
Naru, Qin Yan dan Qin Yun muncul dari ketiadaan dengan penampilan rapi dan bersih.
"Kami ingin pergi ke Hutan kematian menjemput Taotie!"
Tanpa menunggu jawaban orang-orang. Naru dan Qin Yun segera menghilang menggunakan Hirashin meninggalkan Qin Yan yang sedang berdiri dengan bodoh.
Yang belum mengetahui kemampuan teleport Naru, mereka tercengang. Qin Mo Xuan hanya mengendikkan bahu acuh.
"Jadi mereka tahu dimana Taotie berada?"
"Begitulah, jika keberadaan Taotie dan Pohon dewa kegelapan telah kita ketahui lalu dimana keberadaan rubah hitam berekor 10 itu?"
"Apa yang kalian bicarakan?"
Sasuke sedikit bingung dengan pokok pembahasan orang-orang di depannya.
"Kami hanya membicarakan makhluk kontrak yang selalu setia pada Naru dan yang lainnya.."
"Ano, Li Gege. Bisa kah kamu mengetahui makhluk apa itu Taotie dan yang lainnya?"
Sakura yang juga penasaran bertanya pada Beichen Li.
Beichen Li, Che, Xie dan Jue tampak berpikir dan memutuskan untuk memberitahu ketiga orang itu.
"Dulu, Naru memiliki Rubah hitam dengan ekor 10 yang selalu mengikuti kemana saja dia pergi.."
"Ekor 10?" Karin mengernyit dan memandang Sasuke dan Sakura.
"Tapi kami sampai saat ini tidak tahu keberadaan Rubah itu, bahkan keberadaan Taotie baru kami ketahui sekarang." Beichen Li kembali menjelaskan
"Jadi kalian hanya mengetahui tempat pohon dewa kegelapan?"
"Ya begitulah. Hah sungguh merepotkan untuk mencari keberadaan rubah itu.." Xuanyuan Che juga tidak tahu harus mencari kemana untuk menemukan keberadaan rubah hitam.
Sakura dan Sasuke masih merenung tentang rubah ekor 10 itu.
"Ekor 10.." mereka menggumam bersama hingga keduanya tersadar.
Braaak
"Itu Juubi"
Keduanya berdiri dan meja di depan mereka seketika terpelanting mengagetkan seisi ruangan.
"Ada apa? Apa itu Juubi?" Che sangat bingung dengan kelakuan dua rekannya yang merupakan pasangan.
Sasuke tersenyum kecil dan Sakura tersenyum lebar.
"Tidak apa, kita tidak perlu mencari keberadaan rubah hitam itu.."
"Maksudmu?" Qin Mo Xuan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Sakura.
"Kalian berkata jika rubah hitam itu tidak pernah meninggalkan Naru kan?" Sasuke kembali bertanya untuk memastikan.
__ADS_1
"Tentu saja.." semua menjawab dengan yakin.
"Jadi, kita tidak perlu mencarinya. Karena Rubah hitam itu saat ini bersama Naru.." Karin yang duduk di pangkuan Qin Mo Xuan langsung berdiri dan memandang Sasuke dan Sakura.
"Jangan bilang, jika rubah hitam itu adalah Juubi yang tersegel didalam tubuh Naru.."
Keduanya tersenyum dan mengangguk
"Tepat.."
Karin menjatuhkan rahangnya tak percaya.
Qin Mo Xuan, Beichen Li, Xie, Che dan Jue mengernyit. Mereka terdiam beberapa saat hingga akhirnya mengerti.
"Jadi rubah itu mengikuti kemana Jiwa Naru berada dan dia selalu bersamanya bahkan kita tidak tahu tentang itu.." Che tidak tahu harus tertawa atau menangis mengetahui kebenaran tentang si rubah Hitam
"Dasar rubah berperut hitam" Xie juga terkekeh sambil menggeleng.
Mereka saat ini yang selalu berprilaku dingin dan tak tersentuh bercanda dengan hangat.
Qin Yan yang sedari tadi hanya diam juga memiliki senyum tipis. Sejujurnya dia juga sudah merindukan pohon dewa kegelapan tapi karena hal tersebut berada di kerajaan maka dia harus bersabar..
...
Hutan kematian, dua sosok muncul tepat di sarang serigala bersayap.
Pemimpin Serigala membuka matanya dan tersenyum, dia keluar dari sarangnya dan mendapati dua gadis yang tengah di rindukannya..
"Ayah.."
"Setelah ini, ayah bisa mengikuti kami.."
