
Keesokan harinya, Naru dkk akhirnya mencapai lantai 2, dan mereka hanya terbaring begitu saja tanpa ingin bergerak. Mereka sangat kelelahan baik secara fisik dan mental.
Ini baru 200 anak tangga, dan mereka sudah seperti mayat berjalan, masih ada 500 anak tangga dan masih ada 5 penyiksaan yang berbeda.
“Aku bertanya, masih ada 5 penyiksaan berbeda, apakah kalian masih sanggup atau ingin menyerah? Jika ingin menyerah, kalian hanya cukup menunggu di lantai 2 ini.”
Gaara sebagai ketua Tim tentu tahu seberapa berat ujian berikutnya, jadi dia memastikan pada semua orang.
Che, Xie dan Jue meski lelah secara mental dan fisik, mereka sama sekali tidak berniat untuk mendur. Rasa sakit yang mereka rasakan saat ini tidak sebanding dengan rasa sakit ketika mereka kehilangan orang terdekat mereka dan orang yang paling mereka cintai.
Menunggu beberapa saat, tapi Gaara tidak mendengar jawaban ingin menyerah dari setiap anggota timnya, hingga membuat senyumnya melebar.
“Aku menganggap diamnya kalian adalah pengakuan jika kalian tidak akan menyerah.”
Mengatakan itu, mereka semua tertidur. Padahal pertanyaan kedua telah muncul di depan mereka.
Naru yang belum tertidur sempat membaca pertanyaan tersebut.
*Sesuatu yang semua berharga, tidak ada yang sia-sia darinya.*
Selesai membaca, dia langsung tertidur. Mereka tertidur selama 2 hari untuk memulihkan kondisi mereka.
Ketika mereka bangun, mereka merasa tubuh mereka telah pulih dan wajah mereka tidak lagi pucat. Hanya saja penampilan mereka sangat berantakan.
Mereka melihat ke arah pintu yang tertutup, dan saling menatap.
“Apakah pertanyaan telah keluar?”
Sakura dengan rasa ingin tahu bertanya pada semua orang, karena dia sendiri juga sangat tidak sadar.
Naru mengangguk dan memberitahu mereka apa pertanyaan kedua itu. Setelah mendengar pertanyaan itu, mereka kembali terdiam.
Mereka duduk melingkar dan merenung, sesuatu itu tidak dijelaskan apakah itu benda atau makhluk hidup?
“Ini akan sulit.”
“Ya, setiap 100 tangga memiliki siksaan mereka, dan setiap pertanyaan yang muncul mungkin akan semakin sulit.”
__ADS_1
Fu Mei dan Lan Yue mengemukakan isi pikiran mereka.
Beberapa orang bahkan telah bermeditasi untuk mendapatkan jawaban, hingga Qin Yun mengeluarkan minuman yang terbuat dari sari buah kelapa. Membuka penutup minuman itu, dia mulai meminum dengan santai.
Namun, Qin Yan yang melihat itu berkedip, dia kemudian menyeringai dan berjalan ke arah pintu.
“Jawabannya adalah Kelapa.”
Segera pintu terbuka, dan itu mengejutkan semua orang. Mereka segera menatap Qin Yan ingin penjelasan.
“Aku mendapatkan jawaban dari minuman yang diminum oleh Yun Jie. Tentu saja dari kelapa, itu tidak ada yang sia-sia. Jika dia telah tumbang, pohonnya bisa dijadikan kayu bakar. Daunnya bisa dijadikan bakul, dan masih banyak. Lidinya bisa dijadikan sapu, buahnya jika masih muda itu sangat nikmat terlebih memiliki air yang manis, jika sudah tua, buahnya bisa menghasilkan santan, sabuk dan tempurung bisa berguna sebagai arang. Menurut kalian, apakah ada yang sia-sia dari kelapa?”
Ya, jika bukan Qin Yan, mereka tidak akan ada yang berpikir sampai di sana. Jawaban itu juga sangat sederhana, bahkan itu berada di sekitar mereka.
Memasuki lantai 2, yang mereka lihat adalah banyak rak yang berisi botol porselen. Dari penampilan botol tersebut, mereka bisa menebak jika hadiah kali ini adalah pil.
“Baik, karena hadiah kali ini adalah pil, kalian bisa memilih untuk menyimpan beberapa untuk kalian sendiri, terutama pil penyelamat hidup.”
Tidak ada yang menolak, dan mereka maju untuk memilih pil yang berguna untuk mereka di masa depan. Setelah itu, mereka akan meminta Qin Yun untuk menyimpan sisanya.
