Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 85


__ADS_3

Tentu saja ucapan pria itu mendapatkan banyak pertanyaan dan ucapannya berikutnya membuat semua orang yakin.


“Pedang kembar asli memiliki roh yang telah terikat dengan pemiliknya, jadi tidak ada yang bisa mengeluarkan ketajaman keduanya jika bukan pemilik yang diakui yang menggunakan.”


Mereka akhirnya mengerti, sedangkan yang melelang pedang kembar tersebut memiliki wajah yang tidak wajar, karena dia sendiri tahu bagaimana memperoleh pedang kembar tiruan tersebut, tapi itu tidak menjadi masalah, setidaknya yang berhubungan dengan pedang kembar akan segera mengetahui dan menampakkan diri di permukaan, sehingga pemimpin tidak perlu repot mencari dengan menculik para gadis muda yang bermarga Yin dan Luo.


Yang tidak dia ketahui adalah, orang yang berhubungan sama sekali tidak, akan peduli dengan hal tiruan seperti itu, karena yang asli telah berada di tangan sang pemilik sendiri.


Karena lelang telah selesai, Naru dan Li Mo keluar dari ruang pribadi miliknya, ketika keduanya berada di lobi, mereka bertemu dengan pemuda yang berhasil memenangkan cambuk api, dan Li Mo hanya melotot tak suka pada pemuda tersebut.


“Er ge sudahlah, lagi pula kau telah memiliki banyak cambuk, merelakan 1 tidak apa kan?”


“Tapi A Ru, dengan kehilangan cambuk api, koleksi cambuk milikku tidak utuh.”


“Berhentilah melotot seperti itu, kau tahu aku lapar.”


“Baiklah, kita pergi ke restoran ramen.”


“Uhm.”


Pemuda tersebut yang tidak lain adalah putra mahkota Kekaisaran Yun terkekeh melihat Li Mo yang masih menatap tajam pada dirinya, tapi dia tidak menyangka jika sosok tampan dan tampak dingin itu sangat menurut pada adik perempuannya.


Dia juga akhirnya mengerti mengapa Li Mo sampai ingin memiliki cambuk, karena dari percakapan keduanya, Li Mo suka mengoleksi senjata jenis cambuk.


Melihat token pinggang keduanya, matanya menyipit.


Qin?


Yang dia tahu memang ada keluarga Qin di ibukota ini, tapi dia tidak pernah melihat salah satu dari mereka, hanya pengawal dan pelayan yang sering berlalu lalang.


Dia tidak menyangka bisa melihat 2 orang saat ini, dari gadis itu menyebut kakaknya dengan sebutan saudara kedua, dia bisa menebak jika mereka tidak hanya berdua, mungkin bisa lebih dari 2 atau 3 orang dalam keluarga tidak termasuk orang tua mereka.

__ADS_1


Ketika dia ingin pergi mengambil barang yang berhasil dia menangkan, dia berhenti ketika melihat seorang gadis tampak melemparkan dirinya ke dalam pelukan pemuda yang dia sinyalir sebagai Qin Er Shao.


“Mo, aku merindukanmu.”


Gadis itu tampak berbinar dan tersenyum bahagia, dan dia bisa melihat jika Qin Er Shao tidak marah, tapi malah bertindak memanjakan gadis tersebut.


“Aku tahu, aku akan meragukan kau adalah tunanganku jika kau melihatku dan tidak memelukku secara langsung.”


Putra mahkota mendengar jika sang adik tampak berdecak kesal, meski tatapan itu tampak geli melihat interaksi keduanya.


“Yah sang pemilik telah tiba, dan takhta milikku juga menghilang.”


Naru berucap dengan kesedihan yang dibuat-buat hingga Feng Xue datang menepuk kepalanya dengan lembut.


“Mo Ge tidak ada, tapi masih ada Wei Wei dan Feng Ge.”


Naru memutar matanya, dan menatap Liu Rong yang saat ini terlihat kalem.


“Aku milik Xue'er.”


Naru cemberut dan berjalan lebih dulu, dan mengundang kekehan dari yang lainnya.


