Beast Princess

Beast Princess
Beast Princess 22


__ADS_3

Qin Yun menatap kearah Putra mahkota Chu dengan skeptis. Karena tempat mereka sangat jauh dan tinggi.


Qin Yun balik menatap laba-laba hitam itu dan bertanya, kali ini semua mengerti apa yang di katakan Qin Yun.


"Apa kau yakin memilih dia, dia sepertinya arogan. Aku tidak mau jika kau mengalami penyiksaan seperti saat bersama jalang di sana.."


Laba-laba logam hitam menatap Qin Yun penuh harap membuat Qin Yun mendesah.


"Baiklah, karena itu pilihan mu. Tunggu aku di sini.."


Qin Yun tanpa aba-aba mengeluarkan sayap putihnya dengan sedikit kehitaman di setiap ujungnya.


Melihat Qin Yun mengeluarkan sayap, semua menghirup udara dingin. Kemudian mereka menatap Qin Yan yang kemarin juga memiliki sayap tapi itu hasil penggabungan antara binatang kontrak.


Naru menepuk dahinya pelan dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Gadis yang menjadi lawan Qin Yun bahkan telah di bawa pergi sedangkan pemuda berambut merah dengan mata ungu menatap Qin Yun yang memiliki sayap dengan aneh.


Saat Qin Yun sampai di depan Kaisar, Permaisuri dan Putra Mahkota kerjaan Chu, dia memberi salam sebagai tanda penghormatan meskipun dia berada di udara.


"Yang mulia, apakah yang kecil ini  boleh meminjam yang mulia pangeran untuk berkontrak dengan laba-laba logam hitam?" Ketiga sosok itu menatap Qin Yun penuh arti, di mata sang permaisuri memiliki binar penuh kerinduan.


"Sister Imperial, aku bersedia menandatangani kontrak dengan laba-laba logam hitam.." mendengar Putra mahkota memanggilnya dengan Sister Imperial membuat Qin Yun mengernyit.


Meski begitu dia tidak peduli, dan ingin membawa putra mahkota langsung tapi permaisuri melambai agar dia mendekat serta tidak melayang di udara dengan sepasang sayap.


Meski agak aneh dan membingungkan, Qin Yun memilih menuruti permintaan permaisuri.


Bisa gawatkan kalau dia tidak menuruti. Bisa-bisa dia di hukum dan sang kakak si Yang Mulia Raja Neraka bakal ngeratain benua naga biru..


Membayangkannya saja Qin Yun tidak kuat.


Tepat saat Qin Yun menyembunyikan sayap dan menapak di depan permaisuri, Qin Yun bisa melihat jika seluruh tubuh permaisuri gemetar. Perlahan tangannya terangkat menuju kening Qin Yun yang dimana tanda lahir seekor burung phoenix mengepakkan sayapnya dengan bangga.


"Putriku.." Permaisuri tak kuasa lagi menahan air matanya dan memeluk  Qin Yun dengan erat.


Seluruh tubuh Qin Yun membeku dan tak bisa di gerakkan..


Kaisar sendiri telah jatuh berlutut di depan sang anak, membuat seluruh audiens terperangah melihat Kaisar pemimpin suatu Kerajaan rela berlutut di depan seorang gadis.


"Nak, maafkan ayahmu yang di butakan oleh kekuasaan hingga dengan tega membuangmu tepat saat kau lahir ke dalam Hutan Kematian.."


Kaisar terus berlutut bahkan bersujud membenturkan kepalanya di lantai hingga memerah.


Qin Yun tidak tahu harus bereaksi seperti apa, dia melepas pelukan Permaisuri dan menatap keduanya dengan datar.


"Aku bukanlah putri yang kalian buang, putri kalian telah meninggal sebelum mencapai hutan kematian dan aku hanyalah jiwa yang kebetulan menempati tubuh putri kalian yang baru saja meninggal. Yang Mulia harap berdiri dari posisi


anda, anda adalah seorang pemimpin suatu Kerajaan. Tidak etis jika anda berlutut di hadapan gadis biasa ini.."


Qin Yun menggunakan pesona agar tidak ada yang mendengar apa yang di katakannya pada Kaisar.


