
Qin Yun mengangguk saja, dan segera mereka berdiri di luar pagoda. Pagoda itu juga langsung menghilang membuat mereka semua tercengang (⊙o⊙ ).
Belum sembuh dari rasa terkejut mereka, mereka semua tiba-tiba seolah merasa berpindah ke suatu tempat. Begitu mereka berkedip, mereka juga melihat tim lainnya.
Tidak ada pakaian dari setiap tim tampak rapi dan bersih. Beberapa tampak compang-camping dan kotor. Yang paling berantakan adalah tim monster.
Melihat penampilan setiap tim, mereka semua bisa saling menilai jika apa yang mereka temui adalah hal berbeda.
Beberapa bahkan masih memiliki wajah pucat.
“Aku tidak tahu apa yang kalian hadapi, tapi tim Akar kami selama ini belum pernah beristirahat, karena yang kami hadapi adalah pertarungan tiada akhir. Apakah dari kalian yang bisa memberi kami sesuatu yang enak?”
Anggota dari tim lain memiliki bibir berkedut mendengar penuturan ketua Tim Akar.
“Mo Ye, apakah menurutmu pertarungan tiada akhir adalah yang terburuk? Apakah kau pernah merasakan terjebak dalam ilusi berlapis-lapis? Bahkan kau sendiri meragukan kehidupanmu?”
Ketua Tim Naga Hitam mengatakan apa yang dia dan anggota timnya rasakan, yang menurutnya lebih buruk dari pertarungan tiada akhir.
Semua yang mendengar ucapan Ketua Naga Hitam yang tidak lain adalah Jun Shen. Ilusi berlapis? Hei, membayangkannya saja mereka langsung bergidik.
Mereka kemudian menatap anggota tim Naga hitam yang masih memiliki wajah pucat dengan penuh prihatin.
“Ilusi berlapis? A Shen, itu cukup menakutkan, tapi pernahkah kau membayangkan terjebak di gua aneh dengan 7 cobaan tak masuk akal? Cobaan pertama, kau harus menyeberangi lautan lava yang bahkan jembatan pun tak ada, bertahan di padang pasir tanpa minum selama 2 minggu, kau juga harus menghadapi monster salju dan badai salju di tengah lebatnya salju yang turun, bertahan di tengah-tengah medan perang kuno, juga kau harus bertahan di dunia aneh dengan kendaraan yang terbuat dari besi, bahkan bisa berjalan tanpa bantuan kuda, bertahan dalam kabut beracun, dan yang terakhir adalah bertahan di dunia yang begitu banyak monster yang disebut zombi, bahkan makanan dan air sulit ditemukan, segala jenis kejahatan dan hal gelap semua dapat dilihat dengan jelas di dunia itu. Apakah menurutmu, yang kami hadapi tidak lebih sulit dari yang kalian hadapi? Terlebih di cobaan terakhir, kami mengalami yang namanya keputuasaan selama 10 tahun.”
Song Jin Ketua tim dari Badai Kelabu juga mengatakan pengalaman yang dia rasakan. Hingga banyak yang menatapnya dengan pandangan sulit diartikan, apalagi mendengar penggambaran tentang cobaan terakhir.
“Apakah cobaan terakhir yang kau dan tim milikmu alami disebut akhir dunia? Dan monster yang kau hadapi selain zombi ada binatang mutan dan tumbuhan mutan yang seharusnya adalah binatang spiritual atau binatang roh di dunia kita?”
__ADS_1
Qin Yan tiba-tiba bertanya, soalnya penjabaran yang dijelaskan oleh Song Jin seperti novel yang pernah dia baca.
“Ya, bagaimana kau tahu?”
Qin Yun juga menggeleng dan terkekeh.
“Aku memiliki kesimpulan, tapi aku ingin mendengar apa yang dialami oleh tim Elang Langit?”
Semua segera menatap Chu Xing yang merupakan Ketua Tim Elang Langit.
“Hei, kami memasuki labirin tantangan. Ketika kami memasuki labirin dan menemukan pintu, akan ada tantangan yang tertulis di depan pintu. Kami melewati 7 pintu dengan tantangan berbeda, jika kami tidak bisa memenangkan tantangan tersebut, kami akan langsung dihujani beberapa senjata tersembunyi selama 7 hari 7 malam. Betapa tersiksanya itu.”
