
Ketika daftar nama keluar, itu sudah sebulan kemudian. Kelompok dari Akademi Awan Merah semua berhasil memenuhi syarat dan nama mereka tertulis di daftar, termasuk mereka yang berada di sekte berbeda.
Beichen Li yang mendapat kabar jika semua kelompoknya berhasil mendapatkan tiket ke alam percobaan, dia tersenyum dan langsung mendatangi setiap perwakilan yang di setiap sekte.
Tugas yang diberikan Beichen Li adalah mencari Jarum penjara jiwa, yang merupakan pusaka keluarga Beichen sekaligus senjata yang akan memenjarakan jiwa Ai Meng nantinya jika dia berhasil lolos dari serangan.
Ketika mendapat kabar tentang tugas mereka, Naru tertegun. Bukan hanya Naru, tapi mereka yang berada di tim monster semua tertegun dengan tugas tersebut.
Segera aura mereka menjadi suram, jika itu hanya jarum penjara jiwa, mereka telah memilikinya, dan mereka mendapatkan senjata tersebut di pagoda 7 suka dan 7 duka. Jadi untuk apa mereka melakukan hal tak penting seperti mendaftar di sekte?
“Sudahlah, hitung-hitung sebagai pengalaman. Lagi pula tidak ada salahnya melihat seperti apa itu alam percobaan.”
Saat ini tim monster tidak berada di sekte, tapi di kamar pribadi sebuah restoran. Tentu saja semua tim monster lengkap.
Hinata yang kembali bertemu Shikamaru setelah 9 bulan, tidak terus menatap Shikamaru seperti sebelumnya, dan dia telah menganggap Shikamaru seperti rekannya yang lain.
“Apa yang dikatakan Gaara benar, meski A Li seperti itu, tapi setidaknya kita bisa menikmati petualangan baru.”
Xie menimpali, dia tidak menjadi masalah harus melakukan hal lain, asal dia bisa terus bersama Qin Yun.
Tentu saja semua orang tahu apa yang dia pikirkan.
“Hinata, bagaimana kabarmu selama di sekte?”
Semua menatap Neji, kemudian menatap Hinata yang terlihat tenang.
“Aku baik-baik saja, kak. Selain menjalankan misi untuk mengumpulkan poin, selebihnya berjalan seperti biasa. Bermain di arena tantangan, bertukar barang unik, terkadang menguntit 2 gadis konyol yang selalu tersenyum lebar ketika nasi bungkus mereka habis.”
Seketika Naru mendelik tak suka pada Hinata, dia kemudian tersadar dan menatap Hinata dengan aneh.
“Hei, jangan katakan jika kau menyukaiku atau menyukai A Ling. Kami berdua masih normal.”
Hinata memberi Naru mata putih dan menjitak kepala Naru.
“Ck, aku juga masih normal, Naru, tapi wajah kalian ketika tersenyum seperti itu terlihat sangat lucu.”
“Ya terserah kau saja.”
Naru tidak ingin peduli dengan Hinata yang suka menguntit dirinya dan Cai Ling. Dia lebih memilih melanjutkan menikmati cemilan yang tersedia.
__ADS_1
“Lalu, apakah kau telah memiliki kekasih? Kau tahu, aku masih sendiri.”
Neji bertanya dan agak bercanda jika dia masih sendiri, dan Hinata menatap Neji dalam.
“Hn, kak kau jangan bercanda.”
Yang lain terkekeh, tapi jujur mereka ingin tahu apakah Hinata telah memiliki kekasih, tapi Sakura dan Sasuke hanya terkekeh, karena mereka melihat Hinata dan Mo Ye saat itu meresmikan hubungan mereka.
Ya, keduanya tidak tahu mengapa, Teman-teman mereka yang lain seolah tak sadar dengan hubungan Hinata dan Mo Ye.
Sebenarnya bukan tidak sadar, tapi Naru dan yang lainnya bukan tukang gosip dan ingin mencampuri urusan orang lain. Selama rekan mereka bahagia, mereka akan baik-baik saja.
“Ya, tapi kau belum mengatakan apakah kau memiliki kekasih atau tidak.”
“Kekasih? Tidak ada, karena aku menolak untuk menjadi kekasihnya.”
