
Di istana Neraka
Qin Mo Xuan dan Beichen Li tertawa terbahak-bahak mendengar rumor tentang Naru dan Li Mo.
“Ya, padahal baru sebulan mereka berada di dunia atas, tapi nama, mereka bahkan telah menakuti beberapa orang.”
“Xuan, mengapa aku merasa semakin mereka tumbuh, mereka semakin mirip denganmu?”
Qin Mo Xuan kembali terkekeh.
“Itu wajar, darahku mengalir di dalam darah mereka, tentu sebagai saudara dan saudari, kami mirip dalam beberapa hal.”
Beichen Li terdiam, dia kemudian tertawa. Meski dia agak tidak terima, tapi dia bersyukur karena tindakan sepihak itu menyelamatkan ketiganya dari target penculikan oleh paviliun Surgawi.
Paviliun Surgawi, wanita bergaun putih itu menatap seorang gadis yang serius dalam kultivasinya.
Gadis itu tidak lain adalah Luo Zhi Lan, dan dia berencana menjadikan Luo Zhi Lan sebagai gadis suci, karena tubuh unik Luo Zhi Lan yang merupakan perawan Abadi.
Asal Luo Zhi Lan tidak berhubungan badan selama 3 bulan, dia akan kembali menjadi seorang perawan, dan hal itu menarik wanita tersebut untuk membudidayakan Luo Zhi Lan, kemudian dia akan mengambil alih tubuh unik itu.
Nama Luo Zhi Lan sendiri saat ini telah berubah, dan dia bukan lagi Luo Zhi Lan, melainkan Ai Lan. Nama keluarganya sendiri mengikuti nama keluarga wanita bergaun putih yang tidak lain adalah Ai Meng.
Ai Meng sendiri sudah merasa tidak sabar, karena dari semua orang yang ditangkap tidak ada yang mirip dengan ketiga mantan musuhnya.
Karena dari setiap nama tidak ada yang mirip, jadi dia dengan tenang membunuh semuanya. Bisa saja di kehidupan ini, mereka tidak memiliki wajah seperti dulu, karena yang melahirkan mereka bukan orang tua yang sama.
Di sisi Lain Naru sedang duduk di pundak kiri Li Mo dengan kaki kanannya menopang kaki kirinya. Di tangannya ada sebotol yogurt, dia meminum yogurt dengan bantuan pipet.
Li Mo juga memegang kaleng coke di tangannya, dia menatap matahari yang bersinar terang.
Kebiasaan Naru yang selalu duduk di pundak Li Mo, tidak lagi membuat Li Mo merasa aneh, tapi merupakan hal wajar.
Naru juga melihat matahari yang bersinar begitu terik, dia menggerakkan jarinya membuat awan bergerak menutupi matahari untuk mereka.
“Ya, begini lebih baik.”
“A Ru, sekitar 3 hari lagi kita akan sampai di ibukota Kekaisaran, apakah kita akan mencari 5 orang itu atau menyewa penginapan?”
“Sebaiknya kita cari penginapan. Atau mungkin di sana ada kediaman milik Gege, dan kita bisa tinggal di sana sampai perekrutan tiba.”
__ADS_1
“Ya, berharap ada sesuatu yang menarik di ibukota Kekaisaran sebelum ujian perekrutan dimulai.”
“Uhm, aku juga berharap seperti itu.”
Keduanya berjalan dengan santai, lebih tepatnya Li Mo yang berjalan dan Naru duduk santai di pundak kiri Li Mo.
Li Mo yang terlihat sudah terbiasa, sama sekali tidak menyadari jika Naru juga sangat anteng dengan posisi tersebut.
Pakaian yang keduanya kenakan juga terlihat memiliki kualitas yang bagus, meski terlihat sangat sederhana.
Saat berjalan dengan santai, Li Mo tiba-tiba berhenti dan mendongak menatap Naru yang tengah menunduk sedang menatapnya juga.
Mereka bisa mendengar suara tapak kuda, dan itu tidak hanya ada 1, tapi beberapa kuda. Dengan tak peduli, Li Mo kembali berjalan dengan tenang, bahkan kaleng coke di tangannya saat ini telah terganti dengan pedang yang merupakan artefak yang dia peroleh saat mereka berada di pagoda 7 Duka dan 7 Suka. Naru sendiri telah mengeluarkan katana miliknya, katana yang hampir memiliki warna jingga seutuhnya dengan motif rubah.
