Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 63


__ADS_3

Sementara itu, di dalam paviliun bulan, semua dari 5 tim berkumpul di jendela melihat pemandangan di luar dengan aneh.


Ino terkekeh sambil merangkul Sakura dan Hinata


“Ya, hal tabu bagi Naru adalah ramen miliknya direbut begitu saja.”


“Hei, pria itu tidak mati kan?”


Ketua Tim Akar segera bertanya ketika melihat Li Mo pingsan.


“Tidak, dia hanya pingsan.”


Gaara menjawab dengan tenang. Mereka masih menatap ke luar jendela, hingga semua anggota baru dari setiap tim akhirnya muncul. Barulah saat itu, ketua dari setiap tim keluar untuk menjemput anggota mereka.


“Kalian, ikuti kami!”


Segera 47 orang mengikuti 5 sosok tertentu, Li Mo sendiri juga telah sadar beberapa detik lalu.


Begitu semua orang memasuki paviliun bulan, mereka menatap takjub, dan pandangan 3 gadis berambut perak langsung jatuh pada 6 orang tertentu yang tidak mereka lihat selama 2 bulan ini.


“Baik, kalian bisa langsung bergabung dengan tim kalian untuk menerima jubah tim.”


Segera mereka memisahkan diri untuk bergabung dengan tim masing-masing.


Melihat pakaian Ino dan yang lainnya, Naru berkedip. Meski tidak tampak seperti pakaian shinobi, tapi juga tidak mirip dengan hanfu yang mereka kenakan.


Qin Yun dan Qin Yan saling menatap melihat seragam tim mereka, karena seragam tim mereka lebih mirip dengan kostum dalam sebuah game terkenal di dunia mereka. Atau bisa mereka katakan seragam mereka tampak seperti seragam prajurit maupun tentara bayaran.


Ya, memang tidak menampakkan kulit, tapi bisa bergerak dengan nyaman. Walaupun dirancang seperti itu, tapi ada Hinata sendiri mengenakan celana loreng dan atasan hijau hutan yang menampilkan perut ratanya. Ada juga sepatu bot militer hitam yang melekat erat di kaki setiap anggota tim monster.


Melihat seragam tim, kedua gadis itu terkekeh dan tidak tahu harus mengatakan apa. Dari bahan, mereka tahu jika bahan tersebut juga seperti berasal dari dunia mereka. Hanya bahan jubah saja yang tampaknya terbuat dari benang ulat sutra tingkat tinggi.


Pikiran keduanya langsung memikirkan 3 gadis kembar pemilik paviliun Nusantara.

__ADS_1


Mengangkat bahu tidak peduli, mereka menerima seragam mereka dan juga jubah beserta sepatu.


Memasuki ruangan yang disediakan, para gadis tentu berada di ruang ganti yang sama.


Qin Yan dan Qin Yun mengenakan seragam mereka dengan cepat, kemudian perhiasan di rambut mereka langsung dihilangkan, dan rambut perak panjang mereka hanya diikat ekor kuda. Keduanya juga dengan cepat mengenakan sepatu tanpa halangan.


Melihat kedua gadis itu yang seolah sangat akrab dengan seragam tersebut, Naru tersenyum. Dia juga langsung mengenakan seragam miliknya, dia mengenakan tanktop hijau daun, kemudian dia melengkapi dengan blazer hitam yang lengan panjang, tapi tidak menutupi semua tubuh bagian atas Naru. Itu hanya sampai batas dada tanpa kancing.


Mengenakan celana dan sepatu dengan cepat, kemudian rambutnya juga diikat ekor kuda.


Melihat ketiga gadis itu telah siap, yang lainnya juga mulai berganti dengan cepat mengikuti cara ketiganya berpakaian. Perhiasan yang melekat di kepala mereka langsung saja mereka lepas. Rambut mereka juga diikat ekor kuda yang membuat penampilan para gadis terlihat lebih segar dan awet muda.


Mengenakan jubah mereka, mereka terlihat cukup keren. Qin Yun segera mengeluarkan kamera polaroid dan meminta semua untuk berpose. Begitu gambar mereka membeku, foto mereka juga langsung dapat dilihat.


