
Semua menatap ngeri pada Tim Monster, rasa sakit seperti itu, mungkin mereka telah menyerah.
“Lalu bagaimana dengan 100 anak tangga terakhir?”
Semua menatap Jiang An, dan kembali menatap Tim Monster.
“100 anak tangga terakhir, kami merasa seolah kami berada di tempat yang sangat indah, tapi ketika kami memasuki lantai ketujuh, kami diharuskan berendam di kolam yang memiliki air seputih susu. Di situ kami mengalami yang namanya penyiksaan yang tidak bisa kami gambarkan dengan kata-kata, atau mengandaikan dengan sesuatu. Karena kami tahu jika saat itu kulit dan daging kami meleleh, bahkan tulang kami melunak, meridian kami terputus. Kolam seputih susu itu juga berubah merah oleh darah kami, dan saat itu, kami semua tidak dapat lagi bisa menanggung rasa sakit hingga kami langsung jatuh pingsan.”
Gaara meneruskan ucapan yang tidak sempat Lan Yue ucapkan akibat masih tertekan dengan rasa sakit yang mereka rasakan.
“Rasa sakit seperti itu, aku tidak ingin merasakannya lagi.”
Tubuh Feng Xue bahkan gemetar, dan itu membuat Liu Rong merasa tertekan hingga membuatnya berusaha menghibur Feng Xue.
Melihat beberapa orang dari tim monster memiliki wajah pucat, mereka tahu betapa mengerikannya rasa sakit tersebut. Bahkan 600 anak tangga memiliki rasa sakit yang begitu mengerikan.
“Aku tahu, kalian mungkin menganggap apa yang kami alami mengerikan, begitu juga dengan kami, tapi yang kalian alami juga tidak kalah mengerikan dengan apa yang kami lalui. Setidaknya setiap yang kita alami, kita masih bertahan hidup sampai sekarang. Terlebih aku tahu, setelah mengalami hal mengerikan seperti itu, kekuatan kalian juga pasti meningkat. Karena sesuatu yang kita lalui dengan kemampuan kita sendiri, kita pasti merasakan manfaatnya.”
Mereka setuju dengan ucapan Sasuke, terlebih ucapan Sasuke memang benar. Setelah mengalami hal sulit seperti itu, kekuatan mereka meningkat.
__ADS_1
Semua kembali menatap Chu Xing.
“Bisakah kau melanjutkan tentang 5 tantangan lainnya?”
Ya, semua langsung mengangguk dengan permintaan Mo Ye.
“Baiklah. Tantangan ketiga adalah meminta kami untuk mempelajari 1 aliran bela diri selama 3 hari. Setelah itu kami harus mempraktikkan gerakan tersebut. Nama seni bela diri itu sendiri adalah Capuera. Tantangan keempat, kami diharuskan untuk bertaruh menggunakan sesuatu yang disebut dadu. Tantangan kelima, menghitung hasil dari soal yang lagi-lagi tak masuk akal, soalnya sendiri adalah 4523+500-800x0, tantangan keenam kami disuruh menebak pertanyaan yang menggunakan bahasa Indonesia yang bahkan kami tidak tahu apa itu Indonesia. Pertanyaannya sendiri adalah apa yang ada di ujung langit? Dan tantangan terakhir adalah melawan sesuatu yang mirip dengan dirimu sendiri, atau dengan kata lain kami menghadapi sisi gelap kami sendiri.”
Sejujurnya beberapa tantangan tersebut sangat mudah bagi Qin Yun dan Qin Yan.
Keduanya saling melirik, dan mereka memiliki pikiran yang sama. Mungkin ujian yang mereka hadapi memiliki tujuan yang mereka bahkan tidak tahu.
Mereka langsung menatap Qin Yun dengan aneh.
