Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 45


__ADS_3

(wah terimakasih Junyi..) Qin Yun berlari kearah singa itu dengan suara Geraman yang pastinya tidak di mengerti oleh mereka semua disana.


Ketika Qin Yun sangat dekat, singa yang memiliki nama Junyi segera melepas kijang di mulutnya dan menjilati pipi Qin Yun. Qin Yun sendiri tertawa sambil memeluk leher singa itu.


Penduduk dunia Gaara dkk sukses di buat tercengang dengan keakraban Qin Yun dengan singa yang mungkin akan menjadikannya makanan.


Mereka tidak berbicara tapi memperhatikan interaksi keduanya, hingga mereka melihat Junyi merobek kaki kijang dan memberinya pada Qin Yun.


"Woaaah kau yang terbaik, aku sungguh lapar sekarang.."


Sreeeek


Qin Yun pun dengan santai memakan daging dari kaki kijang tanpa di olah membuat yang tidak terbiasa menjadi pucat hingga memuntahkan isi perut mereka.


"Ne Junyi, bisa kau ajak yang lain untuk cari beberapa lagi?"


"Grrrrr (yang lain juga sedang mengumpulkan makanan untuk menyambut tamu yang akan tinggal bersama kita)


"Sungguh? Hehehe aku tahu kalian yang terbaik.."


Karin, Sakura, Sasuke, Jue, Xie, Che, Xuan dan Beichen Li memasang wajah datar mendengar percakapan mereka. Beruntung Qin Yun menggunakan bahasa manusia jadi mereka bisa mengerti isi pembicaraan tersebut. Mereka juga tidak merasa mual atau apa saat melihat Qin Yun memakan daging Kijang tanpa di olah.


Roki 12, Sabaku bersaudara, para Jounin, Chunin dan penduduk sipil yang menyaksikan Sasuke dkk yang tampak biasa mereka akhirnya yakin, jika bukan kali ini saja mereka melihat Qin Yun seperti itu.


Qin Yan yang melihat Qin Yun makan dengan senang menjadi tidak bahagia.


"Yun Jie, kau curang. Aku juga lapar kenapa tidak mengajakku?"


Junyi menatap kearah Qin Yan, dia tersenyum dan memanggil Qin Yan menggunakan bahasa binatang yang tidak di mengerti Qin Yan dan yang lainnya.


"Benarkah aku boleh bergabung?" Junyi mengangguk dan Qin Yan bersorak.


Hal yang sama juga di lakukan Qin Yan memakan daging Kijang tanpa di olah. Wajah Jue menjadi semakin datar, Xuan tersenyum kecil seraya menggumam.


"Untung mereka hanya memakan kijang mentah dan bukan manusia mentah.." dia tidak tahu jika gumamannya terdengar oleh orang di sekitarnya termasuk para Shinobi yang memang memiliki pendengaran tajam.


Wajah mereka seketika menjadi pucat dan mengeluarkan banyak keringat dingin.


Hingga segerombolan binatang buas dengan sesuatu di mulut mereka datang menghampiri mereka.

__ADS_1


Yin Jiang yang juga ada di dalam gerombolan tersebut segera berubah menjadi manusia setelah menjatuhkan bungkusan buah dari mulutnya.


Dia menatap kearah Xiao Mo yang masih mempertahankan postur tubuh aneh dan melihat kearah Junyi yang menemani Qin Yun dan Qin Yan menikmati kijang mentah.


Naru yang tertidur terbangun saat mendengar gemuruh dari langkah segerombolan binatang buas. Dia mengucek matanya dan melihat Xiao Mo. Dia memeluk Xiao Mo seperti biasa untuk berterima kasih karena telah menjaganya.


Setelah puas, dia menghampiri Yin Jiang dan memeluknya.


"Ayah, aku merindukan kehangatan bulumu.." seketika ujung bibir Yun Jiang berkedut. Qin Mo Xuan sendiri cuma menunjukkan senyum tipis.


"Anak nakal, perhatikan situasinya sebelum mengatakan hal memalukan seperti itu.."


Mata Naru berkedip beberapa kali dan melihat kearah segerombolan orang yang menatapnya dengan aneh.


"Hehehehe maaf jika aku tidak sopan, soalnya bulu lebat ayah sangat nyaman.."


Kakashi tersenyum tipis di balik maskernya begitupun dengan seluruh penduduk elemental nation.


"Oh dimana Yun'er dan Yanyan?"