Liu Qian sendiri telah mengambil bayaran miliknya sambil menggandeng erat lengan Li Mo. Hingga mereka melihat Liu Rong mengangkat Naru kemudian menaruhnya di pundak kiri dan tangan kanannya menggenggam tangan kiri Feng Xue.


Kelompok itu berjalan keluar dari rumah lelang dengan canda tawa yang bahkan hubungan baik di antara mereka sama sekali tidak palsu.


Putra mahkota yang melihat semua itu tampak terdiam, dia bahkan tidak bisa melihat kecemburuan di mata gadis yang sedang digenggam oleh pemuda yang menggendong nona muda Qin di bahu kirinya, gadis itu malah terlihat geli dan terkadang menjahili nona muda Qin hingga membuat gadis itu tampak cemberut.


Begitu punggung kelompok tersebut tidak lagi terlihat, putra mahkota memasuki ruangan di mana dia akan mengambil 2 barang yang dia menangkan tadi.


Tidak hanya putra mahkota yang menyaksikan interaksi Naru dkk, tapi seorang gadis yang tengah memakai cadar dan di pelukannya ada seekor rubah yang bergelung manja.

__ADS_1


Gadis bercadar itu menghela napas dengan sedih dan penuh penyesalan.


“Andai saja aku memiliki sahabat seperti kalian, mungkin aku tidak akan mati karena pengkhianatan hingga terbangun di dunia yang tidak aku kenali.”


Dia juga melangkah ke arah ruangan yang dimasuki oleh putra mahkota, tujuannya tentu saja untuk mengambil herbal yang dia menangkan.


Sementara itu Naru, Liu Qian, Feng Xue, Liu Rong, Liu Wei, Li Mo, dan Jiu Feng, mereka melangkah menuju restoran ramen.


“Sejak kapan kalian berada di ibukota ini?”


Naru penasaran, dan langsung bertanya, pasalnya dia dan Li Mo tidak pernah keluar dari kediaman setelah hari itu.


“Baru 3 hari yang lalu kami tiba. Bukan hanya kelompok kami, tapi ada kelompok lain, tapi kami tidak menyapa mereka, dan berpura-pura tidak saling mengenal.”


Naru menatap Jiu Feng dengan serius, jika memang seperti itu, berarti mereka berdua yang kurang informasi.


“Namun, kami tidak bisa mengabaikan kalian berdua, karena Li Mo merupakan tunangan Qian’er. Juga kami pasti tidak bisa mengabaikan kelompok Che karena dia tunanganmu Naru, dan berharap saja dia berada 1 kelompok dengan Yun dan Yan.”


Naru menatap Jiu Feng, apa yang dikatakan Jiu Feng ada benarnya. Meski mereka diminta untuk tidak saling mengenal, untuk kelompok tertentu, mereka tidak bisa berpura-pura tidak saling mengenal.


Sampai di restoran ramen, mereka memesan ramen porsi biasa, dan khusus untuk Naru, dia memesan 3 porsi untuk dirinya.


Mereka makan dengan tenang, hingga mata Naru jatuh pada kelompok Gaara yang tidak jauh dari tempat mereka, tapi dia tidak menyapa dan melanjutkan menyantap ramen miliknya.


Dalam kelompok Gaara ada Hinata, Matsuri, Neji dan Killer Bee.


Menghabiskan ramen miliknya, Naru dan Li Mo segera kembali ke kediaman mereka, mereka juga meminta Liu Rong dan yang lainnya untuk tinggal bersama mereka, tapi Liu Rong menolak dan memilih untuk tinggal di penginapan.


Waktu kembali berlalu dengan cepat, dan saat ini hanya 3 hari tersisa sebelum perekrutan murid baru yang dilakukan oleh 4 sekte besar.


Juga semua kelompok telah datang kecuali kelompok Che yang belum kelihatan sampai sekarang. Beberapa kelompok sangat penasaran di mana kelompok Che tiba ketika mereka sampai di dunia atas, mengapa sampai sekarang wajah mereka belum nampak di ibukota Kekaisaran Yun.

__ADS_1


Naru dan Li Mo sendiri berada di kediaman mereka, mereka juga penasaran di mana orang-orang itu berada saat ini, sampai keduanya memutuskan untuk keluar dari kediaman, tentu saja dengan Naru yang berada di bahu kiri Li Mo


__ADS_2