Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 82


__ADS_3

Qin Mo Xuan tidak langsung pergi, tapi dia mengawasi Li Mo yang dalam proses penggabungan darah, hingga darah mereka menyatu dan Li Mo akhirnya terbebas dari rasa sakit.


“Baiklah, saat ini kau resmi menjadi bagian dari keluarga Qin, dan ini adalah token giok milikmu.”


“Uhm, terima kasih.”


“Tidak masalah.”


Mengatakan itu, Qin Mo Xuan keluar dari paviliun Li Mo, dia melangkah menuju paviliun milik Naru, dan mendapati Naru yang tertidur.


Tidak ingin membangunkan adik perempuannya, Qin Mo Xuan hanya mengecup kening Naru lalu pergi begitu saja.


Keesokan harinya, Naru bangun pagi-pagi dan mulai latihan pagi, kemudian dia kembali ke paviliun miliknya dan mulai membersihkan diri.


Selesai berpakaian, Naru dengan semangat pergi ke paviliun milik Li Mo, dan mendapati Li Mo yang juga baru keluar.


“Mau berkeliling?”


“Tentu saja.”


Namun, ketika dia ingin melompat ke bahu kiri Li Mo, dia menatap Li Mo dari atas ke bawah, hingga berhenti pada kedua mata Li Mo.


“Jadi kakak, apakah kau telah resmi menjadi bagian dari keluarga Qin?”


“Tentu saja.”


“Oh Yeaaah, mari kita rayakan dengan berkeliling kota hingga petang.”


“Oke.”


Li Mo terkekeh melihat Naru yang bersemangat seperti itu. Kebetulan pakaian keduanya tampak seperti pakaian pasangan, dan itu membuat Naru semakin tersenyum lebar dan dengan mudah duduk di bahu kiri Li Mo.


Keduanya keluar dengan 2 pengawal yang menemani mereka, keduanya yang tidak ingin repot, tentu tidak ingin menemukan masalah dengan orang lain di kota, jadi mereka mengizinkan pengawal menemani mereka.


Yang pertama mereka kunjungi adalah restoran untuk mengisi perut mereka, karena mereka sendiri belum sarapan.


Memasuki restoran yang dibuat oleh bunshin Naru, keduanya memesan susu dan bubur sembilan harta untuk sarapan. Tentu saja, para pengawal yang bersama mereka juga ikut memesan, tapi mereka duduk di meja lain.


Menghabiskan sarapan mereka, mereka membayar makanan mereka kemudian melanjutkan rencana untuk berkeliling kota.

__ADS_1


Tujuan pertama mereka adalah kios pinggir jalan, terutama kios jajanan, karena Li Mo tahu jika Naru paling suka jajan hal seperti itu.


Membeli berbagai jajanan, Naru sangat senang hingga di tangannya ada 2 permen kapas yang sangat dia sukai.


“Selanjutnya kita ke mana?”


“Tentu saja itu pasar. Aku ingin mengisi stok bumbu seperti garam dan gula.”


“Baiklah.”


Li Mo melangkahkan kakinya menuju pasar dengan Naru yang duduk di bahu kirinya sambil memakan permen kapas, sesekali menyuapi Li Mo sendiri. Di belakang mereka, 2 pengawal terus mengikuti mereka dengan senyum kecil melihat interaksi keduanya.


Tentu saja meski mereka membeli beberapa bumbu, tapi mereka tidak terlalu menarik perhatian seperti memborong semua bumbu di setiap toko yang mereka masuki, mereka hanya membeli sewajarnya saja.


Keduanya terus berkeliling dengan Naru yang berada di pundak kiri Li Mo terus melihat keramaian ibukota Kekaisaran, hingga mereka berhenti di depan bangunan yang cukup mewah dengan plakat bertuliskan paviliun harta karun.


“A Ru, apakah kau tidak ingin turun, meski kakakmu yang tampan ini tidak lelah, tapi itu akan menarik perhatian jika kita masuk ke dalam dengan kau tetap di bahuku.”


Naru terdiam dan langsung melompat turun dari bahu kiri Li Mo, dia kemudian menatap Li Mo dari atas sampai bawah.


“Ya, Ge kau memang tampan, tapi Che masih lebih tampan, jadi jangan narsis.”


