Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 43


__ADS_3

Karena tidak melihat para katak di sekeliling mereka, Qin Yun membawa Naru kedalam ruang dimensi.


Di sana berkumpul para Shinobi dan penduduk sipil biasa yang sempat di selamatkan.


Naru dan Qin Yun tersenyum saat melihat sekelompok orang itu tidak panik, mungkin mereka sudah diberitahu oleh Qin Yan dan yang lainnya.


Qin Yun melihat semua orang itu kemudian berjalan menjauh. Dia mengeluarkan tripod miliknya dan mulai membuat pil, dia juga memasukan aura kristal 7 warna miliknya dalam proses pembuatan pil.


Naru tidak mengganggu, dia mendekati kelompok orang yang di kenalnya.


Roki 12, Tsunade, Kakashi, Sabaku bersaudara, Sai dan masih banyak lagi berhasil selamat.


Saat Naru mendekat, dia mendengar percakapan mereka yang tidak mungkin tinggal didalam dimensi milik Qin Yun tapi mereka tidak tahu akan tinggal dimana.


"Gege. untuk sementara, kita tempatkan mereka di Hutan Kematian..."


Mereka semua langsung memandang Naru dengan takjub. Kenapa mereka tidak memikirkan hutan kematian.


Di sisi lain, Qin Yun juga telah selesai membuat pil, dia memberikan setiap orang setiap pil termasuk Sasuke, Sakura dan Karin.


"Pil apa ini?"


"Pil keabadian, fungsinya kalian bisa memiliki umur panjang dan hanya bisa mati jika di bunuh.."


"Hah?" Tsunade yang merupakan seorang ninja medis juga bingung.


Beichen Li terkekeh pelan memandang wajah tercengang semua orang.


"Dengar! Dunia kami tidak seperti dunia kalian. Energi yang kalian sebut Cakra hampir sama dengan apa yang kami sebut dengan Qi hanya ada sedikit perbedaan yaitu jika seorang kultivator berada di tingkat tertentu, dia bisa menjaga penampilan muda mereka tanpa termakan usia. Lagi pula tidak perlu ragu dengan kualitas pil yang di buat oleh Qin Yun karena itu merupakan kualitas tertinggi.."


Para Shinobi terdiam dan beberapa penduduk sipil juga memandang sebutir pil aneh di tangan mereka. Pil tersebut samar-samar mengeluarkan cahaya pelangi jika di perhatikan dengan seksama tidak seperti pil keabadian pada umumnya.


"Ya, Sensei dan kalian semua sebaiknya makan pil itu lalu aku akan membawa kalian keduanya itu.."


Mereka semua tidak lagi ragu dan menelan pil pemberian Qin Yun. Saat menelan pil tersebut tidak terjadi reaksi apapun. Karena memang begitulah pil keabadian yang hanya akan memperpanjang umur dan membuat penampilan terlihat muda.


Tapi setelah beberapa menit, para Shinobi tiba-tiba berteriak kesakitan. Sama halnya dengan penduduk sipil.


Ada cahaya tujuh warna menyelimuti tubuh mereka dan mereka semua mencekram di mana biasanya dantian seorang kultivator berada.


Para Shinobi hanya bisa menggertakkan gigi mereka menahan sakit tapi tidak dengan penduduk sipil yang terus berteriak kesakitan.


"Ehh ada apa dengan mereka?"

__ADS_1


Qin Yan menjadi panik, tidak hanya Qin Yan tapi mereka semua panik. Naru yang melihat keadaan mereka menjadi sangat khawatir hingga mengaktifkan byakugan miliknya.


Melihat apa yang terjadi di dalam tubuh orang-orang di depannya membuat dirinya tercengang.


"Ru'er ada apa dengan expresinya itu?"


"Che, aku melihat jika Cakra mereka perlahan berubah menjadi Qi dan perlahan dantian mereka terbentuk.."


"APA?"


Mereka terkejut dengan pengakuan Naru. Yang benar saja, Cakra secara paksa di ubah menjadi Qi. Pil macam apa yang di suling oleh Qin Yun.


Sontak mereka memandang Qin Yun dengan tajam.


"Aku yakin jika aku membuat pil keabadian dan bukan pil jenis lain.."


