
Keduanya tahu persis, jika resep Pil Pembentukan Tulang telah lama hilang.
"Dari mana kau mendapatkan resep itu nak? Kau tahu, resep itu telah lama hilang.."
Qin Yun akhirnya sadar dan kemudian memiringkan kepalanya layaknya dia seorang gadis kecil polos.
"Gege memberikannya padaku sebagai hadiah sebelum aku memasuki Akademi.."
Keduanya saling pandang dan menatap lekat pada Qin Yun.
"Siapa kakakmu itu?"
"Qin Mo Xuan, tapi dia bilang jika dirinya memiliki gelar sebagai Raja Neraka.."
Ye Tian dan Yao Wen gemetar mendengar nama yang di sebutkan Qin Yun. Keduanya kemudian memandang pemilik Akademi yang masih duduk dengan santai di kursi kebesarannya.
Setahu mereka, pemilik Akademi sangat dekat dengan Raja Neraka jadi ingin memastikan.
"Dia memang adik perempuan Xuan, tapi mereka tumbuh di sini.."
Qin Yun tampak cemberut dan memandang Ye Tian seolah teraniaya dengan mata yang berkaca-kaca.
Naru dan yang lainnya hampir tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Qin Yun. Bahkan Beichen Li juga tidak bisa menahan senyum tipis.
Ye Tian dan Yao Wen panik seketika melihat penampilan Qin Yun. Mereka merasa ruang disekitar mereka berfluktuasi hingga menampakkan pemuda dengan topeng menutupi setengah wajahnya.
"Yun, ada apa? Siapa yang menganiayamu?"
Ye Tian dan Yao Wen menjadi ketakutan dan tubuh mereka gemetar.
Qin Yun tersenyum lebar dan memberi isyarat agar Qin Mo Xuan mendekat.
"Aku tidak apa-apa, bisakah Gege memberiku resep pil lagi?"
"Baiklah, aku masih banyak urusan. Resep pil akan menyusul.."
"Yei, Gege yang terbaik.."
Qin Yun langsung memeluk Qin Mo Xuan dan mengecup pipinya yang tidak tertutup topeng..
Di podium penonton, Naru dan Qin Yan memandang datar kedua orang itu.
__ADS_1
Ouyang Mo Xie dan Karin saling melirik dan tersenyum kecil hingga mereka mendengar suara Naru dan Qin Yan yang menggumam tak adil. Membuat yang lain terkekeh.
Setelah mendapatkan kecupan dari Qin Yun, Qin Mo Xuan segera menghilang. Qin Yun langsung menatap gurunya serta Yao Wen.
"Hehehe Guru, kalian sudah mendengarnya kan? Gege berjanji akan memberiku lagi resep pil.."
Kedua sosok itu menghela napas lega setelah kepergian Qin Mo Xuan. Bahkan para guru dan murid lainnya sudah berkeringat dingin.
"Ya ya ya.."
Segera, instruktur yang memimpin pertandingan menyatakan Jika Qin Yun yang memenangkan pertandingan Alchemis dan pertandingan berakhir.
Qin Yun juga memberikan pil pembentukan tulang pada Ye Tian untuk di simpan.
Semua yang berniat mencari masalah dengan ketiga gadis perak itu langsung mengurungkan niat mereka. Menyinggung ketiga gadis itu sama dengan menyinggung Raja Neraka. Jika Raja Neraka marah, keluarga kecil mereka bisa lenyap dari dunia.
Feng Liu Li dan Luo Zi Lan semakin membenci ketiga gadis kembar itu. Terlebih Luo Zi Lan yang semakin membenci Qin Yan.
Karena Qin Yan, ayahnya menceraikan ibunya bahkan tidak memberikan mereka harta sepeserpun. Beruntung dirinya telah menjadi tunangan Feng Liu Li.
Saat mengetahui Qin Yan Adalah Luo Yan, dia ingin membuatnya cemburu dengan kedekatan dirinya dengan Feng Liu Li, tapi dirinya yang dibuat murka dengan kemesraan yang di tunjukkan oleh Qin Yan dan Pangeran Ming.
