Beast Princess

Beast Princess
Neast Princess 23


__ADS_3

Dalam ruangan itu terdiam hingga ruang di sekitar mereka mulai berfluktuasi hingga sosok tampan menggubakan topeng yang menutupi setengah wajahnya muncul memandang ketiga gadis tertentu dengan senyum memanjakan.


3 gadis kembar yang masih berlutut tambah menundukkan wajah mereka karena tidak ingin menatap pemuda tersebut.


Liu Rong, Liu Wei, Liu Qian dan Feng Xue semakin gemetar melihat sosok tersebut. Meski dia tampan tapi karena memakai topeng yang hanya menampakkan setengah wajahnya dan itu sukses membuat beberapa orang tertentu tahu jika sosok tersebut adalah Raja Naraka.


Naru, Qin Yun dan Qin Yan terhenyak melihat penampilan kakak mereka yang memakai topeng.


"Gege, jangan sok jadi misterius deh dengan menggunakan topeng jelek itu.." sindir Naru menatap aneh pada Qin Mo Xuan.


Qin Mo Xuan tersenyum lembut dan melepas topengnya lalu mendekati Ketiga adiknya.


Dia memandang ketiga gadis kembar yang masih berlutut.


"Kalian bertiga berdirilah.."


"Ya Yang Mulia.."


Ketiganya berdiri dari posisi hormat mereka.


"Ge kau kenal mereka.." Qin Yun menatap Qin Mo Xuan menuntut


"Tentu, karena mereka bawahanku.."


"Tidak mungkin. Mereka itu bawahannya sang Raja Neraka.." Qin Yan seketika protes dan di angguki oleh  Naru dan Qin Yun.


Ouyang Mo Xie, Di Hao Jue dan ketiga gadis kembar tersebut memandang aneh pada ketiga saudari itu.


Qin Mo Xuan sendiri entah mau menangis atau tertawa melihat ketiga adiknya. Dia juga salah karena tidak memberitahu gelarnya pada ketiga adiknya.


"Kalian kembalilah dan bawa pesanan mereka.."


"Ya Yang Mulia.."


Selepas kepergian ketiga gadis kembar tersebut, Qin Mo Xuan memandang ketiga adiknya dengan serius dan itu sukses membuat ketiganya menelan ludah denan paksa entah mengapa.


"Maafkan gege karena lupa memberitahu kalian tentang gelar gege.."


Ketiganya mengipitkan matanya dan terus memandang Qin Mo Xuan, 4 orang lainnya jangan di tanya. Saat ini mereka tengah ketakutan setengah mati.


"Gelar gege yang mereka tahu memanglah Raja Neraka.."


Naru membulatkan matanya, Qin Yun menjatuhkan rahangnya dengan mulut terbuka lebar, Qin Yan langsung berdiri dari posisi duduknya.


Tingkah ketiganya sukses membuat Ouyang Mo Xie dan Di Hao Jue menatap mereka geli, ada senyum tipis di bibir Qin Mo Xuan.


Begitu sadar, wajah ketiganya langsung memerah karena malu.


Untuk menutupi mereka yang malu, wajah ketiganya seketika menjadi sangat datar dan aura yang mereka pancarkan menjadi sangat dingin.


Mata Naru yang semula adalah biru shapire perlahan berubah menjadi Mangekyou Sharingan.


Tsukoyomi.


Qin Mo Xuan yang mengira Naru ingin menunjukkan sebuah ingatan menatap mata Naru penuh percaya diri tapi detik berikutnya dia mematung dengan keringat dingin  mengucur di seluruh tubuhnya.


Qin Yun mengambil alat makeup yang berhasil mereka buat selama 3 tahun dan mulai mendandani Qin Mo Xuan layaknya seorang putri.


Seringai kejam menghiasi bibir ketiga gadis tersebut.


Liu bersaudara dan Feng Xue sudah berkeringat dingin melihat kelakuan teman mereka yang mengerjai sang Raja Neraka.


Perlu di ketahui, jika seseorang berani menyinggung Raja Neraka. Bisa di pastikan mereka tidak akan selamat..


Tapi berbeda dengan Naru, Qin Yun dan Qin Yan. Peraturan tak tertulis tersebut tidak berlaku pada mereka.

__ADS_1


Ketika mereka selesai, Naru melepas genjutsu yang di lakukannya pada sang kakak yang tengah berkeringat dingin di sertai wajah yang sangat pucat.


Jika tak ada makeup yang menutupi, wajah pucatnya bisa terlihat dan sudah pasti penyiksaan yang di lakukan oleh Naruto dalam dunia ilusinya terbilang sangat kejam.


"Gege apa kau masih tidak akan menyampaikan hal penting seperti ini pada kami lagi?"