Li Mo terkekeh dan mencubit kedua pipi tembem Naru membuat Naru menggerutu.


Keduanya memasuki paviliun harta karun, mereka tidak menyadari beberapa orang menatap mereka dengan iri.


Pasangan saudara yang terlihat akur dan saling menyayangi seperti itu, sudah sangat jarang mereka temui.


Naru dan Li Mo memasuki paviliun harta karun, keduanya melihat apa saja yang ada di sana, dan mau tak mau mereka berdecak kagum. Paviliun harta karun memang sesuai dengan namanya, semua yang ada di sana bukan benda biasa.


Naru terus berkeliling, meski benda yang dimiliki oleh paviliun harta karun sangat bagus, tapi tidak ada yang menarik perhatian Naru dan Li Mo hingga langkah Li Mo berhenti di salah satu benda aneh, tapi Naru tidak peduli dan terus menyusuri isi paviliun dan akhirnya dia berhenti di depan kandang yang terlihat cantik.


Di dalam kandang ada 3 ekor anak serigala yang tampak tak bersemangat, dan hanya sekali lihat, Naru dapat menebak jika ketiga serigala kecil itu sakit, dia melihat sekitar untuk mencari seseorang, tapi matanya tidak sengaja melihat kulit serigala seputih salju tidak jauh dari kandang 3 serigala kecil.


Dalam sekejap, Naru menjadi sangat marah, tapi dia berusaha menahan amarahnya, dia mendesis pelan menatap ketiga serigala kecil itu, hingga tiga serigala kecil itu mengangkat kepala mereka.


Meski masih terlihat lemah, tapi mendengar apa yang dikatakan Naru, mereka agak bersemangat, tapi juga sedih secara bersamaan.


“Tidak Apa-apa, bulu ibu kalian, kita j akan membawanya juga.”

__ADS_1


Sibuk menenangkan 3 serigala kecil, seorang pelayan mendekati Naru.


“Nona muda, apakah Anda menyukai mereka? Mereka tampak sakit, jadi kami melepas mereka dengan harga murah.”


“Berapa?”


Naru tanpa basa-basi langsung bertanya tentang harga ketiganya.


“100 kristal putih, dan Anda bisa membawa mereka bertiga.”


Naru terdiam, dia kemudian kembali membuka suaranya.


“Aku akan mengambil mereka bertiga dengan bulu serigala itu dengan harga 50 kristal hitam, bagaimana?”


“Tentu Nona, Anda bisa memilikinya.”


Pelayan itu memberikan Naru bulu serigala seputih salju itu, dan Naru tanpa basa-basi langsung memasukkan ke dalam ruang miliknya, sedangkan untuk 3 anak serigala, dia membawanya bersama kandang.


Ketika Naru ingin pergi mencari Li Mo, suara pelayan menghentikannya.


“Nona, Anda membayar lebih pada barang yang Anda beli, maka dari itu, kami memberikan Anda undangan untuk menghadiri lelang yang akan diadakan seminggu dari sekarang. Mungkin akan ada barang yang menarik perhatian Anda.”


Naru menatap pelayan itu, dan menerima undangan tersebut. Tidak ada yang istimewa dari undangan tersebut selain warna kertasnya yang berwarna emas.


“Terima kasih.”


Membawa ketiga anak serigala tersebut, Naru akhirnya menemukan Li Mo yang berhasil menemukan barang yang dia inginkan.


“Kakak, apakah kau sudah menemukan benda yang kau inginkan?”


“Ya, ada apa, A Ru?”


“Aku ingin pulang.”


Merasa suasana hati Naru tidak baik, jadi Li Mo mengiyakan, dan langsung membawa Naru untuk duduk di pundaknya.


Ketika tiba di kediaman, Naru memerintahkan beberapa pengawal untuk menggali lubang, dia juga telah membebaskan 3 anak serigala dari kandang mereka.


Mereka berempat melihat beberapa pengawal menggali lubang hingga Naru merasa jika kedalaman lubang tersebut itu cukup.

__ADS_1


“Baiklah, itu cukup.”


Pengawal itu berhenti, dan Naru memasukkan bulu serigala yang tadi dia beli dan langsung memerintahkan pengawal untuk menutup lubang.


__ADS_2