Qin Yun langsung mengeluarkan pil yang tersisa dan memberikannya pada Qin Mo Xuan.


Mereka sontak berkumpul dan meneliti pil tersebut.


"Eh, apakah cahaya tujuh warna ini yang jadi masalahnya?" Xie juga jadi penasaran.


Mereka semua terdiam dan berpikir jika cahaya tujuh warna itulah penyebabnya. Mereka kembali memandang Qin Yun dan mengangguk dan kembali memandang Naru.


"Bagaimana?"


Mereka kemudian menyingkir dan mencari tempat sambil menunggu orang-orang itu selesai dari proses menyakitkan.


Detik demi detik berlalu hingga beberapa jam telah berlalu dengan sekejap.


Sasuke, Sakura, Karin, Tsunade, Kakashi dan Gaara akhirnya membuka mata. Keringat membanjiri tubuh mereka membuat pakaian mereka basah kuyup.


Saat mereka akan berdiri, tiba-tiba mereka merasa jika ada yang aneh dengan tubuh mereka.


Sasuke dengan cepat tenang dan langsung bermeditasi dan menenangkan energi Qi di dalam tubuhnya


Tapi dia kembali membuka mata ketika merasakan cakranya tidak ada lagi melainkan itu adalah Qi spiritual seperti milik kultivator pada umumnya.


Sakura yang melihat itu juga segera mengambil posisi meditasi di ikuti yang lainnya.


Cukup lama mereka duduk dalam posisi tersebut hingga peningkatan mereka berakhir.


Peningkatan Tsunade, Kakashi dan Roki 12 setara dengan Qin Mo Xuan. Bahkan Qin Yun dan Qin Yan tidak bisa membaca tingkatan mereka.

__ADS_1


Beichen Li, Che, Xie, Jue tidak mampu berkata-kata melihat hal ini dan memandang Naru, Qin Yan dan Qin Yun.


Sasuke berdiri dari posisinya dan mencoba apakah dia masih bisa menggunakan kekuatan Ninjanya.


Dia menfokuskan Qi pada matanya dan mata hitam miliknya perlahan berubah menjadi mangekyou Sharingan. Bibirnya mengulas senyum tipis, hanya Cakra yang berubah tidak dengan kemampuan asli dan jutsu.


Mereka mengedarkan pandangan dan mendapati Naru dkk yang duduk dengan santai menikmati makanan dan anggur.


Mereka seketika sweatdrop mihat pemandangan itu. Setelah melihat Naru dkk yang sedang bersantai mereka membicarakan melihat penduduk sipil juga yang terlihat bugar. Para orang tua tiba-tiba menjadi muda, Sakura mendekati para Shinobi dan mengarahkan untuk menenangkan energi Qi yang mengamuk di tubuh mereka.


Di sisi Naru dkk.


Mereka tersenyum melihat perubahan itu.


"Kalian yang berurusan aku dan Yun akan keluar dan membuka celana dimensi untuk kembali.."


"Kalian hati-hati.."


Keduanya mengangguk, saat Naru dan Qin Yun keluar. Para katak tiba-tiba mengerubungi mereka membuat Qin Yun menjadi pucat pasi.


"Syukurlah kalian selamat dari bencana itu.." Naru berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan katak yang berbicara.


"Ya, kami beruntung.."


Qin Yun yang pucat menarik baju Naru.


"Ada apa?"


"Jie, aku Fobia katak.."


Naru seketika blank, dia memandang Qin Yun tak percaya.


Gadis yang tumbuh besar dengannya ini yang merupakan mantan pembunuh nomor satu di dunianya sangat fobia katak.


Dia mengacak Surai perak Qin Yun dan tersenyum kecil.


"Tidak apa-apa, kita pamit lalu pulang.."


"Ya.."


Naru kemudian memandang para katak dengan serius.


"Minna, aku akan pergi. Kalau ada kesempatan aku akan mengunjungi kalian.."

__ADS_1


"Ya berhati-hatilah.."


Naru Kemabli memfokuskan Cakra ke dahinya dan konsentrasi di pikirannya agar tempat mereka keluar adalah Hutan kematian..


__ADS_2