
Naru dan Li Mo berencana untuk berkeliling kota sambil membeli jajanan pinggir jalan.
Hal ini yang membuat Naru heran, makanan di restoran kebanyakan kalau tidak keasinan, pasti hambar atau segala hal yang jauh dari kata lezat, tapi untuk jajanan pinggir jalan, dia merasa lebih enak dan rasanya pas. Itu juga misteri yang tidak bisa Naru ungkapkan, dan memilih untuk menikmati cumi bakar di tangannya.
Sementara itu di luar gerbang, 6 orang tertentu turun dari kuda mereka melihat banyak antrean yang membuat mereka menghela napas.
3 pemuda di antara mereka mengenakan topeng untuk menutupi wajah bagian atas mereka, sedangkan seorang lagi memiliki wajah datar seperti papan dan matanya sangat dingin.
Meninggalkan 4 pemuda, ada 2 gadis dengan rambut blonde yang memiliki wajah serupa, tapi yang membedakan adalah mata mereka.
Beberapa orang menatap mereka dengan rasa ingin tahu, hingga seorang penjaga menghampiri mereka ketika melihat token pinggang milik Qin Yan dan Qin Yun.
“Permisi, Nona kedua Qin dan Nona ketiga Qin, Anda dan teman-teman Anda bisa mengikuti saya.”
Qin Yun dan Qin Yan saling memandang, mereka menatap 4 orang lainnya yang juga mengangguk. Mereka berenam mengikuti pengawal itu hingga mereka memasuki kota melalui gerbang lain setelah membayar biaya masuk.
Tentu saja mereka yang sedang mengantarkan tidak merasa marah, karena sudah menjadi peraturan bagi mereka yang memiliki keluarga tinggal di ibukota Kekaisaran untuk didahulukan. Peraturan ini tentu berlaku hanya untuk para bangsawan.
Memasuki kota, mereka berenam mengamati kota Kekaisaran, meski Mo Ye tidak terlalu penasaran.
“Ayo cari restoran dulu untuk mengisi perut kita.”
“Oke.”
Semua setuju dengan usulan Mo Ye, kebetulan mereka sangat lapar. Mereka melangkah untuk mencari restoran, mereka sendiri bisa melihat jika kota sudah sangat ramai, dan mereka tahu apa yang menyebabkan keramaian seperti itu. Kemungkinan besar para tetua dan guru dari 4 sekte besar itu juga sudah tiba di kota Kekaisaran ini.
Mereka juga bisa melihat beberapa kelompok yang mereka kenali, setiap kelompok terdiri dari 5,6 dan 7 orang, tapi mereka berusaha untuk tidak saling menyapa, hanya mengangguk kecil sebagai tanda salam. Mereka juga awalnya bertujuh, tapi Chu Xing memilih memisahkan diri dan bergabung dengan kelompok lain yang mereka temui dalam perjalanan.
Namun, setelah bertemu beberapa kelompok, pandangan mereka berenam terfokus pada 2 orang tertentu yang saat ini berada di depan stan jajanan. Di mana hanya Li Mo mengambil dan membayar jajanan tersebut dan memberikan pada Naru yang sedang duduk di bahu kirinya sambil menikmati jajanan berbentuk bulat yang ditusuk.
“Nah A Ru, apa lagi yang kau inginkan?”
__ADS_1
“Er ge, aku masih menginginkan banyak hal seperti permen kapas, bola emas dan masih banyak lagi.”
“Apakah perutmu muat?”
“Tentu saja.”
Mendengar percakapan keduanya, Che, Xie, Jue dan Mo Ye terdiam, bahkan Qin Yun dan Qin Yan tidak tahu harus menangis atau tertawa.
Namun, setelah beberapa saat mereka tampak terkejut ketika menyadari cara Naru memanggil Li Mo.
Hingga pandangan mereka berhenti di token pinggang milik Li Mo yang sama persis dengan milik Qin Yun dan Qin Yan.
Karena sudah seperti itu, mereka bisa menebak jika Qin Mo Xuan yang menjadikan Li Mo bagian dari keluarga Qin.
Beberapa saat kemudian Qin Yun dan Qin Yan menyeringai, hal itu membuat 4 pemuda tertentu bergidik ngeri dan melangkah mundur.