Serentak semua menunjuk kesatu arah dimana Qin Yun dan Qin Yan bersama Junyi telah menghabiskan seekor kijang hingga menyisahkan tulang.


Penampilan mereka jangan ditanya, karena wajah dan pakaian mereka telah di penuhi darah dari Kijang yang menjadi makanan mereka.


"Nak, bisakah kau melepas pelukannya? Lihat yang lainnya sudah tidak sabar ingin mengadakan perjamuan penyambutan anggota baru.."


Naru mendongak menatap Yin Jiang dan kelompok binatang buas dengan berbagai hal di mulut masing-masing.


"Tidak, aku masih merindukanmu dan ingin merasakan kehangatan bulu ayah.."


Para manusia berusaha menahan tawa mereka saat menyaksikan wajah imut Naru.


"Ayah janji setelah perjamuan selesai. Bagaimana?"


"Jika ayah tidak mau, setidaknya keluarkan ekormu untukku!" Wajah Yin Jiang tampak merona.


Ayolah untuk mereka binatang buas, ektor merupakan hal sensitif selain telinga mereka.


Tepat saat Yin Jiang ingin kembali mencari alasan, 10 Ekor milik Naru yang keluar tanpa Naru sadari.

__ADS_1


Seketika semua semakin hening melihat ekor milik Naru.


"Nak, ayah tahu jika ekormu sangat indah tapi tolong jangan membandingkan dengan ekor milik ayah.."


"Hah?" Naru bingung dan melihat kebelakang. Benar saja, ekor miliknya telah keluar.


"Hehehe ayah aku tidak sengaja, baiklah setelah perjamuan biarkan aku bermanja-manja dengan bulumu.."


"Terserah.."


Perdebatan keduanya akhirnya berhenti, Qin Yun dan Qin Yan sendiri juga telah selesai membersihkan badan.


Naru berusaha menyembunyikan ekornya tapi terus saja gagal hingga membuatnya Frustasi.


"Aku Yin Jiang, pemimpin para binatang buas di hutan ini menyambut kedatangan kalian sebagai penghuni baru hutan kematian. Mari kita nikmati makan besar bersama.."


"Terimakasih atas kemurahan anda tuan Yun, kami menerima penyambutan anda dan juga terimakasih telah mengijinkan kami untuk menetap di hutan ini.." Tsunade mewakili penduduk dari elemental nation berterima kasih.


Mereka membentuk lingkaran dan memanggang daging binatang yang dibawa oleh Kelompok Yin Jiang. Sembari menunggu daging matang, mereka menikmati buah yang tersedia.


Sangat cepat mereka menjadi akrab, beberapa Demonic Beast dan Spirit Beast memakai wujud manusia mereka.


Tidak ada kecanggungan diantara mereka, beberapa penduduk sipil juga membiarkan anak mereka bermain dengan para Demonic Beast yang dekat dengan mereka.


Setelah perjamuan selesai, Naru menatap Yin Jiang dengan serius.


"Ayah, aku mau ayah melatih mereka berkultivasi untuk meningkatkan peringkat mereka. Aku tidak bisa lebih lama lagi karena harus kembali ke Akademi.."


"Tenang saja, serahkan mereka pada ayah. Beberapa tahun kemudian, Paviliun Binatang Buas akan terkena menyainginya Paviliun Surgawi hehehehe.." sebelum mereka pergi, Naru memberikan satu cincin penyimpanan yang berisi banyak emas dan perak untuk keperluan mereka. Sisanya dia tidak perlu khawatir karena para binatang buas memiliki benda berharga yang pasti telah dikumpulkan dari kelompok yang bertikai di luar hutan


Naru, Qin Yun, Qin Yan tersenyum. Beichen Li dan yang lainnya juga menatap lembut pada interaksi mereka.


Paviliun surgawi adalah musuh terbesar mereka. Setidaknya untuk saat ini, itulah yang mereka tahu.


Mereka tidak mengetahui ada musuh yang lebih berbahaya dari Paviliun Surgawi yang merupakan pelaku penculikan para Shinobi di elemental nation.


Musuh yang mungkin sangat berbahaya dari Kaguya saat di elemental nation.


Setelah berpesan pada Yin Jiang, Naru dkk pamit pada semuanya dan kembali ke Akademi.

__ADS_1


Hanya dengan kedipan mata, mereka tidak lagi berada di hutan kematian tapi asrama milik Xuanyuan Che.


Mereka yang melupakan perbedaan waktu tidak sadar jika seharusnya dimensi mereka saat ini telah berlalu 4 tahun.


__ADS_2