"Meimei tenanglah! Apapun itu akan aku sampaikan pada kalian.."


"Bagus, dan biarkan penampilan gege seperti ini dalam sebulan.." pinta Qin Yun mutlak.


"Jika ada yang tidak sesuai maka kami akan menghukummu lebih kejam lagi.."


"B..baik.."


Bahkan mendengar akan menghukun lebih kejam lagi dari mulut Qin Yan membuat sang Raja Neraka yang mendominasi seketika tergagap. membuat seisi ruangan tak bisa berkata-kata.


Tidak lama setelah itu, hidangan yang mereka pesan akhirnya datang dan mereka mulai menyantap.


Benar saja, rasa seperti ini adalah rasa yang mereka rindukan. Sudah lama tidak  memakan masakan khas Indonesi.


Sejujurnya mereka heran dimana ketiga gadis kembar itu mendapatkan bahan pokok untuk membuat semua ini.


Selama mereka berada di dunia yng aneh ini, mereka tidak pernah sekalipun melihat pohon jengkol atau setidaknya seekor kambing.


Di dunia aneh ini hanya akan ada binatang ajaib dan binatang iblis yang tentunya jika ingin memasak, mereka harus menggunakan api khusus yang sangat panas.


Naru, Qin Yun dan Qin Yan memutuskan untuk bertanya pada ketiga gadis kembar itu nanti, untuk saat ini menikmati hidangan lezat adalah prioritas utama mereka.


...


Naru, Qin Yan dan Qin Yun saat ini berada di ruangan milik ketiga gadis kembar.


"Jadi bisa jelaskan dimana kalian mendapatkan bahan pokok untuk menyediakan hidangan kalian..?


Mendengar pertanyaan Qin Yun ketiga gadis kembar itu saling berpandangan.


Naru dan kedua adiknya mengangguk.


"Aku yang tertua bernama Luna Aryani, adik ke duaku bernama Ervina Maryam dan yang ke tiga bernama Zahrani Iriana. Vina memiliki ruang flexibel di mana dapat di jadikan kebun dan menyimpan apa saja. Kami bertiga baru mengetahui jika Vina memiliki ruang seperti itu saat kami kelas enam SD, Karena kami yatim piatu yang di besarkan di panti asuhan. Kami pun memiliki ide untuk bercocok tanam di dalam ruang tersebut serta beternak mulai dari ayam, bebek, kambing dan sapi..."


Naru dkk mendengarkan dengan seksama hingga ketiganya mengerutkan dahi mereka.


"Lalu dimana kalian mendapatkan hewan ternak tersebut.." ketiga gadis kembar itu tersenyum malu dan menunduk mendengar pertanyaan Qin Yan.


"Kami mencurinya dan mengirim langsung kedalam ruang flexibel tersebut.." Qin Yan tersenyum lebar saat Zahra menjawab.


"Selain bahan pangan apakah ada alat elektronik di dalam sana?" Qin Yun dengan antusias bertanya membuat ketiga gadis kembar tersebut mengangguk ragu.


"Ada beberapa kamera polaroid, Smart Phone, Solar Powerbank, kendaraan roda dua serta mobil. Salahkan Vina yang asal memasukan segalanya kedalam saat kami sedang berjalan-jalan.." jawab Zahra dengan rinci


Naru dkk sweetdrop, bahkan sampai mobilpun ada? Beruntung mereka tidak mengeluarkan benda tersebut atau dunia aneh ini akan langsung heboh.


"Berikan kami 6 kamera Polaroid, 10 Smart phone dan 10 Solar Powerbank serta 3 motor kalau ada motor trail lebih baik.." sadar dari sweatdropnya, Qin Yun langsung meminta apa yang ada di pikirannya.


Vina melambai dan semua yang di minta oleh Qin Yun langsung ada di hadapan mereka. Qin Yun dengan sigap langsung memindahkan kedalan ruang dimensi miliknya.


"Sekalian 5 pasang ayam, Sapi, bebek dan Kambing.." Vina mengiyakan permintaan Qin Yan dan kembali melambai, Qin Yun pun dengan sigap memindahkan semuanya.


"Satu lagi, jangan pernah membocorkan jika kalian memiliki ruang flexibel pada siapapun kecuali kami dan gege.." Naru memperingatkan mereka agar tidak ceroboh.


"Baik yang mulia.."


Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka segera pergi menemui yang lainnya.


...

__ADS_1


Sekelompok pemuda dan pemudi berjalan dengan santai menuju Istana Kerajaan Chu di mana Putra Mahkota Lan Hao Fan sedang menunggu mereka.


Mereka semua sudah mempersiapkan segala hal yang perlu di bawah ke Akademi.