“Nah, kereeen.”


Liu Qian, Fu Mei, Qing Wen dan Lan Yue terkesima dengan gambar mereka pada kertas kecil tersebut.


Melihat semua Tim Monster telah berganti, semua tim langsung berjalan keluar dari paviliun bulan, mereka berdiri di tengah-tengah lapangan luas.


Mereka berdiri diam, hingga Beichen Li muncul di depan mereka semua. Beichen Li mengangguk puas melihat semua tim lengkap.


“Baiklah, karena semua sudah lengkap, aku akan mengirim kalian memasuki alam rahasia.”


Beichen Li membentuk segel tangan cukup rumit, hingga di bawah kaki mereka terbentuk formasi dengan ukiran aneh. Beberapa saat kemudian mereka merasa jika mereka seolah melewati lorong waktu, perasaan yang mereka rasakan sama dengan ketika Naru membawa mereka.


Begitu mereka tiba, mereka muncul di padang pasir yang tampak gersang, dan hanya ada Tim Monster, 4 Tim lainnya entah berada di tempat yang mana.


Ketika angin berembus, bukan rasa sejuk yang mereka rasakan, tapi rasa gersang dan mata mereka perih, karena kemasukan pasir.


Melihat padang pasir sejauh mata memandang, Gaara menyunggingkan senyum.


Namun, senyum itu luntur ketika melihat badai yang kian mendekat, dia menatap semua orang dan memerintahkan semua orang untuk mendekat.

__ADS_1


“Semua, mendekat!”


Begitu semua merapat, dia membuat segel tangan dan menghentakkan tangannya di pasir, segera kubah pasir terbentuk mengurung semua orang di dalam.


Jue, Xie, dan Che menatap Gaara, dengan Gaara memperlihatkan teknik kubah pasir, mereka tahu jika kemampuan Gaara berhubungan dengan pasir. Maka dari itu, Gaara selalu membawa guci besar ke mana pun dia pergi.


Begitu badai berhenti, Gaara membatalkan jurusnya dan betapa terkejutnya mereka ketika pemandangan di depan mereka berubah. Itu bukan lagi hanya padang pasir sejauh mata memandang, tapi mereka bisa melihat pagoda 7 tingkat tidak jauh dari mereka.


“Ayo!”


Mereka semua berjalan menuju pagoda tersebut dengan rasa ingin tahu. Begitu mereka sampai, mereka bisa melihat jika untuk mencapai lantai pertama mereka harus melewati anak tangga yang cukup banyak.


“Aku akan naik pertama.”


Matsuri dengan ceria mulai melangkah, tapi ketika kakinya menginjak anak tangga pertama, dia seolah ditimpa beban yang cukup berat. Namun, dia masih bisa mengatasinya.


Melangkah naik ke anak tangga kedua, beban sedikit bertambah.


Melihat kelainan Matsuri, mereka semua penasaran.


“Ada apa?”


Matsuri menggeleng dan tersenyum.


“Bukan apa-apa, tapi ketika kau menginjak kaki di anak tangga pertama, tubuhmu seperti ditimpa beban, dan Qi spiritual tidak berfungsi”


Mereka penasaran, dan mulai mengikuti Matsuri untuk menaiki setiap anak tangga. Benar saja, mereka merasa jika tubuh mereka ditimpa beban yang cukup berat, begitu juga dengan Naru, Qin Yun dan Qin Yan. Padahal di tubuh mereka sendiri telah memiliki beban tertentu, tapi itu seolah tidak memiliki efek dan mereka masih bisa merasakan beban di setiap anak tangga.


Cukup lama mereka melangkah di setiap anak tangga, hingga tubuh mereka dipenuhi keringat. Mereka bahkan sempat beristirahat untuk mengisi stamina mereka, dan meminum beberapa teguk air.


Ketika mereka sampai di puncak, wajah mereka semua tampak pucat pasi hingga membuat mereka terengah-engah.


Belum sempat mereka beristirahat, mereka mendengar suara dalam dan serak, tapi mereka tidak bisa mengidentifikasi apa jenis kelamin pemilik suara.

__ADS_1


__ADS_2