Kedua orang tersebut menegang dan memandang  Qin Yun mencoba mencari kebohongan di matanya tapi sayang, mata Qin Yun yang indah tersebut tidak menunjukkan sedikit pun kebohongan.


Ketiganya terdiam sejenak dan Permaisuri mulai bersuara.


"Tidak peduli apa, meskipun jiwamu bukan lagi dirinya tapi kaulah yang menempati tubuh ini. Maka kamu adalah anak kami.."


Qin Yun tersenyum kecil dan menggeleng.


"Dia adalah dia dan aku adalah aku, anda pasti telah memiliki nama untuknya jadi tolong buat makam yang layak untuknya. Meskipun begitu, aku bersedia menjadi putri kalian tapi aku tidak bisa menetap dan tinggal bersama kalian, karena tujuanku tidak di sini.."


Kaisar dan Permaisuri bernafas lega dan mengangguk.. Qin Yun melirik putra mahkota dan mengacak surai peraknya.


"Jadi siapa namamu hmm?"


"Aku Lan Hao.."


"Baiklah Hao'er, ikut denganku dan menandatangani kontrak dengan laba-laba logam hitam.." Qin Yun mengeluarkan sayapnya lagi dan terbang kembali menuju arena.


Saat mencapai arena, Qin Yun memegang kepala laba-laba logam hitam dan kepala Lan Hao.


Karena Lan Hao tidak memiliki inti 7 warna di jantungnya seperti Qin Yan maka Qin Yun harus membantunya..


Dalam sekejap lingkaran kontrak muncul di bawah kaki Lan Hao dan Laba-laba Logam Hitam.

__ADS_1


Cahaya 7 warna lagi-lagi menyelimuti keduanya. Hingga di kening Lan Hao muncul tanda laba-laba Logam Hitam.


Begitu proses kontrak selesai, Qin Yun membawa Lan Hao kembali ke tempatnya dan dia sendiri menuju bangkunya.


Pertandingan yang sempat tertunda akhirnya kembali berlanjut.


"Mengapa Kaisar Kerajaan Chu berlutut di hadapanmu?" Liu Qian bertanya dengan penasaran.


"Hanya kesalahpahaman.."


Karena Qin Yun tidak berniat memberitahu lebih jauh, mereka juga tidak bertanya lagi.


Hanya Naru yang memiliki spekulasi di benaknya. Pertandingan terus berlalu hingga membuat mereka bosan.


"Perekrutan murid baru tahun ini kami nyatakan telah selesai, jadi yang tidak lolos bisa mencoba 5 tahun dari sekarang.." sontak para peserta yang tidak lolos menjadi lesu.


"Dan untuk kalian yang lolos, kami akan memberi waktu seminggu untuk kalian menyiapkan segala keperluan kalian, karena dalam 1 tahun kalian tidak diperbolehkan untuk keluar dari Akademi.."


Mendengar itu, Naru dkk berbinar senang. Mereka berencana berkeliling kerajaan Chu dan membeli banyak hal.


"Kalian bisa bubar dan berkumpul di sini seminggu dari sekarang.."


Saat mereka akan bubar. Sakura, Sasuke, Karin dan Che mendekati mereka sebentar untuk mengatakan jika ketiganya tidak bisa bergabung karena banyak yang harus mereka kemasi.


Naru mengangguk saja. Hingga seorang pemuda bersurai merah mendekati mereka. Pemuda itu menyapa Di Hao Jue dan Xuanyuan Che.


Mereka bertiga layaknya teman lama, bahkan Naru dan Qin Yan ikut menyapanya.


Saat mengetahui jika pemuda itu adalah Saudara Ouyang yang di maksud oleh gadis tak jelas, tatapan hangat Qin Yun menjadi dingin.


Qin Yun menilai pemuda itu dari atas sampai bawah. Meski wajahnya datar tapi perasaannya seolah telah lama mengenal pemuda tersebut.


Seolah dia pernah sangat dekat dengan pemuda itu. Tepat saat pemuda itu ingin mendekatinya, Qin Yun menghindar.


"Jangan mendekat! Aku tidak mengenalmu tapi kau telah membawa masalah untukku. Awas saja jika para pengagummu mengusikku lagi maka yang akan datang akan aku musnahkan detik itu juga dan memakan seluruh tubuhnya.." Qin Yun melotot tak suka padanya..


