Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 68


__ADS_3

Di lantai 4 hasil panen cukup memuaskan, dan mereka melanjutkan menaiki tangga ke 401 hingga 500 menuju lantai 5.


Nah, yang lebih dulu mencoba adalah Qin Yun. Ketika dia menginjak anak tangga ke 401, dia seketika terdiam.


Dia merasa jika dia menginjak beling, paku payung dan berbagai benda tajam. Dia berbalik menatap semua orang dengan raut wajah ingin menangis.


“Bagaimana rasanya?”


Sakura bertanya dengan sedikit menggoda, membuat beberapa orang terkekeh.


“Aku seperti menginjak banyak benda tajam seperti beling, kawat berduri, paku payung, dan kayu berduri.”


Mereka kembali bergidik, tidak tahu berapa lama mereka akan menyelesaikan 100 anak tangga kali ini.


Meski mereka tahu rasa sakit yang akan mereka rasakan, mereka tetap tidak mundur, karena saat ini mereka akan menaiki 300 anak tangga terakhir.


Liu Rong dengan wajah tenang dan penuh keyakinan melangkah mengikuti Qin Yun dan segera yang lainnya juga mulai mengikuti.


Kali ini mereka menghabiskan 3 minggu 3 hari untuk menyelesaikan 100 anak tangga tersebut. Mereka beristirahat beberapa saat hingga pertanyaan yang lagi-lagi membuat mereka merasa konyol.


*Buah apa yang jatuhnya ke atas?*


Ya, yang mereka tahu semua buah pasti akan jatuh ke bawah, dan mereka tidak pernah memikirkan tentang buah yang jatuh ke atas.


“Ya Dewa, pertanyaan macam apa pula ini.”


Fu Mei meraung sedih. Entah mengapa semakin tinggi lantai yang mereka datangi, pertanyaannya juga semakin tidak masuk akal.


Di sampingnya, Gu Fan menepuk pundak gadis itu seolah membuatnya untuk tidak sedih memikirkan pertanyaan konyol di pintu.


Namun, dia sangat yakin, meski pertanyaan itu sangat konyol sekalipun, pasti akan memiliki jawaban.


Mereka kembali duduk melingkar dan bermaksud untuk saling bertukar pikiran.


Pertanyaan konyol mengharuskan mereka bermain dengan logika. Hanya pertanyaan yang salah yang tidak memiliki jawaban.


“Adakah di antara kalian yang pernah melihat buah yang jatuh ke atas?”


Mereka semua menggeleng dengan pertanyaan Xuanyuan Che. Sampai saat ini, tidak ada dari mereka yang pernah melihat buah jatuh ke atas.


Sampai saat Jiu Feng menatap serius pada Qin Yun.

__ADS_1


“Xiao Yun, bukankah di lantai ketiga kau menerima banyak spesies buah-buahan, coba kau keluarkan untuk kita cari. Kemungkinan jawaban ada di sana.”


Segera mereka semua berbinar, dan Qin Yun langsung mengeluarkan semua bibit buah-buahan dari dalam ruang.


Melihat tumpukan bibit yang masih dalam kemasan, bibir mereka berkedut.


Naru yang tidak ingin pusing langsung menggunakan seribu bayangan.


“Bos?”


“Cari buah apa yang jatuhnya ke atas!”


“Siap.”


Semua orang tercengang, dan mereka juga langsung bergerak mencari jenis buah apa yang jatuh ke atas. Hingga beberapa jam kemudian, salah satu bayangan Naru menemukan buah apa yang dimaksud.


Dia dengan lantang berteriak dan itu mengejutkan semua orang.


“Buah Rumput Laut.”


Mengatakan itu, semua bayangan langsung menghilang dan menyisakan beberapa orang yang tercengang. Hingga pintu terbuka dan mereka langsung tersadar.


Begitu mereka memasuki ruangan, mereka melihat banyak material untuk membuat senjata. Bijih besi berkualitas tinggi dan segala jenis material langka.


Hal ini tentu membuat Tenten dan Liu Qian yang sangat bahagia, keduanya menatap Qin Yun yang saat ini memiliki bibir berkedut.


“Baiklah, perlakukan aku sebagai gudang penyimpanan.”