“Dari yang apa kita alami, aku berpikir hal tersebut tidak ada hubungannya dengan alam rahasia yang dibuka oleh pemilik Akademi, tapi sesuatu yang disiapkan oleh sosok tertentu untuk mempersiapkan kita dengan hal besar. Namun, aku tidak tahu siapa sosok itu, dan untuk tujuan apa, yang aku tahu, adalah kami harus menghancurkan Paviliun Surgawi. Namun, jika kalian meminta penjelasan bagaimana Qin Yun dan Qin Yan mengetahui beberapa hal yang dialami oleh 2 tim di antara kita, karena hal tersebut merupakan bagian dari dunia mereka sebelum mereka sampai di sini. Sejujurnya sebagian besar Tim Monster bukan bagian dari dunia ini. Kalian seharusnya bisa menilai dari seragam yang kami kenakan.”
Tentu 4 tim dan beberapa orang di tim Monster menatap Naru dengan tidak percaya.
“Jika kalian tidak percaya, aku akan menunjukkan dunia seperti apa Yan’er dan Yun'er berasal, dan dunia seperti apa aku, dan Tim Monster selain Li Mo, Che, Jue, Xie, A Qian, Rong Ge, Wei Wei, Lan Yue, Gu Fan, Fu Mei, Jiu Feng, Qing Wen dan Xue'er.”
__ADS_1
“Lalu bagaimana kau menunjukkan pada kami?”
Naru menatap Feng Liu Li, dan entah mengapa sosok mantan putra mahkota itu tidak terlalu menyebalkan seperti saat dia bersama Luo Zhi Lan.
Mata Naru yang awalnya berwarna biru, berubah menjadi merah dengan tanda 3 tomoe. Sontak semua yang menatap mata Naru melihat dunia di mana dunia itu dipenuhi bangunan tinggi dan lebih indah daripada istana di dunia mereka. Ada benda yang terbuat dari besi yang bisa terbang, besi dengan 2 roda, tapi seimbang, dan benda yang terbuat dari besi atau semacamnya yang memiliki 4 roda. Mereka bahkan melihat manusia di dunia itu memiliki pakaian yang berbeda dari pakaian mereka, bahkan sangat terbuka. Ada juga yang tampak persis dengan seragam tim Monster, dan kelompok itu terlihat seperti Prajurit.
Beberapa memainkan sesuatu berbentuk persegi di tangan mereka. Setelah memperlihatkan dunia modern pada semua orang, mata Naru kembali normal.
“Yang kalian lihat adalah dunia di mana Yun’er dan Yan’er berasal.”
Naru kemudian menatap Feng Liu Li, dia kemudian mengatakan sesuatu yang menyakitkan.
“Luo Yan yang pernah mencintaimu dengan tulus, sejujurnya dia sudah lama meninggal. Dia meninggal ketika orang-orang di kediaman Luo mengasingkan dirinya, dan dia terbunuh oleh pembunuh bayaran yang disewa oleh orang-orang itu, ketika jenderal Luo berada di perbatasan, dan itu juga mungkin memiliki campur tanganmu. Yang saat ini kau lihat, adalah jiwa dari dunia lain yang menggantikan Luo Yan, dia bernama Qin Yan.”
Meski seharusnya memiliki nama yang sama, tapi Naru ingin mengatakan pada Feng Liu Li, jika orang di depannya saat ini adalah orang yang berbeda.
“Untuk Yun, dia telah ada di dunia ini sejak lahir, dan kami berdua tumbuh bersama di hutan kematian, dibesarkan oleh serigala perak bersayap. Sekarang lihat kembali mataku, aku akan menunjukkan duniaku dan sebagian tim Monster berasal.”
Mereka kembali menatap mata Naru, yang mereka lihat adalah sebuah desa yang diserang oleh seekor makhluk yang disebut kyuubi, kemudian makhluk itu disegel pada tubuh seorang bayi.
__ADS_1
Bayi itu tumbuh besar dengan segala penganiayaan, tapi masih bisa tersenyum, hingga dia tumbuh menjadi seorang shinobi dan melakukan banyak misi. hingga mereka melihat beberapa sosok akrab yang berada dalam tim lain, hingga mereka menjadi bersahabat. Dan mulai saat itu, mereka tidak lagi melihat sosok itu dianiaya, lambat laun, mereka juga melihat sosok Gaara, Temari, Kankurou, bahkan Matsuri dan Killer Bee.