Meski mereka seorang kultivator, mereka masih akan merasa lapar dan haus, untuk mencegah hal tersebut, mereka akan memakan pil bigu.
“Yun, keluarkan meja dan kursi.”
Qin Yun mengangguk, dan Naru langsung mengeluarkan beberapa mangkuk ramen sesuai dengan jumlah orang. Tentu saja hanya untuk dirinya akan lebih dari 1 porsi. Untuk minumannya sendiri, Qin Yun mengeluarkan Wine buatannya untuk disuguhkan.
Setelah merasakan makanan yang dikeluarkan Naru, mereka akhirnya mengetahui betapa lezatnya itu. Tidak heran jika Li Mo sampai tergiur.
Beberapa orang dari dimensi elemental langsung mengetahui asal ramen yang mereka makan. Karena rasa seperti ini hanya tersedia di kedai Ichiraku.
Menyelesaikan makanan mereka, mereka kembali bersiap untuk menyiapkan mental dan tekat mereka agar bisa menyelesaikan 100 anak tangga berikutnya.
Merasa siap, mereka mulai menaiki anak tangga berikutnya. Ya, seperti dugaan mereka, siksaan kali ini lebih menyakitkan dari siksaan yang telah mereka lalui.
Kali ini setiap mereka menaiki anak tangga, mereka akan merasa seolah disambar petir, dan kekuatan akan terus dilipat gandakan seiring mereka terus naik.
Waktu yang dihabiskan kali ini lebih lama, karena untuk mencapai tingkat ketiga, mereka harus menghabiskan setengah bulan.
__ADS_1
Bahkan mereka berpikir ingin mengakhiri hidup mereka detik itu juga, tapi kembali tekat mereka terus membuat mereka tidak ingin menyerah.
Begitu tubuh mereka pulih, mereka melihat pertanyaan yang muncul di depan mereka, dan itu membuat mereka tidak bisa berkata-kata.
*Sesuatu yang tamu berada di dalam, dan tuan rumah berada di luar.*
Oke, pertanyaan mulai tak masuk akal, tapi juga semakin sulit.
Mereka semua tahu, setiap tamu yang datang, mereka tidak akan masuk sebelum tuan rumah mempersilakan. Namun, sesuatu yang dimaksud pertanyaan itu apa?
Mereka kembali saling memandang dengan wajah bodoh, pasalnya mereka tidak pernah melihat sesuatu yang seperti itu.
“Sialan, soal macam apa ini. Bahkan soal untuk ujian Kekaisaran tidak sesulit dan tidak ada yang tidak masuk akal seperti ini.”
Liu Wei bahkan mengutuk, dan itu disetujui oleh Gu Fan dan Jiu Feng.
Seumur hidup mereka, mereka baru menemukan pertanyaan yang sangat tidak masuk akal.
“Apakah ada Tuan Rumah yang akan membiarkan Tamunya berada di dalam sedangkan dia sendiri berada di luar.”
Mereka serentak menggeleng, dan mereka merasa ingin menangis. Seolah melalui siksaan tadi lebih baik daripada berhadapan dengan pertanyaan aneh seperti yang mereka hadapi saat ini.
Qin Yun tidak ingin berpikir lagi, dan memilih untuk bermeditasi, tapi yang sebenarnya adalah dia memasuki ruang dengan kesadarannya.
“Hahahaha kalian berpikir sendiri, aku ingin menonton.”
Dia mengeluarkan laptop yang telah diisi dengan banyak film dan drama serial oleh 3 saudara kembar di Kekaisaran Chu.
Dia menonton banyak film hingga dia dengan serius menonton film tahun 80-an. Filmnya cukup menarik hingga dia menatap serius pada suatu adegan di mana ML dan FL berada dalam suatu kendaraan yang ditarik oleh seseorang. Keduanya duduk dengan nyaman di dalam kendaraan, bahkan mereka terhalang dari panasnya matahari, tapi pemilik kendaraan berada di luar sedang bersusah payah untuk menarik mereka, bahkan pemilik kendaraan sampai berkeringat.
Melihat adegan itu, mata Qin Yun sangat cerah, dia langsung memadamkan film dan laptop miliknya.
Qin Yun yang sudah beberapa jam bermeditasi akhirnya membuka mata, dia menatap sekitar dan dia kembali tercengang dengan perilaku semua rekannya.
“Hei, kalian tampaknya tidak memiliki semangat hidup.”
“Cih, seolah kau tidak tahu apa penyebab kami seperti ini.”
__ADS_1