
Tidak hanya Liu Wei yang memegang bola Silver, ada juga orang yang merupakan kelompok jenius dari berbagai 4 benua.
"Kalian yang memegang bola silver, silakan naik ke Arena!" Seorang Instruktur segera meminta mereka yang memegang bola silver naik ke Arena.
Liu Wei langsung bergegas tidak lupa dengan melambai ke kelompoknya.
Di Arena sudah berdiri 50 peserta yang saling menatap tajam penuh penilaian.
"Aturannya adalah siapa yang bertahan terakhir atau tidak keluar dari arena setelah waktu habis, akan maju ke babak selanjutnya. Waktu kalian adalah 2 Batang dupa.."
Begitu suara drum di pukul, pertandingan pertama langsung di mulai.
Di Arena tidak dak ada yang bergerak hingga seorang yang tidak jauh dari Liu Wei segera menyerang Liu Wei.
Sontak Liu Wei menghindar dan juga menyerang balik. Pertempuran keduanya juga memicu peserta di arena yang sama untuk menyerang.
Segala macam teknik dan kemampuan di keluarkan diatas arena membuat penonton menjadi deg-degan.
Merasa tegang dan seru melihat pertempuran pertama. Tidak peduli siapa, peserta yang berada di arena merupakan musuh.
Pertukaran pukulan terus terjadi di arena. Banyak peserta yang telah keluar arena dan dinyatakan tidak lolos.
Hingga Liu mulai kesal dengan orang di sekelilingnya, apalagi dia melihat 2 jenius dari benua kura-kura hitam yang juga sepertinya memiliki kekuatan yang sama dengannya.
Satu Batang dupa telah habis dan dupa baru mulai terbakar hingga setengah.
"Wei Wei berhenti bermain!" Di bangku penonton, Feng Xue berteriak karena Liu Wei belum menumbangkan semua peserta yang menjadi lawannya.
"Bicara sih gampang, tapi lakukannya susah.."
Liu Wei bersunggut kesal dan memandang lawannya yang mungkin tersisa seperempatnya.
Dia menghela napas dan memanggil binatang kontraknya.
"Yin keluar!" Sosok phyton perak segera muncul di sekitar Liu Wey. sontak penonton terkejut, karena kepala phyton tersebut ada dua.
"Mari bekerja sama!" Ketika keduanya akan menyerang lawan mereka. Instruktur menyatakan kalau pertandingan selesai menyisahkan 3 peserta.
"Eh?" Liu Wei terbengong menatap sekelilingnya.
2 peserta lainnya menyunggingkan senyum tipis melihat Liu Wei yang kebingungan.
"Pertandingan sudah selesai, suruh binatang kontrakmu kembali.."
"Ooh.."
"Aku Han Jiu.."
"Aku Hua Shuang.."
Kedua peserta lainnya langsung memperkenalkan diri membuat Liu Wei canggung.
"Aku Liu Wei, aku duluan ya.."
Liu Wei segera terbang kembali ketempat duduknya dengan ilmu meringankan tubuhnya.
__ADS_1
Han Jiu dan Hua Shuang juga segera kembali ketempat mereka.
"Yang memegang bola Hitam silakan menuju Arena.." Liu Rong berdiri dari tempatnya, seperti biasa dia mengendalikan angin sebagai pijakannya.
"Kakak Rong, langsung bantai mereka.."
"Oke deh Ru'er.." ujarnya sambil memberikan jempol pada Naru dan menatap Feng Xue
"Xue'er gak pengen ngasih aku Jiman keberuntungan?"
Cup.
Feng Xue berdiri dari tempatnya dan mengecup pipi Liu Rong.
"Langsung menang ya.." wajah Liu Rong memerah karena malu, pandangan semua orang tertuju pada keduanya.
Feng Xue segera mengubur wajahnya di pelukan Liu Qian yang saat ini sedang terkekeh geli.
Liu Rong kembali menatap arena dengan wajah datar dan melangkah di udara menuju Arena.
Di Arena semua peserta yang memegang bola hitam telah berkumpul.
"Pertautan masih sama dan waktu yang kalian miliki juga sama. Pertandingan dimulai.."
Begitu kata-kata instruktur jatuh, Liu Rong langsung melepaskan semua auranya yang membuat setengah dari peserta langsung terlempar dari Arena.