Mo Ye yang baru bersama mereka tentu telah mengetahui kebiasaan si gadis kembar tersebut, jadi dia memilih jalan aman bersama 3 temannya yang bahkan tidak ingin berpisah dari topeng mereka.
Benar saja, Qin Yun dan Qin Yan langsung menghampiri Li Mo dan Naru yang baru berhenti di stan penjual permen kapas.
“Er ge, kami juga menginginkannya.”
Li Mo tercengang, tapi beberapa saat kemudian, dia terkekeh tanpa daya.
“Nah, memiliki 3 adik kembar kau harus memiliki banyak uang untuk membayar jajan mereka.” Dia bergumam pada dirinya sendiri, tapi gumaman rendahnya bisa didengar oleh putra mahkota yang kebetulan melintas di belakang mereka.
Naru melihat kedua adiknya langsung melompat dari bahu kiri Li Mo dan menarik Qin Yun serta Qin Yan untuk menjelajahi setiap stan makanan ringan.
“Ayo bersenang-senang, biarkan Er ge yang membayar.”
“Horrraaaaaa.”
__ADS_1
Tingkah ketiganya membuat para pejalan kaki dan warga yang melintas terkekeh lucu.
Li Mo sendiri menatap ketiganya dengan geli, dia hanya berharap rasa lapar ketiganya akan daging mentah tidak muncul saat ini hingga dia merasakan tepukan di bahunya.
“Menjadi kakak mereka, kau harus memiliki kesabaran ekstra.”
Li Mo melihat 4 orang tertentu dan tersenyum.
“Aku tahu, lagi pula aku masih memiliki banyak uang untuk membayar apa yang mereka ingin beli.”
“Hahahahaha”
4 sosok tersebut segera tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Li Mo.
Meski Mo Ye tidak tahu berapa banyak aset yang dimiliki Li Mo, tapi dia yakin itu sangat banyak. Namun, untuk tiga sosok bertopeng yang mengetahui jati diri Li Mo, mereka tentu tidak meragukan ucapan Li Mo. Bahkan mungkin jika 3 gadis nakal itu menginginkan sebuah kerajaan, Li Mo dengan senang hati akan membeli untuk mereka. Jangankan Li Mo, Qin Mo Xuan mungkin akan berada di urutan pertama yang akan bersaing dengan Beichen Li.
Mereka berlima hanya mengikuti 3 gadis tertentu yang membeli banyak makanan ringan tanpa henti, tentu saja dengan Li Mo yang membayar tagihan ketiganya.
Terkadang Che, Jue dan Xie juga ikut membayar, bagaimanapun juga 3 gadis tersebut adalah kekasih dan tunangan mereka, hanya Mo Ye yang tampak santai tanpa beban.
“Mengapa Anda tidak ikut membayar belanjaan tiga gadis kembar itu?”
Mo Ye yang tidak sadar dengan siapa yang mengajaknya berbicara, dia dengan tenang membalas.
“Bukannya aku tidak ingin membayar tagihan mereka, tapi gadis-gadis tersebut selalu mengatakan agar aku menyimpan uangku untuk ipar masa depan mereka.”
Putra mahkota terdiam, dan merasa ingin tahu hingga kembali bertanya.
“Apakah dalam lingkaran kalian, para gadis selalu seperti itu?”
“Tidak semua, hanya beberapa dari mereka yang lebih manja, tapi beberapa juga tampak tenang. Ada juga yang mengatakan tidak ingin, padahal dia sangat ingin. Pokoknya gadis-gadis dalam lingkaran kami selalu menjadi peliharaan kelompok, karena jumlah gadis lebih sedikit dari jumlah pria. Kami sebagai pria tentu saja lebih dari bersedia memanjakan mereka.”
__ADS_1
Putra mahkota menaikkan alisnya, dia tampak heran mengapa pria yang dia tanya mengatakan hal seperti itu, padahal kalau mau dipikirkan, mereka mungkin tidak memiliki hubungan darah.
Baru saja ingin kembali bertanya, suara Mo Ye yang tampak dipenuhi kelembutan terdengar di telinganya.