Semua orang terkekeh, Qin Yun sendiri tampak geli dengan reaksi kedua gadis itu.


Selesai memasukkan semuanya, Qin Yun mengeluarkan mi instan cup, dan juga air panas. Dia menyiram miliknya dan membagikan pada yang lain.


Meski makanan sangat sederhana, tapi rasa makanan itu terasa nikmat, karena mereka makan secara berkelompok.


Selesai makan, mereka melanjutkan melangkahkan kaki mereka di 200 anak tangga terakhir.


Hanya 2 lantai lagi, dan penyiksaan yang mereka hadapi juga selesai. Entah apa yang menunggu mereka di lantai tertinggi, yang pasti itu tidak lebih buruk dengan lantai sebelumnya.


Mereka kompak melangkah bersama, dan segera mereka merasa jika tubuh mereka digigit oleh ribuan semut.


Di anak tangga berikutnya, mereka merasa jika daging mereka digerogoti ribuan serangga. Rasa sakit seperti itu, seolah mereka ingin menggaruk seluruh tubuh mereka hingga serangga itu menghilang, tapi mereka berusaha menahan dan terus melangkah dengan bibir terkatup dan gigi gemeretak.

__ADS_1


Melewati 100 anak tangga tersebut, mereka memerlukan waktu hampir sebulan, dan hanya 2 hari lagi pas sebulan.


Dengan wajah pucat, dan tubuh gemetar, mereka akhirnya sanggup mencapai tingkat keenam.


Mereka merasa tidak ingin bergerak, dan tertidur begitu saja.


Ketika mereka terbangun, soal berikutnya langsung muncul di depan mereka.


*Sebutkan dua yang tiada tiganya.*


Ya, lagi dan lagi pertanyaan aneh itu keluar. Namun, ini masih terlihat masuk akal, tapi apa yang dimaksud dengan 2 yang tiada tiganya?


Tidak ada yang tahu, dan mereka kembali duduk melingkar untuk bertukar pikiran. Namun, mereka tidak menemukan petunjuk apa pun tentang jawaban untuk soal tersebut.


Mereka hanya duduk seperti itu, bahkan Qin Yun mengeluarkan banyak tusuk sate untuk mereka makan dan minuman.


Malam dan siang terus berganti hingga 7 hari berlalu begitu saja. Seolah tersadar, Qin Yun berkedip.


“Mungkinkah 2 yang tiada tiganya ini berhubungan dengan alam?”


Segera mereka semua tersadar, jika itu berhubungan dengan alam, apa itu, hingga siang membiarkan berganti menjadi malam, dan Karin seolah tercerahkan.


“Mungkinkah itu siang dan malam? Fenomena alam yang hanya terjadi dan saling berganti hanya 2 hal tersebut, dan tidak ada hal yang tercampur dalam keduanya.”


Qin Yun tersadar, dia pernah mendengar kalimat serupa dari mulut Ervina Maryam yang merupakan pemilik Paviliun Nusantara.


“Ya, aku pernah mendengar Ervina mengatakan hal tersebut berdasarkan kitab yang dia baca. Kalau tidak salah itu terdapat dalam surah al isra ayat 12 yang berbunyi, dan kami menjadikan malam dan siang sebagai 2 tanda kebesaran kami.”


Mereka semua mengangguk mengerti, jika seperti itu, maka pasti jawabannya adalah itu.


Mereka saling menatap, hingga Qing Wen berdiri dan berjalan menuju pintu. Dia dengan yakin menjawab.


“Malam dan Siang.”


Benar saja, pintu itu terbuka dan mereka tampak bahagia. Tiba-tiba mereka berpikir, apa pun masalah yang kau hadapi, pasti memiliki jalan keluar.


Begitu mereka masuk, mereka melihat banyak telur berukuran besar. Melihat hal tersebut, mereka sangat yakin jika itu merupakan telur binatang buas.


“Pergilah dan lakukan kontrak dengan telur yang kalian inginkan, apa pun hasilnya nanti, kalian tidak boleh menyesal. Sisanya tentu saja akan disimpan oleh Xiao Yun.”


Mereka kembali setuju, yang berbicara kali ini adalah Di Hao Jue.

__ADS_1


__ADS_2