Banyak yang menatap takjub padanya. Di usia Liu Rong yang begitu mudah, dia telah memeiliki kultivasi yang tinggi.
"Earth Profound tingkat 1, yang benar saja.."
Feng Liu Li menatap Liu Rong dengan iri. Padahal Liu Rong tidak berada dalam peringkat jenius benua Phoenix.
"Shin, keluar!"
Groaaaaarrrr
Begitu keluar, singa emas langsung mengaum menakuti para peserta yang masih berada di Arena.
Segera pertempuran pecah, Liu Rong juga menggunakan elemen anginnya menerbangkan para peserta yang masih bisa bertahan.
Beberapa menit kemudian Arena menjadi kosong menyisahkan. Liu Rong seorang diri yang berdiri di arena, menandakan dirinya berhasil lolos ke babak selanjutnya.
Li Mo memandang Liu Rong dengan rumit. Pantas dia tidak bisa melihat tingkatan Liu Rong yang ternyata beberapa tingkat lebih tinggi darinya.
Dia menghela napas dan memandang kelompoknya Naru.
"Aku merasa yang paling lemah di kelompok mereka adalah Liu Wei.." Gu Dan segera mengeluarkan pendapatnya..
"Gak usah berspekulasi, sekarang giliran mu yang maju bersama Fu Mei.."
Gu Fan dan Fu Mei menghela napas, keduanya segera melompat menuju panggung.
Karena saat ini peserta yang memegang bola putih yang menjadi giliran.
Begitu pertarungan di mulai, mereka semua sontak mengeluarkan teknik terkuat mereka dan mulai bertukar pukulan.
__ADS_1
Ilusi Seratus Pedang
Fu Mei menggunakan nama tekniknya hingga seperempat dari peserta langsung terperangkap dalam ilusi dimana mereka merasakan seratus pedang menyayat mereka.
"Aaaaarrrrg"
Suara teriakan para peserta yang terperangkap dalam ilusi menggema hingga mereka kehilangan kesadaran.
Fu Mei tersenyum manis sambil menjilati bibirnya memandang korbannya.
Sedangkan peserta yang masih sadar terus saling bertarung.
Trank
Ting
Bunyi benturan pedang segera bergema begitu Gu Fan menangkis pedang dari dua lawannya. Satu dari depan dan satu dari belakang.
Beruntung Gu Fan pengguna dua pedang.
Seni Pedang bayangan
Segera sosok Gu Fan menjadi tiga dan dengan cepat mengalahkan lawan di sekitarnya.
Di bangku penonton, Naru dkk tersenyum misterius.
"Mereka yang dari kelompok jenius benua Phoenix disana tidak buruk.."
"Kau benar Yun'er. Mereka dapat mengendalikan teknik mereka sampai tingkat seperti itu.."
"Hei Saki, Yun'er apakah mereka cocok bergabung dengan kelompok kita? Aku tertarik dengan kemampuan Fu Mei itu.." segera Liu Qian bertanya dengan antusias.
"Bisa saja sih, asal sepasang bebek Mandarin itu tidak berada di kelompok mereka.." bukan Qin Yun ataupun Naru, tapi Qin Yan yang langsung menjawab dan ditanggung oleh semuanya.
Baik Fu Mei dan Gu Fan mulai terengah-engah karena teknik yang mereka keluarkan cukup menguras Qi mereka.
"Mei'er, serangan gabungan.."
"Baik kakak Fan.."
Keduanya segera berkonsentrasi dan Qi mereka seolah menyatu.
Tarian Yin Yang
Keduanya yang kini menari layaknya sepasang kekasih menggunakan pedang mereka dan membuat musuh mereka segera tak sadarkan diri.
Kembali di bangku penonton dan bangku para Instruktur. Mereka terkejut dengan teknik gabungan kedua orang itu.
Beichen Li segera berdiri dari kursinya memandang rumit pada kedua peserta yang masih bertahan dengan napas yang tersengal.
"Aku tak menyangka, mereka memiliki teknik yang telah hilang.." Che menjepit dagunya memandang kedua orang itu.
"Dan teknik ini haruslah sepasang Kekasih yang menggunakannya agar tekniknya menjadi sempurna.." Che dan Xie mengangguk menyetujui pendapat Jue..
....
__ADS_1