Katana yang dia buat saat masih berada di hutan kematian.
“Kakak, kapan kita sampai? Aku lelah tahu?”
“Sabarlah, mungkin kita akan sampai 3 hari lagi. Kalau masalah lelah, seharusnya aku yang mengeluh, karena kau terus berada di pundakku.”
“Hehehehe.”
Naru hanya cengengesan saja mendengar keluhan Li Mo.
“Kau tidak ingin berjalan, mengapa tidak mengikuti saranku untuk membeli kuda?”
“Heh, aku tidak ingin menyiksa mereka.”
“Kau tidak ingin menyiksa mereka, tapi kau malah menyiksaku.”
“Kakak, kau terlihat seperti orang lemah saja.”
“Ck.”
Li Mo hanya mendengus kesal, dan mereka yang sebenarnya menyadari 3 ekor kuda berjalan di belakang mereka, tapi berpura-pura tidak peduli.
Mereka bahkan mengetahui jika penunggang setiap kuda adalah seorang pemuda.
“Kakak!”
__ADS_1
“Ada apa lagi?”
“Apa kau tidak merindukan Qian'er?”
Li Mo terdiam, mengingat wajah gadis yang dia cintai itu, dia sedikit terkekeh dan nadanya tidak terdengar kesal.
“Sebagai tunangan, tentu saja aku merindukannya.”
“Hn, Aku merindukan Che, aku berharap bisa bertemu dengan mereka dalam waktu dekat.”
Keduanya berbincang sembari menerawang jauh, dari pancaran mata keduanya, bisa terlihat binar kerinduan.
Ketiga pemuda yang menjaga jarak di belakang keduanya saling melirik, mereka bertiga bertujuan menuju ibukota Kekaisaran untuk mengikuti tes perekrutan, tapi ketika mereka sedang terburu-buru, mereka mendengar percakapan antara pria dan wanita, dan dari isi percakapan tersebut, mereka tahu jika keduanya sedang berdebat kecil.
Mereka perlahan memelankan langkah kuda mereka dan mulai menjaga jarak, dan melihat keduanya sangat tidak menyadari mereka, atau mungkin keduanya sadar, tapi tidak ingin peduli. Hingga sosok adik yang duduk di pundak sang kakak tiba-tiba bertanya, dan isi percakapan berikutnya membuat mereka mengetahui jika keduanya sama-sama merindukan orang yang mereka cintai.
“Kakak.”
“Hmp?”
“Aku merasa sedari tadi ada yang menatap? Apakah kau merasakannya juga?”
“Ck, kau seperti biasa, selalu lamban dalam menyadari sesuatu. Itu bukan cuma firasatmu, tapi memang ada 3 orang di belakang kita.”
“Eh? EEEEEEEHHHHHHHH?”
Naru berteriak terkejut ketika berbalik melihat 3 orang pemuda sedang duduk di kuda mereka, dan tersenyum kecil sambil melambai padanya, bahkan salah satu pemuda tampak mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.
Li Mo juga berbalik melihat ketiganya, dan saat itu wajah Li Mo sendiri sangat dan sangat datar. Dia menurunkan Naru dan menyembunyikan di belakangnya sambil menatap tajam pada pemuda yang berkedip nakal pada Naru.
Aura posesif dan dingin bak gunung es yang telah membeku selama puluhan ribu tahun memancar darinya.
Naru sendiri yang berada di belakang Li Mo berkedip aneh. Sebelum kuda-kuda itu mendekat, Naru telah mengatakan pada Li Mo melalui telepati jika keduanya akan berakting sebagai sepasang adik kakak, tapi dia tidak menyangka jika Li Mo sangat mendalami peran sebagai kakak untuknya.
Dia dengan penasaran mengintip dari belakang Li Mo dengan mata menyipit menatap 3 pemuda yang saat ini telah turun dari kuda mereka.
Naru kemudian kembali menarik kepalanya dan menarik lengan baju Li Mo.
“Kakak.”
__ADS_1
“Hn.”
“Bisakah aku memakan mereka?”