Ouyang Mo Xie merasakan hatinya sangat sakit karena begitu di hindari oleh sang kekasih. Meskipun begitu dia tetap memasang senyum hangatnya melihat Qin Yun yang masih tak mengenualinya.


Jue menepuk bahu Xie seolah menguatkannya agar bersabar dan tidak menyerah..


Meninggalkan tempat perekrutan, mereka semua mencari penginapan serta membeli kebutuhan.


Di Hao Jue yang menyaksikan hal tersebut sudah terbiasa tapi berbeda dengan yang lainnya yang mentap ketiga gadis itu dengan horor.


Bagaimana tidak, ketiganya memborong semua bahan yang di butuhkan untuk memasak.


Setiap memasuki 1 toko, bisa di pastikan toko tersebut akan kehabisan stok mereka.


Hanya dua kata yang dapat menggambarkan ketiga gadis itu di benak mereka yaitu Tiran Lokal.


Mereka bertanya-tanya, seberapa banyak kekayaan yang di miliki oleh ketiganya.


Mereka tidak tahu jika ketiganya merupakan adik kesayangan Raja Neraka belum lagi keahlian Qin Yan sang pencuri Ilahi yang dapat mengambil harta benda seseorang tanpa di sadari.


Setelah puas berbelanja, Liu Qian merasa lapar. Meskipun mereka merupakan kultivator yang tidak butuh makan tapi bagi mereka yang sangat foody pasti membutuhkan makanan.


"Aku lapar, kita cari restauran dulu yuk. Aku kebetulan mendengar ada sebuah restaurant yang menyajikan makanan yang sangat enak yang tidak pernah di temui.."


Naru, Qin Yun dan Qin Yan menjadi kaku. Pasalnya mereka tahu jika tidak ada restaurant yang dapat memuaskan mereka kecuali pavilion Hong Yueliang milik mereka.


Dan di sinilah mereka berdiri. Ketiga gadis itu membaca nama restaurant yang cukup aneh. 'NUSANTARA PAVILION'


Qin Yan dan Qin Yun saling berpandangan. Mereka sangat akrab dengan kata Nusantara. Yang berarti masakan di restaurant ini merupakan masakan khas INDONESIA.


Keduanya sangat menyukai makanan khas Indonesia. Melihat hal itu, Naru berasumsi jika makanan di restauran ini akan memuaskan mereka.


Tapi mereka dalam sekejap membeku dan saling pandang. Tidak mungkin ada masakan indonesia di dunia ini kan kecuali pemilik tersebut adalah....


Mereka membuang jauh-jauh untuk sementara pemikiran tersebut yang terpenting adalah menikmati makanan enak..


Tanpa menunggu yang lainnya, ketiganya telah melesat dan meminta kamar pribadi yang cukup besar.


Melihat keantusiasan ketiganya, Jue tersenyum bahkan Xie tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


Saat mereka mencapai kamar pribadi dan seorang pelayan datang dengan buku menu di tangannya.

__ADS_1


Belum sempat memberikan buku menu pada pelanggan, pelayan tersebut di buat terpana dengan penuturan ketiga pelanggannya.


Naru tentu saja telah melihat semua ingatan kedua adiknya sejak kehidupan pertama mereka.


"Bawakan kami Dendeng Balado pedas, Bakso, Mie ayam, Papeda, oseng-oseng, tumis kangkung, rendang, Soto, Coto, Opor ayam, Rawon, Kondro, Nasi Uduk, Sate, Semur Jengkol, kepiting asam manis, gulai kambing, gulai daun singkong. Kambing guling, Nasi bakar, bawa semua jenis sesuai dengan orang yang ada di ruangan ini.."


Hampir semua yang ada dibuku di sebutkan oleh ketiganya, pelayan itu yakin jika mereka baru pertama kali berkunjung tapi tanpa melihat menu dan mereka bisa tahu apa yang di sediakan restauran.


"Jangan lupakan Wedang Ronde Jahe, Sarabba, es kuwut, es teler, es selendang mayang.."


Pelayan tersebut segera mencatat semua pesanan mereka, tidak hanya pelayan yang takjub tapi orang-orang yang bersama ketiga gadis itu juga di buat takjub.