Neji menaikkan alisnya, bahkan Shikamaru memiliki senyum tipis, tapi beberapa saat kemudian Sakura melanjutkan apa yang tidak dikatakan oleh Hinata.
“Ya, Hinata menolaknya ketika ingin menjadikan Hinata kekasih, tapi saat ini hubungan mereka seperti aku dan Sasuke, Che dan Naru, Xie dan Yun, Jue dan Yan, A Rong dan Xue'er, yang terakhir seperti Li Mo dan A Qian. Setelah tugas yang diberikan A Li selesai, mereka akan melangsungkan pernikahan. Hinata bahkan menciumnya lebih dulu.”
Hinata tercengang, dia menatap Sakura dengan mata bulatnya serta mulut yang agak terbuka, tapi wajahnya sudah semerah tomat kesukaan Sasuke.
Hingga Neji mengelus kepala Hinata.
“Ya, kakak berharap kau bahagia dengannya.”
“Uhm. Arigatou.”
Diam-diam Neji melirik Shikamaru yang tampak murung, dia kemudian menatap Gaara yang juga menatapnya.
“Ya, Hinata jangan kau sia-siakan pria itu, karena terkadang kita baru menganggap sesuatu itu berharga ketika kita kehilangannya.”
Gaara juga ikut menasehati Hinata, tapi Hinata tahu jika Gaara sedang menyinggung seseorang.
“Aku tahu, Gaara-kun.”
Mereka memakan makanan yang tersaji hingga habis baru kemudian mereka semua keluar dan berniat kembali ke sekte mereka masing-masing.
Di luar pintu, sudah ada Mo Ye, Yun Feng, Feng Liu Li, Jiang An dan Cai Ling.
__ADS_1
Cai Ling karena tidak berada di dalam sekte, jadi dia kembali mengenakan cadar miliknya.
“Sudah selesai? Ayo kembali.”
Mo Ye segera bertanya pada mereka, dan mereka yang berasal dari sekte Jiayou mengangguk.
“Untung kalian lebih cepat, kalau tidak, kami 4 pria besar masih harus melayani gadis konyol ini yang selalu menarik kami untuk membeli segala hal yang menarik perhatiannya.”
“Hahahahaha.”
Cai Ling malah tertawa lepas mendengar keluhan Yun Feng.
Hinata terkekeh, dia melangkah mendekati Mo Ye dan langsung menggandeng lengannya.
“A Ye, apakah kau membelikan pesanan milikku?”
“Tentu. Di asrama baru aku akan memberikannya.”
“Uhm.”
Mereka segera memisahkan diri dengan Shikamaru yang tersenyum pahit.
Sampai di sekte, Naru memanggil mereka semua untuk berkumpul di kamar miliknya dan Cai Ling.
Ketika mereka memasuki kamar kedua gadis itu, beberapa orang tercengang, tapi mereka dengan cepat pulih.
“Ada apa Naru?”
“Luo Zhi Lan ada di dunia atas ini, tapi dia masih dalam pintu tertutup karena kultivasinya tidak sesuai dengan standar orang dunia tengah naik ke dunia atas. Terlebih dia menjadi pewaris dari Ai Meng yang merupakan pemimpin dari Paviliun Surgawi, namanya juga telah berubah menjadi Ai Lan.”
Sontak semua menatap Feng Liu Li, kecuali Cai Ling dan Yun Feng yang memang tidak tahu.
Feng Liu Li menghela napas dan menggeleng.
“Aku dan dia sudah lama berakhir. Dia tidak benar-benar mencintaiku, tapi dia hanya mencintai statusku sebagai putra mahkota. Ketika aku mengatakan ingin melepas status tersebut, dia marah besar dan memutuskan untuk berpisah. Meski di masa depan kami akan bertemu sebagai musuh, aku tidak akan ragu untuk membunuhnya dengan tanganku sendiri.”
“Kakak Li, kau tidak perlu turun tangan. Karena urusanku dan dia masih harus dihitung, dia berhutang banyak padaku.”
“Baiklah.”
__ADS_1
Qin Yan langsung membantah, karena dia telah memberi Luo Zhi Lan kesempatan untuk pergi, tapi takdir tidak mengizinkan, maka dia sendiri yang akan menghadapi Luo Zhi Lan yang paling berjasa membuat hidup pendahulunya menderita.