Putra Mahkota yang melihat kedatangan Qin Yun dan Yang lainnya segera berlari dan menerjang Qin Yun dengan pelukannya.


Wajar jika Putra mahkota bersikap seperti itu karena dirinya masihlah berusia 10 tahun.


"Hao'er sebagai Putra mahkota, kau harus bersikap sesuai dengan gelarmu.." Putra mahkota hanya membernggut tak suka.


"Ayo kita masuk, Ayah Kerajaan dan Ibu Kerajaan sedang menunggu kita ada pula beberapa selir dan saudara serta saudari kerajaan lainnya juga telah menantikan kedatangan untuk melihat bagaimana rupa Jiejie.."


Qin Yun tersenyum kecil dan mengacak surai perak Lan Hao Fan.


Saat mereka semua masuk, mereka melangkah dengan etiked seorang putri kerajaan. Yang menandakan jika status mereka tidaklah rendah.


Terlebih Qin Mo Xuan yang saat ini memakai topengnya dan menampakkan jika dia adalah Raja Neraka.


Saat mereka sampai di aula, seisi ruangan menghirup udara dingin dan wajah mereka pucat saat melihat Qin Mo Xuan.


Meski penampilannya seperti seorang Putri tapi auranya tidak bisa berbohong. Salahkan ketiga adiknya yang mendandaninya seperti ini.


Mereka hanya berbicara basa basi dan Kaisar memberikan mereka hadiah yang murah hati pada Qin Yun yang langsung di lempar kedalam ruang dimensinya.


Qin Yun juga tidak lupa memberikan sang adik 1 cincin penyimpanan yang di dalamnya telah di isi Spirit Stone tingkat tinggi untuknya berkultivasi.


Hal tersebut tentu membuat beberapa orang yang berada di sana sangat cemburu dan iri.


"Siapapun yang mengintimidasi Hao'er maka bersiaplah jika keluarga kalian akan binasa detik itu juga.." Qin Yun tidak bodoh, dia tahu jika di dalam harem kekaisaran terlalu banyak plot dan skema.


Dia memandang sang kakak dan berkata.


"Gege, perintahkan pengawal bayangan untuk menjaga Hao'er.." Qin Mo Xuan membelai kepala Qin Yun dan mengangguk. Ruang di sekitar mereka seketika berfluktuasi mengeluarkan 3 sosok yang akan bertugas menjaga Putra mahkota.


"Kalian awasi Lan Hao Fan! Jika ada yang mengitimidasinya detik itu juga langsung bunuh dan bawa mayat mereka pada ketiga meimeiku yang imut.."


"Ya Yang Mulia.."


Kaisar dan Permaisuri tidak menyangka jika Raja Neraka begitu memanjakan Qin Yun dan 2 gadis berambit perak lainnya.


Seketika beberapa orang yang merencanakan skema di pikiran mereka langsung saja menjadi pucat dan menunduk dengan takut.


Tidak menyangka jika rencana mereka akan tercium dengan cepat.


...


Di sebuah penginapan tepatnya di kamar Putra mahkota kerajaan Nancheng. 8 orang tertentu kini telah berkumpul dan sedang mendiskusikan sesuatu.


5 pemuda dan 3 gadis memiliki raut wajah sangat serius.


"Feng sekuat apa ketiga gadis itu?"


"Kakak Mo tolong jangan tanya hal itu padaku? Aku sendiri tidak tahu seberapa kuat mereka.."


"Kalau begitu kita harus berteman dengan mereka. Aku tidak ingin memiliki musuh yang sangat merepotkan setidaknya kita juga harus mendapat banyak rekan untuk kelompom siswa baru.."


"Apa yang di katakan kakak Mo ada benarnya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di akademi Nanti dan peraturan seperti apa yang akan ada di sana serta yang pasti Senior yang sombong dan Arogan akan datang kedepan pintu kita untuk mengintimidasi kita.." Gu Fan sangat setuju dengan apa yang di katakan oleh Li Mo.


"Pangeran dan putri dari kerjaan Zhao saja bisa dekat dengan mereka, maka kita juga tidak boleh kalah.." seorang gadis yang juga merupakan peringkat jenius membuka suara.


"Aku setuju dengan apa yang di katakan adik Mei.." Li Mo mengangguk


Fu Mei berada 1 peringkat di atas Luo Zu Lan.


Percakapan mereka membuat 2 orang tertentu sangat kesal dalam hati mereka.

__ADS_1


"Sudah di putuskan, kita akan berteman dengan mereka.." Li Mo dengan semangat memutuskan dan di angguki oleh yang lain kecuali Feng Liu Li dan Luo Zi Lan yang hanya diam


__ADS_2