Setelah mencatat semua pesanan pelanggan aneh, pelayan tersebut segera pergi dan memerintahkan dapur untuk menyediakan semuanya tanpa membuang waktu sedangkan dia berlari kearah ruangan milik pemilik Restauran tersebut.


Di ruangan tersebut terdapat tiga orang gadis yang kira-kira berumur 15 atau 16 tahun. Wajah ketiganya sangat mirip bisa di pastikan jika ketiga gadis itu adalah kembar 3.


Ketiganya mengamati buku akun dan pemasukan mereka selama 4 bulan ini. Mereka juga baru tiba di dunia tak di kenal 6 bulan lalu saat terjadi gerhana matahari total di Indonesi yang tiba-tiba entah bagaimana membawa ketiganya di dunia tak di kenal.


Hingga mereka bertemu seorang pemuda tampan nan dingin yang mengenalkan dirinya adalah Raja Neraka bernama Qin Mo Xuan dan menawarkan dukungan asal ketiganya membangun Restauran.


Ketiganya mengangguk, beruntung ketiganya sangat menyukai membaca Novel Cina hingga belajar bahasa Cina yang di gunakan di dunia tak di kenal.


Dengan begitu ketiganya menjadi bawahan Si Raja Neraka dan memutuskan untuk mengenalkan masakan negara asal mereka di dunia asing ini.


Tok


Suara ketukan mengalihkan pandangan ketiga gadis itu ke pintu.


"Masuk!"


Pelayan yang melayani Naru dkk tadi langsung saja masuk dan melaporkan hal yang mengejutkannya dan tentu mengjutkan ketiga gadis kembar tersebut.


"Apa katamu? Tanpa melihat buku menu dan mereka langsung memesan hampir semua yang tertera di buku menu?"


Pelayan itu mengangguk dan ketiga gadis tersebut saling pandang.


"Sebutkan ciri-ciri mereka!"


Pelayan itu menyebutkan ciri-ciri Naru, Qin Yun dan Qin Yan. Mata ketiganya langsung berbinar cerah.


"Antar kami ke ruangan mereka.."


"Ya Nona muda.."


Pelayan itu mengantar ketiga gadis tersebut ke ruang pribadi di mana Naru dkk berada.


Mendengar ketukan, Naru memerintahkan mereka masuk.


Naru awalnya mengira jika itu pesanan mereka tapi ternyata bukan dan yang datang adalah 3 gadis kembar.


Ketiganya melihat Naru, Qin Yun dan Qin Yan langsung berlutut dengan satu lutut.


"Bawahan ini memberi hormat pada yang mulia Putri Ruru, Yang Mulia Putri Yanyan dan Yang mukia Putri Yunyun.."


Semua tercengang dengan tingkah laku ketiga gadis kembar itu.  Dan semua pandangan mengarah pada 3 gadis yang sempat membuat heboh tadi.


"Siapa kalian? Kami tak mengenal kalian?"


Yang tertua dari ketiganya langsung menjawab pertanyaan Naru..


"Kakak anda yang mulia Raja Neraka memerintahkan kami untuk melayani anda bertiga jika kami bertemu.."


Liu Rong, Liu Wei dkk menjadi pucat mendengar nama raja Neraka dan menatap Shok pada Naru, Qin Yan dan Qin Yun yang merupakan adik sang Raja Neraka yang terkenal Tiran dan tanpa ampun..


Naru dan kedua adiknya memasang wajah datar, pasalnya mereka tidak mengenal siapa itu raja Neraka, wajar saja karena Qin Mo Xuan tidak pernah memberitahu mereka jika dirinya di juluki Raja Neraka.


"Raja Neraka? Siapa dia?"


Mendengar pertanyaa Qin Yun, semua terdiam dan menatap mereka dengan aneh.


"Kami memang memiliki seorang kakak tapi dia adalah Qin Mo Xuan dan bukan Raja Neraka.."


Krik


Krik

__ADS_1


Krik.


Semua terdiam bahkan ketiga gadis kembar itu juga tercengang, mereka juga tahu nama asli atasan mereka. Raja Neraka hanyalah gelar belaka.


__ADS_2