itu perlahan sembuh. Begitu luka bakar telah pulih, Naru kembali menghilang dan bunshin miliknya juga menghilang, setelah beberapa saat, Naru muncul kembali di tempatnya.


Che yang melihat itu langsung mengelus kepala Naru dengan sayang.


“Apakah lelah?”


“Tidak apa-apa. Hanya saja Luan api itu aku telah meminta ayah untuk merawatnya. Dia terluka terlalu parah.”

__ADS_1


Yun langsung menghela napas lega ketika mendengar ucapan Naru, dia sendiri merasa marah dan sedih, ketika dia melihat manusia memperlakukan binatang spiritual dan binatang iblis seperti itu. Meski menurutnya derajat manusia lebih tinggi, tapi kedua jenis binatang itu juga memiliki pikiran. Menurutnya manusia di dunia ini lebih rendah daripada di dunia modern.


Meski orang-orang di dunia modern mengonsumsi hewan, tapi itu hanya berlaku untuk hewan ternak dan hewan tertentu. Dan mereka lebih menyayangi hewan dan merawat hewan dengan baik, bahkan vaksin dan makanan hewan terjamin.


Padahal hewan di dunia modern tidak terlalu cerdas dibandingkan dengan binatang spiritual dan binatang iblis di dunia ini.


“Selanjutnya nomor 5, silakan maju ke arena.”


Suara wasit langsung membuyarkan lamunan Qin Yun tentang perbedaan manusia dunia ini dan dunia modern.


Naru dkk langsung menatap Sakura yang saat ini berkedip heran.


Sakura sendiri berpikir jika gilirannya akan ada di pertengahan, tapi ternyata dia yang tampil kedua.


“Saki, lakukan dengan cepat.”


“Aku tahu.”


Sakura dengan tenang langsung menggunakan sunsin dan muncul di tengah arena.


“Gadis kecil, sebaiknya kau menyerah, daripada harus mati di tanganku.”


“Oh? Tadinya aku ingin sedikit bermain, tapi senior berkata seperti itu, maka aku akan menyelesaikan dengan cepat.”


Wajah pria kekar itu tampak biasa dan semakin memiliki senyum mengembang.


“Bunshin no jutsu”


Sakura langsung membentuk 2 tiruan ketika suara wasit menyatakan jika pertandingan dimulai.


Dia tidak ingin memberikan kesempatan pada lawannya yang terlalu meremehkan musuh.


Setiap tiruan memiliki pedang di tangan mereka, dan Sakura sendiri sudah melapisi tinjunya dengan Qi spiritual pekat.


Kedua tiruan tanpa basa-basi langsung menyerang pria kekar tersebut hingga membuat pria kekar itu kewalahan. Ketika pria kekar itu tampak lengah, Sakura dengan tinju dilapisi Qi langsung meninju perut pria kekar itu hingga pria kekar tersebut pingsan seketika.

__ADS_1


Melihat lawannya tak berkutik lagi, Sakura tampak datar dan mencibir.


“Cih, lemah tapi sombong, sama dengan Tong kosong yang berbunyi nyaring.”


Para penonton tercengang dengan kecepatan Sakura mengalahkan pria kekar tersebut, yang saat ini menduduki peringkat 10 teratas di papan peringkat.


“Nomor 5 menang.”


Sakura dengan tenang kembali ke tempatnya, dia memberi cengiran lebar pada rekan-rekannya.


“Kerja bagus.”


“Heh, tentu saja. Lagi pula orang itu terlalu lemah dan cuma omong besar.”


“Ya, aku tahu Saki milikku pasti yang terbaik.”


Sementara Sakura dan Sasuke yang sedang bermesraan, para penonton masih belum pulih dari keterkejutan mereka.


Mereka yang tidak pernah melihat Sakura menggunakan teknik elemen, tidak menyangka jika Sakura mampu membuat tiruan. Mereka semua tahu, teknik untuk membuat tiruan sangat sulit dilakukan, karena konsentrasi harus terfokus pada teknik dan pikiran harus bisa mengontrol tiruan dengan sangat baik.


Setelah Sakura, itu adalah nomor 19 yang maju untuk bertarung, salah satu peserta adalah Bai Lan. Pertarungan Bai Lan berlangsung cukup lama, dan Bai Lan berhasil keluar sebagai pemenang dengan beberapa cedera.


Pertarungan demi pertarungan terus berlanjut, dari nomor 3, 6, 2 dan saat ini giliran Sasuke yang maju.


“Nomor 10, silakan maju.”


Sasuke masih dengan wajah datar yang sama datarnya dengan tembok dengan tenang muncul di arena.


Yang menjadi lawan Sasuke saat ini tidak lain adalah Jiang An yang menduduki posisi pertama di papan peringkat.


Meski dia di posisi pertama dalam peringkat, tapi dia tidak berani meremehkan Sasuke. Sasuke sendiri tidak mau terlalu repot membuang waktu lama dan menggunakan rinne sharingan, dia tidak menggunakan jutsu amenotejikara, tapi merentangkan tangannya ke depan.


“Shinra tensei.”


Segera gelombang tak kasat mata mendorong Jiang An langsung keluar dari arena dengan begitu mudah.

__ADS_1


__ADS_2