
"Kau..kau memiliki dimensi ruang pribadi.."
mendengar pertanyaan Feng Xue, Qin Yun menjadi salah tingkah. bagaimana dia melupakan orang-orang di sekitarnya.
dia kemudian melirik Naru dengan expresi memohon hingga Naru hanya bisa menghela nafas dan mata birunya berubah menjadi mangekyou Sharingan, dia menggumamkan sesuatu hingga Feng Dua dan Liu Qian melupakan apa yang terjadi.
ctak
Naru menyentil dahi Qin Yun dan mengomelinya hingga Feng Xue dan Liu Qian akhirnya sadar dan keduanya melupakan tentang Qin Yun yang memiliki ruang dimensi.
melihat hari mulai gelap, Che pamit pada Naru begitupun dengan Xie.
"sebaiknya kalian makan malam di sini.." Qin Yan menawarkan. Jue juga setuju, karena dia tahu betapa enaknya masakan Qin Yun dan Naru.
"baiklah, aku akan memanggil yang lainnya..."
Che pergi untuk memanggil Sasuke dan yang lainnya sedangkan Xie pergi memanggil Liu Rong dan Liu Wei.
Naru dan Qin Yun hanya melambai dan semua bahan mentah langsung tersedia, mereka menuju dapur dan mulai memasak. Feng Xue dan Liu Qian sendiri hanya menonton mereka memasak sambil menyiapkan meja dan piring.
hari pertama mereka habiskan dengan mencari tempat dan merencanakan untuk membuka kantin kecil.
...
Dunia atas Paviliun Surgawi,
sekelompok orang menggunakan jubah putih duduk melingkar.
"bagaimana kabar Manor Raja Neraka, apa kalian telah berhasil mengajaknya bekerjasama.."
"sayangnya kami gagal, tapi ada informasi jika Raja Neraka sedang memburu sesuatu yang pernah meracuninya beberapa tahun lalu.."
seseorang di antara mereka menyeringai dan bermain dengan kuku cantiknya.
"lantas bagaimana dengan Akademi Awan Merah? apakah kalian telah berhasil menyusupkan seseorang kesana?"
"ada 5 orang yang berhasil menyamar menjadi murid baru. mereka menggunakan identitas dari warga Kura-kura Hitam Utara."
"bagus, sebelum segel ketiga makhluk itu terlepas. kita harus telah menguasai semua kekuatan. aku tidak ingin banyak yang mati seperti saat perang puluhan ribu tahun lalu.."
gadis cantik yang merupakan pemimpin diantara mereka tersenyum kecil membayangkan jika semua kekuatan tunduk pada mereka terlebih Raja Neraka dan para bawahannya.
__ADS_1
"Xuan, bagaimanapun caranya kau harus menjadi milikku.."
...
3 hari berlalu, semua siswa baru telah menerima seragam dan jadwal mereka. layaknya Akademi pada umumnya semua siswa berjalan menuju kelas masing-masing untuk memulai pelajaran termasuk Naru dkk.
kabar tentang 3 gadis kembar berambut perak menjadi murid Ye Tian sangat menghebohkan Akademi. banyak yang kagum ada pula yang iri selain itu ada yang menganggap jika ketiganya tidak layak.
terlepas dari itu semua, yang bersangkutan sangat tidak peduli dan sibuk mengemas buku dan menuju kelas pertama mereka.
kebetulan mereka semua berada di kelas yang sama jadi mereka sangat bahagia.
tidak lama setelah itu seorang Instruktur Wanita yang terbilang cantik memasuki kelas.
semua berdiri memberi hormat pada Instruktur tersebut yang tidak lain adalah Instruktur Lan.
Instruktur Lan menjelaskan tentang Aray yang mengharuskan seseorang memiliki kekuatan mental yang sangat kuat dan penguasaan terhadap ruang.
Aray sendiri terbagi menjadi 3 Jenis yaitu Aray yang bisa di gunakan untuk menyerang, Aray Teleportasi dan Aray Perlindungan
setiap jenis Aray dapat di gambungkan dengan senjata yang akan memberi efek luar biasa.
"aku harap dari penjelasan ku, kalian bisa mengerti. apa ada diantara kalian yang ingin memberi contoh.."
Naru berdiri dan mengeluarkan Kunai 3 cabang dan melemparnya menuju Instruktur Lan.
dalam sekejap Naru menghilang dari kursinya dan muncul menangkap Kunai yang hanya berjarak satu senti dari wajah Instruktur Lan.