Di sisi Lain, Liu Rong terus saja menatap Feng Xue secara rahasia. Naru yang melihat itu tersenyum lega. Dia tahu jika awalnya Liu Rong menyukainya tapi dia tidak pernah menggubris pemuda itu, dia bahkan berencana akan membunuh Liu Rong jika memaksa kehendak padanya tapi Liu Rong adalah pemuda baik dan memilih mengalah kemudian dengan perlahan mulai menyukai Feng Xue.
Liu Qian berniat mengikuti Pertandingan pemurnian Senjata. Dirinya saat ini tengah gugup dan terus menenangkan diri.
Sedangkan sisanya memilih mengikuti pertandingan pertempuran, kecuali 3 pemuda tertentu yang hanya memilih menjadi pengamat saja.
..
Li Mo, Gu Fan dan yang lainnya kecuali Feng Liu Li dan Luo Zi Lan tengah berkumpul di asrama Li Mo.
Gu Fan dan Jiu Feng tiba-tiba memiliki pencerahan di pikiran mereka.
Ketiganya adalah adik Raja Neraka jadi tidak aneh jika mereka tumbuh di hutan kematian.
"Ternyata identitas ketiga gadis itu sangat tidak biasa.."
Fu Mei menghela nafas, dia ingin dekat dengan kelompok Naru dkk tapi dia semakin merasa kurang percaya diri.
"Berteman dengan mereka secara perlahan, kita juga tidak ingin mengambil manfaat hanya ingin dekat dengan mereka.."
__ADS_1
Semua memandang Li Mo dengan aneh.
"Bilang saja jika kau ingin mendekati Putri Liu Qian.." Li Mo segera memerah dan menatap tajam pada Gu Fan.
"Aku akan memberitahu kalian fakta tentang ketiga gadis itu selain identitas mereka.."
Semua menatap Jiu Feng dengan serius bahkan Gu Fan melototi Jiu Feng.
"Fan, ada baiknya mereka tahu. Daripada suatu hari mereka tanpa sengaja menyinggung ketiga gadis itu. Kau tahu betul apa yang aku maksud.."
Gu Fan menghela napas dan mengangguk menyetujui apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. 4 orang lainnya telah menatap penasaran pada keduanya.
"Ketiga gadis itu, selama 10 tahun tumbuh didalam hutan kematian, bahkan mereka tidak akan sungkan memakan daging mereka yang menyinggungnya. Tidak peduli binatang atau manusia.."
Li Mo, Fu Mei, Lan Yue, Qing Wen menghirup udara dingin mendengar fakta yang di beberkan oleh Jiu Feng.
"Apakah teman-teman mereka tahu tentang mereka yang seperti itu.."
Gu Fan mengangguk mengiyakan pertanyaan Fu Mei..
"Mereka telah mengetahui kebenaran itu saat tes memasuki Akademi.."
Semua kembali mengingat dimana Qin Yun dan Naru mengamuk hingga Qin Yan berteriak untuk meminta korban sang kakak.
"Baik, kami tidak akan mencari masalah dengan mereka.." Qing Wen dengan cepat setuju.
Beruntung saat Gu Fan dan Jiu Feng membocorkan fakta tentang ketiganya, Feng Liu Li dan Luo Zi Lan tidak lagi bergabung dengan mereka.
"Jangan sampai ada yang mengetahui fakta ini, dan hanya akan menjadi rahasia kita berenam.."
"Fan, Feng. Kalian bisa tenang. Kami tidak sebodoh itu membocorkan rahasia mereka. Kau tahu, kami takut menjadi makanan mereka.." Lan Yue dengan cepat berjanji, kemudian memandang teman-temannya agar pembicaraan mereka akan menjadi rahasia mereka.
...
Di Asrama milik Xuanyuan Che, mereka tengah berkumpul dan merayakan kemenangan Qin Yun.
Liu Rong dan yang lainnya juga bergabung dalam merayakan kemenangan Qin Yun.
Hari itu mereka berpesta dengan makanan enak yang dimasak oleh Sakura, Karin dan Naru sambil menikmati anggur buatan Qin Yun.
Mereka minum sampai mabuk tapi saat mereka bangun di hari berikutnya, bukan sakit kepala yang mereka dapatkan melainkan tubuh segar dan pikiran mereka juga Rilex.
__ADS_1
....