Mereka kembali tak bisa berkata-kata dengan apa yang dikatakan oleh Chu Xing.
“Bisakah kau menyebutkan apa saja tantangannya?”
“Tantangan pertama adalah melakukan permainan catur, dengan kami sebagai pion, salah langkah, kau akan merasakan tubuhmu digigit ratusan semut. Kedua menjawab sebuah teka-teki yang bahkan pertanyaannya sangat tidak masuk akal.”
Mereka langsung merasa ingin tahu tentang apa teka-teki itu.
“Apa itu?”
Chu Xing menatap Song Jin dengan aneh, kemudian dia memberitahu pertanyaan teka-teki itu.
“Pagi Hari dia berjalan dengan 4 kaki, siang hari dia berjalan menggunakan 2 kaki, dan ketika senja dia akan menggunakan 3 kaki. Menurut kalian, apakah ada pertanyaan aneh seperti itu? Bahkan ketika aku mengikuti ujian Kekaisaran, tidak ada pertanyaan yang sesulit itu.”
Tim Monster Mendengar itu juga langsung tertawa terbahak-bahak, bahkan Naru, Qin Yun dan Qin Yan.
__ADS_1
“Ya, pertanyaan itu tidak masuk akal, tapi jawabannya sangat mudah. Jawaban teka-teki itu sendiri adalah manusia, apakah aku benar?”
Qin Yun langsung mengatakan apa yang merupakan jawaban dari teka-teki tim Elang langit.
“Tepat, agh seandainya kau bagian dari tim kami, kami tidak akan dihujani ribuan panah”
Chu Xing sangat ingin menangis membayangkan mereka harus menghindari ribuan anak panah.
“Hei A Xing, pertanyaanmu masih normal.”
“mengapa?”
Chu Xing menatap Hinata dengan ingin tahu.
“Coba kau jawab pertanyaan ini *Tamu berada di dalam, Tuan rumah berada di luar*”
Segera semua terdiam, meski pertanyaan Chu Xing terbilang tak masuk akal, pertanyaan yang diajukan Hinata bahkan lebih tak masuk akal.
“Terus buah apa yang jatuh ke atas?”
Nah, yang pertama belum mereka jawab, Hinata kembali mengeluarkan pertanyaan lainnya yang membuat mereka ingin menangis.
“Aku sangat yakin, kalian bahkan tidak tahu betapa sedihnya kami yang harus menyadari 7 pertanyaan yang tidak masuk akal seperti itu. Terlebih sebelum menghadapi setiap pertanyaan, kami harus melewati 100 anak tangga. Setiap 100 anak tangga itu tidak sederhana, karena 100 anak tangga pertama, tubuh kami seolah memikul beban ribuan kilo, dan setiap melangkah ke anak tangga lebih tinggi, beban itu akan bertambah. 100 anak tangga kedua, kami seolah dicambuk oleh cambuk berduri, tentu saja semakin tinggi kau naik, semakin kuat rasa cambuk yang kau rasakan.”
Hinata diam menatap mereka semua, dan Lan Yue melanjutkan.
“Awalnya aku atau mungkin semua ingin menyerah, tapi kami berpikir, jika rasa sakit yang kami rasakan mungkin memiliki alasan hingga suatu saat jika kami mengalami hal seperti itu, kami tidak lagi berteriak kesakitan. 100 anak tangga ketiga, kami merasa tubuh kami disambar oleh petir dengan kekuatan besar, semakin tinggi kami melangkah, semakin parah rasa sakit yang kami rasakan. Bahkan beberapa dari kami sampai memuntahkan darah. 100 anak tangga keempat, kami seolah menginjak batu api dan tubuh kami seolah terbakar, kami bahkan bisa mencium bau hangus yang berasal dari tubuh kami. 100 anak tangga kelima, kami merasa menginjak hal tajam seperti duri, kawat, pecahan kaca, bahkan hal tajam yang tak pernah terpikirkan. Dan terakhir adalah 100 anak tangga keenam, kami merasa tubuh kami digigit oleh serangga dengan jumlah yang tak terhitung.”
__ADS_1