Instruktur Lan sangat tenang, karena tidak ada niat membunuh dari Naru hingga hanya menampilkan senyum tipis.
melihat Jarak senjata aneh itu sudah sangat dekat tapi tidak ada jejak penghindaran oleh Instruktur Lan hingga Naru muncul menghentikan Kunai miliknya.
"apakah ini bisa di sebut Aray Teleportasi Guru?"
Instruktur Lan tersenyum dan mengangguk. Aray Teleportasi yang kau gunakan menggunakan media sebagai penghubung, ada juga Aray Teleportasi yang hanya menggunakan ukiran. tanpa aba-aba Naru kembali menghilang dan muncul di bangkunya tanpa menggunakan Kunai membuat Instruktur Lan mengedipkan matanya dengan bodoh.
pelajaran terus berlanjut hingga 4 Jam dan Naru dkk langsung menuju Kantin mereka yang sudah di buka selama 2 hari ini.
seperti dugaan, kantin mereka selalu ramai oleh pengunjung dan untuk setiap porsi hanya perlu mengeluarkan 10 sampai 15 poin
karena makanan yang mereka sediakan hanyalah cemilan belaka bukan makanan berat.
__ADS_1
menghabiskan stok hari itu, Naru dkk menuju Arena tantangan karena kemarin ada yang menantang Qin Yan. orang tersebut tidak lain adalah seorang senior yang sangat ingin menjadi murid Ye Tian dan menganggap Qin bersaudara tidak layak.
"hah merepotkan saja, padahal aku ingin berkultivasi.."
di sekitar arena sudah banyak murid-murid berkumpul ingin menyaksikan pertandingan yang menurut mereka akan memberi tontonan seru.
bahkan kelompok jenius juga berada di sana untuk menonton pertandingan Qin Yan dan seorang senior bernama Lian Jun. dia merupakan seorang pemuda yang berbakat di bidang Alchemis sekaligus dalam seni beladiri.
ada kabar jika Lian Jun memiliki lebih dari satu binatang kontrak. entah itu hanya rumor atau fakta yang jelas Qin Yan tidak ambil pusing.
bahkan Qin Yan belum tiba tapi Arena sudah sangat ramai, Sakura dkk juga tidak ketinggalan dan telah berada di bangku senior untuk menyaksikan pertandingan.
"apa masalahnya jika dia memiliki lebih dari satu. aku bahkan lebih banyak bila perlu aku akan meminjam milik kalian.."
"Yan kau ya jangan mengeluarkan semua kartu truf mu oke?"
"baiklah jika itu yang kedua kakakku inginkan, sebagai yang paling kecil aku akan menurut.."
saat mereka sampai di arena, mereka hanya bisa menjatuhkan rahang melihat ramai orang yang akan menonton hingga Qin Yan menyeringai dan menghilang.
melihat hal itu Naru dan Qin Yun menggeleng tak berdaya. dari jauh Jue, Che dan Xie yang telah mengetahui kebiasaan Qin Yan hanya memasang wajah datar.
gadis itu kalau ingin mencuri kehidupan musuhnya akan sangat mudah seolah membalikan telapak tangan.
ketika dia kembali, dia hanya memberi senyum lebar pada kedua kakaknya dan 2 sahabatnya yang juga memasang wajah datar.
"jangankan pemberian Raja Neraka bahkan dengan kemampuan Yan, kita bisa menjadi kaya.."
"hmmp, mungkin seseorang yang menyinggungnya akan mati tanpa mengetahui bagaimana cara mereka mati.."
menanggapi ucapan kedua sahabatnya Qin Yan hanya terkekeh pelan dan melangkah menaiki panggung di mana seorang pemuda yang lumayan tampan sedang mununggu.
langkahnya tidak cepat atau lambat tapi banyak yang merona melihat kecantikan Qin Yan.
saat tiba di panggung, Qin Yan tersenyum kecil dan mencari keberadaan Jue.
"Bebek, setelah ini aku ingin hadiahku. kau tahu aku lapar.."
Xie dan Che menoleh kearah Di Hao Kue yang tengah memasang Expresi dingin tapi juga ada kekesalan di raut wajahnya. keduanya terkekeh.
"aku sarankan pergilah mencari beberapa penjahat sebagai hadiah untuk YanYan.." Che terkekeh pelan.
__ADS_1