"Ru'er kami perlu menjaga keseimbangan segel makhluk itu.."
"Sekarang tak perlu ayah, aku di sini untuk menjemputnya.."
"Apa maksudmu Yun'er?"
"Ayah, dia adalah rekan tempurku puluhan ribu tahun lalu. Aku sudah mengingat semuanya dan aku datang menjemputnya sekarang.."
"Jadi.."
"Ya, persis seperti yang ayah pikirkan.."
"Baiklah, pergilah melepas segelnya, jika kalian ingin mengajak ayah pergi, datanglah saat tiba waktunya kalian naik kedunia atas. Saat itu, ayah akan pergi bersama kalian.."
"Baiklah.."
Naru dan Yun segera pergi ke gua dimana Taotie berada. Gua tersebut tidak jauh dari sarang para serigala.
Saat mereka mendekati gua, perasaan antusias memenuhi Qin Yun. Gua itu tidak berubah saat terakhir kali mereka berkunjung.
Di dalam gua, Taotie berbaring dengan rantai melilit kakinya. Merasakan langkah kaki mendekat, dia membuka matanya.
__ADS_1
Di mata itu, ada rasa sakit dan kelembutan. Tapi sangat cepat rasa sakit itu menghilang.
Naru dan Qin Yun tersenyum begitu tiba di depan Taotie yang dalam wujud besarnya.
"Lama tak bertemu.." Qin Yun tersenyum cerah, dia melihat sosok besar itu dengan kerinduan.
"Ku pikir kalian melupakanku. Saat kalian datang terakhir kali, kalian tidak mengunjungiku.." Taotie berpura-pura marah dan membuat Naru terkekeh.
"Baiklah, maafkan kami ya..." Qin Yun mendekati sosok monster besar itu tanpa rasa takut sedikit pun. Dia mengulurkan tangannya membelai kepala Taotie.
Merasakan belaiannya, Taotie mengingat kembali saat dulu dimana Qin Yun suka membelai kepalanya. Saking larutnya dalam lamunan, dia tidak menyadari Qin Yun yang telah melepas rantai segel dengan sangat mudah.
"Aku kembali untuk menjemputmu Xiao Han, ayo bertarung bersama lagi.."
Setelah mengatakan hal tersebut, tubuh Taotie bersinar dan tampaklah seorang pemuda yang cukup tampan tapi masih tampan Ouyang Mo Xie. Setidaknya itu yang di pikirkan Qin Yun.
Pemuda di depan Qin Yun meskipun tampan tapi saat ini dia basah oleh air mata.
"Xiao Yun, akhirnya kau mengingatku. Baiklah kita akan bertarung bersama lagi, tapi apakah kau memiliki sesuatu untuk di makan?"
Qin Yun memandang Taotie tidak percaya..
"Hahahaha, Han kebiasaan makanmu tidak hilang rupanya.." Naru sudah tertawa terbahak-bahak.
"Hei, ini bukan kebiasaan tapi sudah jadi bagian dari hidupku tahu.."
Taotie protes dan memandang Naru dengan tajam.
"Baiklah, sebaiknya kita keluar dulu dari sini. Kau bisa makan sepuasnya nanti.."
"Sungguh.."
"Ya, memangnya aku pernah membohongimu.."
Taotie menggeleng, dia segera mengikuti Qin Yun dan Naru. Yin Jiang juga sudah menunggu.
Saat sampai di sarang serigala perak bersayap. Naru membentuk segel panjang dan rumit.
Setelah itu terbentuk penghalang transparan menyelimuti hutan kematian. Melihat apa yang dilakukan Naru, Yin Jiang bernafas lega.
Awalnya dia takut setelah Taotie pergi, hutan kematian akan di jamah oleh manusia dan membantai para binatang buas dan binatang iblis yang berlindung di hutan kematian.
"Ayah tak perlu khawatir lagi, aku sudah membentuk penghalang Ilusi yang akan menyiksa manusia siapa saja yang berani memasuki hutan kematian tanpa Izin.."
"Pergilah, jika saatnya tiba. Ayah menunggu kalian disini untuk di jemput.."
"Ya Ayah.." Naru dan Qin Yun memeluk Yin Jiang melepas rindu.
Yin Jiang memandang Taotie yang kini dalam bentuk mininya.
"Jaga kedua putriku!"
"Tentu.."
__ADS_1
Taotie langsung naik mengambil posisi di bahu Qin Yun. Mereka langsung menghilang dari Hutan kematian.
....